Tantangan Bermain

Zeline duduk dengan tenang lalu mendongak ke wajah Bara yang sedang menatapnya kebingungan. Zeline yakin, ada banyak pertanyaan yang bersarang di benak Bara.

"Duduk lah Tuan Bara," pinta Zeline ramah.

"Katakan, kenapa kau ada di sini? Ada urusan apa kau datang ke sini?" tanya Bara dengan kesal pada Zeline.

"Tenangkan dirimu, kau duduk lah dulu, Tuan!" pinta Zeline kembali dan Bara pun duduk sambil menatap Zeline kesal.

"Dengarkan baik-baik, saya di sini karena saya CEO di perusahaan ini," ujar Zeline tersenyum bangga saat mengatakan hal yang Zeline tunggu-tunggu selama ini.

"Hahaha ... apa? Kamu CEO di sini? Jangan bercanda kamu Zeline," Bara tertawa di depan Zeline, Bara mengira bahwa Zeline hanya mengkhayal.

"Dia memang CEO di perusahaan ini. Jadi jangan pernah meremehkan Mamaku, Tuan!" jelas Jupiter yang tiba-tiba masuk ke ruangan tempat Zeline dan Bara berada.

Jupiter sudah tahu pertemuan antara Zeline dan Bara saat ini, makanya Jupiter akan ikut serta dalam obrolan orang dewasa itu. Jupiter tak peduli akan semarah apa Bara nanti, yang pasti Jupiter akan melindungi mamanya dari Bara yang super angkuh.

"Jadi kau punya dua anak? Wah luar biasa," ujar Bara seakan meledeknya.

"Hei kau anak kecil, tahu apa kamu? Kamu itu seharusnya di sekolah, bukan berkeliaran di kantor tempat orang dewasa bekerja," ujar Bara memperingatkan.

"Aku sekolah dan aku juga bekerja supaya aku bisa menggalahkan anda, Tuan!" ucap Jupiter berterus terang.

Bara menatap Jupiter di depannya dengan gaya yang tidak biasa, anak itu lagi-lagi mengingatkan Bara pada seseorang tapi dia tidak tahu siapa, Bara belum bisa menebaknya. Ini seperti permainan teka-teki.

"Jadi kalian ingin menghancurkan saya dan perusahaan saya dengan cara mengambil semua rekan bisnis saya, kan? Kamu dendam pada saya atas kejadian beberapa tahun lalu, Zeline? Oh, atau kamu membangun perusahaan ini karena kamu menjual harga diri kamu seperti apa yang kamu lakukan padaku dulu?" tanya Bara dengan menyinggung Zeline.

"Tutup mulut kamu, bukankah kau sudah tahu bahwa aku tidak bersalah? Akui saja kekalahanmu, jangan pernah menyalahkan saya atas kegagalan kamu," ujar Zeline tak terima.

"Wah ... seorang wanita yang pernah menangis di hadapan saya sekarang menjadi seorang wanita yang pemberani," ledek Bara dengan seringai kesalnya.

"Karena kamu sudah merendahkan saya dan menantang saya dulu, lalu lihatlah dirimu ... kau itu sudah hancur! Dan sekarang saya sudah membuktikan kemenangan saya dan kehancuran kamu," Zeline tersenyum bangga di hadapan Bara. Sedangkan Bara menahan amarahnya.

"Kamu puas bukan? Baiklah, kita akan bersaingan hebat, saya akan menghancurkan perusahaan kalian, lihat saja nanti," tantang Bara kemudian berlalu pergi meninggalkan Zeline dan Jupiter di ruang kerja itu.

Di kediaman Bara, saat malam setelah dia berbincang dengan Jeny lewat telepon. Bara mulai disibukkan dengan pikiran-pikiran yang mengarah pada Jupiter. Bayang-bayang wajah Jupiter selalu muncul dalam benaknya. Bara tak bisa tidur hingga dia mengingat-ingat wajah Jupiter. Setelah susah payah dia mengingatnya ternyata ada satu wajah yang menghiasi pikirannya yaitu wajah Jupiter sangat mirip dengan wajahnya dulu sewaktu kecil.

