Beberapa hari kebersamaan Milan dengan nyonya Ratu memberikan kesan tersendiri bagi mereka berdua. Milan begitu senang, kehadiran nyonya Ratu beberapa hari ini mampu membuatnya mendapatkan kembali kasih sayang dari seorang ibu. Begitu halnya dengan nyonya Ratu yang sangat menyayangi Milan layaknya anak sendiri tanpa perlu membeda-bedakannya.
Berbagai macam nasihat selalu nyonya Ratu perdengarkan kepada putra dan menantunya jika sedang mengobrol bersama mulai dari nasihat untuk selalu saling mencintai, menghargai, mengasihani dan berbagai suka maupun duka sampai maut memisahkan.
Sedangkan Fino semakin menggila mengerjai Milan yang sama sekali tidak mendengar nasihat ibunya dan selalu saja membuat wanita yang berstatus sebagai istrinya itu, semakin membencinya, karena setiap ucapan Fino selalu saja mengandung penghinaan yang membuat Milan makan hati. Namun Milan tetap tidak ambil pusing, melawan dan membantah suaminya itulah cara yang dapat ia lakukan agar tidak semakin diinjak-injak harga dirinya dan pada akhirnya ia pun harus kalah dari setiap tindakan Fino. Hanya masalah sepele mereka akan melakukan saling serang kata-kata.
Sudah gadis tua, malah banyak tingkah. Harusnya kau berterima kasih kepadaku karena masih ingin menikahi mu hah.
Saya memang sudah tua, tapi anda begitu bodohnya mau menikahi saya. Lagian umur tuan Fino masih lebih tua dari saya, jadi jangan berlagak sok muda. Jika ingin berpisah dengan saya, lebih baik kita akhiri saja hubungan rumah tangga ini secepatnya, gampang kan.
Apa katamu, tidak semudah itu untuk membuat mu bebas dari genggaman ku, kau sendiri yang memulai hubungan rumah tangga ini, jadi jangan pernah berpikir untuk berpisah secepatnya. Ada saatnya aku akan membuang mu dan menendang mu layaknya sampah habis pakai, camkan itu!.
Baiklah aku tunggu saatnya tuan.
Jangan harap kamu akan kembali laku di pasaran.
Seperti itulah ucapan kasar sepasang suami istri itu jika kerasukan setan keduanya, namun setelahnya, mereka kembali tidak saling berbicara dan kembali acuh dengan tingkah laku mereka masing-masing.
Kurangnya pengetahuan tentang agama membuat keduanya buta dengan agamanya sendiri, lemahnya keimanan membuat ego kedua nya semakin tinggi dan sikap keras kepala yang mampu dipengaruhi makhluk bertanduk, hanya harta dan kekuasaan di dunia yang diincar semata-mata hingga hidup kekal abadi. Padahal hidup di dunia ini hanyalah untuk berbuat dosa bagi yang celaka dan berbuat kebaikan akan mendapatkan pahala.
🍁🍁🍁🍁
Tepatnya hari ini, hari terakhir nyonya Ratu bersenang-senang bersama Milan, karena esok pagi ia akan kembali ke negara kelahirannya. Jadi Nyonya Ratu mengajak Milan untuk berbelanja di pusat perbelanjaan terbesar di negara A bersama kedua pelayan wanita di kediaman Fino.
Mereka memilih memasuki sebuah butik pakaian muslimah. Nyonya Ratu tampak senang memilih beberapa lembar pakaian bermodel khaztan untuk di borong ke negara A. Milan hanya memperhatikan nyonya Ratu berbelanja.
Tak sengaja matanya tertuju pada seorang ibu bersama kedua anak perempuan sedang memilih pakaian syar'i anak-anak. Sosok ibu bersama anaknya mengenakan pakaian syar'i, sang ibu menggunakan cadar sementara kedua anak perempuannya mengenakan pakaian syar'i dengan hijab panjang, padahal kedua anak perempuan itu masih terbilang anak usia dini atau lebih tepatnya berumur lima tahunan.
Milan hanya mampu tertegun melihat sosok ibu dan anak yang sangat muslimah. Entah mengapa ia merasa malu dengan dirinya sendiri, apalagi ia hanyalah wanita hina dan penuh dosa
Kapan aku bisa seperti anak kecil itu. Aku juga ingin memiliki keluarga seperti mereka. Batin Milan asal.
