Menjemput paksa

Milan baru saja selesai makan malam dengan lauk pauk seadanya yang sempat ia beli di toko swalayan. Milan lalu berjalan menuju dapur mini untuk membuang sampah bekas makanannya. Untungnya pemilik kontrakan menyediakan tempat sampah di dapur mini kontrakan tersebut. Setelah selesai, iapun mencuci tangan nya terlebih dahulu di wastafel, lalu berjalan menuju kamarnya.

Beberapa barang-barang nya tampak berantakan di atas tempat tidur. Milan kemudian merapikan barang-barang nya, melipat beberapa kain pakaian yang sempat terhambur akibat ulahnya, lanjut membersihkan tempat tidur yang berukuran khusus untuk satu orang.

Kamarnya tampak lebih rapi dan nyaman. Milan kembali duduk di kursi kayu menghadap jendela, sambil memperhatikan langit malam yang hanya dihiasi rembulan. Milan lalu mengulurkan tangannya untuk mengambil kantong kresek di atas nakas yang berisi beberapa bungkus cemilan instan.

Sambil menikmati cemilan instan, Milan kembali memainkan ponselnya untuk melihat informasi penting dari benda canggih tersebut.

"Ngapain David menghubungi ku sampai puluhan kali, dasar tuh orang tidak punya kerjaan, kamu pikir aku ingin menuruti ucapan mu untuk menunggu mu di pon bensin tadi, jangan mimpi kamu lelaki cerewet" omel Milan yang memperhatikan panggilan masuk David.

"Sudahlah lebih baik aku memikirkan perlengkapan kontrakan ini. Aku harus membeli perlengkapan dapur, kipas angin, eem sapu, kain pel dan tempat tidur sepertinya" ucap Milan sambil melirik tempat tidur yang berukuran mini, lalu menyimpan ponselnya.

Sudah dua bungkus cemilan instan, telah ia habiskan. Entah mengapa ***** makan Milan semakin menjadi-jadi, membuat bobot tubuh nya naik drastis, bahkan ukuran branya juga berganti. Sehingga membuat tubuhnya sedikit montok.

"Kenapa ya kondisi tubuh ku berubah? Apa mungkin aku stress dengan pernikahan ku!, hah itu tidak mungkin, orang stress memiliki kondisi tubuh yang kurus kerempeng, lah aku tubuhku pun mulai membengkak" ucap Milan sambil tersenyum dan kembali menatap langit malam.

"Lupakan semuanya, aku tidak ingin larut dalam masalah pernikahan ku. Lebih baik aku tidur, besok aku akan kembali membeli semua perlengkapan kontrakan ini" ucap Milan sambil menghembuskan nafasnya.

Ia pun bangkit lalu berjalan menuju toilet untuk menggosok gigi dan mencuci wajah nya. Setelah selesai, iapun kembali berjalan ke luar dari kamarnya. Untuk kembali memastikan pintu kontrakan nya sudah terkunci atau tidak.

Kini Milan sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur mini yang khusus untuk satu orang. Dan tak berapa lama kemudian ia pun terlelap.

🍁🍁🍁🍁🍁

Sementara Fino memerintahkan Chiko untuk mengerahkan seluruh mata-matanya yang merupakan anggota The Tiger untuk mencari keberadaan Milan.

Fino tampak menopang dagu di dalam mobil yang membawa nya mencari keberadaan istrinya. Sudah satu jam lebih berkeliling di jalan pusat kota mencari Milan.

Awas saja jika aku menemukan mu gadis tua, aku akan memberi mu pelajaran tanpa ampun. Batin Fino dengan wajah datar.

Terdengar notifikasi masuk di ponselnya, Fino dengan cepat membuka notifikasi tersebut. Ia pun tersenyum sinis.

"Anak buah tuan, sudah menemukan keberadaan nona Milan tuan" ucap Chiko, karena ia pun mendapat notifikasi dari salah satu anggota The Tiger.

"Hemm".

