Bara tidak habis pikir jika Papinya akan memberikan syarat yang begitu rumit padanya. Padahal sudah sangat jelas bahwa Bara adalah pewaris tunggal dari WANGSA GROUP tapi saat ini Jaya telah mengubah apa yang akan menjadi pilihannya. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Jaya Adiwangsa memberikan syarat yang sangat berat pada Bara? Itulah yang ada dalam benak Bara saat ini.
"Papi tidak akan memaksamu. Jika kau membatalkan pertunanganmu dengan Jeny, maka kau akan mendapatkan semua warisan Papi. Jadi kau haru memilihnya," ucap Jaya yang lagi-lagi membuat Bara begitu kesal.
"Bukankah Papi sudah menyetujui pertunanganku dengan Jeny? Lalu kenapa Papi tiba-tiba menyuruh Bara membatalkannya? Apapun yang terjadi Bara akan tetap bertunangan dengan Jeny!" seru Bara tak mau menuruti keinginan Jaya.
"Kalau itu keputusan kamu, maka tinggalkan semua yang berhubungan dengan pemberianku, dan kau angkat kaki dari rumahku!" pinta Jaya dengan ancamannya.
"Bara ini anak Papi, kenapa Papi tega pada Bara. Apa sebenarnya yang membuat Papi seperti ini, hah?"
"Semua Papi lakukan demi kamu dan anak-anak kamu!"
"Urusan anak-anak biar menjadi tanggung jawab Bara, dan Papi nggak berhak mengatur-atur Bara seperti ini," ujar Bara tak mau kalah.
"Terserah, pokoknya tinggalkan Jeny secepatnya!!" pinta Jaya kemudian berjalan meninggalkan Bara dari sana.
"Papi nggak bisa gitu dong. Papi ... Papiii...!" teriak Bara saat Jaya berjalan menjauhinya, tapi Jaya tak mempedulikan Bara.
"Aghhh ... shittt!!" teriak Bara kesal.
Jaya bersama asisten dan sang sopir yang mengendarai mobil telah pergi menuju ke rumah Zeline untuk bertemu dengan si kembar, cucunya. Apalagi saat ini Jaya akan bertemu dengan Mars yang telah kembali ke rumah. Dan Jaya akan melihat bagaimana dia akan bermain catur melawan Mars.
"Hai, cucu-cucu Kakek. Kalian sedang bermain?" Jaya telah sampai rumah Zeline dan langsung menemui si kembar yang sedang bermain bersama.
"Hai, Kakek!" sapa Jupiter, Mars dan Starla bersamaan.
"Mars, lama tidak berjumpa. Kakek tidak sabar bermain catur dengan kamu. Apa bisa dimulai sekarang?" tanya Jaya yang sudah siap bertanding dengan Mars.
"Ok, siapa takut!" tantang Mars.
Permainan pun dimulai, banyak mata yang melihat pertandingan antara cucu dan kakek itu. Suasana itu pun menjadi gaduh karena ini sudah ke dua kalinya Jaya kalah dari Mars dalam waktu 20 menit, waktu yang sangat singkat. Dan ini yang ketiga kalinya lagi-lagi Jaya kalah dari Mars dalam waktu 15 menit. Jaya merasa malu saat dikalahkan anak diusia Mars yang masih kecil.
"Yah, Kakek nyerah deh, kamu ini memang anak yang cerdas Mars. Kakek bangga padamu. Pokoknya Kakek bangga pada kalian semua, cucu-cucu Kakek!" Kakek menatap ketiga cucunya itu dengan lirih dan sendu.
"Andai saja kamu di sini bersama kami, lihatlah cucu-cucu kita yang sangat genius dan menggemaskan ini, pasti kita akan bahagia bersama, sayang!" batin Jaya lirih dengan mengingat mendiang istrinya yang telah tiada.
Tiba-tiba saja air mata Jaya menetes di pipinya, dan itu terlihat oleh ketiga cucunya dan asistennya yang berada di sana. Semuanya menjadi sedih.
"Kakek kenapa menangis?" tanya Starla lembut.
"Kakek merindukan nenek, andai saja nenek kalian bersama kita di sini," ucap Jaya mengusap air matanya perlahan.
"Kakek nggak usah sedih, kami akan selalu bersama Kakek," ucap Starla mendekati Jaya dan memeluk Jaya menenangkan kakeknya itu.
"Terima kasih ya, sayang!" ucap Kakek membalas pelukan Starla dan mengusap kepala Starla serta Jupiter dan Mars yang berada dekat dengannya secara bergantian.
Dari kejauhan, Zeline dan Intan melihat keakraban Jupiter, Mars dan Starla bersama kakeknya. Rasa haru dan bahagia menyelimuti hati Zeline saat ini.
"Sepertinya tuan Jaya sangat menyayangi anak-anak kamu, Zeline. Dia sangat peduli pada si kembar nggak seperti si Bara itu," ucap Intan yang memandang teduh kedekatan Jaya dengan si kembar dan tak lupa Intan meledek Bara di akhir kalimatnya.
"Yang pasti aku bersyukur akhirnya anak-anakku bisa merasakan kasih sayang seorang kakek," ucap Zeline tersenyum.