Kedua anak perempuan itu malah mendekati Milan karena sedari tadi menatapnya.
"Assalamualaikum" ucap anak perempuan itu kompak.
"Waalaikumsalam" ucap Milan sambil tersenyum, lalu memilih mensejajarkan tubuhnya dengan anak perempuan itu.
"Mengapa Tante terus-menerus menatap kami" tanya anak perempuan yang memiliki ginsul.
"Soalnya kalian sangat cantik, imut dan sholehah" ucap Milan yang sedikit gemesnya kepada kedua anak perempuan dihadapannya.
Kedua anak perempuan itu saling pandang.
"Bolehkah tante mencium pipi kalian" ucap Milan dengan mata berbinar.
Lagi-lagi kedua anak perempuan itu saling pandang lalu memanggil ibunya.
Milan hanya mampu tersenyum, rupanya kedua anak perempuan itu mengadu kepada ibunya. Sang ibu lalu menghampiri Milan dan mengerti permintaan Milan yang gemes kepada kedua putrinya. Dengan senang Milan langsung mencium kedua pipi anak perempuan itu dengan gemesnya, lalu berbincang bersama ibu dari anak perempuan itu. Setelah itu, mereka pun undur diri dari hadapan Milan.
Tak jauh dari mereka, nyonya Ratu tersenyum melihat tingkah laku Milan.
"Sebentar lagi aku akan mendapatkan kabar gembira, semoga Milan benar-benar hamil" gumam nyonya Ratu hingga terdengar di telinga kedua pelayan wanita.
Setelah ibu dan anak itu pergi, nyonya Ratu lalu menghampiri Milan.
"Ini untuk kamu dan ini untuk Ziva" ucap nyonya Ratu yang menunjukkan 4 pasang pakaian syar'i pilihannya.
"Tapi ma aku...."
"Ambil saja, jangan lupa pakai ya" ucap nyonya Ratu sambil tersenyum.
Entah mengapa Milan benar-benar merasa tidak pantas memakai pakaian syar'i tersebut. Namun ia memilih mengangguk untuk tidak mengecewakan ibu mertuanya.
Selesai berbelanja mereka kembali memasuki beberapa toko untuk membeli oleh-oleh khas negara B untuk para pelayan di kediamannya. Hingga sore hari mereka baru memilih untuk pulang. Sepanjang perjalanan pulang Milan hanya diam dan pikirannya mulai gelisah apalagi nyonya Ratu sempat ingin mengajaknya ke klinik spesialis kandungan milik temannya.
Pikiran Milan kembali dihantui rasa ketakutan. Ia benar-benar takut isi pikirannya kenyataan bahwa ia sedang hamil. Milan kembali menyusun rencana agar hubungan rumah tangga ia dengan Fino secepatnya berakhir sebelum aib terbesarnya terbongkar dan tidak diketahui oleh keluarga Fino.
Aku tidak ingin hamil, semoga semuanya tidak kenyataan. Batin Milan sambil menatap jalanan.
Hingga mobil yang membawa mereka tiba di kediaman Fino. Milan berjalan dengan cepat menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. Hingga malam hari Milan tak kunjung keluar dari kamar nya, hanya untuk makan malam bersama nyonya Ratu, barulah Milan keluar kamar. Sungguh pikirannya mulai gelisah dan takut semuanya menjadi kenyataan. Setelah selesai makan malam bersama dengan nyonya Ratu, Milan kembali lagi ke kamarnya, biasanya ia sempat mengobrol bersama dengan nyonya Ratu tapi kali ini tidak. Sedangkan Fino baru tiba di kediamannya tepat pukul 21.00 waktu setempat.
Malam ini, Fino akan mengunjungi sebuah pelabuhan perdagangan barang ilegalnya yang sedang terjadi masalah. Ia pun dengan seenaknya menyuruh Milan untuk ikut bersamanya ke pelabuhan untuk membereskan kekacauan yang terjadi di sana. Padahal Milan sudah ngantuk dan butuh istirahat, karena seharian menemani nyonya Ratu berbelanja oleh-oleh khas negara B untuk di borong ke negara A. Membuat tubuh Milan lelah dan butuh istirahat, ditambah pikirannya yang berkecamuk beberapa hari ini.