Mobil pun melaju kencang menuju lokasi yang di share anak buah Fino.

Kini Fino sudah tiba di sebuah kontrakan yang sangat ia yakini kontrakan istrinya dari informasi anak buahnya. Fino masih berada di dalam mobilnya. Ia hanya memperhatikan dari jendela mobil, suasana kontrakan sudah sepi dan lampu kontrakan tampak padam, karena sepertinya penghuni kontrakan sudah pada tidur. Hanya lampu teras kontrakan yang masih menyala.

Sementara sekitar 5 anggota The Tiger tampak berjaga-jaga di sekitar kontrakan.

Fino lalu turun dari mobilnya, ia pun berjalan menuju sebuah kontrakan yang sudah di jaga ketat oleh anak buahnya. Saat melihat kedatangan tuan Fino, mereka berlima dengan cepat membungkukkan badannya memberi hormat, lalu memberi jalan untuk tuannya.

Tok

tok

tok

Ketukan pintu yang cukup keras yang berulang kali membangunkan penghuni kontrakan tersebut.

"Siapa sih yang malam-malam begini bertamu" ucap Milan kesal karena menganggu tidurnya. Ia pun turun dari tempat tidur dengan kepala sedikit pusing.

Milan terlebih dahulu minum air putih di atas nakas, setelah itu ia pun berjalan menuju ruang tamu dengan menggunakan senter hpnya. Milan memilih mengintip dibalik jendela dari dalam Kontrakan. Namun aksinya di ketahui oleh Fino, karena Fino juga ikut mengintip dibalik jendela yang mampu melihat cahaya penerangan dari ponsel Milan.

Milan terlonjat kaget, saat bersitatap dengan tuan Fino di kaca remang-remang jendela, dengan cepat ia pun memilih menepi di balik pintu.

Aduhhh... ngapain tuan Fino kemari segala. Batin Milan sambil menggigit bibir bawahnya yang sedikit pusing.

Fino kembali menggedor pintu kontrakan Milan dengan kesal, sedari tadi ia menggedor pintu kontrakan Milan bahkan menangkap basah Milan mengintip nya. Tapi masih saja bersembunyi di dalam sana.

"Aku peringatkan kau, dalam hitungan satu sampai tiga, jika masih di dalam sana. Maka kontrakan ini akan aku bakar" ucap Fino dengan suara lantang, bahkan membangunkan tetangga kontrakan disebelahnya.

"Satu.....".

Cklek

"Ada apa mencari ku tuan Fino" ucap Milan dingin yang bersandar di pintu sambil berkacak pinggang.

Fino malah mendekatinya, lalu menarik tangannya.

"Pulang!" bentak Fino.

Milan malah melepaskan tangan Fino dengan kasar. Sementara Chiko hanya memperhatikan mereka dari dalam mobil. Sedangkan lima anggota The Tiger memilih menjauh dari tuannya.

"Maaf, saya tidak bisa ikut dengan tuan Fino. Mulai detik ini, lebih baik kita pisah rumah dan mencari kebebasan masing-masing. Bukankah tuan menginginkan hal ini, jadi mulai sekarang kita tidak perlu lagi bertemu" ucap Milan ketus tanpa menatap wajah suaminya.

Fino kembali mencengkeram kuat lengannya dengan tatapan tajam dan rahang yang mulai mengeras, itu bertanda Fino sedang marah besar. Sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Milan.

"Kau tidak boleh bertindak sesuka, karena hidup mu ada di tangan ku. Jangan sok pintar dengan ucapan mu"ucap Fino berbisik tepat di telinga Milan.

Milan mengepalkan tangannya mendengar ucapan tuan Fino, ia pun melayangkan tinjunya ke perut Fino, dengan sigap Fino langsung menangkap tangan Milan.

"Berhentilah menggunakan tangan mu untuk melawanku, karena bisa saja tangan ini aku potong habis dan memberikannya pada binatang buas" ucap Fino dingin dengan seringai licik diwajahnya.

