Membereskan musuh

Tepat pukul 2 dini hari, segerombolan lelaki berpakaian ninja yang berjumlah 10 orang mulai berpencar di area camp. Mereka mengendap-endap mencari tenda seseorang yang akan ia lenyap kan.

Salah satu dari mereka mulai melambaikan tangan, setelah menemukan sebuah tenda yang sangat mereka yakini bahwa itu tenda mangsa yang harus dilenyapkan. Saking semangatnya untuk menghabisi mangsanya, salah satu dari mereka tidak sengaja menginjak ranting kayu sehingga menimbulkan suara.

Mereka pun berhenti sejenak untuk mengamati kondisi di sekitarnya, setelah merasa aman, salah satu dari mereka yang sangat diyakini sebagai ketua mereka mengibaskan tangannya kepada yang lainnya untuk mengepung tenda yang lumayan besar dan berbeda dari yang lainnya.

Sedangkan penghuni tenda tersebut merupakan sepasang suami istri yang sedang terlelap. Dimana sosok suami sedang memeluk sang istri yang ia klaim sebagai bantal guling nya. Namun mendengar langkah kaki seseorang membuat salah satu penghuni tenda tersebut terbangun. Ia pun lebih memilih mendengar situasi di luar sana. Dan dugaannya sangat benar, bahwa seseorang sedang mengintai nya di luar sana. Apalagi saat mendengar langkah kaki seseorang bahkan menginjak ranting kayu yang sangat jelas di indera pendengaran.

Sial!, siapa yang sudah menggangu tidurku. Batin seorang lelaki yang tidak lain adalah Fino.

Fino dengan hati-hati melepaskan pelukannya dari tubuh sang istri. Ia hanya tidak ingin wanita itu terbangun, setelah itu ia mengambil pistol dari bawah bantalnya lalu menyelipkannya di saku jaketnya. Tak lupa ia mengambil sebotol air mineral untuk membersihkan wajahnya.

Semua lelaki berpakaian ninja mulai bersiap untuk menghancurkan tenda tersebut yang semuanya sudah menggengam samurai.

Srett...

Terdengar suara tenda terbuka. Semua lelaki berpakaian ninja melihat ke sumber suara dan saling pandang memberi kode.

“Kalian sudah menggangu tidurku”ucap Fino dingin yang keluar dari tenda, lalu membuka botol air mineral kemudian membasuh wajahnya.

Semua ninja itu bersiap menyerang fino dengan salah satu tangannya menggengam samurai.

Hiaaaa....

“Kalian bisa membangunkan penghuni tenda lainnya”ucap Fino dingin sambil tersenyum menyeramkan, lalu kembali meneguk air mineral yang masih ia pegang.

Seketika itu, semua ninja menghentikan aksinya.

“Lebih baik kau ikut bersama kami, jika tidak ingin membangunkan penghuni tenda lainnya. Karena nyawamu di tangan kami”ucap salah satu ninja yang merupakan ketuanya.

“Ha ha ha Kau bahkan mengancam ku...ha....ha...ha”ucap Fino dengan tawa yang begitu menggelegar di hutan rimba.

“Kau tidak perlu tertawa seperti itu, karena nyawamu sudah ditangan kami”timpal salah satu ninja yang membanggakan dirinya sambil melalukan gertakan dengan mengayunkan samurainya.

Fino hanya mampu bertepuk tangan melihat mereka, dengan tatapan membunuhnya. Sungguh mereka semua orang yang tidak kenal takut terhadap sosok Fino Alexander sang ketua The Tiger.

Tak berselang lama kemudian, muncullah segerombolan lelaki berbaju hitam yang tidak lain adalah anggota The Tiger dengan jumlah 30 orang dan salah satunya adalah Chiko, mereka langsung mengelilingi para ninja tadi.

Semua lelaki yang berpakaian ninja hanya mampu menelan ludahnya dengan kasar, nyalinya mulai menciut saat di kepung oleh anggota The Tiger. Mereka semua tidak bisa berkutik dengan todongan sebuah pistol dari masing-masing anggota The tiger.

“Bawa mereka ke markas, cukup mudah membereskan musuh kecilku”ucap Fino dingin dengan tatapan membunuhnya.

“Baik boss”ucap mereka kompak. Lalu menyeret dengan paksa para ninja tadi.

Sementara Fino memerintahkan lima anggota The Tiger untuk menjaga tenda istrinya.

“Kerja bagus, Chiko”ucap Fino sambil memukul pundak Chiko.