"Saya tidak bisa ikut bersama dengan anda, saya sudah ngantuk dan ingin tidur secepatnya" ucap Milan lalu memilih naik ke tempat tidur dan dengan cepat membaringkan tubuhnya.
Fino malah mendekati tempat tidur dan langsung memencet jari-jari kaki Milan, membuat sang empunya meringis kesakitan.
Refleks Milan langsung menendang dada bidang Fino menggunakan kaki kirinya, membuat Fino terjungkal ke belakang.
Milan sempat terkejut dengan ulahnya sendiri yang begitu kasar kepada suaminya. Memang ia refleks akan melawan dan menendang apapun bila terkejut dan merasa dalam bahaya.
"Maafkan saya tuan Fino, saya tidak bermaksud kasar kepada tuan" ucap Milan panik yang sudah berdiri di samping Fino dan ingin menyentuh dada bidang suaminya yang pasti ngilu akibat ulahnya. Walaupun ia membenci lelaki di sampingnya, tetap saja hati nuraninya tidak enak hati bersikap kasar kepada suaminya.
Milan merasa tidak enak hati dengan perbuatannya, ia kembali teringat kepada ayahnya yang juga termasuk anggota The Tiger saat diperlakukan kasar oleh anggota The Tiger yang memiliki kekuasaan tinggi diatas ayahnya, jika berbuat kesalahan sedikit pun dalam menjalankan tugas, dengan cara bagian tubuh atas ayahnya tepatnya bagian dadanya akan mendapatkan pukulan keras hingga membuat dada kekar sang ayah harus lebam bahkan muntah darah.
Fino malah mendorong tubuh Milan hingga terjatuh di lantai. Milan kembali bangkit dan langsung memeluk Fino.
"Maafkan saya tuan Fino, saya tidak bermaksud untuk berbuat kasar kepada tuan" ucap Milan yang langsung memeluk dari belakang tubuh kekar suaminya dengan mata berkaca-kaca.
Hanya diam yang Fino lakukan di peluk oleh Milan, entah mengapa ia merasa nyaman di situasi seperti itu, dan lebih parahnya wanita yang selalu ia ejek malah bertingkah tidak biasanya.
Fino lalu berbalik badan dan langsung menatap manik mata istrinya. Milan pun ikut menatap mata elang suaminya yang sedang mencari-cari tahu tentangnya. Milan lalu mengalihkan pandangannya ke arah dada bidang suaminya yang tertutup kain. Milan mengangkat tangannya untuk menyentuh bekas tendangannya.
Sebelum jemarinya menyentuh tubuh yang tertutup kain itu, Fino dengan cepat menangkap pergelangan tangannya.
"Ada apa dengan mu, jangan bersikap baik kepada ku! ingat itu" ucap Fino dengan penuh selidik yang semakin merapatkan tubuhnya di tubuh sang istri sambil terus memegangi pergelangan tangan istrinya. Milan lalu melepaskan tangannya dengan kasar. Ia pun tersadar dengan aksinya sendiri yang tidak sesuai karakternya yang selalu saja acuh dan bermasa bodoh. Milan pun merasa gugup karena Fino terus saja merapatkan tubuhnya dengannya.
Tanpa menjawab ucapan Fino, Milan hanya menunduk dengan perasaan campur aduk, karena tiba-tiba saja ia kepikiran dengan almarhum ayah handanya. Fino malah memilih berjalan menuju pintu kamarnya, namun baru beberapa langkah, sebuah tangan kembali melingkar di perutnya.
"Maafkan aku" ucap Milan dengan mata berkaca-kaca, sambil memeluk tubuh kekar suaminya.
Fino hanya mampu membeku, tiba-tiba saja jantung nya berdegup kencang. Ia merasakan perasaan aneh di peluk dari belakang, biasanya ia yang selalu memeluk wanita yang berstatus sebagai istrinya, kali ini istrinya lah yang memeluknya.
Bersambung.......
Jangan lupa dukungannya ya teman-teman 🤗
Terima kasih 🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Lena Suprihartini
ditinggalin langsung mleyot nih kayak nya c fino
2021-12-05
0
aliansyah
siapa ya yg mengambil kesucian milan?
2021-10-05
0
Mayrha Yrha
mr fino bersiaplah untuk bucin 😆😆😆😆
2021-09-17
0