Bersama Ibu Mertua

Seorang wanita cantik dengan tubuh bak model berjalan anggun memasuki perusahaan Alexander. Wanita cantik dengan penampilan elegan yang super seksi itu berjalan menghampiri staff resepsionis. Para staff wanita begitu kagum melihat wanita cantik yang nyaris sempurna berjalan ke arahnya, bahkan beberapa karyawan lelaki sempat menghentikan langkahnya hanya untuk melihat sekilas wanita cantik tersebut.

“Saya ingin bertemu dengan tuan Fino Alexander”ucap wanita cantik tersebut sambil membuka kaca mata hitamnya yang tidak lain adalah Gabriela.

“Maaf nona, apa anda sudah memiliki janji sebelumnya untuk bertemu dengan tuan Fino”ucap Staff wanita dengan ramah.

“Saya tidak memiliki janji dengan tuan Fino, tapi saya sudah mengabari sekertarisnya untuk bertemu hari ini dengan tuan Fino”ucap Gabriela santai sambil memainkan kaca matanya.

“Saya akan menghubungi kembali sekertaris tuan Fino, oh iya nona dari perusahaan mana dan atas nama siapa”ucap staff wanita itu dengan ramah.

Gabriela hanya menyerahkan kartu namanya. Staff wanita langsung menghubungi Chiko.

“Baik tuan Chiko” ucap staff wanita itu sambil melirik Gabriela, lalu panggilan mereka berakhir.

“Tuan Fino sedang mengadakan rapat, tuan chiko meminta nona Gabriela untuk menunggu di ruang serbaguna yang berada di lantai 10” ucap staff wanita.

Gabriela langsung berjalan menuju lift yang akan membawanya ke lantai 10. Sedangkan para staff wanita mulai berbisik-bisik perihal Gabriela sosok wanita cantik yang nyaris sempurna.

“Wanita tadi cantik ya, aku sangat iri melihatnya”ucap staff wanita dengan name tag Ayunita yang sempat mengobrol dengan Gabriela.

“Cantik sih cantik tapi sedikit angkuh”timpal teman satunya.

“Siapa ya wanita cantik itu, apa jangan-jangan pacar tuan Fino”sahut lagi wanita di samping Anita.

“Jangan membuat gossip yang tidak-tidak, bisa-bisa kita dapat masalah. Kita lanjutkan kembali pekerjaan kita”ucap Anita.

Sementara Fino baru saja keluar dari ruang rapat diikuti oleh Chiko sang sekertaris. Mereka berjalan menuju lift khusus yang akan membawanya ke lantai tertinggi perusahaan di mana ruangan sang penguasa Alexander berada. Mereka lalu masuk ke dalam lift.

“Nona Gabriela ingin bertemu dengan tuan fino, saya meminta dia untuk menunggu di ruang serbaguna”ucap Chiko yang berada di belakang tuannya.

“Aku tidak ingin bertemu wanita itu, temui saja Chiko dan katakan padanya aku sedang sibuk”ucap Fino acuh.

“Baik tuan”

Lift pun terbuka mereka kembali berjalan menuju ruangan sang direktur utama. Chiko terlebih dahulu membukakan pintu untuk tuannya, setelah memastikan tuan Fino sudah berada di ruangannya, ia pun pamit undur diri untuk menemui Gabriela.

Kini Chiko sudah duduk berhadapan dengan Gabriela. Chiko pun menyampaikan perihal tuan Fino tidak ingin menemui Gabriela.

Sial… tidak biasanya aku diacuhkan oleh seorang lelaki sampai harus menunggu lama, sungguh Fino Alexander begitu angkuh. Padahal aku ingin bertemu dengannya untuk sekedar menggodanya agar luluh dengan kecantikanku. Tapi rencanaku malah gagal, hanya sekretaris bodoh ini yang menemuiku, aku sungguh tidak sabar untuk menghabisi Fino Alexander. Batin Gabriela sambil mengepalkan tangannya menatap Chiko yang sedang duduk di hadapannya.

“Sepertinya saya harus kembali bekerja Nona Gabriela, kalau begitu saya tinggal dulu”ucap Chiko yang sudah bangkit dari duduknya.