Bara beranjak mengambil album foto di dalam nakas, kemudian dia membuka perlahan foto-foto dia semasa kecil, alhasil apa yang selama ini dia pertanyakan terjawab sudah. Jupiter memang sangat mirip dengan dirinya.

"Ini tidak mungkin, anak Zeline begitu mirip denganku waktu kecil. Kenapa bisa begini? Apa jangan-jangan dia ... ah tidak, tidak, pasti hanya mirip saja. Kalau memang dia anakku kenapa Zeline tidak minta pertanggung jawabannya padaku? Aghhh ini membingungkan!!" teriak Bara kesal.

"Aku harus mencari tahu kehidupan Zeline saat di luar negeri," gumam Bara yang masih lekat menatap foto album dirinya.

Keesokannya di siang hari setelah ketiga anak kembar Zeline mengikuti home schooling, waktunya Starla dan Zeline pergi ke AWTV untuk sesi pemotretan cover lagu mereka. Kali ini Mars akan ikut dengan mereka sekaligus melihat-lihat gedung milik Bara yang besar itu.

Saat Zeline dan Starla sedang pemotretan, diam-diam Mars keluar dari ruang itu dan berjalan kemanapun dia inginkan. Tepat saat dia sedang berkeliling di lorong koridor, di hadapannya muncul sosok lelaki yang selama ini ingin dia sapa yaitu Bara. Tapi Mars hanya diam dan menatapnya dalam kebingungan.

"Kamu, kenapa kemari? Biasanya kamu di kantor jam segini," tanya Bara yang mengira jika Mars adalah Jupiter.

"Hem ... pasti dia mengira aku adalah kak Piter. Baiklah, aku akan melakukan peranku sebagai kak Piter di hadapannya," batin Mars mengulum senyumnya.

"Aku ingin melihat mama dan Starla pemotretan di sini," sahut Mars santai.

Melihat Mars di hadapannya sekarang, Bara tidak bisa diam saja, Bara mengambil kesempatan ini untuk bertanya pada anak itu lebih detail tentang apa yang membuat pikirannya terganggu hingga kini.

"Bisa ikut saya sebentar? Ada hal yang ingin saya tanyakan," ajak Bara pada Mars.

Mars berpikir sejenak lalu muncul ide cemerlang dari otaknya untuk sedikit bermain-main dengan Bara.

"Baiklah," Mars menyetujuinya.

 

Bara pun mengajak Mars ke ruang kerjanya di AWTV, hening seketika dan membuatnya sedikit canggung untuk memulai pertanyaan yang akan Bara layangkan pada Mars.

"Kenapa anak ini tidak seperti yang aku temui kemarin, ya? Anak ini terlihat sangat tenang sedangkan saat bertemu di kantornya anak ini terlihat angkuh dan sombong. Kenapa aku merasakan ada yang aneh?" batin Bara mempertanyakan kejanggalan yang dia rasakan.

"Tuan, apa yang ingin anda tanyakan?" tanya Mars yang membuat Bara sedikit kaget.

"Eh, iya maaf. Saya mau bertanya, apa kamu punya orang tua lengkap?" tanya Bara.

"Iya, saya punya mama dan papa!"

"Papa kamu di mana sekarang?"

"Papa ada di Jakarta!" sahut Mars.

"Siapa nama papa kamu?"

"Tuan akan tahu siapa papaku, nanti," ujar Mars sambil menatap Bara lekat.

"Tak bisakah kau mengatakannya? Karena saya ingin bertemu dengan papamu itu untuk membahas masalah bisnis," bujuk Bara pada Mars.

"Emm ... Tuan ingin tahu tentang keluargaku? Bagaimana jika kita berdua bersaing terlebih dahulu?" tanya Mars dengan tawarannya.

"Bersaing? Maksud kamu?" tanya Bara bingung.

"Kita akan bermain catur. Jika Tuan menang, akan aku beri tahu semua tentang keluargaku dan juga JMS GROUP. Tapi kalau aku menang, Tuan harus mengabulkan apa yang aku minta, Bagaimana?" ucap Mars menantang Bara dengan permainan yang menjadi aset bagi Mars.

