Bara yang disusul oleh Kris di belakangnya telah sampai di tempat parkiran mobil. Dengan cepat Bara meraih kunci mobil dari saku celananya dan hendak mengendarai mobilnya sendiri tapi tiba-tiba saja dicegat oleh Kris sang sekretaris setianya.
"Biar saya saja yang menyetir, Tuan!" pinta Kris melarang Bara menyetir mobil sendiri dalam kondisi sang bos yang pikirannya sedang kacau.
Akhirnya Bara pun menuruti permintaan Kris, karena menurut Bara juga bila dia sendiri yang menyetir mobil takut berakibat fatal apalagi pikirannya sekarang tidak fokus. Di lain sisi juga Bara benar-benar takut akan terjadi sesuatu yang buruk.
"Arghhh ... dasar bodoh. Kenapa ini terjadi padaku?" teriak Bara mengumpat dirinya sendiri sambil menjambak rambutnya cukup keras.
"Tuan Bara harus tenang. Hadapi semuanya dengan sabar. Pasti ada jalan keluar dari masalah yang Tuan hadapi sekarang," nasehat Kris yang cukup membuat hati dan pikiran Bara sedikit tenang.
Sungguh beruntung Bara yang mempunyai sekretaris seperti Kris. Kris yang selalu setia mendampingi Bara walau tuannya itu bertindak sesuka hati. Jiwa mudanya pun telah mengalahkan keegoisan Bara. Umur Kris yang lebih muda 3 tahun dari Bara selalu mencari solusi yang baik jika tuannya sedang dalam masalah.
Jalanan begitu macet membuat Bara gerah ditambah lagi dengan tubuhnya yang sedikit gemetar, rasanya Bara ingin memutar balik ke arah kantornya kembali. Tetapi jika masalah yang dimilikinya tidak diatasi dengan selesai maka Bara akan dihantui oleh rasa bersalahnya dan penyesalan serta hati dan pikirannya tidak akan pernah tenang.
Setelah melewati kemacetan cukup lama, akhirnya mobil yang dikendarai Kris telah sampai di perusahaan JMS GROUP. Setelah memarkirkan mobil, Bara dan Kris berjalan memasuki JMS GROUP dengan perasaan Bara yang dipenuhi kecemasan dan kekesalan, tapi Bara mencoba untuk menahannya.
Di ruang kerjanya, Zeline disibukkan dengan beberapa file yang harus dia pelajari. Sebenarnya Zeline kurang menguasai masalah bisnis tapi dengan kejeniusan Jupiter semua di perusahaan JMS GROUP dapat teratasi dengan mudah.
Ceklek
Bara langsung memasuki ruang kerja Zeline tanpa persetujuannya. Zeline terkejut melihat Bara yang telah berdiri dihadapannya bersama Kris di belakangnya.
"Kau ... ada perlu apa kau datang ke sini?" tanya Zeline penasaran.
Bara terdiam sejenak mengambil nafasnya perlahan dan menghembuskannya perlahan pula.
"Selama ini apa kamu menyembunyikan sesuatu dari saya?" tanya Bara berusaha mengontrol kesalnya.
Deg
Zeline kaget dan berpikir tentang maksud dari pertanyaan Bara padanya.
"Maksud kamu apa?" Zeline mengernyit pura-pura tak mengerti.
Bara sangat kesal, dia melonggarkan dasinya kegerahan karena jawaban dari Zeline tak memuaskan hati dan pikirannya yang kacau.
"Sekali lagi saya bertanya. Apa kamu selama ini menyembunyikan sesuatu dari saya atau tidakkk?" tanya Bara sedikit berteriak.
"Ti-tidak ada sesuatu yang aku sembunyikan darimu. Lagipula aku tidak mengerti maksud kamu," ucap Zeline gugup dan berbohong.
Bara meraih sesuatu dari saku jasnya dan memperlihatkannya pada Zeline.
"Ini ... lihat ini," Bara memperlihatkan foto masa kecil Bara di meja kerja Zeline.
Zeline melihat foto itu dengan seksama, dan menurut Zeline foto itu mirip dengan Jupiter juga Mars.
"Kau tahu foto siapa itu?" tanya Bara.
"Mana aku tahu, aku tidak mengenalnya!" jawab Zeline tak peduli.
"Bukankah foto itu mirip dengan anakmu?" tanya Bara memastikan.
Deg
"Ta-tapi itu bukan wajah anakku, mereka berbeda," bantah Zeline dengan gugup.
"Jangan kau tutupi lagi kebohonganmu itu Zeline. Foto masa kecil saya itu mirip dengan wajah anakmu. Jadi katakan yang sebenarnya sebelum saya mengeluarkan bukti yang tak bisa kau menyangkalnya!" bentak Bara yang meminta penjelasan pada Zeline.
Zeline ketakutan dan matanya mulai berkaca-kaca. Entah kenapa Zeline belum sanggup mengatakan tentang status Bara yang adalah seorang ayah kandung dari ketiga anak kembarnya.
"Aku tidak mengerti maksudmu itu, jangan buang-buang waktu. Aku sedang banyak pekerjaan!" ucap Zeline mencari alasan.
Brak
Bara memukul tangannya ke meja kerja Zeline dan sontak Zeline sangat terkejut.
"Setelah kejadian malam itu di hotel, apa kau mengandung anakku?" tanya Bara pelan dengan sorot mata tajam menatap Zeline.
