Setelah berpikir panjang, kini saatnya Bara bangkit dan memberanikan diri untuk berhadapan dengan wartawan apabila mereka mengajukan pertanyaan pada Bara. Bara tak bisa berdiam diri di dalam kamar sedangkan dia sekarang tak sendiri, ada ketiga anak kembarnya yang harus dia nafkahi dan harus dia berikan kasih sayang.
Pakaian telah rapi dia kenakan, saat Bara menuruni tangga dan langsung menuju ke perusahaan WANGSA GROUP yang selama ini dia jalankan. Dengan langkah tegap dan wajah tegasnya Bara memasuki kembali perusahaannya dan menuju ruang kerjanya. Tak ada yang berubah, masih sama seperti terakhir Bara menduduki kursi kebesarannya.
"Bara, kamu kembali lagi ke sini, apa ini berarti kamu menyetujui permintaan Papi?" tanya Jaya menghampiri Bara di ruangannya saat Jaya diberi tahu oleh asistennya dengan kedatangan Bara di WANGSA GROUP.
"Lihat saja, Pi. Bara akan mengumumkannya nanti," ujar Bara datar.
"Baiklah, Papi harap kamu tidak salah memilih," ucap Jaya berharap.
Saat ini Bara sedang berada di AWTV sedang mengadakan pers yang berhubungan dengan dirinya dan Jeny masalah batalnya pertunangan. Dan lagi masalah dirinya yang mempunyai anak di luar nikah. Semuanya akan Bara terangkan saat ini, karena sebelumnya pers diadakan tanpa dirinya. Kali ini Bara sendiri yang akan mengumumkannya.
"Saya, Barata Adiwangsa sekali lagi saya katakan bahwa saya meminta maaf untuk semuanya yang telah saya kecewakan. Untuk Jeny, saya meminta maaf karena ini di luar keinginan saya. Dan hari ini saya umumkan bahwa saya akan menikahi Zeline, ibu dari anak-anak saya sebagai rasa bersalah saya dan tanggung jawab saya selama ini. Saya akhiri sampai di sini dan terima kasih," pengakuan Bara dengan tegas dia mengatakan di depan umum membuat semua orang kagum pada Bara.
Zeline yang melihat siaran langsung dari kantornya saat ini benar-benar terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh Bara. Zeline tak menyangka jika dia akan menikah dengan Bara. Berita ini pun tanpa sepengetahuan Zeline sehingga dia sangat panik dan tidak ada kesiapan apa-apa, untuk mengatakan sesuatu pun begitu sulit dan bingung.
"A-aku akan menikah dengan Bara? Orang dingin dan angkuh seperti dia, mimpi apa aku semalam. Kenapa dia tiba-tiba menyetujui perjodohan yang diminta oleh om Jaya? Ini nggak masuk akal," ucap Zeline panik sembari mondar-mandir di depan Intan, sahabatnya.
"Woi, yang tenang dong kamu, jangan panik gitu. Bukannya senang dapat suami ganteng, keren dan kaya seperti Bara, eh kamu malah kebingungan gitu, aneh tahu nggak, hahaha," ujar Intan menertawakan Zeline.
Sedangkan suasana di rumah, Jupiter, Mars dan Starla kegirangan dan tertawa bahagia mendengar pengakuan serta pengumuman yang Bara sampaikan di media secara langsung.
"Yeay ... kita berhasil menyatukan mama dan papa," ujar Mars yang memang sangat merindukan kasih sayang sebuah keluarga yang lengkap.
"Akhirnya kita punya papa, jadi kita akan selalu bersama-sama," ucap Starla yang ikut merasakan bahagia.
"Walaupun kita akan hidup bersama dengan papa, tapi aku tetap akan bersaing hebat dengan papa untuk mengalahkan keangkuhannya itu," ucap Jupiter yang tak mau menyerah untuk mengalahkan Bara karena diantara mereka mempunyai kecerdasan dibidang yang sama.
"Hemm ... terserah kau saja Kak Piter!" ujar Mars tak peduli.
Bagi ketiga anak kembar ini, mereka begitu menerima Bara dengan bahagia, tapi bagi Zeline menikahi Bara akan menjadi malapetaka baginya, karena diantara mereka selalu saja ada perdebatan. Sedangkan Jaya, sangat bangga pada Bara karena akhirnya apa yang Jaya inginkan sesuai dengan harapannya.
Lain halnya dengan Jeny, dia yang paling bersedih dan terluka mendengar Bara yang akhirnya memilih Zeline dan anak-anaknya dibandingkan dirinya.
"Bara, kau jahat ... kau bilang mencintaiku tapi kenapa kau lebih memilih wanita itu dan anak-anakmu dari pada aku. Aku selalu berharap untuk bersanding denganmu, tapi akhirnya kau membuktikan bahwa aku tidak berarti apa-apa untukmu, hiks... hiks...!" Jeny menangis merintih meratapi kisah cintanya yang tak akan pernah bisa bersama dengan Bara kembali.
