Akhirnya pengumuman kemenangan telah diumumkan. Dan seperti yang Bara tahu bahwa pemenang juara pertama adalah Zeline dan Starla. Bagaimana pun juga Bara harus berpatisipasi dalam kemenangan mereka walau hati Bara masih menaruh was-was terhadap Zeline.
Jupiter dan Intan bersorak dalam kemenangan Zeline dan Starla. Mereka begitu sangat bangga bisa membuktikan langsung kepada Bara. Dari kejauhan mata Jupiter selalu mengawasi Bara tanpa henti. Ada sedikit rasa kecewa dalam hati Jupiter melihat Bara yang bemesraan dengan Jeny.
Kris mendekati Bara dan membisikkan sesuatu ke telinga Bara, kemudian Bara dan Kris menuju tempat yang agak sepi untuk membicarakan masalah penting.
"Tuan, sepertinya tidak ada yang mencurigakan tentang kedatangan wanita yang bernama Zeline itu, karena dari hasil pertanyaan oleh salah satu tim program acara ini mengatakan bahwa Zeline itu sudah berpengalaman ke berbagai negara untuk mengikuti perlombaan. Dan satu lagi Tuan, ternyata Zeline itu tidak mempunyai suami. Dia hanya membesarkan anaknya seorang diri, dan Zeline bungkam saat ditanya soal suami," jelas Kris memberi kabar penting pada Bara.
"Ya sudahlah, sekarang kau suruh orang untuk mengawasi Zeline, karena saya masih belum percaya pada wanita itu. Saya nggak mau reputasi saya hancur karena kehadiran dia. Pokoknya saya percayakan padamu, Kris!" perintah Bara dengan kesal lalu beralih berjalan menuju kekasihnya, Jeny.
Setelah berfoto di panggung dan menerima penghargaan serta beberapa hadiah lain, Zeline dan Starla menuruni panggung dan mendekat ke arah Intan berada. Sedangkan Jupiter menjauh dari Zeline karena belum saatnya identitas mereka terbongkar.
"Selamat ya Zeline dan Starla, oh ya kita harus segera pulang. Mobil kita sudah disiapkan di depan, ayo!" ajak Intan sambil melirik ke arah Jupiter bersama bodyguard yang sedang berdiri mengawasi Bara.
Dalam perjalanan pulang Zeline sangat tidak tenang, dia masih memikirkan ucapan Bara yang mengatakan tentang obat perangsang. Padahal Zeline sama sekali tidak mengetahui tentang obat perangsang itu. Zeline benar-benar bingung. Dia harus membuktikan kepada Bara kalau dia tidak pernah memasukkan obat itu pada siapa pun.
Pagi hari, sebelum berangkat ke hotel tempat Zeline bekerja dulu, Zeline menyempatkan berbicara dengan Jupiter. Hanya anak itu yang bisa diminta bantuan oleh Zeline.
"Piter, tolong kau jaga Starla ya, dan jangan ke mana-mana sebelum kalian mengikuti home schooling. Satu jam lagi guru kalian akan datang. Mama pergi sebentar ada urusan mendadak," pesan Zeline pada Jupiter.
"Ya Mama, urusan menjaga Starla itu kecil," ujar Jupiter percaya diri.
Jupiter menuruti apa yang dipesankan oleh mamanya. Sedangkan Zeline mulai sibuk dengan penyelidikan di hotel tempat dia bekerja dulu tentang kejadian beberapa tahun lalu bersama Bara. Zeline tak ingin melibatkan anak-anaknya karena kejadian itu adalah privasi baginya dan Bara.
Zeline menggunakan penyamarannya agar tak dikenali oleh staff di hotel karena mungkin masih banyak para staff yang masih bekerja di sana dan mengingatnya. Dia ingat betul siapa saja yang menghinanya dulu bahkan Pak Toni yang sangat dekat dengannya pun menghinanya habis-habisan.
Setelah Zeline memasuki ruang CCTV dan menyuap staff di sana, Zeline pun mengetahui siapa dalang dibalik jebakan satu malam Zeline bersama Bara. Zeline pun akan mengusut dan memberi pelajaran pada orang yang sudah menghancurkan hidupnya tak lain adalah Sarah, teman yang cukup dekat dengannya.
"Rupanya kau yang menaruh obat perangsang itu, Sarah. Sebenarnya ada masalah apa kau denganku hingga kau menjebakku dengan cara menjijikan seperti itu. Baiklah, sekarang giliranku yang akan buat kau hancur!" gumam Zeline yang sembunyi-sembunyi melihat Sarah sedang berbicara pada staff lain.
Zeline pun keluar dengan perasaan bahagia. Zeline pikir kejadian satu malamnya bersama Bara adalah murni karena kesalahan Bara, ternyata semua itu adalah ulah teman Zeline sendiri. Tapi di satu sisi, Zeline sangat tersakiti atas penghinaan dari Bara saat malam itu. Zeline juga sangat penasaran, sebenarnya apa alasan Sarah menjebaknya?
Tak ampil pusing, Zeline bergegas menaiki mobil dengan sang bodyguard yang menjadi sopirnya kemudian langsung menuju kantor utama WANGSA GROUP, karena Zeline yakin Bara pasti ada di kantor itu.
Zeline telah memasuki kantor utama milik keluarga Adiwangsa. Dengan izin dari sekretaris Bara, Zeline hendak memasuki ruangan Bara dengan mengetuk pintu terlebih dahulu. Tapi sayangnya tak ada sahutan dari dalam hingga Zeline langsung membuka pintu tanpa persetujuan Bara.
