Di sebuah kamar tepatnya di lantai dua, dua sosok lelaki sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Rupanya salah satu lelaki tersebut berhasil mengerjai lelaki di sampingnya bersama pemilik penginapan yang mereka tempati.
“Untungnya Nonna berhasil memberikan obat tidur untuk tuan David, bila tidak mungkin aku belum bisa beristirahat seperti ini”gumam Chiko sambil melirik David di sampingnya. “Dan semoga tuan Fino dan Nona Milan bisa berbaikan lagi, kalau dipikir-pikir mereka berdua memiliki kepribadian ganda, sungguh aku pusing mengurusi masalah rumah tangga mereka yang begitu berbelit-belit dan aneh”ucap Chiko sambil menghembuskan napasnya dengan kasar.
Setelah itu, Chiko memilih memejamkan matanya dan tak berapa lama kemudian, iapun tertidur dan terbuai dalam mimpi di samping David.
Sementara kamar yang di tempati oleh Fino dan Milan masih saja seperti gurun pasir yang tidak berpenghuni. Mereka sama-sama saling memunggungi dengan pikirannya masing-masing, bahkan keduanya belum tertidur, padahal sudah larut malam. Fino memilih mengubah posisi tidurnya untuk mencari posisi yang nyaman. Sedangkan Milan tampak kaku memunggungi suaminya.
Apa lelaki aneh itu sudah tidur ya. Batin Milan yang berpura-pura tidur.
Milan pun ikut mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang sambil merentangkan sedikit tangannya dan tak sengaja mengenai rambut Fino. Refleks Fino langsung memegangi tangan Milan yang tidak sengaja menyentuh rambutnya.
“Kau belum tidur”ucap Fino yang langsung menatap Milan dengan penuh selidik.
Sedangkan Milan malah berpura-pura tidur karena terkejut mendengar suara Fino, Milan sedikit membuka matanya sambil mendengkur halus layaknya sedang tertidur pulas. Namun nyatanya Fino sudah mampu membaca gerak-geriknya yang berpura-pura tertidur.
“Rupanya kau sudah tidur gadis tua”ucap Fino dengan seringai licik diwajahnya. Fino langsung mengulurkan tangannya untuk memencet hidung Milan yang tampak kembang kempis.
Milan tidak bisa bernapas akibat ulah suaminya yang sedang mengerjainya. Namun Milan tetap kuat menahan nafas, agar kedoknya tidak terbongkar oleh Fino.
Awas kau lelaki aneh, bisa-bisanya mengerjaiku seperti ini. Batin Milan.
Fino tersenyum tipis melihat wajah Milan yang tampak memerah akibat ulahnya. Ia pun menghentikan kejahilannya. Milan masih saja berpura-pura tidur sambil mengubah posisi tidurnya seperti sedia kala. Hingga sebuah tangan kekar melingkar di perutnya, Milan menjadi membeku dengan jantung yang kembali tidak normal, bahkan hembusan nafas lelaki yang sedang memeluknya begitu terasa di telinganya.
Milan kembali mengatur nafasnya, namun amarah kembali menyelimutinya, dengan kesal Milan melepas tangan kekar yang melingkar di perutnya. Namun sang empu tidak tinggal diam, ia tidak terima penolakan yang dilakukan oleh wanita yang berstatus sebagai istrinya. Fino kembali melingkarkan tangannya di perut sang istri bahkan begitu erat agar tidak lepas.
“Aku bukan guling yang bisa saja kau peluk tuan”ucap Milan yang mulai angkat bicara yang sama sekali tidak menyukai situasi seperti itu.
Fino hanya diam dengan wajah masamnya, tangannya malah berpindah menyentuh g***** K**** Milan dan meremasnya. Tidak hanya itu, ia pun mencium tengkuk istrinya hingga menimbulkan tanda kiss mark, lalu berpindah ke leher jenjang istrinya. Sementara Milan tidak terima di sentuh oleh lelaki dibencinya, walaupun ia sudah halal dan sah secara agama, namun ia tidak ingin Fino mengetahui dirinya yang sudah tidak suci.
Milan seperti monster yang siap memberontak dan menghajar habis-habisan lelaki dibencinya, Milan melakukan semua itu demi kebaikan dan harga diri bersama.
Tangan Milan terangkat naik lalu menarik rambut Fino, sementara lututnya sudah siap ia gunakan untuk menghajar aset berharga Fino. Namun Fino tetap melancarkan aksinya nafsu dan amarah sedang mendominasi pikirannya, Fino malah mengunci pergerakan Milan lalu menindihnya. Pandangan mereka kembali bertemu yang sama-sama di selimuti amarah.
“Aku meminta hak ku”ucap Fino marah dengan tatapan membunuhnya.
“Itu mustahil, karena aku tidak akan melakukannya”ucap Milan dengan amarahnya dan kembali memberontak. Bahkan tempat tidur yang mereka gunakan bergoyang heboh.
Rahang Fino sudah mengeras mendengar ucapan istrinya, ia lalu mencengkram kuat leher Milan hingga terbatuk-batuk.
“Lepaskan aku hah! Uhuk uhukk”ucap Milan dan semakin memberontak.
Fino sama sekali tidak melepaskan cengkeramannya, ia malah mendekatkan wajahnya semakin dekat dan semakin dekat ke wajah istrinya.
“Fino Sia......”
