Awali pagi hari dengan senyuman. Seperti yang dilakukan oleh Fino saat ini, baru bangun tidur langsung tersenyum melihat teman tidurnya masih terlelap berbalut selimut.
Fino lalu turun dari tempat tidur dan berjalan menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Di bawah guyuran air shower, Fino kembali membayangkan kejadian tadi malam, dimana dirinya berhasil memberi nafkah batin untuk istrinya dengan cara mengancam. Lagi-lagi Fino tersenyum dibawah guyuran air shower, membayangkan wajah Milan yang tampak pasrah di bawa kendalinya yang selalu saja tergiang-giang di pikirannya.
Setelah selesai melakukan ritual mandi, Fino lalu menyambar handuk kemudian ia lilitkan di pinggang nya dan berjalan menuju ruang ganti.
Tak berselang lama kemudian, Fino keluar dari ruang ganti dengan mengenakan setelan jasnya, sambil menenteng dasi yang belum terpasang di kerah kemeja nya.
Senyuman tipis selalu saja menghiasi wajah Fino yang sedang memasang dasi di pantulan cermin dan sesekali melirik ke arah tempat tidur, dimana Milan masih terlelap di sana, hingga dasi terpasang dengan baik di kerah kemejanya. Fino benar-benar bahagia pagi ini, walaupun hanya 2 jam waktu tidurnya, ia tetap saja fit untuk menjalankan aktivitas nya.
Milan mulai menggeliat sambil membuka matanya untuk mengumpulkan kesadarannya. Sungguh tubuhnya remuk akibat ulah suaminya yang begitu buas, ibarat binatang buas yang menyeruduk nya, sakit dan nikmat jelas ia rasakan. Walaupun ia tidak bisa pungkiri, kejadian tadi malam membuat dirinya seolah terbang keluar angkasa.
Fino mendekat ke arah tempat tidur dengan gaya cool nya, untuk menyaksikan reaksi Milan bangun tidur.
"Kau sudah bangun" ucap Fino yang menatap tajam Milan.
Milan sama sekali tidak menimpali ucapan nya, ia hanya mampu menatap jengah lelaki yang sangat ia benci.
Kau sudah bangun? suara semestinya yang tidak ingin ku dengar, dasar menyebalkan! bahkan semalam aku berteriak untuk menghentikan aksimu, tapi tetap saja kau seolah tuli dan terus menggagahi ku, hingga aku lelah dan pasrah saja menerima semuanya. Batin Milan dengan tatapan kebencian.
Merasa puas menatap wajah kesal Milan, Fino kemudian berbalik badan lalu membuka nakas untuk mengambil sesuatu yang akan membuat Milan semakin kesal bahkan marah besar.
Milan mulai bersandar di badbord tempat tidur sambil terus memegangi selimut tebal yang membungkus tubuhnya, ia masih ingin berlama-lama di atas tempat tidur. Matanya kini beralih menatap punggung suaminya yang sedang menulis sesuatu di atas nakas.
Fino lalu berbalik badan dan langsung bersikadap dengan gaya angkuhnya menatap kembali istrinya.
“Apa aku perlu membantu mu ke toilet”tawar Fino yang melihat Milan terus saja berdengus kesal.
“Aku tidak butuh bantuan mu”ucap Milan acuh yang sedang menatap jendela kamarnya.
“Jangan menyesal, karena kau tidak menerima tawaranku”ucap Fino sambil tersenyum sinis.
Fino kembali mendekat ke arah tempat tidur sambil membungkukkan badanya untuk melihat lebih dekat wajah kesal Milan.
Pakk
Milan membulatkan matanya merasakan selembar kertas tertempel di keningnya. Sedangkan Fino tersenyum puas menempelkan selembar kertas yang berisikan cek di kening istrinya.
“Itu imbalanmu karena sudah melayaniku semalaman, walaupun aku masih belum puas”ucap Fino dengan seringai licik di wajahnya sambil merapikan sedikit tatanan rambutnya.
Selembar kertas yang berisikan cek senilai setengah M membuat harga diri Milan terasa diinjak-injak oleh suaminya.
“Jadi tuan Fino menganggap ku sebagai wanita bayaran”ucap Milan dengan amarah yang menggebu-gebu.