"Jadi dia sudah mengetahuinya? Bagaimana ini, bahkan aku belum siap untuk mengatakan yang sebenarnya pada dia," batin Zeline begitu ketakutan.
Zeline belum siap untuk memberi tahu Bara karena menurut Zeline ini terlalu mendadak untuk dia mengatakan pada Bara. Karena kecemasan Zeline yang begitu besar akhirnya air mata Zeline keluar begitu saja di hadapan Bara. Sedangkan Bara mengerti dengan apa yang terjadi pada Zeline.
Bara mengeluarkan kertas hasil tes DNA dan memperlihatkannya pada Zeline.
"Foto dan bukti hasil tes DNA ini sudah jelas bahwa anak lelaki itu adalah anakku, DNA kami sama. Kau mau menyangkalnya lagi?" tanya Bara dan menjelaskan pada Zeline setenang mungkin.
"Kau ceroboh Zeline, kau menghancurkan segalanya, hidup saya serta reputasi saya kedepannya nanti. Kenapa tidak kau gugurkan saja kandunganmu itu sejak dulu," kata Bara yang tidak bisa berpikir jernih dan mengucapkan kata yang membuat Zeline terluka.
"Apa kau bilang? Kau menyuruhku untuk menggugurkan kandunganku? lelaki macam apa kau membunuh darah daging sendiri. Aku tak meminta pertanggung jawaban darimu. Aku sudah bahagia dengan anak-anakku. Sekarang kau pergi lah!!" Zeline mengusir Bara dari ruang kerjanya karena tak sanggup mendengar ucapan Bara lagi.
Dari Balik pintu ternyata Jupiter mendengar semua percakapan Zeline dan Bara. Jupiter sangat kecewa ternyata Bara tak menginginkan dirinya serta sudaranya yang lain hidup di dunia ini.
"Papa, kau sangat jahat pada kami dan mama," batin Jupiter bersedih penuh kecewa.
Bara masih saja berdiri di hadapan Zeline setelah wanita itu mengusirnya. Bara masih belum terima apa yang sudah terjadi karena masih ada yang mengganjal di hati dan pikiran Bara.
"Kalau anak lelaki itu anak saya, lalu Starla anak siapa? Apa Starla anak lelaki lain yang kau tiduri juga?" tanya Bara yang lagi-lagi tanpa berpikir jernih terlebih dulu.
Plak
Zeline bangkit berdiri dari kursi lalu dengan cepat Zeline menampar wajah Bara karena perkataan Bara yang menghinanya untuk kesekian kali.
"Tutup mulut kamu, aku bukan wanita yang seperti kamu bayangkan. Belum puaskah kamu menghina saya? Tanpa kamu pun aku bisa membesarkan anak-anakku dengan baik. Mereka semua anakku bukan anak kamu jadi silahkan pergi dari sini, pergiii...," teriak Zeline dengan amarahnya seakan tak bisa dibendung lagi.
"Ayo Tuan, kita pergi dari sini," bisik Kris pelan di telinga Bara.
"Oh ya satu lagi, ini cek satu miliar yang pernah kau berikan padaku, aku kembalikan padamu," sebelumnya Zeline mengambil cek dan menuliskan nominal yang sama saat malam kejadian di hotel, lalu Zeline menyerahkan cek itu pada Bara.
"Berani-beraninya kau menghina saya. Saya tidak butuh uang itu!" Bara merampas cek dari Zeline dan merobek cek itu lalu di hamburkannya di depan wajah Zeline.
Tiba-tiba Jupiter masuk ke dalam ruang kerja Zeline saat melihat mamanya diperlakukan tidak baik oleh Bara.
"Berhenti ... kau sudah membuat Mamaku menangis. Jadi pergilah, kami tidak membutuhkanmu. Kau hanya pecundang yang hanya bisa menyakiti Mamaku," ucap Jupiter pada Bara seperti sang pahlawan bagi Zeline.
Bara dan Kris menoleh ke belakang dan menatap Jupiter terkejut karena anak itu memegang sapu untuk siap dia pukulkan pada mereka yang berani menyakiti Zeline.
"Pergi lah dari sini atau aku pukul kalian nanti," Jupiter sudah siap hendak melakukan pukulan pada Kris yang berada dekat dengannya karena tepat berada di belakang Bara.
"Eh, eh ... i-iya kami akan pergi dari sini. Ayo Tuan kita pergi, sebelum anak ini memukul saya," ucap Kris terbata dan sedikit takut lalu mengajak Bara keluar dari ruangan Zeline.
Bara pun tak bisa apa-apa karena sudah berhadapan dengan anak kecil seperti Jupiter pasti akan membuang-buang waktu saja. Bara menatap Jupiter dengan sendu dan langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
"Arghhh ... sial, dasar bodoh, bodoh, bodoh!!" teriak Bara merutuki dirinya sendiri sambil memukul-mukul kaca mobil saat hendak memasuki mobilnya untuk kembali ke perusahaannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Evy
Dari cara Bara menanggapi kebenaran yang ada.. seharusnya memang mereka tidak usah bersatu... greget banget sama Bara ..
2025-02-10
1
Deni Wong Jowo
kasihan banget Piter😢
2023-07-12
0
kavena ayunda
sakit bgt anak nya dnger kata2 dr orang tuanya
2022-12-02
0