Hasil Tes DNA

Mars berjalan menemui Zeline dan Starla. Kebetulan pemotretan mama dan adiknya itu baru saja selesai. Zeline yang menyadari Mars tidak berada dalam pandangannya sedari tadi menjadi khawatir. Saat Mars mengejutkan Zeline di depannya perasaan khawatir itu pun hilang.

"Kau dari mana saja, Mars?" tanya Zeline.

"Mars dari toilet, Ma. Kebetulan toiletnya penuh, jadi Mars menunggu dulu tadi," ucap Mars berbohong.

"Ya sudah, kamu tunggu di sini dulu, jangan kemana-mana. Mama dan Starla ganti pakaian dulu sebentar," pinta Zeline memberi perintah.

"Iya, Ma."

Bara yang sedang duduk sambil menyandarkan kepalanya dengan santai, dia akan benar-benar melakukan tes DNA. Tapi rasa kekhawatiran muncul dalam pikirannya. Bara tidak habis pikir jika hasil tes DNA anak yang bermain catur bersamanya tadi akan sama dengan dirinya.

"Kris, periksakan kedua sampel rambut itu untuk tes DNA. Aku ingin tahu apakah kedua sampel itu sama atau tidak!" perintah Bara pada Kris yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja Bara.

"Maaf, ini sampel rambut siapa, Tuan?"

"Milikku dan milik anak yang pernah kita temui di JMS GROUP waktu itu."

"Namanya siapa, Tuan?"

"Ah, aku lupa menanyakan namanya tadi. Terserah kau saja memberinya nama apa yang penting kau bawa saja sampel itu secepatnya. Dan ingat, jangan beri tahu siapa pun tentang tes DNA itu, mengerti?" pinta Bara dengan cepat lalu menyuruh Kris untuk tutup mulut kepada semua orang.

"Baiklah, Tuan. Akan segera saya laksanakan!" Kris pun pergi dari ruangan Bara.

Jupiter sedang berencana menggagalkan pertunangan Bara dengan Jeny sesuai kesepakatan dari dia dan kedua saudara kembarnya Mars dan Starla. Jupiter menyuruh seseorang untuk mengawasi gerak-gerik orang yang dipercaya Bara untuk mengurusi acara pertunangan mulai dari tempat, hidangan makanan hingga pakaian. Jupiter akan menghancurkan acara pertunangan itu agar tak terlaksana.

Walaupun acara pertunangannya berlangsung kurang dari tiga bulan lagi, Jupiter tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depan mata. Bagaimana pun juga pertunangan itu tidak boleh terjadi.

Dalam situasi seperti ini, Jupiter berusaha untuk semakin maju selangkah lagi dari Bara. Jupiter akan membuat Bara terlalu sibuk dengan urusan perusahaannya sehingga Bara tak punya waktu untuk mengurusi acara pertunangannya nanti.

Jupiter mencoba untuk menciptakan bisnis teknologi informasi baru bersama rekan lainnya yang akan sangat berkembang cepat di kalangan masyarakat. Dengan begitu Bara akan semakin gencar untuk bertarung dan semakin terfokus pada pekerjaannya saja dan tidak untuk mengingat tentang masalah pribadinya bersama Jeny.

"Sial, JMS GROUP sudah mulai banyak direspon banyak orang-orang di luar sana. Apa hebatnya JMS GROUP yang hanya dipimpin oleh wanita seperti Zeline. Pasti Zeline menggunakan trik cantik untuk menggoda rekan bisnis sehingga perusahaannya maju. Dasar wanita siluman, walaupun wajahnya cantik aku tidak akan tergoda padanya, Cih!" gumam Bara kesal sambil berpikiran buruk terhadap Zeline.

Bara tidak akan diam saja atas kemajuan perusahaan JMS GROUP. Bara akan mengatasi masalah pada perusahaannya hingga kembali normal. Bara mulai disibukkan dengan pekerjaannya yang sehari hari tak hentinya berkutat dengan beberapa file, laptop dan pikirannya yang terkuras habis hingga Bara pun lupa dengan urusan pribadinya saking lelahnya dia bekerja.

Tiga hari kemudian saat hasil tes DNA keluar, Kris pun mengambil hasil tes itu ke Rumah Sakit, setelah itu Kris langsung menuju WANGSA GROUP. Saat ini Bara pun lupa dengan hasil tes DNA yang keluar di hari ini, beruntungnya Kris mengingat tugasnya dengan baik sebagai sekretaris. Dia mencatat yang penting di memori otaknya.