"Bedebah sialan". Milan kembali memberontak ia pun sudah naik pitam dengan setiap ancaman Fino. Milan kembali melawan Fino, keberaniannya sudah diatas ubun-ubun, yang terpenting ia atau tuan Fino yang akan menang atau tumbang dalam pertarungan kali ini.

Milan melayangkan tendangan di lutut Fino dengan cepat, membuat Fino tersenyum tipis akibat tendangan tersebut. Fino hanya berdiri di tempatnya dengan santai tanpa beban. Milan kembali tidak terima, ia pun kembali ingin menghajar wajah tuan Fino yang super arrogan. Kali ini Fino tidak ingin berlama-lama di tempat itu, yang sudah di intip oleh tetangga-tetangga kontrakan istrinya. Dengan gerakan secepat kilat, dari teknik bela diri Wushu yang sempat ia pelajari, Fino berhasil memelintir kedua tangan Milan hanya menggunakan salah satu tangannya. Lalu iapun mengangkat tubuh Milan layaknya gabah petani di kedua sisi pundaknya.

Kaki Milan meronta-ronta di sisi sebelah kiri. Mau menendang atau melawan sudah tidak bisa, dikarenakan ia hanya mampu menendang angin malam yang berhembus kencang di kakinya. Sehingga Milan hanya mampu pasrah di bawa oleh Fino.

Sedangkan para anak buah Fino memilih mengunci kontrakan istri majikannya. Kemudian mereka kembali membereskan para penghuni kontrakan yang sedari tadi mengintip tuannya.

"Jika kalian ingin selamat, lebih baik diam dan tutup mulut melihat kejadian barusan. Apa kalian paham!" ucap anak buah Fino.

"Ba-baik tuan" ucap mereka serempak dengan tubuh ketakutan.

"Masuklah ke kontrakan kalian, dan hilangkan semua pikiran kalian mengenai kejadian tadi" ucap anak buah Fino sambil menendang pintu kontrakan mereka.

Seketika itu, mereka lari terbirit-birit memasuki kontrakan mereka masing-masing dan mengunci pintunya.

Sementara Fino memasukkan tubuh Milan di dalam mobil dengan kasar di kursi bagian belakang. Lalu iapun duduk di samping Milan dengan wajah datar yang masih saja memegangi kedua tangan Milan agar tidak melawan lagi. Sementara Chiko yang merasa semuanya lengkap, iapun melajukan mobilnya menuju kediaman tuannya.

Aku tidak Sudi di jemput paksa oleh lelaki aneh ini, yang tidak berperikemanusiaan. Batin Milan sambil memalingkan wajahnya dengan kesal.

Tak terasa mobil yang membawa mereka tiba di kediaman tuan Fino. Chiko lalu berlari kecil untuk membukakan pintu mobil tuannya. Fino turun dari mobil sambil menyeret Milan memasuki kediamannya. Tampak para pelayan menyambut kedatangan sepasang suami istri itu dengan senang.

Milan dengan wajah kesalnya hanya mampu terseok-seok mengikuti langkah lebar suaminya. Ia seperti buronan suaminya. Fino menghentikan langkahnya membuat Milan menubruk punggungnya. Fino lalu berbalik dengan tatapan tajam, kemudian kembali pada objek di depan mata yang terlihat sosok wanita paruh baya sedang duduk membelakanginya.

Wanita paruh baya itu berbalik badan, karena merasa seseorang sedang mengintimidasi nya. Fino membelalakkan matanya melihat sosok yang sangat disayanginya.

"Mama".

Fino lalu melepaskan cekalan tangannya dari lengan Milan dan langsung menghambur memeluk ibunya. Milan ikut terkejut dengan kedatangan ibu mertuanya, ia pun memilih mendekati mereka.

"Kalian dari mana saja, mama sedari tadi menunggu kedatangan kalian berdua" ucap nyonya Ratu dengan sedikit senyuman.

"Kami habis jalan-jalan ma" elak Fino lalu melepaskan pelukannya.