Brukkk
Cup
Tempat tidur yang mereka gunakan roboh, bahkan Fino dan Milan ikut terkejut karena bibir mereka bersentuhan, di tambah tempat tidurnya roboh bahkan ambruk parah. Fino lalu menjauhkan wajahnya, dengan posisi menindih tubuh istrinya. Tiba-tiba keduanya tertawa cengengesan. Fino mengalihkan pandangannya ke sembarang arah sambil tertawa cengengesan dengan perihal yang menimpanya. Begitu halnya Milan yang malah menutup mulutnya, karena tidak mampu mengontrol tawanya.
Amarah yang menyelimuti keduanya hilang seketika akibat pertengkaran di atas tempat tidur yang berakibat robohnya tempat tidur yang mereka gunakan dan berujung dengan tawa cengengesan keduanya.
Sedangkan Nonna yang berada di kamarnya hanya mampu menutup telinganya dengan bantal, dikarenakan suara pertengkaran sepasang suami istri itu sampai terdengar di dalam kamarnya yang pas sekali bersebelahan dengan kamarnya. Mungkin satu penginapan akan mendengar pertengkaran mereka, untungnya hujan deras dan petir mampu menutupi suara pertengkaran sepasang suami istri itu.
“Aduhh bisa-bisa penginapanku hancur akibat ulah tuan Fino dan istrinya. Istrinya juga ada-ada saja, masa suaminya minta haknya malah di semprot atau jangan-jangan istri tuan Fino sedang PMS, he hehe ternyata tuan Fino bisa agresif juga kepada istrinya”ucap Nonna sambil tersenyum di balik selimutnya.
“Astaga Nonna jangan pasang kuping mu kemana-mana di malam hari, itu bukan urusanmu dan tidurlah”ucap suami Nonna yang sudah ambruk di sampingnya.
“Iya-iya sayangku”ucap Nonna.
Masih di dalam kamar sepasang suami istri yang mengalami nasib naas, namun berujung candaan. Fino dan Milan bekerja sama membereskan ke kekacauan yang baru saja ia lakukan. Sepasang suami istri itu mengangkat kasur tempat tidur dan menaruhnya di lantai, setelah itu barulah mereka membaringkan tubuhnya di atas kasur dan tak berselang lama kemudian mereka tertidur karena lelah membereskan kekacauan yang telah di perbuat. Setelahnya mereka terbuai dalam mimpi.
Keesokan Harinya
Fino dan Milan bangun lebih awal, dikarenakan mereka akan kembali melanjutkan perjalanannya. Mereka terlihat sudah berbaikan, Fino dan Milan bergantian menggunakan toilet untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai, mereka lalu bersiap-siap.
Kemudian mereka menghampiri pemilik penginapan untuk berpamitan. Chiko sudah bergabung dengan keluarga Nonna, sehabis memasukkan barang milik majikannya di bagasi mobil. Mereka tampak asik mengobrol di teras rumah bersama keluarga kecil Nonna. Fino dan Milan menghampiri mereka., sekalian untuk berpamitan
“Saya sangat senang tuan Fino menginap di gubuk kami”ucap Nonna sambil tersenyum ramah.
“Tak masalah, Kalau begitu kami permisi”ucap Fino undur diri dari hadapan keluarga Nonna.
“Hati-hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan”ucap Nonna kompak bersama suaminya sambil membungkukkan badannya.
Fino dan Milan sudah berada di dalam mobil sambil menunggu kedatangan Chiko yang sedang berpamitan kepada keluarga Nonna.
“Kamu bekerja dengan baik, oh iya ini cek dari tuan Fino untuk perbaikan penginapanmu dan jangan lupa ganti tempat tidur mu yang baru”ucap Chiko sambil menyerahkan selembar cek bernilai puluhan juta.
“Te-terima kasih, semoga rejeki tuan Fino selalu dilancarkan oleh tuhan dan cepat diberikan momongan”Ucap Nonna terbata melihat angka nominal dari cek tersebut.
“Ya sudah kalau begitu aku permisi dulu, sampai jumpa”ucap Chiko lalu undur diri.
Nonna dan suami hanya mampu melihat kepergian mobil mantan majikannya, ia sangat bersyukur mendapatkan rejeki lebih dari mantan majikannya.
“Lah bu, ini mobil siapa”tanya suami Donna yang melihat mobil terparkir di pekarangan penginapannya.
“Mobil teman lelaki istri tuan Fino. Dia belum bangun-bangun di jam seperti ini”ucap Nonna.
“Milan”
“Milan”
“Hei bu badak, kau tidak melihat wanita cantik bersama ku kemarin”tanya David angkuh yang sedang mencari keberadaan Milan.
“Apa kamu bilang, kurang ajar kau mengatai istriku badak”ucap suami Nonna marah yang ingin menghajar David.
“Tenang sayangku, dia pelanggan kita. Walaupun aku berbadan besar yang jelas kau selalu mencintaiku”ucap Nonna sambil membujuk suaminya. “Dia sudah pergi, jadi jangan cari lagi Nona Milan” ucap Nonna dengan suara lantang.
“Ya sudah aku akan menyusulnya, dan ini bayaran kamarku”ucap David yang menyerahkan beberapa lembar uang kepada Nonna. Setelah itu, iapun bergegas menyusul Milan.
Aku akan membuat Milan tetap berada di samping ku. Batin David.
David mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi untuk dapat menyusul Milan.
Bersambung.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Hua Yin Shuan Xia
Ranjangnya terbuat dri bambu kah thorr..haha
2022-12-27
1
Rahma Aulia
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak sumpah author gendeng...
2021-11-20
0
Dena Regar
david ketinggslanmn🤣🤣🤣😅😅🤣😂🤭
2021-10-13
0