Bara terlihat sangat kesal sejak kemarin saat bertemu dengan Jupiter. Bara merasa dirinya dipermainkan oleh anak kecil sekaligus orang dari perusahaan JMS GROUP. Sampai saat ini Bara harus kembali turun tangan untuk melibatkan dirinya dalam meyakinkan rekan-rekan bisnisnya agar kembali bekerja sama dengan perusahaannya.
Dan sialnya, Bara tak bisa meyakinkan kembali bekerja sama dengan rekan-rekan bisnisnya, hanya beberapa yang mau bekerja sama. Usaha Bara pun tak membuahkan hasil. Baru kali ini dia dikalahkan oleh seorang anak kecil yang menurutnya tidak ada apa-apanya. Bara sangat kesal dan sangat malu dengan orang-orang di luar sana.
"Sial, banyak orang-orang yang memuji anak itu. Sehebat apa sih dia? Tapi kenapa mereka tidak menawarkan bekerja sama dengan perusahaan kita?" tanya Bara dengan kesal pada Kris yang berada di hadapannya saat Bara terlihat sedang pusing dengan memijat-mijat keningnya.
"Mungkin mereka ingin bersaing dengan WANGSA GROUP, Tuan. Apalagi perusahaan Tuan ini kan perusahaan terbesar di Indonesia," ujar Kris dengan dugaannya.
"Bersaing? Haha ... mereka tidak akan bisa bersaing denganku. Kris kamu cari tahu siapa sebenarnya pimpinan di perusahaan buruk itu dan juga cari tahu anak kecil yang banyak dipuji oleh orang-orang itu!" Bara begitu sombong hingga dia memerintahkan Kris untuk mencari tahu semua yang bertentangan dengan JMS GROUP.
"Baik Tuan, akan saya laksanakan!" ucap Kris patuh.
Saat Kris melakukan pencarian tentang data JMS GROUP pada orang yang handal di bidang IT teknologi, dengan sekali enter, data itu tidak di temukan. Karena Jupiter sudah mengunci data itu menjadi data privasi, sekalipun diretas oleh orang lain, data JMS GROUP tidak akan bisa didapatkan. Belum lagi data keluarga Zeline juga ketiga anak kembarnya itu tidak akan ada yang bisa mengetahuinya. Jika ada yang ingin mencari tahu, maka akan ada pemberitahuan di layar komputer lalu dengan mudah Jupiter mengklik yes or no sesuka hatinya dan atas izin darinya pula.
Setelah melakukan pencarian dengan hasil nihil, Kris dengan langkah putus asa langsung menemui Bara di ruang kerjanya.
"Tuan, data tentang JMS GROUP serta anak kecil yang kita temui kemarin itu tidak bisa diketahui, Tuan. Pekerja kita yang hebat pun tak bisa menemukannya sudah berkali-kali dicoba, Tuan!" ucap Kris yang sedikit ketakutan saat menyampaikan kabar buruk pada bosnya itu.
"Dasar tidak berguna, biar saya saja yang mencarinya. Kenapa harus saya yang turun tangan lagi di sini," kesal Bara kemudian meraih laptopnya lalu mencari data tentang JMS GROUP.
Bara mahir dengan teknologi dan dia juga seorang programer dan mampu meretas pula, tapi entah saat ini apakah Bara mampu mencuri data tentang JMS GROUP beserta data Jupiter?
"Ah shittt, software apa ini? Kenapa sulit terdeteksi? Yang membuat ini pasti seorang programer yang luar biasa, sampai-sampai saya tidak bisa meretasnya. Ternyata datanya terhubung dengan si pembuat? JMS GROUP perusahaan yang tidak bisa dianggap remeh," Bara kebingungan hingga dia tidak bisa berpikir lagi.
"Jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya, Tuan?" tanya Kris cemas.
"Pergilah Kris, saya ingin sendiri dan mencari caranya," pinta Bara menyuruh Kris keluar dari ruang kerjanya.
"Baiklah Tuan!"
Suasana di kantor JMS GROUP, King sedang mengawasi laptop di hadapannya yang sedari tadi ada pemberitahuan peretasan yang akan dilakukan oleh perusahaan WANGSA GROUP, tapi sayangnya itu tidak akan pernah terjadi karena ada Jupiter si anak Genius.
"Sekuat apapun kamu melakukannya, itu tidak akan pernah berhasil. Kau membuang-buang tenagamu dengan sia-sia, papa!" gumam Jupiter dengan dirinya sendiri sambil tersenyum penuh kemenangan.
Dengan langkah memawan Jeny berjalan ke arah ruang kerja Bara. Wanita cantik itu memasuki ruangan kemudian menghampiri Bara dan langsung memeluknya.
"Sayang, ada apa sih kok muka kamu murung gitu, ada masalah ya?" tanya Jeny.
"Nggak ada, hanya masalah biasa kok. Ada apa kemari, kenapa kamu nggak bilang-bilang mau kemari?" ucap Bara tersenyum kemudian membalas pelukan Jeny.