Sepuluh hari menjelang hari pertunangan Bara dan Jeny. Semua undangan telah disebar ke teman-teman dan para rekan bisnis Bara dan Jeny. Di sebuah butik ternama di New York tempat Jeny dan Bara membuat baju pertunangan mereka, akhirnya paket baju telah sampai di Jakarta dan dikirim ke alamat Bara dan Jeny.
Saat Bara membuka paket berisi baju yang akan dicobanya, ternyata dari luar kamar Bara, ada si kembar dan sang kakek yang sembunyi-sembunyi mengintip Bara yang sedang membuka kotak paket itu. Setelah dibuka oleh Bara ternyata isinya yaitu Baju yang telah robek sana sini. Bara pun marah dan akhirnya menelepon Jeny.
"Hallo sayang, kamu benar nggak sih ngirim paket baju ke aku? Kenapa baju yang kamu kirim ini compang-camping nggak beraturan, mana banyak robekan lagi. Kamu bilang rancangan dari New York, baju apaan ini. Kalau kamu nggak percaya mending cek sendiri deh gaun kamu itu," ucap Bara kesal dan akhirnya menutup teleponnya secara sepihak kemudian membanting ponselnya di kasur.
"Aghhh ... masalah apa lagi ini, pada kacau semua, ****. Acara pertunangan tinggal beberapa hari lagi," ujar Bara memaki dirinya sendiri dengan kesal.
Sedangkan di balik pintu, si kembar dan sang kakek hanya tertawa tanpa suara melihat Bara yang sangat kesal, karena ulah si kembar yang dibantu oleh sang kakek untuk merusak baju pertunangan Bara saat paket itu datang terlebih dulu dari pada Bara.
"Kakek, misi kita berhasil," ucap Mars bersemangat.
"Iya, sayang. Ini berkat kalian semua!" puji Jaya pada ketiga cucu kembarnya.
"Yes, give me five," ujar Starla sambil mengangkat tangannya ke atas untuk 'tos' pada saudara kembarnya dan kakek.
"Ssttt, ayo kita pergi dari sini, sebelum papa melihat kita!" ujar Jupiter.
Di kediaman Jeny, dia yang baru saja pulang dari shoping langsung masuk ke kamarnya dan meraih paketnya kemudian membukannya. Saat Jeny meraih gaun yang hendak dicobanya seketika itu Jeny terbelalak kaget dengan gaun yang ada di depannya ternyata robek sana sini tak beraturan.
Padahal paket yang dimiliki oleh Jeny telah dirusak oleh orang suruhan Jupiter saat kurir mengantarkan paket ke rumah Jeny. Orang suruhan Jupiter berpura-pura sebagai tuan rumah di sana, maka terjadilah gaun pertunangan yang berakhir tragis.
"What the hell? Ini nggak mungkin terjadi. Pasti ada orang yang telah merusak gaun pertunangku ini. Arghhh... sudah banyak uang yang aku keluarkan untuk gaun ini. Arghhh ... dasar sampah!" teriak Jeny lantang dan malah merobek-robek gaun itu menjadi tak berbentuk.
Esok pagi, Bara yang telah diberi kabar oleh Jeny bahwa gaunnya yang juga robek sama seperti Bara, akhirnya mereka mencurigai ada seseorang yang sengaja menghancurkan pakaian mereka berdua. Bara tidak akan tinggal diam, dia mulai menanyakan tentang paket itu pada pelayan di rumahnya.
"Bi, kemarin orang yang mengantar paket saya itu apakah dia mencurigakan?" tanya Bara pada pelayannya yang sedang mencuci piring di dapur.
"Paket? Bibi nggak tahu soal paket, Tuan!" ujar pelayan.
"Lalu kenapa paket itu ada di kamar saya? Dan isinya baju pertunangan saya dengan kondisi sudah hancur dan robekan sana sini," jelas Bara dengan heran.
"Bibi nggak tau, Tuan. Memang kemarin ada tiga anak kembar yang di bawa oleh Tuan Jaya ke Rumah ini dan anak-anak itu main di kamar Tuan Bara."
"Anak kembar?" tanya Bara kaget.
"Iya, Tuan. Dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Mungkin tuan Jaya tahu tentang Paket itu, Tuan!" ucap pelayan menjelaskan.
"Ya sudah terima kasih, Bi." ujar Bara dan kemudian langsung beralih masuk ke kamarnya.
Bara mengacak-acak rambutnya saking tak percayanya dia dan rasa penasarannya atas apa yang telah dilakukan oleh Jaya dan ketiga anak kembarnya. Bara tidak habis pikir bahwa yang merusak semua pakaian yang akan dikenakannya di acara pertunangannya bersama Jeny tak bisa dipakai sama sekali.
"Apa mungkin ini semua ulah papi dan anak-anakku? Apa yang akan aku katakan pada Jeny nanti. Ah, menyusahkan saja!" kesal Bara menduga-duga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Ilan Irliana
emnk enk Bar...tp k Othor lbh baik Bara m Zelline jan di satuin y...krn gd rasa sdikitpun Bara ke Zelline...rs iba z g d p lg rs cnt synk..ksian Zelline..biarlh ank2 akrb m kakek'y...
2023-05-16
0
Marsha Andini Sasmita
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂👍
2022-11-26
0
Marsha Andini Sasmita
😀😀😀😆😆😆😆😀😀😆😭😭😭
2022-11-26
0