Kris pun masuk ke dalam ruang kerja Bara. Di sana Bara sedang duduk menghadap laptopnya, tak mempedulikan Kris yang berada di hadapannya. Bara masih saja sibuk dengan aktivitasnya, padahal ada sesuatu yang penting di depannya tentang hasil tes DNA. Bara masih belum menyadarinya.

Tak lama kemudian, Bara akhirnya melirik Kris yang berdiri di depannya, Bara malah mengingat tentang perkembangan persiapan acara pertunangannya dengan Jeny yang akan berlangsung beberapa bulan lagi.

"Bagaimana persiapan acara pertunangan saya dan Jeny, apa sudah selesai kau urus?" tanya Bara yang matanya masih menatap laptopnya.

"Sudah Tuan, hanya pakaian yang akan Tuan dan nona Jeny pakai saja yang belum kalian pilih," jelas Kris.

"Soal kostum itu gampang, yang penting tempat acaranya, aku ingin acaranya yang benar-benar berkelas dan jangan ada kesalahan!" tegas Bara.

"Baik Tuan. Maaf Tuan ini ada sesuatu yang lebih penting dari pertunangan Tuan Bara," kata Kris memberitahu.

"Yang lebih penting? Memangnya apa?" tanya Bara bingung.

Kris meraih amplop putih khas dari Rumah Sakit dari saku jasnya, kemudian hendak memberikannya pada bosnya itu, Bara.

"Ini hasil tes DNA yang Tuan minta sudah keluar hari ini," Kris memberikan hasil tes DNA itu di hadapan Bara.

"Su-sudah keluar hasil tesnya?" tanya Bara dengan suara gemetar.

Dengan hati-hati dan pelan Bara meraih amplop putih di tangan Kris. Bara begitu cemas kalau-kalau hasil tesnya positif. Tapi Bara berharap hasil tes DNA yang telah ada di tangannya itu hasilnya negatif. Bara menghela nafasnya lalu membuka perlahan amplop itu, kemudian diambilnya satu helai kertas di dalam amplop itu. Tapi tiba-tiba saja Bara menghentikan membuka isi sehelai kertas itu, Bara tidak sanggup membukanya.

"Bagaimana jika hasilnya positif dia anakku?" tanya Bara ketakutan.

"Tuan harus mengakuinya karena dia darah daging Tuan. Maaf Tuan jika saya lancang?" ucap Kris memberi saran.

Bara menghela nafasnya kembali, lalu dengan berani Bara membuka perlahan isi kertas itu kemudian membacanya dengan hati-hati dan tak terlewat satu kata pun. Dan seketika mata Bara pun berkaca-kaca, terkejut serta panik.

Deg

"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Bagaimana aku menghadapi semua ini. Bagaimana aku mengatakannya pada Papi? Pasti Papi marah besar padaku. Dan lagi ... bagaimana aku jujur pada Jeny? Kenapa ini bisa terjadi? Zelineee ... kenapa wanita itu membiarkan anak ini lahir?" teriak Bara dalam kemarahannya, dia sangat kesal dan amarahnya benar-benar tidak bisa dikendalikan lagi.

Brak

Bara menghancurkan barang-barang yang ada di hadapannya hingga berjatuhan di lantai.

"Tuan, jangan lakukan ini, mungkin ada alasan wanita itu tidak mau menggugurkan kandungannya waktu itu, bisa jadi dia tidak tega melakukannya, Tuan. Itu sama halnya dengan membunuh darah daging sendiri. Tolong tenangkan dirimu, Tuan. Dan berpikirlah dengan baik," ucap Kris menasehati Bara dengan keadaannya yang sedang kacau.

"Saya harus menemui Zeline sekarang. Saya harus memastikan semuanya dengan benar! Awas saja dia," ujar Bara melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kerjanya.

"Saya ikut, Tuan!" Kris menyusul Bara dari belakang, khawatir jika Bara tidak bisa menahan emosinya saat bertemu dengan Zeline.