“Saya juga ada janji dengan teman saya, lain kali saya akan mengadakan janji untuk bertemu dengan tuan Fino”ucap Gabriela yang ikut bangkit, lalu ia pun undur diri dari hadapan Chiko.

Chiko hanya mampu bernafas dengan lega setelah Gabriela keluar dari ruangan tersebut. Bagaimana tidak, Gabriela sungguh cantik dan seksi membuat siapa saja akan tertarik kepadanya termasuk Chiko sendiri.

🍁🍁🍁🍁🍁

Sementara di kediaman Fino….

Milan begitu senang memasak bersama nyonya Ratu, sesekali mereka saling bercanda dan tertawa riang mengaduk masakan mereka masing-masing.

Sedangkan chef dan para pelayan hanya mampu bantu-bantu memotong sayuran dan menata garnis di atas piring untuk masakan Milan dan nyonya Ratu. Sesekali mereka tersenyum melihat kebersamaan menantu dan mertua yang tampak kompak.

Nyonya Ratu bahkan tidak segan-segan memeluk Milan dan selalu mendoakan hubungan rumah tangga mereka tetap utuh.

"Mama sudah menganggap kamu seperti putri mama sendiri" ucap nyonya Ratu sambil membelai wajah Milan.

"Terima kasih ma, Milan sangat senang bersama mama yang sudah Milan anggap sebagai sosok Ibu bagi Milan" ucap Milan yang ikut tersenyum manis di pelukan hangat ibu mertuanya.

"Sayang, apa kamu sudah menghubungi suami mu untuk mengajaknya makan siang bersama" ucap nyonya Ratu yang melepaskan pelukannya.

Milan hanya mampu menggeleng, bahkan ia tidak tahu nomor telepon suaminya. Apa yang harus ia lakukan. Berkata jujur bisa dapat masalah, bisa saja membuat nyonya Ratu tidak habis pikir dengan hubungan dia dengan Fino yang sama sekali tidak seperti pasangan suami istri.

"Ya sudah, biar mama yang hubungi Fino"Ucap nyonya Ratu, karena melihat raut wajah Milan yang kebingungan. Nyonya Ratu lalu memilih duduk di kursi meja makan sambil bertelepon ria dengan putranya. Sesekali melirik ke arah Milan yang tengah asik mengaduk masakan.

"Fino akan makan siang bersama dengan kita. Dia pingin mencicipi masakan mamanya dan istri tercinta nya" ucap nyonya Ratu sambil tersenyum.

Milan hanya sibuk mengaduk masakan nya.

"Sudah sayang, sebaiknya kamu istirahat dulu. Jangan lupa siap-siap sambut kedatangan suamimu" ucap nyonya Ratu dengan sedikit godaan, lalu mengambil spatula di tangan Milan.

"Baik ma" ucap Milan yang tidak ingin membantah.

Kini mereka sudah duduk di kursi meja makan untuk makan siang bersama. Fino duduk di tengah-tengah mereka sebagai kepala keluarga, sedangkan Milan duduk berhadapan dengan nyonya Ratu. Mereka menikmati makanannya dengan tenang tanpa adanya obrolan. Milan hanya menunduk menikmati masakannya. Sementara Fino terus saja curi-curi pandang menatap Milan.

Setelah selesai makan siang bersama, Fino terlebih dahulu membersihkan tubuhnya sebelum kembali ke perusahaannya. Fino tampak segar dan rapi yang selalu saja kharismatik dengan setelan jasnya. Fino lalu menghampiri ibunya yang sedang duduk bersama Milan di ruang keluarga. Fino kemudian berpamitan kepada ibunya.

"Ma aku pergi dulu, mungkin malam ini aku tidak bisa ikut makan malam bersama mama" ucap Fino, lalu mencium punggung tangan ibunya.

Sementara Milan hanya duduk termenung di samping nyonya Ratu.

"Loh..kok cuman pamit sama mama, pamit juga dong kepada istri mu"Ucap nyonya Ratu sambil menepuk pundak Fino.