“Ya bisa dikatakan seperti itu, bukankah aku selalu mengatakan bahwa kau hanyalah gadis tua dan murahan. Apalagi kau sudah tidak suci”ucap Fino sambil tersenyum sinis, lalu berjalan menuju pintu kamar.
“Aku tidak akan menerima cek ini tuan Fino, kau benar-benar lelaki b*****k dan selalu berbuat sesukamu, memang aku bukan wanita suci, tapi setidaknya hargai aku”ucap Milan sambil meremas cek tersebut dan melemparnya ke arah Fino hingga mengenai punggung Fino.
Fino yang baru beberapa langkah berbalik badan dan kembali berjongok mengambil cek tersebut.
“Sudah berani kamu ya, tapi tidak masalah berhubung moodku hari ini baik, maka aku sedikit mengampuni kesalahanmu. Di atas nakas masih ada selembar cek yang sama, jadi ambillah, jika sampai cek itu kembali rusak, maka kau akan terima akibatnya, mungkin malam nanti…kau akan menangis histeris. Dan ingat kamar ini di penuhi cctv, apapun yang ingin kau lakukan di kamar ini akan terpantau cctv, jadi ambil cek itu dan simpan dengan baik”ucap Fino dengan tegas sambil terus menunjuk-nunjuk Milan. Setelah itu iapun kembali berjalan keluar kamar hingga punggungnya tidak lagi terlihat.
Milan hanya mampu mengepalkan tangannya di bawah selimut, dadanya begitu sesak, matanya memerah yang sudah di selimuti amarah. Ia ingin sekali melompat dan menjambak rambut Fino, namun semua itu tidak mampu ia lakukan, tubuhnya sama sekali tidak mendukung untuk melawan suaminya.
“Si*lan! kau selalu saja menghinaku lelaki aneh, aku benar-benar tidak terima perlakuan mu”ucap Milan dengan suara meninggi sambil melempar bantal guling.
“Kemarin malam kau mengancamku sekarang kau menghinaku, begitu puas kau membuatku seperti ini tuan Fino Alexander”ucap Milan dengan mata memerah yang sebentar lagi air matanya akan tumpah. Namun Milan tidak ingin menumpahkan kesedihannya hanya karena lelaki yang di bencinya.
Sementara Fino sudah berada di ujung tangga dengan senyum merekah menatap ibunya baru saja keluar dari kamar. Fino langsung menghampiri ibunya untuk mengajaknya sarapan bersama.
“Pagi ma” sapa Fino sambil mencium pipi ibunya.
“Pagi sayang, loh Milan mana”tanya nyonya Ratu yang tidak mendapati keberadaan Milan.
“Masih tidur ma”elak Fino, padahal pagi-pagi sudah berantem. “Lebih baik kita sarapan saja ma”ucap Fino dengan penuh kasih sayang.
“Ya sudah, mungkin Milan lelah melayanimu semalaman”ucap Nyonya Ratu asal.
Fino pun membelalakkan matanya, bagaimana mungkin ibunya tahu semua itu.
Fino lalu menuntun ibunya ke meja makan. Ia terlebih dahulu menarik kursi untuk di duduki ibunya.
“Makasih sayang”ucap nyonya Ratu dengan mata berbinar.
Lalu mereka pun menikmati sarapan bersama tanpa menunggu kedatangan Milan.
Sementara Milan sedang berendam di dalam bathub, sudah satu jam Milan berada di dalam bathub untuk menenangkan pikirannya. Bayangan Fino dengan ancamannya selalu saja terlintas di pikirannya, namun ia tidak ingin ambil pusing dengan masalah tersebut. Tubuhnya di penuhi tanda cinta oleh suaminya.
“Aku harus kuat untuk melawan lelaki aneh itu, mengapa pernikahan ini semakin rumit. Aku pikir dengan menikah mampu membuat semua orang bahagia, tapi tidak dengan diriku yang semakin saja tersiksa. Ayah, ibu aku merindukanmu, maafkan aku karena tidak lagi mengunjungimu”ucap Milan sambil menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya.