Ceklek
Dan saat itu Zeline melihat Bara yang duduk di kursi kerjanya sedang bermesraan dengan Jeny. Zeline pun terkejut terutama Bara dan Jeny langsung menghentikan aktivitas pribadi mereka. Dan Bara pun salah tingkah karena takut Zeline membongkar rahasia mereka pada Jeny.
"Ma-maaf!" Zeline hendak menutup pintu kembali.
"Hei tunggu, masuklah!" pinta Jeny.
Dengan ragu-ragu Zeline pun masuk perlahan, hanya melangkahkan kakinya dua langkah di depan pintu.
"Bukankah kau pemenang juara pertama Mom and Kids, kan? Selamat ya, suaramu sangat bagus apalagi suara anakmu sangat merdu, aku menyukainya," kata Jeny memberi pujian pada Zeline dengan ramah.
"Terima kasih," ujar Zeline salah tingkah melihat ekspresi Jeny juga Bara yang membuatnya merasa tidak nyaman.
"Oh ya, kalian ada perlu ya? Baiklah, aku akan pergi dulu ya, sayang. Nanti kita jumpa lagi, ok!" ucap Jeny lalu mencium pipi Bara tanpa rasa malu, sedangkan Bara dan Zeline saling pandang dengan rasa tidak tenang.
"I-iya hati-hati, sayang!" ujar Bara sedikit gugup.
Jeny pun meninggalkan Bara dan Zeline berdua di ruangan kerja Bara. Jeny belum mengetahui sesuatu yang terjadi pada Bara dan Zeline karena Bara menutup rapat rahasia satu malam di hotel itu dengan baik.
"Kenapa kamu datang kemari? Sudah saya katakan kalau sa...," tanya bara cemas dengan ucapannya yang tiba-tiba dipotong oleh Zeline.
"Saya hanya ingin memberikan bukti ini padamu, bukti kalau bukan saya yang menaruh obat perangsang di minuman kamu! Teman saya yang telah menjebak saya dengan menyuruh saya memasuki kamar kamu waktu itu. Jadi sekarang sudah jelas siapa pelaku sebenarnya," Zeline berjalan mendekati meja Bara lalu meletakkan flashdisk yang berisi rekaman CCTV yang diambilnya di hotel tadi.
Zeline pun langsung beralih dan melangkah menuju keluar dari ruangan kerja Bara.
"Zeline...!" ucap Bara menghentikan langkah Zeline tepat di depan pintu.
"Apa?" Zeline berbalik menoleh ke arah Bara.
"Kau sudah menikah? Di mana suami kamu berada?" tanya Bara tanpa berpikir.
Deg
Sejenak Zeline terdiam dengan mata yang sedikit berkaca-kaca, hatinya benar-benar sakit mendengar pertanyaan dari Bara.
"Itu bukan urusan kamu!!" seru Zeline dan berlalu pergi meninggalkan Bara.
"Cih, wanita itu...!!" gumam Bara kesal kemudian menghubungkan flashdisk ke laptopnya yang berisi rekaman CCTV yang telah diberikan oleh Zeline tadi.
Setelah jam makan siang berakhir, Bara menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak. Pikirannya masih was-was tak tenang. Bara sangat bahagia dengan kedatangan Jeny sang kekasih, tetapi di lain sisi Bara sangat mengkhawatirkan kemunculan Zeline yang menurutnya akan menghancurkan hidupnya.
Tok... tok... tok...
"Masuk!" sahut Bara dengan malas.
"Tuan ... gawat Tuan. Rekan-rekan bisnis kita banyak yang beralih ke Perusahaan lain, Tuan. Dan saya dengar dari salah satu rekan kita bahwa perusahan itu memiliki sesuatu yang berbeda dari WANGSA GROUP," ucap Kris dengan panik.
"Apa? Bagaimana bisa? Perusahaan mana yang mengambil rekan-rekan bisnis kita? Perusahaan mana yang mampu bersaing dengan WANGSA GROUP?" tanya Bara dengan suara keras lalu bangkit berdiri dengan sorot matanya yang tajam.
"JMS GROUP perusahaan yang telah mengambil rekan bisnis kita dan lagi di perusahaan itu ada pelobi yang sangat cerdas sehingga bisa meyakinkan rekan kita yang sudah loyal," jelas Kris dengan gelisah.
"Sial, JMS GROUP!! Perusahaan apa itu?" tanya Bara penasaran.
"Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, Perusahaan mereka juga mengalami peningkatan dan berkembang cepat selama pemilik aslinya kembali ke Jakarta," jelas Kris menambahkan.
"Aghhh ... besok temukan saya dengan pemilik perusahaan itu! Saya harus datang ke sana menemuinya. Saya ingin tahu sehebat apa dia sehingga bisa mengambil rekan-rekan bisnis saya yang sangat loyal bertahun-tahun!!" ujar Bara sembari memukul meja kerjanya dengan keras.
"Ba-baik Tuan," jawab Kris gugup dan beralih keluar dari ruang kerja bosnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Evy
Itu akibat kesombongan dan keangkuhan Bara... akhirnya...kena juga tuh.. hukum tabur tuai...
2025-02-10
0
Kikan Tuners
blom tahu si bara. liat aja ntar. Deng dong dong. gk BS berkutik loh bara
2023-04-20
0
Putri Puput
wah tmbh seru nih
2022-04-18
0