Pagi hari pukul 09.00 di AWTV, semua tunduk pada Bara saat pemiliknya memasuki area kantor itu. Bara yang masih dilanda cemas berkepanjangan tidak sabar untuk mengetahui tentang Zeline yang telah mengikuti lomba pada program acara TV miliknya. Bara memasuki ruang kerjanya dan memanggil salah satu tim penanggung jawab program acara Mom and Kids.
"Kau penanggung jawab program acara Mom and Kids? Aku minta kau kumpulkan berkas data pemenang yang masuk final tiga besar, sekarang!" pinta Bara memberi perintah pada tim penanggung jawab program tersebut.
"Baik Pak," ucapnya kemudian pergi mengambil berkas data yang diminta oleh Bara.
Beberapa menit kemudian, tim penanggung jawab itu pun kembali dengan menyerahkan berkas data kepada Bara di atas meja kerjanya.
"Terima kasih, kau boleh pergi," ujar Bara.
"Baik, permisi Pak!"
Dengan cepat Bara mencari berkas data Zeline di meja kerjanya lalu membacanya dengan seksama juga teliti. Tak ada satu pun berkas Zeline yang terlewatkan dibacanya.
"Jadi selama ini Zeline tinggal di Singapura, dan dia mempunyai banyak prestasi sampai keluar negeri. Berarti dia tidak kekurangan uang sedikit pun, tapi kenapa dia kembali ke Jakarta? Aku pikir dia mau meminta uang tutup mulut lagi padaku. Apa dia ingin menunjukkan padaku bahwa dia sekarang sudah kaya? Aghhh ... yang penting jangan sampai wanita itu menghancurkan hidupku bersama Jeny," gumam Bara tidak tenang hingga bangkit dari duduknya mondar-mandir di dalam ruang kerjanya.
Di rumahnya yang tidak terlalu besar tetapi nyaman, di sana Zeline sedang sibuk mempersiapkan keperluan untuk Mars yang akan mengikuti latihan olimpiade catur, belum lagi Zeline mempersiapkan berkas untuk ketiga anaknya mendaftar home shcooling.
"Hei sayang-sayangnya Mama, apa kalian yakin ingin sekolah rumah saja dan tidak ingin bersekolah formal seperti teman-teman lain? Kalau kalian di sekolah pasti punya banyak teman," tanya Zeline memastikan sembari membujuk ketiga anaknya untuk sekolah formal.
"Home shcooling saja, Ma. Lagi pula pelajaran di sekolah formal begitu mudah dan kami semua bisa mengerjakan tugas dengan cepat, itu sangat membosankan!" ucap Jupiter yang meyakini dirinya sangat cerdas.
"Iya Ma, malah kami ingin bersekolah seperti kakak-kakak yang ada di kampus yang terkenal di Amerika," ujar Mars menambahkan.
"Hei, dengerin Mama, sayang. Kalian tidak boleh sombong walau kalian itu pintar, justru kalian harus membantu anak-anak yang kesulitan dalam belajar, mengerti?" pesan Zeline menasehati.
"Iya, maafkan kami ya, Ma! Kami akan mengingat perkataan Mama," sahut Jupiter dengan sesal.
"Lalu bagaimana dengan kamu, Starla?" tanya Zeline mencubit pipi gemas anaknya itu.
"Emm ... Starla ikut kakak-kakak saja, Ma!" ujar Starla.
Alasan ketiga anak kembar Zeline meminta home schooling adalah karena metode belajar yang mereka inginkan bisa disesuaikan dengan kepribadian mereka masing-masing. Karena setiap anak memiliki bakat yang berbeda di setiap belajarnya, ada yang menyukai perhitungan, ada yang menyukai sastra ada pula yang menyukai teknologi sehingga gaya belajar yang mereka miliki berbeda-beda dan tidak bisa disamaratakan.
"Hem, kalian memang kompak ya! Kalau begitu sekarang Mars siap-siap untuk pergi latihan catur dan nanti perginya diantar sama om Min. Starla latihan menyanyi sama Mama. Dan Piter...," kata Zeline mengabsen satu per satu anaknya hingga Jupiter memotong perkataan mamanya.
"Piter akan merebut rekan-rekan bisnis papa dari WANGSA GROUP, Ma!" ucap Jupiter mantap.
"Wah, anak Mama hebat. Kamu nanti pergi sama tante Intan ya, sayang!" ujar Zeline pada Jupiter yang sedikit keras kepala tetapi sangat cerdas dan penuh perhatian terhadap keluarga.
Jupiter ditemani Intan yang menjadi sekretaris juga ditemani manager serta bodyguard, satu per satu mereka menemui rekan-rekan bisnis yang sama dengan Bara untuk mereka ajak bekerja sama serta menyingkirkan partner kerja Bara dan beralih ke JMS GROUP yang loyal. Dengan kemampuan sang Jupiter yang bisa menarik simpati rekan-rekan bisnis dari persentasinya dan Jupiter pun mendapat pujian yang sangat luar biasa diusianya yang masih anak-anak.
Dengan bantuan manager dan sekretaris, perusahaan JMS GROUP begitu sangat dipercayakan untuk menjadi partner kerja yang baik dengan begitu rekan-rekan bisnis yang sudah setia beberapa tahun ini dengan Barata Adiwangsa akan beralih pada JMS GROUP milik si anak kembar yang berbakat.
