Keesokan harinya, Bara yang sengaja pergi ke AWTV yang sebelumnya dia menanyakan jadwal Starla berada di sana. Saat itu Starla telah menyelesaikan latihan menyanyi, dan saat itu pula Bara mendekati Starla perlahan dan duduk di samping Starla yang sedang memainkan ponselnya.
"Starla, saya boleh bertanya?" sapa Bara bertanya sedangkan Starla hanya mengangguk saja menatap Bara.
"Apa Starla melihat paket yang berisi baju di kamar saya kemarin?" tanya Bara memancing Starla agar menjawabnya.
Tapi sayangnya Starla hanya diam dan menunduk seakan takut berbicara yang sebenarnya pada Bara karena Starla tahu dengan karakter Bara yang suka marah-marah di depan orang banyak jika Bara sedang kesal.
"Saya nggak akan marah jika Starla jujur," ujar Bara yang tak diberi jawaban oleh Starla. Starla masih saja diam menunduk.
"Ya sudah, kalau begitu latihan lah yang baik ya, saya akan pergi," ucap Bara mengalah dan hendak pergi dari Starla.
Saat Bara bangkit berdiri dan hendak melangkah, tiba-tiba saja Starla menahan tangan Bara tak membiarkan Bara pergi darinya. Bara pun berhenti dan menatap Starla kemudian duduk kembali.
"Papa!" ucap Strla.
Bara begitu kaget saat Starla memanggilnya 'papa' kata yang belum sempat terpikirkan oleh Bara saat dia mempunyai anak. Bara pun tersenyum bahagia mendengarnya.
"Ada apa, sayang?" tanya Bara sembari menggenggam tangan Starla.
"Starla nggak mau Papa bertunangan dengan tante Jeny, apalagi menikahinya. Starla nggak mau punya mama tiri," ucap Starla mengadu pada Bara.
Bara tidak menyangka bila Starla akan mengatakan hal yang tak terduga seperti itu. Hati Bara sedikit pilu saat mendengar Starla yang tak menyetujui pertunangannya dengan Jeny.
"Tante Jeny orangnya baik kok, jadi Starla nggak perlu takut, sayang!" ucap Bara meyakinkan Starla.
"Pokoknya mama Starla hanya mama Zeline, nggak ada mama yang baik selain mama Zeline!" ujar Starla yang tak mau kalah.
Bara menghela nafasnya perlahan, hanya bisa mendengar keluhan dari Starla. Bara tak mampu berkata apa-apa sedangkan pertunangan dia dengan Jeny harus tetap terjadi.
Saat di rumah, Jaya mencoba untuk menanyakan kembali tentang pertunangan Bara dengan Jeny. Jaya tak ingin Bara salah langkah untuk mengambil keputusan secara sepihak walaupun dulu Jaya menyetujui hubungan Bara dan Jeny, tetapi keadaan sekarang berbeda karena Bara sekarang telah mempunyai anak bersama Zeline. Jaya takut jika Jeny tak bisa menerima cucu-cucu kembarnya.
"Bara apa kamu yakin masih akan bertunangan dengan Jeny?" tanya Jaya saat masuk ke kamar Bara yang tengah mengetik sesuatu di laptopnya.
"Berapa kali Bara jelaskan, Bara nggak akan batalin pertunangan ini. Bara sangat mencintai Jeny, Pi!" pengakuan Bara ke Jaya.
"Kalau begitu beri tahu dia bahwa kau sudah mempunyai anak dari Zeline. Papi ingin tahu apakah Jeny menerima ketiga anak kamu atau tidak," ucap Jaya memberikan saran.
"Jangan dulu, Pi. Bara belum siap mengatakannya pada Jeny. Bagaimana kalau Jeny meninggalkan Bara, itu tidak akan terjadi," tolak Bara dengan saran Jaya.
"Itu resiko Jeny yang menjadi tunanganmu nanti. Dan secepatnya Papi akan mengumumkan tentang Zeline dan ketiga cucuku ke publik karena si kembar adalah keturunan Adiwangsa," ucap Jaya menegaskan.
"Bara malu, Pi. Apa kata orang nanti jika Bara mempunyai anak di luar nikah. Papi tolong jangan lakukan itu, Pi. Dan lagi perusahaan kita akan hancur nanti. Tolong pikirkan itu baik-baik, Pi?" bujuk Bara pada Jaya dengan kata-katanya.
"Kenapa musti malu, bukankah kau dan Zeline melakukannya karena dijebak? Papi akan menghadirkan si pelaku yang telah menjebak kalian kalau perlu," ucap Jaya dan perlahan melangkah meninggalkan Bara dari kamarnya.
"Apa yang diucapkan oleh Papi benar, tapi bagaimana dengan Jeny? Aku nggak mau kehilangannya Jeny, aku mencintainya!" batin Bara gelisah.
Akhirnya, hari pertunangan yang ditunggu-tunggu oleh Bara dan Jeny pun akan dilaksanakan beberapa jam lagi. Acara pertunangan mereka diadakan di hotel mewah. Bara dan Jeny pun memakai pakaian rancangan dalam negeri yang tidak kalah cantik dan mahal. Walaupun sebelumnya tak sebanding dengan rancangan dari New York yang harus berakhir berantakan.
