Sebuah mobil sport keluaran terbaru melintas di jalan raya dengan kecepatan tinggi di atas rata-rata jarak tempuh. Salah satu penumpang mobil tersebut terus saja mengomel dan memberikan sumpah serapah kepada pemilik mobil tersebut.
"Turunkan aku di sini tuan, kau pikir jalanan ini milik nenek moyang mu sampai kau harus berkendara ugal-ugalan" bentak wanita tersebut yang tidak lain adalah Milan.
"Aku hanya memperlihatkan kemampuan ku kepadamu Milan, bahwa aku adalah orang yang begitu berpengaruh besar di negara ini" ucap David sambil tersenyum tipis.
"Aku ingin turun" ucap Milan ketus yang memalingkan wajahnya ke arah jendela.
"Tunggu sebentar, bukankah kita sedang melakukan kencan pertama, jadi kau harus terus bersama ku, kemanapun aku akan membawamu" ucap David sambil melirik Milan yang sedang menatap ke seberang jalan.
"Sejak kapan saya setuju berkencan bersama anda?" ucap Milan yang kini pandangan nya tertuju kepada David disertai tatapan membunuhnya, seolah ingin menerkam David hingga membuatnya sampai babak belur.
David hanya tersenyum dan memilih memasuki area mall, ia terlebih dahulu memarkirkan mobilnya di area parkir.
Sementara Milan membulatkan matanya melihat mobil David memasuki area mall. Milan pun mencoba membuka pintu mobil David, akan tetapi dengan santainya David mengunci pintu mobilnya.
"Saya ingin turun" ucap Milan dingin yang berusaha membuka pintu mobil tersebut.
"Tunggulah sebentar, atau aku akan mencium mu di dalam mobil ini" ucap David dengan ancamannya, sambil tersenyum dengan seringai licik diwajahnya.
"Jika tuan berani macam-macam kepada saya, saya tidak segan-segan menghabisi aset berharga anda, bahkan memusnahkannya" ucap Milan ketus dengan tatapan tajam.
"Lihatlah, kau semakin manis dan menggemaskan saja, kalau sedang marah. Ingat baik-baik, aku hanya tidak ingin kau jadi pusat perhatian di mall ini karena datang bersama ku" ucap David enteng.
"Aku tidak peduli, pokoknya aku ingin turun" ucap Milan dengan suara meninggi dan siap melayangkan tinjunya ke wajah tampan David dengan kemarahan yang menggebu-gebu.
"Kau sangat keras kepala sekali. Sebaiknya aku harus membungkam mulut mu dengan sebuah ciuman" ucap David lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Milan.
Sementara Milan yang sudah kenaikan darah tinggi, langsung menghajar David dengan kesalnya. Sungguh ucapan David membuatnya jadi emosional.
Bugh
Dengan gerakan cepat, Milan terus menghajar David hingga babak belur. Wajah tampan David sudah dipenuhi luka lebam, hidung mancungnya mengeluarkan darah segar dan bagian sudut bibirnya mulai mengeluarkan darah. David seperti tercekik dengan Dasi yang melingkari lehernya.
"Ampun...ampun....ampun....kau memang preman pasar" ucap David sambil meringis kesakitan.
Terdengar suara ketukan pintu dari jendela mobilnya. Milan mengerutkan keningnya melihat seorang laki-laki yang sedang mengetuk pintu mobil David.
David lalu keluar dari mobilnya begitu halnya dengan Milan yang ikut turun dari mobil.
"Dari mana saja kau hah...aku bahkan sampai di buat babak belur oleh wanita ini" omel David kepada lelaki dihadapannya sambil menunjuk Milan.
Ingin rasanya lelaki di hadapan David ingin tertawa terbahak-bahak melihat bosnya di hajar oleh seorang wanita, padahal boss nya bergelar pawang wanita.
"Maaf tuan, saya kesulitan mencari barang couple untuk tuan dan nona. Ini semua belanjaannya tuan" ucap lelaki itu yang menenteng dua kantong kresek.
Sementara Milan yang tidak ingin berlama-lama berada di dekat David memilih untuk undur diri.
"Terima kasih atas tumpangannya, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Milan.
"Tunggu...kaki mu bisa terluka jika berjalan tanpa alas kaki" ucap David dengan penuh perhatiannya.
Milan kembali menghentikan langkahnya, ia pun berbalik menatap lelaki yang selalu berbicara dengan kata-kata aneh kepadanya dan benar juga yang dikatakan oleh David.
"Ini sepatu untuk mu" ucap David sambil menyerahkan paper bag untuk Milan.
Milan pun menjadi diam, ia tidak tahu harus mengatakan apa. Jelas-jelas ia sudah membuat David babak belur.
"Dan ini barang belanjaan anda nona" ucap lelaki itu lalu meletakkan kantong kresek di samping kaki Milan.
Milan lagi-lagi diam, ia sudah tidak enak hati kepada David. Sementara anak buah David mulai undur diri dan meninggalkan mereka berdua.
"Aku hanya ingin membantu mu. Ambillah belanjaan itu, bukankah kau harus memasak" ucap David yang tersenyum dengan wajah yang babak belur yang kini bersandar di mobilnya
"Maafkan aku, karena sudah membuat mu babak belur" ucap Milan sambil menunduk.
"Santai saja, cepat pakai sepatu itu" ucap David sambil menghapus darah segar di sudut bibirnya.