Fino lalu membungkukkan badannya menatap Milan yang termenung. Fino mengelus rambut Milan hingga membuat Milan terlonjat kaget. Pandangan mata mereka kembali bertemu. Sementara nyonya Ratu hanya tersenyum melihat pasangan suami istri itu, Iapun memilih menjauh dari mereka.

Cup

"Aku pergi dulu" ucap Fino yang kembali berdiri tegak, lalu berbalik badan.

Sementara Milan hanya diam, sambil memegangi pipinya yang dicium oleh Fino.

"Malam ini, aku pulang larut malam, kau tidak perlu menunggu ku" ucap Fino lalu berjalan menuju pintu utama.

Milan langsung menghapus bekas ciuman Fino di pipinya menggunakan lengan bajunya.

Pergi sana, siapa juga yang ingin menunggu mu pulang lelaki aneh. Aku bahkan sangat senang jika kau tidak pulang semalaman. Batin Milan dengan wajah kesalnya.

Nyonya Ratu kembali menghampiri Milan setelah selesai menunaikan ibadahnya. Dan kembali melanjutkan obrolan yang sempat tertunda.

"Mama ingin menanyakan sesuatu kepada kamu sayang. Apa kamu tidak ikut program kehamilan?" ucap nyonya Ratu dengan penuh selidik.

"Tidak ma" ucap Milan dengan cepat.

"Oh begitu, pernikahan kalian sudah menginjak dua bulan. Apa kamu sudah ada tanda-tanda kehamilan?".

Milan hanya menggeleng, ia tidak tahu harus menjawab apa.

"Apa kamu sudah telat datang bulan" ucap nyonya Ratu yang selalu saja memberikan pertanyaan kepada Milan.

Raut wajah Milan tiba-tiba saja berubah menjadi murung. Ya memang ia sudah telat datang bulan beberapa minggu, bahkan sudah lupa terakhir kali ia datang bulan. Milan kembali diam, ia kembali diserang rasa ketakutan.

Ya Tuhan....aku tidak ingin Hamil. Batin Milan yang sudah di landa ketakutan.

"Sudah jangan terlalu dipikirkan ucapan mama, lain kali kamu ikut saja program kehamilan" ucap nyonya Ratu sambil mengelus tangan Milan agar kembali membuat suasana lebih nyaman bersama Milan. Nyonya Ratu merasa bersalah menanyakan hal tersebut kepada Milan. Apalagi membuat raut wajah Milan menjadi murung.

Milan langsung bangkit dari duduknya dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia langsung meninggalkan ibu mertuanya menuju kamarnya.

Bersambung.......

Jangan lupa tinggalkan jejak 😉

Terpopuler

Comments

🍭ͪ ͩ𝐀𝐢𝐬𝐲𝐚𝐡👙B⃠ikini

🍭ͪ ͩ𝐀𝐢𝐬𝐲𝐚𝐡👙B⃠ikini

dr Awal baca aku udah curiga klo si Milan Hamil..😂😂😂
tpi yg jd pertnyaan nya spa Noh yg Merwanin si Milan..kok si Fino gak Kecewa gtu Tau ai Milan Gak suci lagi???😅😅😅
ada flashback nya gak thoorrr..aku brhrapnya yg Merwanun si Milan Si Fino lah YAch🤭🤭🤭