Jaya sengaja pulang cepat dari kantor untuk memberikan kejutan pada Bara. Jaya akan mengundang Zeline dan ketiga cucu kembarnya untuk makan malam bersama sekaligus membicarakan hal pernikahan Bara dan Zeline. Jaya tak ingin kehilangan kesempatan untuk berbagi kebahagiaan bersama keluarga yang sebentar lagi akan bersatu.
Akhirnya yang ditunggu pun datang, siapa lagi kalau bukan Barata Adiwangsa. Jaya tersenyum melihat mobil Bara yang terparkir di halamannya dan melangkah menuju rumah. Jaya menyambut hangat kepulangan Bara dari kantor.
"Bara, Papi bangga dengan kamu. Kamu sudah mengambil keputusan yang baik untuk masa depan kamu juga keluarga kita," Jaya memeluk Bara begitu saja saat Bara hendak masuk ke dalam rumah. Tapi Bara hanya diam dan ekspresi wajahnya hanya biasa saja
"Tapi ada syaratnya," ucap Bara.
"Syarat?" tanya Jaya bingung sembari melepas perlahan pelukannya dari Bara.
"Bara ingin JMS GROUP bekerja sama dengan WANGSA GROUP," pinta Bara.
"Hemm ... syarat yang sulit, Bara. Nanti Papi coba bicara pada Jupiter. Tapi Papi nggak janji karena sulit untuk membujuk Jupiter, anak itu keras kepala."
"Bara ke atas dulu, Pi."
"Oh ya, nanti malam kamu siap-siap, akan ada makam malam bersama Zeline dan si kembar di sini," kata Jaya memberi tahu.
Bara menghela nafasnya berat mendengar perkataan Jaya yang mengatakan bahwa Zeline akan datang ke rumanya.
Makan malam pun tiba, saat ini Zeline berada tepat di depan Bara, mata tajam Bara tak lepas dari Zeline, sedangkan Zeline merasa tidak nyaman dengan pengawasan mata Bara.
"Oh ya, acara pernikahan kalian mau kalian adakan di mana?" tanya Jaya menatap Bara dan Zeline bergantian.
"Di pantai saja, Kek!" usul Mars.
"Di hotel mewah saja," usul Jupiter.
"Jangan, di taman saja ya, Ma!" usul Starla.
"Loh loh, kok jadi kalian yang menentukannya, sih. Kan yang menikah itu papa sama mama kalian," ujar Jaya tersenyum melihat cucu kembarnya yang menggemaskan.
"Di rumah saja, Om. Biar nggak ribet," pinta Zeline.
"Yah, mama payah!" Starla sedikit kecewa, sedangkan Zeline dan Jaya tertawa melihat tingkah Starla.
Di ruang makan hanya tinggal Bara dan Zeline berdua, sengaja Jaya memberikan ruang privasi untuk pasangan calon pengantin itu.
"Sudah puas kamu sekarang nyuruh anak-anak supaya aku nikahin kamu, gitu kan? Terus kamu minta ke papi supaya aku menikah sama kamu, benar kan?" tanya Bara dengan tuduhannya.
"Idih, jangan asal nuduh ya? Kamu pikir aku mau nikah sama kamu? Aku terpaksa melakukan ini karena papi kamu megancam akan bawa anak-anakku ke Paris. Makanya aku terima tawaran ini. Lagian siapa juga yang mau nikah sama orang angkuh, sombong seperti kamu," bantah Zeline sembari mengejek Bara kesal.
"Hei, jangan asal bicara ya, siapa yang angkuh dan sombong? Lagian memang kenyataannya aku ganteng, pintar dan kaya," ucap Bara percaya diri.
"Ih, amit-amit deh, huh...!" kesal Zeline.
Bukkk
Zeline melempar tisu di depan muka Bara saking kesalnya dengan ucapan Bara yang masih saja sombong seperti pertama kali mereka bertemu.
"Aduh ... eh kamu, Zeline! Belum jadi istri saja sudah kurang ajar, apalagi nanti kalau sudah menjadi istriku," ujar Bara tak suka perlakuan Zeline.
"Terserah, aku nggak peduli," Zeline pergi meninggalkan Bara yang sedang mengoceh.
"Hei, Zeline ... awas ya, akan aku kasih perhitungan kamu, lihat saja nanti," teriak Bara kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Kana Star
wah wah wah ini mau nikah aja pake acara berantem 🤭🤭
2023-08-17
0
The Lovely
Dasar lo Zeline gak tau diri pelayan aja belagu lo dan lo ngedidik anak slh satu anak lo gk bnr masa hrs lawan papanya bkn karena Bara mrka ber 3 gk ada lgi jg Zeline gak pantas di panggil mama
2023-02-14
0
kavena ayunda
males klo.nikah ma bara harusnya di buat nyesel aja kasih karma anehh bgt
2022-12-02
0