Milan lalu membungkuk untuk mencium punggung tangan nyonya Ratu.

"Kamu semakin cantik saja sayang" ucap nyonya Ratu sambil membelai wajah Milan. Walaupun Milan hanya berpenampilan sederhana tapi tetap saja memancarkan kecantikan dari dalam dirinya.

Milan hanya mampu menunduk karena tersipu malu dipuji-puji oleh ibu mertuanya. Lalu iapun duduk di samping Fino.

"Mengapa mama tidak mengabari Fino, jika ingin mengunjungi Fino. Fino takut mama kenapa-kenapa" ucap Fino dengan raut wajah yang kini berubah drastis menjadi sosok penyayang.

"Surprise..ha ha ha, mama hanya ingin memberi kejutan untuk pengantin baru yang sangat mama rindukan" ucap nyonya Ratu diselingi tawa bahagianya.

Untungnya aku menjemput paksa gadis tua ini, bila tidak habislah aku dengan Omelan kasih sayang mama. Batin Fino sambil melirik Milan yang hanya menunduk di sampingnya.

"Ya sudah lebih baik kalian beristirahat saja, mama pun butuh istirahat dan sudah ngantuk" ucap nyonya Ratu lalu bangkit dari duduknya. "Jangan lupa kalian juga harus bekerja keras memberiku cucu" ucap nyonya Ratu sambil menggoda mereka lalu berjalan menuju kamar tamu yang sudah di sediakan oleh para pelayan untuknya.

Milan hanya menunduk dengan perasaan tidak karuan, yang merasa takut dan takut jika mengenai hal tersebut.

Fino pun ikut bangkit dari duduknya, dengan wajah datar.

"Ikut denganku" ucap Fino dingin.

Milan yang sedang menunduk mendongak menatap tajam Fino.

"Kemana?".

"Ke kamar ku bodoh, aku bahkan belum memberimu pelajaran" ucap Fino dingin lalu berjalan menuju kamarnya.

Perasaan Milan kembali tidak tenang, bagaimana mungkin lelaki aneh itu mengajaknya ke kamarnya pikir Milan yang mulai berpikiran negatif tentang suaminya.

Milan lagi-lagi menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya.

"Semoga lelaki aneh itu, tidak berbuat macam-macam kepada ku"gumam Milan, lalu mengikuti langkah kaki suaminya.

Bersambung....

Jangan lupa tinggalkan jejak 😉

Terpopuler

Comments

🍭ͪ ͩ𝐀𝐢𝐬𝐲𝐚𝐡👙B⃠ikini

🍭ͪ ͩ𝐀𝐢𝐬𝐲𝐚𝐡👙B⃠ikini

yach mIlaan adah ketemu😅😅😅

2021-10-08

0

Meylin

Meylin

ko cepet amattt ketauannya Milan 🤔

2021-10-07

0

Syilfi Kurnia

Syilfi Kurnia

Milan udah isi ya Thor?? tokcer abis dah si Fino😂😂 lanjut thorrrr... semangat 💪💪💪