2021-10-08

3

Hady Jamal

Hady Jamal

sekali " kasih fino pelajaran dong thor,masa milan mulu yg sengsara

2021-09-27

0

Fatma

Fatma

jangan-jangan mila sudah hamil

2021-09-18

0

lihat semua
Episodes
1 Seperti Mimpi
2 Memasak
3 Meminta Izin
4 Jangan berbasa-basi
5 Barang pemberian David
6 Tidak Biasanya + Visual Fimal
7 Camp
8 ABG Tua
9 Membereskan musuh
10 Tidak Terima
11 Terjebak Kemacetan
12 Kerokan
13 Pertengkaran di tempat tidur
14 Pisah Rumah
15 Menjemput paksa
16 Memberikan pelajaran
17 Imbalan
18 Bersama Ibu Mertua
19 Mulai Gelisah
20 Perasaan apa ini
21 Memikirkan Mu
22 Taman Bunga
23 Tuan Alberto Cari Masalah
24 Ku Merindukanmu
25 Drama Pagi
26 Di culik
27 Penyelamatku
28 Perhatian
29 Mengunjungi orang terkasih ku
30 Berkepribadian Ganda
31 Debaran
32 Kenyataan yang Menyakitkan
33 Kesedihanku
34 Rencana Milan
35 Pesta
36 Amarah Fino
37 Tak Bisa Bertahan
38 Menyesal
39 Terus Mencari
40 Berakhir Sudah
41 Selamat Tinggal
42 Masa lalu Milan
43 Testpack
44 Desa yang indah
45 Benalu kecil
46 Titik Terang
47 Tiba di kota
48 Berjalan Lancar
49 Siuman
50 Bersamamu
51 Menikah lagi
52 Jujur
53 Terus Bersama
54 Mencurigakan
55 Percobaan Pembunuhan
56 Kebahagiaan Milan
57 Keluarga kecilku
58 Malfin Leo Alexander
59 Perjodohan David
60 Bertunangan
61 Melepasmu
62 Liburan
63 Serangan musuh
64 Mafia Couple
65 Malfin mulai aktif
66 Bertemu keluarga
67 Hamil lagi
68 Kita Saudara
69 Anak Magang
70 Kembali
71 Calon Istri Chiko
72 Chiko siap menikah
73 Pernikahan Chiko dan Novi
74 Tak ingin ditinggal
75 Berpisah sementara
76 Saling merindukan
77 Akhir Bahagia
78 Promosi Novel Baru
79 Extra part 1
80 Extra part 2
81 Extra part 3
82 Promosi Novel Baru
83 Promosi Novel ( Hot Daddy And Miss Mafia )
84 Promosi Novel Baru ( Pengantin Pengganti Tuan Arogan )
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Seperti Mimpi
2
Memasak
3
Meminta Izin
4
Jangan berbasa-basi
5
Barang pemberian David
6
Tidak Biasanya + Visual Fimal
7
Camp
8
ABG Tua
9
Membereskan musuh
10
Tidak Terima
11
Terjebak Kemacetan
12
Kerokan
13
Pertengkaran di tempat tidur
14
Pisah Rumah
15
Menjemput paksa
16
Memberikan pelajaran
17
Imbalan
18
Bersama Ibu Mertua
19
Mulai Gelisah
20
Perasaan apa ini
21
Memikirkan Mu
22
Taman Bunga
23
Tuan Alberto Cari Masalah
24
Ku Merindukanmu
25
Drama Pagi
26
Di culik
27
Penyelamatku
28
Perhatian
29
Mengunjungi orang terkasih ku
30
Berkepribadian Ganda
31
Debaran
32
Kenyataan yang Menyakitkan
33
Kesedihanku
34
Rencana Milan
35
Pesta
36
Amarah Fino
37
Tak Bisa Bertahan
38
Menyesal
39
Terus Mencari
40
Berakhir Sudah
41
Selamat Tinggal
42
Masa lalu Milan
43
Testpack
44
Desa yang indah
45
Benalu kecil
46
Titik Terang
47
Tiba di kota
48
Berjalan Lancar
49
Siuman
50
Bersamamu
51
Menikah lagi
52
Jujur
53
Terus Bersama
54
Mencurigakan
55
Percobaan Pembunuhan
56
Kebahagiaan Milan
57
Keluarga kecilku
58
Malfin Leo Alexander
59
Perjodohan David
60
Bertunangan
61
Melepasmu
62
Liburan
63
Serangan musuh
64
Mafia Couple
65
Malfin mulai aktif
66
Bertemu keluarga
67
Hamil lagi
68
Kita Saudara
69
Anak Magang
70
Kembali
71
Calon Istri Chiko
72
Chiko siap menikah
73
Pernikahan Chiko dan Novi
74
Tak ingin ditinggal
75
Berpisah sementara
76
Saling merindukan
77
Akhir Bahagia
78
Promosi Novel Baru
79
Extra part 1
80
Extra part 2
81
Extra part 3
82
Promosi Novel Baru
83
Promosi Novel ( Hot Daddy And Miss Mafia )
84
Promosi Novel Baru ( Pengantin Pengganti Tuan Arogan )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!