"Hahaha ... kau mengajakku bermain catur? Kau tahu apa tentang permainan catur? Kau itu masih anak kecil. Baiklah, saya menyetujui tantanganmu itu, bocah!" ledek Bara meremehkan Mars sedangkan Mars hanya tersenyum senang.

"Jelas aku yang akan menang nanti, baru ini aku ditantang anak kecil bermain catur. Permainan ini pasti membosankan dengan anak kecil seperti dia," batin Bara yang masih meremehkan kemampuan Mars. Bara hanya menggelengkan kepala dan menyeringai.

Beberapa menit kemudian, permainan catur pun dimulai. Persaingan seru antara Bara dan Mars yang hanya seorang anak kecil tetapi Bara belum mengetahui kecerdasan Mars yang mampu melumpuhkan lawan saat bermain catur. Sepuluh menit pun berlalu Mars begitu lihai dengan permainannya sedangkan Bara memuji Mars dalam benaknya.

Ada kehangatan yang dirasakan oleh Bara saat permainan berlangsung dengan Mars. Setengah jam kemudian Bara benar-benar kalah, Mars yang bisa menjatuhkan kesombongan Bara pun hanya bisa melihat Bara dengan kecewanya. Bara tidak bisa membayangkan bahwa dia yang juga jago bermain catur pun bisa terkalahkan oleh bocah seperti Mars.

"Skak Mat ... yeee aku menang. Jadi kau harus mengabulkan permintaanku, Tuan!" Mars tertawa bahagia, akhirnya dia bisa mengalahkan Bara dengan permainan caturnya dalam waktu singkat.

"Sial, anak ini luar biasa, aku bahkan tak bisa menandinginya!" batin Bara kesal dan begitu malu.

"Apa yang ingin kau minta dariku?" tanya Bara.

"Nanti tunggu saatnya tiba, aku akan menagih janjiku padamu, Tuan. Kau harus ingat wajahku baik-baik, Tuan dan jangan ingkar janji," ujar Mars dengan bicaranya yang cerdas.

"Ini saatnya aku membuktikan bahwa antara aku dan anak ini mempunyai DNA yang sama atau tidak!" batin Bara dengan idenya untuk pembuktian.

"Kalau begitu aku permisi, Tuan. Pasti Mama sedang mencariku," pamit Mars yang hendak bangkit dari duduknya.

"Eh tunggu sebentar, itu ada sesuatu di rambut kamu," ucap Bara beralasan lalu mendekat ke arah Mars dan pura-pura membersihkan rambut Mars lalu Bara mencabut salah satu rambut Mars dan menyembunyikannya di tangan kirinya dengan cepat.

"Sudah selesai, tadi ada semut di rambut kamu," ujar Bara berbohong.

"Oh, terima kasih. Aku pergi dulu dan jangan lupa janjimu itu, Tuan!" pamit Mars kembali sekaligus mengingatkan Bara dengan janjinya kemudian Mars keluar dari ruangan Bara.

"Ya, pasti," jawab Bara.

Bara menatap kepergian Mars hingga tak terlihat dari pandangannya lagi. Hati Bara sedikit merasa tenang dengan adanya Mars. Permainan catur tadi membuat Bara terhibur.

"Kenapa anak itu berbeda dari sebelumnya? Apa sifat anak itu berubah-ubah ya? Ah, yang penting aku sudah mendapatkan sample rambutnya," gumam Bara sembari menatap sample rambut Mars yang akan dia uji DNA dirinya dengan Mars.

