Zeline yang begitu malang tak bisa berkutik dan betontak karena tubuhnya terlalu lemah untuk lelaki yang telah dikuasai oleh nafsu birahi karena obat perangsang dan juga mabuk yang membuat lelaki itu berhalusinasi dan salah sasaran.
Pagi hari, Zeline yang terlebih dahulu terbangun dari tidurnya dan merasakan sakit yang luar biasa, akhirnya dia menyadari betapa hancurnya dia saat ini. Zeline bangkit duduk di ranjang dengan selimut yang masih berada di tubuhnya dan menangisi hidupnya yang sudah tak berharga lagi.
Lelaki itu mengerjapkan matanya saat mendengar seorang wanita menangis di sampingnya, dia belum menyadari lalu lelaki itu melihat sekelilingnya kemudian beralih ke arah Zeline.
"Hei kau kenapa di sini, kenapa kau menangis? Siapa kau berani-beraninya tidur di sampingku?" ucap lelaki itu marah.
"Kau keterlaluan, Tuan. Kau sudah merebut kesucianku!!" seru Zeline menangis tiada henti.
"Apa kau bilang? Apa yang kau ...," lelaki itu mencoba mengingat apa yang telah terjadi.
"Aghhh shittt...!!" sesal lelaki itu yang sedikit demi sedikit mengingat kejadian semalam.
Tiba-tiba pintu terbuka oleh lelaki yang berada di kamar 106 sebelah kamar yang saat ini Zeline berada.
"Tuan Bara! Anda sudah banggg...," belum sempat menyelesaikan ucapannya, lelaki itu terdiam seketika saat melihat wanita di samping tuannya.
"Kenapa kau membawa wanita ini ke kamarku, Kris?" tanya lelaki yang bernama Bara itu dengan sangat marah.
"Ti-tidak seperti itu, Tuan. Wanita itu hanya pekerja hotel untuk membersihkan kamar ini semalam, lalu kenapa bisa ada bersama Tuan Bara sekarang?" tanya lelaki yang bernama Kris dengan gugup dan ketakutan.
"Kau di mana semalam hingga aku lepas kontrol meniduri wanita ini?" teriak Bara kembali dengan marah.
"Saya di kamar sebelah, Tuan. Maafkan saya Tuan!" Kris begitu kaget mendengar Bara meniduri Zeline.
Bara meraih celananya di atas kasur lalu memakainya dan bangkit turun dari atas ranjang tetapi sebelumnya Bara beralih menatap kasur yang ada noda merah di atas kasur.
"Sial, ternyata wanita ini perawan. Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan?" batin Bara menyesali perbuatannya.
Bara menatap Zeline yang tertunduk dengan menangis lalu Bara mendekat ke arah Zeline dan berkata padanya.
"Hei kau, ganti pakaianmu lalu pergi dari sini dan satu lagi kau harus berhenti bekerja dari sini," pinta Bara dengan matanya yang tajam.
"Tidak bisa, saya harus bekerja, bagaimana saya hidup jika saya tidak bekerja. Dan kau siapa seenaknya saja menyuruhku untuk berhenti bekerja?" ucap Zeline mendongak ke arah mata Bara yang tajam dan tak terima dengan ucapan Bara.
"Ok, kau mau tahu siapa saya? Dengarkan dan ingat baik-baik, saya adalah Barata Adiwangsa pemilik stasiun TV nomor satu di Indonesia AWTV dan saya pebisnis sukses di berbagai sektor. Saya adalah CEO sekaligus pewaris tunggal WANGSA GROUP terbesar di Indonesia dan terkenal di Eropa. Jadi jika kau macam-macam dengan saya, maka hidupmu akan lenyap, mengerti!!" teriak Bara dengan lantang di telingga Zeline.
Bara berbalik dan berjalan mendekati Kris sang sekretarianya.
"Kris, kau beri wanita itu uang 1 miliar, suruh dia tutup mulut dan pergi sejauh-jauhnya dari sini, jangan sampai saya melihatnya berkeliaran di hadapan saya," pinta Bara yang hendak keluar dari kamar.
"Baik Tuan," ucap Kris patuh.
Belum sempat Bara keluar dari kamar, Zeline pun angkat bicara dengan keberaniannya.
"Kau akan menyesal, Tuan. Hidupmu akan hancur hingga harta kekayaan yang kau banggakan itu tidak akan berarti bagimu, Tuan," sumpah serapah Zeline kepada Bara yang telah menyakiti hatinya.
Bara berhenti sejenak dan mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Zeline.
"Cih, bicaralah sesuka hatimu. Tinggal kita buktikan saja nanti. Kau atau saya yang akan hancur!" Bara berlalu dari kamar 105 dan memasuki kamar 106.
Kris pun memberikan selembar cek ke tangan Zeline secara paksa dengan nominal 1 miliar sesuai dengan perintah Bara, kemudian Kris pergi meninggalkan Zeline sendirian di kamar 105.
Lalu tiba-tiba datang sekelompok karyawan hotel menemui Zeline dan mereka memaki-maki Zeline dengan perkataan yang buruk.
"Aku nggak menyangka kamu ternyata wanita murahan, Zeline. Tawaranku kemarin untuk promosimu sebagai asisten manajer, aku batalkan. Aku sangat kecewa padamu, Zeline!!" ucap pak Tony kecewa, pupus sudah untuk menjadikan Zeline asisten pribadinya.