Terpopuler

Comments

Rizky Sandy

Rizky Sandy

pain bara marah, zeline aja g ambil pusing,,,,

2022-06-10

1

Jenny

Jenny

😟😟😟😟

2022-03-13

0

Dedek Mutz

Dedek Mutz

sedih dehhh

2022-01-08

0

lihat semua
Episodes
1 Jebakan Satu Malam
2 Penghinaan dan Bangkitnya Zeline
3 Si Kembar Menjalankan Misi
4 Persaingan Dimulai
5 Bukti Pelaku Sebenarnya
6 Pertemuan sang CEO
7 Kekalahan Bara
8 Tantangan Bermain
9 Hasil Tes DNA
10 Kebenaran Terungkap
11 Tentang si Kembar
12 Akhirnya Ketahuan
13 Kedatangan Jaya
14 Mengajukan Syarat
15 Syarat dari Papi
16 Paket Baju
17 Menggagalkan Pertunangan
18 Permintaan Papi
19 Menagih Janji
20 Pertengkaran Calon Pengantin
21 Pernikahan Terjadi
22 Perintah Bara
23 Menakut-nakuti
24 Pulang Malam
25 Menjadi Pelayanku
26 Merindukanmu
27 Mengawasi
28 Meminta Izin
29 Ikat Rambut
30 Kedatangan Sahabat
31 Seperti Pajangan
32 Kebohongan Bara
33 Pemandangan yang Mengganggu
34 Pergi dari Rumah
35 Rencana Bersaing Kembali
36 Apakah Cemburu?
37 Berikan Dia Padaku
38 Semua Terlihat Kesal
39 Hadiah Kekalahan
40 Masalah pada Jupiter
41 Tuduhan
42 Wangi Parfum
43 Sakit
44 Hacker Menyerang Kembali
45 Melawan sang Hacker
46 Bos Misterius
47 Kejutan Pertama
48 Dia Dalangnya
49 Tanda Merah?
50 Dinner
51 Kau Tidur?
52 Pengakuan Cinta
53 Tawaran Papa
54 Perkelahian Mars
55 Pria di Mall
56 Rasa Penasaran Bara
57 Pembawa Masalah
58 Keberuntungan Zeline
59 Kabar dari Kakek
60 Suatu Kehormatan
61 Kebanggaan Keluarga
62 Kita Semua
63 Pesan Kakek
64 Rahasia si Kembar
65 Menuju Puncak
66 Tropi Penghargaan
67 Pengumuman
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Jebakan Satu Malam
2
Penghinaan dan Bangkitnya Zeline
3
Si Kembar Menjalankan Misi
4
Persaingan Dimulai
5
Bukti Pelaku Sebenarnya
6
Pertemuan sang CEO
7
Kekalahan Bara
8
Tantangan Bermain
9
Hasil Tes DNA
10
Kebenaran Terungkap
11
Tentang si Kembar
12
Akhirnya Ketahuan
13
Kedatangan Jaya
14
Mengajukan Syarat
15
Syarat dari Papi
16
Paket Baju
17
Menggagalkan Pertunangan
18
Permintaan Papi
19
Menagih Janji
20
Pertengkaran Calon Pengantin
21
Pernikahan Terjadi
22
Perintah Bara
23
Menakut-nakuti
24
Pulang Malam
25
Menjadi Pelayanku
26
Merindukanmu
27
Mengawasi
28
Meminta Izin
29
Ikat Rambut
30
Kedatangan Sahabat
31
Seperti Pajangan
32
Kebohongan Bara
33
Pemandangan yang Mengganggu
34
Pergi dari Rumah
35
Rencana Bersaing Kembali
36
Apakah Cemburu?
37
Berikan Dia Padaku
38
Semua Terlihat Kesal
39
Hadiah Kekalahan
40
Masalah pada Jupiter
41
Tuduhan
42
Wangi Parfum
43
Sakit
44
Hacker Menyerang Kembali
45
Melawan sang Hacker
46
Bos Misterius
47
Kejutan Pertama
48
Dia Dalangnya
49
Tanda Merah?
50
Dinner
51
Kau Tidur?
52
Pengakuan Cinta
53
Tawaran Papa
54
Perkelahian Mars
55
Pria di Mall
56
Rasa Penasaran Bara
57
Pembawa Masalah
58
Keberuntungan Zeline
59
Kabar dari Kakek
60
Suatu Kehormatan
61
Kebanggaan Keluarga
62
Kita Semua
63
Pesan Kakek
64
Rahasia si Kembar
65
Menuju Puncak
66
Tropi Penghargaan
67
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!