Terpopuler

Comments

Lia Fitria

Lia Fitria

Jadi penasaran gimana reaksi Bara nanti kalu tau anak ya kembar 3

2022-05-17

1

See Naa

See Naa

pinter mars

2022-04-29

0

Dedek Mutz

Dedek Mutz

Ya iya lah itu kmbaran piter😆

2022-01-08

0

lihat semua
Episodes
1 Jebakan Satu Malam
2 Penghinaan dan Bangkitnya Zeline
3 Si Kembar Menjalankan Misi
4 Persaingan Dimulai
5 Bukti Pelaku Sebenarnya
6 Pertemuan sang CEO
7 Kekalahan Bara
8 Tantangan Bermain
9 Hasil Tes DNA
10 Kebenaran Terungkap
11 Tentang si Kembar
12 Akhirnya Ketahuan
13 Kedatangan Jaya
14 Mengajukan Syarat
15 Syarat dari Papi
16 Paket Baju
17 Menggagalkan Pertunangan
18 Permintaan Papi
19 Menagih Janji
20 Pertengkaran Calon Pengantin
21 Pernikahan Terjadi
22 Perintah Bara
23 Menakut-nakuti
24 Pulang Malam
25 Menjadi Pelayanku
26 Merindukanmu
27 Mengawasi
28 Meminta Izin
29 Ikat Rambut
30 Kedatangan Sahabat
31 Seperti Pajangan
32 Kebohongan Bara
33 Pemandangan yang Mengganggu
34 Pergi dari Rumah
35 Rencana Bersaing Kembali
36 Apakah Cemburu?
37 Berikan Dia Padaku
38 Semua Terlihat Kesal
39 Hadiah Kekalahan
40 Masalah pada Jupiter
41 Tuduhan
42 Wangi Parfum
43 Sakit
44 Hacker Menyerang Kembali
45 Melawan sang Hacker
46 Bos Misterius
47 Kejutan Pertama
48 Dia Dalangnya
49 Tanda Merah?
50 Dinner
51 Kau Tidur?
52 Pengakuan Cinta
53 Tawaran Papa
54 Perkelahian Mars
55 Pria di Mall
56 Rasa Penasaran Bara
57 Pembawa Masalah
58 Keberuntungan Zeline
59 Kabar dari Kakek
60 Suatu Kehormatan
61 Kebanggaan Keluarga
62 Kita Semua
63 Pesan Kakek
64 Rahasia si Kembar
65 Menuju Puncak
66 Tropi Penghargaan
67 Pengumuman
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Jebakan Satu Malam
2
Penghinaan dan Bangkitnya Zeline
3
Si Kembar Menjalankan Misi
4
Persaingan Dimulai
5
Bukti Pelaku Sebenarnya
6
Pertemuan sang CEO
7
Kekalahan Bara
8
Tantangan Bermain
9
Hasil Tes DNA
10
Kebenaran Terungkap
11
Tentang si Kembar
12
Akhirnya Ketahuan
13
Kedatangan Jaya
14
Mengajukan Syarat
15
Syarat dari Papi
16
Paket Baju
17
Menggagalkan Pertunangan
18
Permintaan Papi
19
Menagih Janji
20
Pertengkaran Calon Pengantin
21
Pernikahan Terjadi
22
Perintah Bara
23
Menakut-nakuti
24
Pulang Malam
25
Menjadi Pelayanku
26
Merindukanmu
27
Mengawasi
28
Meminta Izin
29
Ikat Rambut
30
Kedatangan Sahabat
31
Seperti Pajangan
32
Kebohongan Bara
33
Pemandangan yang Mengganggu
34
Pergi dari Rumah
35
Rencana Bersaing Kembali
36
Apakah Cemburu?
37
Berikan Dia Padaku
38
Semua Terlihat Kesal
39
Hadiah Kekalahan
40
Masalah pada Jupiter
41
Tuduhan
42
Wangi Parfum
43
Sakit
44
Hacker Menyerang Kembali
45
Melawan sang Hacker
46
Bos Misterius
47
Kejutan Pertama
48
Dia Dalangnya
49
Tanda Merah?
50
Dinner
51
Kau Tidur?
52
Pengakuan Cinta
53
Tawaran Papa
54
Perkelahian Mars
55
Pria di Mall
56
Rasa Penasaran Bara
57
Pembawa Masalah
58
Keberuntungan Zeline
59
Kabar dari Kakek
60
Suatu Kehormatan
61
Kebanggaan Keluarga
62
Kita Semua
63
Pesan Kakek
64
Rahasia si Kembar
65
Menuju Puncak
66
Tropi Penghargaan
67
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!