"Dasar wanita penipu, mentang-mentang berwajah cantik bisa-bisanya kamu tidur dengan pelanggan kaya di sini, cih!" umpat karyawan lain yang berteman dengan Zeline.
Zeline merasa terhina dan begitu terluka. Dia tidak mempedulikan ucapan dari para karyawan hotel sedang merutukinya dan memakinya habis-habisan.
"Pergi ... pergi kalian semua!!" teriak Zeline dengan menutup kedua tangannya ke telinganya sambil menangis.
"Zeline yang malang, aku berhasil membuatmu hancur, hahaha!" batin Sarah dengan penuh kemenangan.
5 bulan kemudian, Zeline yang berada di rumah kos begitu dipenuhi rasa sakit teramat dalam. Wajahnya pucat hingga sulit sekali untuk makan seperti tidak ada harapan untuk hidup. Zeline sering menangisi hidupnya yang malang, ingin rasanya dia mati saja tapi dia masih memikirkan janin yang telah dikandungnya itu.
"Zeline, ayo kita pergi dari sini. Tidak ada cara lain lagi. Sebelum tuan Bara mengetahui keberadaan kamu di sini. Jika tuan Bara menemukanmu maka tamatlah riwayatmu dan kandunganmu. Kita harus pergi ke luar negeri besok pagi dengan menggunakan uang 1 miliar itu," saran Intan, sahabatnya yang begitu mencemaskan Zeline.
"Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Zeline.
"Tidak masalah, aku akan mencari pekerjaan di sana, yang penting aku akan selalu ada buat kamu. Bukankah kita sahabat dari kecil, Zeline!" ujar Intan menyemangati Zeline dengan meyakinkannya.
"Terima kasih, Intan. Kau memang sahabat terbaikku!" ucap Zeline tersenyum.
6 tahun kemudian
Jauh dari kata buruk, Zeline sekarang menjadi seorang ibu yang tegar dan kuat, dia begitu cantik, banyak orang yang mengaguminya karena satu bakat yang selama ini dia sembunyikan akhirnya dia tunjukkan di hadapan orang banyak. Bakatnya itu Zeline turunkan pada salah satu anaknya. Dan mereka sekarang berada di panggung yang megah di Italia sedang menyanyikan sebuah lagu seriosa. Semua bersorak bertepuk tangan setelah Zeline dan anak perempuannya menyelesaikan nyanyian indah mereka.
"Wah, penampilan Mama dan Starla sangat keren. Kami sangat bangga. Jadi lusa kita berangkat ke Indonesia, kan?" tanya salah satu anak laki-laki Zeline yang bernama Mars.
"Iya, sayang!" jawab Zeline.
Zeline mempunyai tiga anak kembar yang berumur 5 tahun yaitu Jupiter, Mars dan Starla. Dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Mereka mempunyai bakat yang luar biasa tersendiri. IQ mereka pun di atas rata-rata yang tidak banyak anak-anak diusia mereka miliki.
Jupiter yang ahli di bidang sains dan teknologi serta sangat mahir dalam berbisnis, sedangkan Mars yang ahli matematika dan bermain catur serta ahli bela diri, kemudian Starla yang memiliki bakat seni yang luar biasa dengan kemampuannya menyanyikan berbagai macam genre musik salah satunya seriosa yang paling dibanggakan oleh orang Eropa.
Di Bandara Soekarno Hatta, Zeline dan ketiga anak kembarnya telah sampai di Indonesia. Selain Ketiga anak kembarnya yang akan bersekolah di Jakarta, mereka juga akan melakukan sesuatu yang sudah direncanakan sebelumnya.
"Wah, Piter nggak sabar untuk duduk di kursi CEO, Ma. Dengan uang yang kita miliki, akhirnya kita bisa mendirikan perusahaan sendiri di Jakarta, Ma!" ucap Jupiter dengan bangganya.
"Ini berkat usaha kalian bertiga, JMS GROUP bisa berdiri di sini, sayang!" ujar Zeline terharu melihat anak-anaknya yang bisa membantunya dalam kehidupannya.
JMS GROUP adalah perusahaan yang dibangun sejak setahun yang lalu atas prestasi-prestasi yang telah diraih oleh ketiga anak genius itu. JMS GROUP sendiri merupakan singkatan dari Jupiter, Mars dan Starla. Karena mereka lah yang akan menjalankan perusahaan itu dan akan dibantu oleh Zeline sebagai Pimpinan JMS GROUP dan sebagai bukti hadiah yang diberikan oleh ketiga anak kembarnya kepada Zeline.
"Sekarang kita tinggal menyusun rencana bagaimana caranya menghancurkan perusahaan WANGSA GROUP dan kita akan bersaing melawan papa. Apa kalian sudah siap semua?" tanya Jupiter yang menjadi provokasi diantara saudaranya yang lain.
"Ya, kami siap!!" seru Mars dan Starla bersamaan dengan lantang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Sa Rang
keren 👏👏👏
2023-09-02
0
Nf@. Conan 😎
trus kmna sahabat nya zellin thor
2023-08-12
0
Kikan Tuners
jgn lemah Zelin. ayo bngkit smngat
2023-04-20
0