"Hemm, kamu lupa kalau hari ini kita akan bahas masalah pertunangan kita? Makanya aku kemari, sayang!" kata Jeny sedikit kecewa.
"Ya sesuai dengan kesepakatan kita, tiga bulan lagi kita akan bertunangan setelah kamu pulang dari New York," jelas Bara.
"Benarkah? Aku sudah nggak sabar menunggu hari itu, sayang."
"Sama, aku pun begitu!"
"Besok, aku akan berangkat ke New York jadi aku harap kamu menjaga hatimu untukku sampai aku kembali," pinta Jeny.
Jeny adalah seorang model terkenal, prestasinya selalu dipuji dan dipuja banyak orang terutama Bara. Wajahnya yang cantik dan bertubuh tinggi khas seorang model profesional. Bara sangat mencintai Jeny.
"Aku pasti akan menjaga hatiku untukmu, jadi kau jangan khawatir. Kau tenang saja, aku yang akan mempersiapkan semuanya," kata bara meyakinkan Jeny.
"Terima kasih, sayang. I love you," ucap Jeny kemudian mencium pipi Bara.
"I love you too," Bara membalas cinta Jeny dan juga ciuman Jeny, kemudian Jeny pergi keluar dari ruang kerja Bara.
Setelah keberangkatan Jeny ke New York, Bara pun mengumumkan pertunangannya dengan Jeny pada staff di perusahaannya. Dengan begitu kabar yang semula hanya diketahui oleh staff akhinya menyebar ke seluruh masyarakat Indonesia. Siapa yang tak kenal dengan Bara dan juga Jeny. Semua orang itu adalah orang penting dan juga terkenal mengingat Jeny seorang publik figur dan Bara pengusaha sukses.
Lalu kabar itu pun terdengar di telingga ketiga anak kembar Zeline. Jupiter, Mars dan Starla berkumpul untuk berdiskusi tentang berita yang telah tersebar di seluruh media. Mars yang telah kembali dari latihan olimpiadenya, akhirnya dia mendapat libur dan pulang ke rumah.
"Kak Piter bagaimana ini, papa akan bertunangan dengan tante model itu? Kita harus cari cara untuk menggagalkan pertunangan itu!" seru Mars bertanya pada Jupiter dan merasa kesal.
"Iya Kak, aku nggak mau punya dua ibu, hanya mama Zeline ibu kita!" ujar Starla berkomentar.
"Iya, iya Kakak tahu. Tenang saja, pertunangan itu tak akan terjadi. Kita harus bergerak cepat. Pertunangannya tiga bulan lagi, bukan? Berarti masih ada waktu untuk kita beraksi. Aku akan membuat papa mendatangiku juga mama. Perlahan papa akan tahu siapa kita," ucap Jupiter menjelaskan pada adik-adiknya.
Di kantor, Bara yang dengan semangatnya untuk bekerja tak tanggung-tanggung hingga dia turun tangan untuk mengurusi jalannya perkembangan pada perusahaannya. Bara tak ingin disaingi oleh perusahaan manapun. Tapi lagi-lagi Bara kalah bersaing dan perkembangan perusahaannya yang semakin hari semakin menurun apalagi perusahaannya tersaingi oleh JMS GROUP.
"Aku harus ke kantor JMS GROUP kembali, aku ingin tahu alasan kenapa dia ingin bersaing denganku seperti ini? Siapa dia sebenarnya? Aku tidak bisa diam saja, bisa-bisa sahamku menurun dan pasti papi akan marah padaku, aghhh...!!" gumam Bara dengan kesal kemudian meraih jas hitamnya dan berlalu pergi keluar kantornya mengunjungi JMS GROUP.
Setelah cukup lama berkendara, akhirnya Bara telah sampai di kantor utama JMS GROUP. Setelah memarkirkan mobilnya, Bara pun masuk ke dalam kantor itu menuju ruang di mana dia pernah bertemu dengan Jupiter.
"Duduk dulu di sini, Tuan. Pimpinan kami sedang ada rapat, sebentar lagi akan selesai," ucap Intan menjelaskan setelah mempersilahkan Bara duduk di sofa.
Beberapa menit kemudian, Zeline pun datang sembari memakai kacamata hitam dan langkahnya mendekati Bara dengan anggun bak model tak kalah dengan Jeny. Bara yang melihatnya sedikit kagum dengan wanita yang berada di hadapannya itu.
"Ada perlu apa kamu mencari saya, Tuan Barata Adiwangsa?" tanya Zeline dan perlahan membuka kacamata hitamnya di depan Bara.
Sontak Bara pun kaget dan langsung bangkit berdiri lalu menunjuk Zeline dengan tangannya.
"Kau ... sedang apa kau di sini?" tanya Bara heran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Rumput Tetangga
seru bgt
2023-01-27
0
Rizky Sandy
bara klau bisa jgn langsung diterima twin, siksa dulu dia,,
2022-06-10
0
⚘Cha♡Eun⚘
blom tau dia hebatnya piter😆
2022-02-07
0