“Ini sudah menjadi tugas ku tuan” ucap Chiko sambil tersenyum.

Kau bahkan tidak bisa melihatku beristirahat tuan, bahkan menghubungi wanita pujaan hatiku saja begitu sulit...sepertinya dia sudah membenciku..hufff. Batin Chiko dengan sedikit senyuman dipaksakan.

Untungnya mereka sudah menduga sebelumnya, bahwa akan ada penyerangan dari para musuhnya dari Kelompok XX dengan ciri khas menggunakan pakaian ninja. Sehingga miss komunikasi mereka terjalin dengan baik dengan anggota The Tiger, bahkan Chiko dan anggota The Tiger lainnya selalu mengintai tenda tuannya diatas pohon.

“Bagaimana langkah selanjutnya tuan”tanya Chiko yang sedang menatap Fino yang tengah meregangkan otot-ototnya.

“Menghabisi mereka”ucap Fino dingin.

“Siapa ya ketua dari kelompok ninja itu”gumam Chiko.

“Lambat laun ketua mereka akan datang kehadapan ku”ucap Fino dengan seringai licik diwajahnya yang berhasil mendengar gumaman Chiko.

Chiko hanya mampu manggut-manggut, sementara beberapa anggota the tiger senantiasa berdiri dibelakang ketua the tiger yang baru sebulan menduduki posisi tertinggi menggantikan posisi adiknya yakni Darren Alexander Tiger.

“Kau tetap disini Chiko, jika ada masalah cepat hubungi aku”ucap Fino.

“Baik tuan, saya akan berjaga-jaga di lokasi ini”Ucap Chiko

Fino bersama anggota the tiger melangkahkan kakinya menuju salah satu markas mereka yang berada di tengah hutan rimba. Mereka berjalan menyusuri hutan tanpa adanya penerangan, dan itu merupakan kebiasaan mereka untuk tidak diketahui oleh para musuhnya jika sedang berada di dalam hutan.

Kini mereka sudah sampai di sebuah bangunan kayu yang masih terawat yang berdiri kokoh di dalam hutan dengan memiliki lampu penerangan dari gengsek dan disampingnya terdapat pohon cemara yang tumbuh dengan suburnya. Beberapa anggota the tiger tampak bersiaga di sekeliling bangunan tua tersebut. Saat melihat kedatangan Fino, mereka lalu membungkuk memberi hormat, setelah itu mereka berjalan bersama-sama memasuki bangunan kayu tersebut.

“Di mana mereka”tanya fino kepada salah satu anak buahnya.

“Di penjara bawah tanah tuan” ucap anggota the tiger.

Lalu mereka membawa fino menuruni anak tangga menuju penjara bawah tanah yang mereka maksud.

Tampak semua ninja tadi sudah babak belur dan sekarang sudah di rantai di setiap tiang besi. Para ninja tadi kembali diselimuti ketakutan saat mendengar langkah kaki mulai mendekat ke arahnya. Jika di beri pilihan lebih baik mereka mengakhiri hidupnya saja dari pada harus menerima siksaan yang begitu menyakitkan.

Fino tampak berjalan dengan gaya coolnya yang sedang memegang pistol di tangan kirinya.

Semua ninja tampak ketakutan melihat Fino berada di penjara bawah tanah, baru saja mendapat penyiksaan, sekarang mereka kembali kedatangaan lelaki yang ingin mereka lenyap kan.

Fino berjalan mendekati mereka satu persatu, setelah puas, iapun memilih berdiri ditengah-tengah mereka. Sambil memejamkan matanya, Fino mengarahkan Pistolnya kepada salah satu ninja di hadapannya.

Dor....

Satu tembakan berhasil bersarang di kepala ninja dihadapannya. Fino kembali tersenyum menyeramkan dan iapun kembali menembaki seluruh ninja tadi, tidak kurang dari 5 menit fino berhasil menghabisi musuhnya.

“Bereskan semuanya gogo”ucap Fino dingin kepada anggota the tiger yang ia percayai menjaga penjara bawah tanah tersebut.

“Siap boss”ucap Gogo sambil membungkukkan badannya.

Kemudian Fino berjalan menaiki anak tangga menuju sebuah ruangan yang sudah disediakan untuknya.

Sementara seorang wanita tampak mengamuk di dalam tendanya, ia tidak terima jika anak buahnya tertangkap..yang berarti rencananya untuk melenyapkan ketua The Tiger tidak berhasil.

“Akkh sial....aku tidak terima semua ini!, awas saja kau fino. Kau akan bertekut lutut di hadapanku atas gagalnya rencana ku”Ucap seorang wanita yang begitu marah.