Milan pun membuka kotak sepatu itu, ia terkejut melihat sepatu sneaker limited edition yang belum mampu ia beli dengan harga mahal, karena jiwa emak-emaknya masih memenuhi pikirannya jika ingin membeli barang mahal.
Milan langsung mencoba sepatu sneaker tersebut.
"Ukuran nya pass, dari mana dia tahu" gumam Milan.
"Apa kau suka" tanya David.
Milan hanya mampu mengangguk.
"Itu barang couple kita, jadi kau sekarang jadi kekasih ku. Ha ha ha... tidak tidak aku hanya bercanda" ucap David yang menaikkan salah satu tangannya sebagai vis, saat Milan melototi nya dengan tajam.
"Apa tuan memiliki kotak obat"tanya Milan.
"Ada di dalam mobil ku, memangnya kenapa" ucap David yang balik bertanya.
Milan malah membuka pintu depan mobil David, lalu ia pun menghampiri David sambil membawa kotak obat.
"Saya harus mengobati anda tuan" ucap Milan lalu menarik tangan David untuk duduk di kursi di bawah pohon.
David hanya mampu mengikuti langkah kaki Milan.
Dengan hati-hati Milan mulai mengobati luka David akibat ulahnya sendiri. David terus memperhatikan wajah Milan yang sudah berhasil mencuri hatinya.
Aku tidak masalah jika harus babak belur begini, yang jelas bisa selalu berada di dekatmu Milan. Batin David sambil tersenyum dalam hati.
"Kau yang membuat ku babak belur dan sekarang kau sendiri yang mengobati lukaku" ucap David sambil terus menatap Milan hingga pandangan mereka bertemu.
"Makanya jangan berbicara aneh-aneh" ucap Milan ketus dan memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain yang baru saja mengobati luka David.
Lihat saja, aku akan membuatmu jatuh cinta kepada ku Milan. Batin David.
"Terima kasih Milan, eeh bolehkah aku menjadi keka... tidak maksudku....menjadi temanmu" ucap David yang masih tidak berani mengungkapkan isi hatinya situasi seperti ini.
"Hemm" Milan hanya mampu berdehem dengan sedikit senyuman.
"Ayo kita cari makan, ini sudah jam makan siang dan aku akan membawamu ke restoran favorit ku" ajak David.
Milan pun tidak menolak ajakan David, lagian perutnya pun mulai keroncongan.
Mereka kembali masuk ke dalam mobil dan meninggalkan area mall.
Tak terasa mobil yang membawa mereka tiba di restoran Blue yang merupakan salah satu restoran elit di pusat kota.
David berjalan beriringan dengan Milan, mereka seperti pasangan serasi saat memasuki restoran.
David memilih mencari meja di bagian pojokan, ia hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian bersama Milan.
Tak berselang lama kemudian, Fino bersama sekretarisnya memasuki restoran, rupanya ia ada janji bertemu dengan rekan bisnisnya di restoran tersebut.
Bukankah itu nona Milan. Batin Chiko yang mampu mengenali istri tuannya.
Fino pun tak sengaja melihat Milan bersama dengan David, tapi ia tetap berpura-pura tidak melihat keberadaan mereka.
"Tuan Alberto berada di lantai dua tuan" ucap seorang lelaki yang menyambut kedatangan Fino yang merupakan anak buah tuan Alberto.
Fino pun mengikuti langkah kaki lelaki tersebut.
Sedangkan Milan dan David tampak menikmati makanan nya. Milan begitu lahap menyantap makanannya, ia benar-benar cepat lapar akhir-akhir ini.
Fino mulai menghampiri meja yang telah dibooking oleh tuan Alberto. Tuan Alberto begitu senang bertemu dengan Fino Alexander, sosok pengusaha muda sukses yang sangat berpengaruh di negara B dan dari keluarga terpandang.
Tuan Alberto beserta putrinya bangkit dari duduknya dan menyambut kedatangan Fino.
Tak lupa tuan Alberto memperkenalkan putrinya sekaligus sebagai sekertaris di perusahaan nya.
"Perkenalkan ini Gabriela Margareth Alberto putri semata wayang dan sekaligus sekertaris saya di kantor tuan Fino" ucap tuan Alberto dengan ramah yang memperkenalkan putrinya yang begitu cantik dan anggun.
"Gabriela" ucap wanita itu diselingi dengan senyuman manisnya dengan wajah yang super cantik, yang langsung saja tertarik dengan ketampanan Fino.
"Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik nona Gabriela" ucap Fino yang sama sekali tidak tertarik dengan gadis dihadapannya.
"Dengan senang hati tuan Fino" ucap Gabriela yang selalu saja memancarkan senyuman manisnya, yang mulai cari muka dihadapan Fino.
"Baguslah, ayo silahkan duduk tuan Fino" ucap tuan Alberto.
Lalu mereka pun makan siang bersama sambil membicarakan kerja sama perusahaan mereka kedepannya. Apakah mampu bekerja sama dengan perusahaan Alexander atau tidak.
Bersambung......
Jangan lupa dukungannya ya teman-teman 😁
Like, komen, love dan vote yang sebanyak-banyaknya 🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Ukhty Nur Siahaan
jgn2 mila hamil
2021-11-09
0
Dena Regar
milan hamil kaliii
2021-10-13
0
Mahira Almadan
seru2 q sukA
2021-10-12
0