Tiga hari kemudian, Di studio AWTV perlombaan akan berlangsung, semua orang sudah banyak yang berdatangan terutama pemililik AWTV pun sudah berada di kursi paling depan untuk melihat langsung wanita yang beberapa tahun lalu yang hampir merusak reputasi dirinya. Bara datang bersama sang kekasih yaitu Jeny yang sudah 7 tahun mereka berpacaran.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya yang ditunggu pun datang, kini Zeline dan Starla pun memenuhi panggilan untuk menuju panggung yang telah dikuasainya. Seorang penyanyi harus bisa menguasai pangung jika sudah berada di atas sana dan di hadapan para penonton. Harus tenang walaupun sedikit gugup.
Zeline dan Starla membawakan lagu seriosa bertajuk opera yang sangat terkenal dan sering dibawakan oleh artis-artis ternama di Ibu Kota. Saat musik telah dimainkan Zeline dan Starla mulai mengeluarkan suara emas mereka dengan merdu dan indah. Alunan musik yang bersatu dengan suara mereka benar-benar membuat hipnotis semua orang yang mendengarnya. Sungguh luar biasa suara emas mereka. Semua orang terpesona melihat dan mendengar penampilan mereka. Begitu juga dengan Bara dan Jeny sang kekasih.
"Wow ... keren sekali suara mereka, sayang. Dan lagi anak kecil itu sangat merdu membawakan lagunya. Mereka pasti menang deh, sayang!" ucap Jeny berbicara pada Bara tetapi yang ditanya hanya mencemaskan dirinya karena kemunculan Zeline.
"Iya kan, sayang? Baraaa ...!!" teriak Jeny membangunkan lamunan Bara.
"Eh, i-iya sayang!" sahut Bara gugup.
"Ternyata Zeline wanita yang berbakat. Tapi aku tidak akan biarkan dia menghancurkan hidupku. Aku pastikan dia tidak akan pernah membuka mulutnya tentang kejadian di hotel 6 tahun lalu," batin Bara geram sambil menatap Zeline yang sedang menyanyi.
Setelah penampilan terakhir berakhir saatnya untuk penilaian, waktu jeda selama satu jam. Bara dan Jeny pun bangkit untuk pergi ke ruang penjurian di mana Zeline dan peserta lain akan dinilai. Setelah mengetahui hasil penilaian juri, Bara pun hendak pergi ke ruang tempat Zeline berada.
"Jeny, kau tunggu di sini dulu, aku kebelakang sebentar, ya. Sebentar saja!!" izin Bara pada Jeny kemudian bangkit pergi ke ruang peserta tempat Zeline berada.
Bara pergi menemui Zeline tanpa sepengetahuan Jeny. Saat Bara melihat Zeline sedang duduk memangku Starla di depan cermin, Bara pun mendekati mereka.
"Zeline, ikut saya!!" pinta Bara dengan segera.
Zeline pun menoleh ke sumber suara begitu juga dengan Starla yang sangat tahu dengan lelaki di samping mamanya itu. Karena Zeline tidak menutupi siapa papa kandung ketiga anak kembarnya itu.
"Kau...?" Zeline kaget.
"Ikut saya cepat, kita perlu bicara!" pinta Bara tidak sabaran.
"Starla, kamu tunggu di sini jangan kemana-mana!" pesan Zeline ke Starla.
"Iya, Ma."
Zeline pun mengikuti Bara ke arah yang dituju Bara. Di salah satu ruangan kosong tanpa penghuni. Dengan ragu-ragu akhirnya Bara menarik tangan Zeline memasuki ruangan itu.
"Sudah saya peringatkan untuk pergi jauh dari sini dan jangan pernah muncul di hadapan saya lagi, tapi kenapa kamu kembali?" tanya Bara dengan tatapan tajamnya menatap Zeline marah.
"Kenapa? Kamu takut jika saya akan membocorkan rahasia 6 tahun lalu? Tenang saja, saya akan menutup rapat peristiwa silam itu!" ucap Zeline dengan berani dan tegas.
"Lalu kenapa kau kembali?"
"Saya akan membuktikan ucapan kamu yang menantang saya saat kejadian di mana kamu menghina saya dulu," kata Zeline dengan menatap Bara penuh kebencian.
"Jika kau tidak menjebak saya dengan memasukkan obat perangsang ke minuman saya, maka kejadian malam itu tidak akan pernah terjadi," tuduh Bara pada Zeline.
"Apa kau gila, jika saya menjebak kamu lalu apa pernah saya meminta sesuatu yang lebih padamu?" tanya Zeline tak terima tuduhan Bara.
"Saya tahu betul bahwa malam itu saya hanya mabuk dan tidak mengkonsumsi obat perangsang," jelas Bara meyakinkan.
Zeline terdiam sejenak, memikirkan perkataan Bara yang diyakini Zeline bahwa lelaki di hadapannya itu jujur karena Zeline tahu persis kejadian di hotel saat Bara merasakan tubuhnya panas serta kesakitan. Zeline pikir ada sesuatu yang tidak beres yang harus dia selidiki.
"Baiklah, akan saya buktikan jika saya memang tidak bersalah!!" seru Zeline dan berlalu pergi meninggalkan Bara di ruang kosong itu.
"Ok, saya tunggu bukti itu!!" teriak Bara saat Zeline sudah berada di ambang pintu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Evy
pacaran kok sampai 7tahun.endingnya cuma jagain jodoh orang...
2025-02-10
0
Sa Rang
wih cakepppp👏😍
2023-09-02
1
Kikan Tuners
bara emang minta di tabok
2023-04-20
0