Setiap akhir pekan Milan selalu menyempatkan dirinya untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya di perkuburan keluarga Alexander untuk memanjatkan doa dan menjadikan makam kedua orang tuanya sebagai tempat curhat untuk mengeluarkan seluruh unek-uneknya. Namun sekarang ia sudah jauh dari makam kedua orang tuanya, karena saat ini ia sudah menetap di Negara B mengikuti suaminya.
Cukup lama Milan menenangkan tubuhnya di dalam bathub, setelah merasa kedinginan. Milan lalu berjalan dengan gontai untuk membilas tubuhnya di bawah shower. Setelah itu, iapun menyambar jubah mandi untuk menutupi tubuhnya, lalu berjalan menuju ruang ganti.
Kini Milan sudah terlihat segar dengan mengenakan gaun berlengan pendek dibawah lutut berwarna biru dongker. Ia pun sudah berada di meja makan bersama nyonya Ratu yang masih setia menemaninya sarapan. Sudah 4 potongan sandwich Milan habiskan, lanjut nasi goreng kembali ia nikmati, sungguh wanita berwajah manis itu kelaparan.
Nyonya Ratu hanya tersenyum menyeruput teh hijau melihat Milan sarapan. Ia merasa Milan sedang berbadan dua, dari cara gadis itu menikmati sarapannya.
Sementara di tempat lain tepatnya di Perusahaan Alexander Group…..
Fino sudah duduk di singgah sananya memimpin rapat yang sedang berlangsung untuk membahas proyek pembangunan hotel dan mall yang sebentar lagi akan rampung. Seluruh para petinggi perusahaan yang dihadiri sekitar 50 orang dari berbagai divisi tampak serius mengikuti rapat tersebut.
Para pemateri tampak gencar memaparkan materinya dan memberikan hasil akhir yang begitu memuaskan bagi keuntungan perusahaan Alexander grup dengan menampilkan slide berupa nominal angka yang mampu menguntungkan perusahaan setiap tahunnya dari pembangunan proyek tersebut.
Sementara di perusahaan lain….
Seorang lelaki tua sudah mendapatkan identitas gadis yang diincarnya selama ini.
“Rupanya gadis manis ini tinggal di kediaman tuan Fino Alexander”ucap Tuan Alberto sambil tersenyum.
“Mike, apa hubungannya gadis manis ini dengan tuan Fino”tanya tuan Alberto pada sekertaris sungguhannya.
“Sepertinya Nona Milan bekerja di kediaman tuan Fino beberapa bulan ini tuan, karena awalnya nona Milan bekerja sebagai sekertaris adik tuan Fino”ucap Mike.
“Oh begitu, cari tahu terus informasi tentang gadis manis ku”ucap tuan Alberto.
“Baik Tuan”.
“Sepertinya aku harus mengunjungi kediaman tuan Fino untuk melihat langsung gadis manis ku”ucap tuan Alberto yang selalu saja tersenyum membayangkan wajah manis Milan.
“Mike, buatkan aku jadwal untuk bertemu dengan tuan Fino untuk membicarakan kembali kerja sama perusahaan kami, dan kau sudah mengirim Gabriela untuk berkunjung hari ini di perusahaan tuan Fino kan”ucap tuan Alberto menatap tajam sekertarisnya.
“Saya secepatnya akan buatkan jadwal untuk anda tuan dan untuk nona Gabriela mungkin sudah sampai di kediaman tuan Fino”ucap Mike dengan hati-hati.
“Bagus, keluarlah aku ingin sendiri”ucap tuan Alberto sambil mengibaskan tangannya. Karena ia ingin terus membaca identitas gadis pujaan hatinya.
Aku ingin mendapatkan gadis manis ku secepatnya ha ha ha. Batin tuan Alberto dengan seringai licik diwajahnya.
Bersambung……
Mohon dukungannya teman-teman berupa like, love, comment dan vote kalian, terima kasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Rena Yulita
aq gak suka sma vino...
2022-09-10
1
AnnaYuniiza☺️☺️
kurang suka sama milan . masa d gituin sama fino gak ada sedih sedih dan nangisnya .. mlah dia balik marahh .. kurang ngena 😐😐
2021-11-20
0
Miah Restiana
alhamdulillah milan hamil.. biar vino bucin..
2021-10-27
0