Bara dan Jeny telah sampai di hotel, tapi mereka merasa sesuatu yang aneh. Masih melangkahkan kaki mereka ke ballroom, saat di sana ternyata sesuatu kejutan yang sangat menakutkan terjadi. Dekorasi yang sebelumnya bertema cerah tapi nyatanya dekorasi saat ini adalah dengan tema serba hitam.
"Apa ini? Kenapa semuanya hitam? Ini acara bahagia bukan acara berkabung, Bara!" protes Jeny berbisik kesal.
"Aku tidak pernah memilih dekorasi ini. Semua ini pasti ulah Kris yang tidak becus bekerja. Awas saja dia!" kesal Bara pelan mencoba tersenyum saat mereka melewati para tamu.
Mereka berdua menahan rasa malu tetapi mencoba untuk tetap tersenyum. Dan akhirnya mereka pun duduk di tempat yang telah disediakan di depan. Tak lama kemudian acara pun dimulai, awalnya semua berjalan dengan lancar dari mulai pembukaan dan kata sambutan. Dan tiba saatnya untuk bertukar cincin pertunangan.
Saat Bara hendak memasukkan cincin di jari manis Jeny ternyata cincin itu malah kekecilan dan tak bisa dimasukkan walau dipaksa sekalipun. Mereka tidak tahu bahwa cincin itu telah ditukar oleh orang suruhan Jupiter.
"Apa ini? Kenapa ukurannya bisa berbeda begini? Kenapa semuanya jadi kacau begini?" tanya Jeny yang lagi-lagi kesal.
"Aku tidak tahu, Jeny. Ini semua diluar dugaanku. Aku pakaikan di jari kelingking kamu dulu, nanti aku ganti dengan cincin yang baru," ujar Bara yang merasa aneh karena menurutnya cincin yang dia pesan tiba-tiba saja berubah. Dan akhirnya cincin pertunangan dipasangkan di jari kelingking Jeny.
Tak berapa lama setelah itu, muncul Jupiter dan Mars beserta Starla di hadapan Bara dan Jeny untuk mengacaukan acara tersebut. Ini saatnya ketiga anak kembar itu menampakkan dirinya di depan semua orang, karena mereka harus mengetahui kebenaran yang sudah tertutup rapat itu.
"Papa!" sapa Starla dan memeluk Bara begitu saja.
"Siapa anak kecil itu Bara? Kenapa dia memanggilmu Papa?" tanya Jeny yang kali ini terlihat panik.
Semua orang kaget dan menjadi saksi bisu melihat seorang anak memanggilnya 'papa'. Bara sangat panik saat itu sedangkan Jeny masih menunggu jawaban dari Bara yang masih terdiam. Tatapan mata Bara kosong, sesuatu yang ditakutinya benar terjadi. Bara sudah pasrah dengan keadaannya saat ini bila pertunangannya dengan Jeny gagal.
"Kami adalah anak kembar dari Barata Adiwangsa!" ucap Jupiter tegas menghadap semua para tamu undangan.
Semua mata tertuju pada Jupiter saat Jupiter mengumumkan pernyataannya, ditambah dengan sang kakek yang tersenyum senang akhirnya semua rencananya dengan si kembar berjalan lancar.
"Apa? Apa benar yang dikatakan anak itu, Bara?" tanya Jeny menatap Bara dengan rasa kecewa dan mata berkaca-kaca.
"A-aku bisa jelaskan semuanya, sayang!" ucap Bara gugup sembari memegang bahu Jeny.
"Jawab iya atau tidakkk?" teriak Jeny kemudian menghempaskan kedua tangan Bara kasar.
"Itu ... itu ... aku bisa jelaskan nanti, kita selesaikan acara pertunangan ini dulu, sayang!" ucap Bara kebingungan dan mencoba untuk menyelesaikan acaranya kembali.
"Pertunangan ini batal, aku nggak mau melanjutkannya lagi," ucap Jeny sembari melepaskan cincin di jari kelingkingnya dan dia kembalikan cincin itu pada Bara kemudian Jeny pergi meninggalkan acara tersebut dengan tangisannya.
"Jeny tunggu! Aku bisa jelaskan semuanya, sayang!" Bara melangkah menyusul Jeny keluar dari acara tersebut. Dan akhinya para tamu undangan pun pergi meninggalkan ballroom.
Sedangkan Jaya dan para cucu kembarnya bersorak gembira karena telah membuat pertunangan Bara dan Jeny batal, kemudian mereka pun pulang dengan membawa kemenangan.
Jeny pergi meninggalkan Bara menggunakan taksi entah kemana. Bara yang mencoba menyusulnya pun kehilangan jejak mobil yang ditumpangi oleh Jeny. Bara benar-benar kecewa dan sangat marah.
"Arghhh ... ini nggak akan pernah terjadi kalau Zeline tidak kembali ke sini. Semua ini karena Zeline!" teriak Bara menyalahkan Zeline sambil memukul-mukul setir mobilnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Marsha Andini Sasmita
😍😍😍🤩🤩🤩🤩😍😍😍😍😍🤩
2022-11-26
0
Marsha Andini Sasmita
🤩🤩🤩🤩🤩🤩😍😍😍😍😍😍😍
2022-11-26
0
pink lee
ceremmm thor 😆😆😆
2021-12-03
0