2021-09-22

0

lihat semua
Episodes
1 Seperti Mimpi
2 Memasak
3 Meminta Izin
4 Jangan berbasa-basi
5 Barang pemberian David
6 Tidak Biasanya + Visual Fimal
7 Camp
8 ABG Tua
9 Membereskan musuh
10 Tidak Terima
11 Terjebak Kemacetan
12 Kerokan
13 Pertengkaran di tempat tidur
14 Pisah Rumah
15 Menjemput paksa
16 Memberikan pelajaran
17 Imbalan
18 Bersama Ibu Mertua
19 Mulai Gelisah
20 Perasaan apa ini
21 Memikirkan Mu
22 Taman Bunga
23 Tuan Alberto Cari Masalah
24 Ku Merindukanmu
25 Drama Pagi
26 Di culik
27 Penyelamatku
28 Perhatian
29 Mengunjungi orang terkasih ku
30 Berkepribadian Ganda
31 Debaran
32 Kenyataan yang Menyakitkan
33 Kesedihanku
34 Rencana Milan
35 Pesta
36 Amarah Fino
37 Tak Bisa Bertahan
38 Menyesal
39 Terus Mencari
40 Berakhir Sudah
41 Selamat Tinggal
42 Masa lalu Milan
43 Testpack
44 Desa yang indah
45 Benalu kecil
46 Titik Terang
47 Tiba di kota
48 Berjalan Lancar
49 Siuman
50 Bersamamu
51 Menikah lagi
52 Jujur
53 Terus Bersama
54 Mencurigakan
55 Percobaan Pembunuhan
56 Kebahagiaan Milan
57 Keluarga kecilku
58 Malfin Leo Alexander
59 Perjodohan David
60 Bertunangan
61 Melepasmu
62 Liburan
63 Serangan musuh
64 Mafia Couple
65 Malfin mulai aktif
66 Bertemu keluarga
67 Hamil lagi
68 Kita Saudara
69 Anak Magang
70 Kembali
71 Calon Istri Chiko
72 Chiko siap menikah
73 Pernikahan Chiko dan Novi
74 Tak ingin ditinggal
75 Berpisah sementara
76 Saling merindukan
77 Akhir Bahagia
78 Promosi Novel Baru
79 Extra part 1
80 Extra part 2
81 Extra part 3
82 Promosi Novel Baru
83 Promosi Novel ( Hot Daddy And Miss Mafia )
84 Promosi Novel Baru ( Pengantin Pengganti Tuan Arogan )
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Seperti Mimpi
2
Memasak
3
Meminta Izin
4
Jangan berbasa-basi
5
Barang pemberian David
6
Tidak Biasanya + Visual Fimal
7
Camp
8
ABG Tua
9
Membereskan musuh
10
Tidak Terima
11
Terjebak Kemacetan
12
Kerokan
13
Pertengkaran di tempat tidur
14
Pisah Rumah
15
Menjemput paksa
16
Memberikan pelajaran
17
Imbalan
18
Bersama Ibu Mertua
19
Mulai Gelisah
20
Perasaan apa ini
21
Memikirkan Mu
22
Taman Bunga
23
Tuan Alberto Cari Masalah
24
Ku Merindukanmu
25
Drama Pagi
26
Di culik
27
Penyelamatku
28
Perhatian
29
Mengunjungi orang terkasih ku
30
Berkepribadian Ganda
31
Debaran
32
Kenyataan yang Menyakitkan
33
Kesedihanku
34
Rencana Milan
35
Pesta
36
Amarah Fino
37
Tak Bisa Bertahan
38
Menyesal
39
Terus Mencari
40
Berakhir Sudah
41
Selamat Tinggal
42
Masa lalu Milan
43
Testpack
44
Desa yang indah
45
Benalu kecil
46
Titik Terang
47
Tiba di kota
48
Berjalan Lancar
49
Siuman
50
Bersamamu
51
Menikah lagi
52
Jujur
53
Terus Bersama
54
Mencurigakan
55
Percobaan Pembunuhan
56
Kebahagiaan Milan
57
Keluarga kecilku
58
Malfin Leo Alexander
59
Perjodohan David
60
Bertunangan
61
Melepasmu
62
Liburan
63
Serangan musuh
64
Mafia Couple
65
Malfin mulai aktif
66
Bertemu keluarga
67
Hamil lagi
68
Kita Saudara
69
Anak Magang
70
Kembali
71
Calon Istri Chiko
72
Chiko siap menikah
73
Pernikahan Chiko dan Novi
74
Tak ingin ditinggal
75
Berpisah sementara
76
Saling merindukan
77
Akhir Bahagia
78
Promosi Novel Baru
79
Extra part 1
80
Extra part 2
81
Extra part 3
82
Promosi Novel Baru
83
Promosi Novel ( Hot Daddy And Miss Mafia )
84
Promosi Novel Baru ( Pengantin Pengganti Tuan Arogan )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!