“Tenanglah sayang, jangan sampai ada yang mendengar kemarahan mu”ucap lelaki tua bangka sambil mendekap wanitanya.

“Kau juga harus membantuku, jika rencana kita terus gagal, bisa-bisa si F mengetahui kita berdua yang ingin melenyapkannya”ucap wanita itu yang masih saja marah.

“Tidurlah, masih ada hari esok untuk menghabisinya”ucap lelaki tua bangka sambil tersenyum sinis.

🍁🍁🍁🍁🍁

Keesokan Harinya.....

Milan sudah terbangun lebih awal, iapun melihat disekelilingnya sudah kosong. Milan tidak ambil pusing, entah kemana perginya Fino. Yang terpenting ia harus segera ke toilet umum yang berada di lokasi camp. Ia tidak ingin antri menggunakan toilet umum, walaupun terdapat 5 toilet umum di lokasi camp, tetap saja milan tidak menyukai mengantri di tempat umum tersebut.

“Nyonya sudah bangun”ucap Suci si pelayan wanita.

“Hemm”.

“Kami sudah menyiapkan makanan siap saji untuk nyonya, apa kami harus membawanya ke tenda nyonya” ucap sasa sambil tersenyum ramah.

“Ya taruh saja, aku ingin ke toilet dulu. Suci bisakah kau menemaniku ke toilet”Ucap Milan.

“Baik nyonya, dengan senang hati Suci siap melayani nyonya”Ucap Suci sambil tersenyum ramah.

Mereka pun berjalan bersama-sama menuju toilet.

Kini Milan sudah terlihat segar dengan pakaian santainya dan senyuman terukir di bibirnya, saat menatap makanan siap saji yang begitu menggunggah selera.

“Buatkan lagi satu porsi untuk tuan Fino, karena semua makanan ini akan aku habiskan”teriak Milan kepada pelayan wanita.

“Baik Nyonya”ucap Sasa yang mampu mendengar teriakan majikannya.

Tak berselang lama kemudian, Fino tampak berjalan menuju tendanya. Ia pun terlihat rapi dengan pakaian santainya. Fino berhenti sejenak, melirik sekilas para pelayan dan pengawal sedang duduk bersama.

Ia pun memilih masuk ke dalam tendanya dan mendapati Milan sedang menyantap makanan siap saji berupa dua mangkuk mie instan dan bubur siap saji.

"Kau begitu rakus soal makanan" ucap Fino sinis yang sudah duduk berhadapan dengan Milan.

Sementara Milan hanya menunduk menikmati makanan nya. Ia tidak peduli dengan ucapan lelaki arogan di hadapannya. Sedangkan Fino merasa diacuhkan kembali mengucapkan kata-kata pedas.

"Kau sama sekali tidak berpenampilan seperti wanita terhormat, maklum saja kau hanya gadis tua rendahan"ucap Fino sinis yang kembali merendahkan Milan.

Brakk

Milan pun menggebrak meja makannya, ia menghentikan menyantap makanannya, sungguh ia benar-benar terpancing emosi dengan ucapan yang dilontarkan oleh suaminya.

"Apa anda begitu puas, selalu menghina saya tuan Fino Alexander"ucap Milan dengan tatapan tajam.

"Ya aku sangat puas menghina mu, karena kau hanya gadis rendahan" ucap Fino sambil tersenyum sinis.

Plakkk

Milan berhasil melayangkan tamparan di wajah arogan Fino, entah mengapa keberanian nya muncul seketika. Sementara Fino memegangi wajahnya dengan tatapan membunuhnya. Karena ia tidak terima di tampar oleh wanita di hadapannya.

Fino langsung mendorong tubuh Milan, kemudian ia pun menindih tubuh Milan dengan wajah bengisnya. Pandangan mata keduanya beradu dengan tatapan kebencian.

Bersambung.......

Jangan lupa dukungannya teman-teman 🤗

Biar aku semangat nulisnya 😁

Terpopuler

Comments

Anis Anis

Anis Anis

apa yg mengaku ayah dan anak yg anak ya nama sebenarnya sarah , apa mungkin wajah sarah opelasi plastik untuk membalas dendam kepada kakak beradik

2022-01-04

0

Zaenab Kadir

Zaenab Kadir

semangat author

2021-11-22

0

Zaenab Kadir

Zaenab Kadir

semangat

2021-11-22

0

lihat semua
Episodes
1 Seperti Mimpi
2 Memasak
3 Meminta Izin
4 Jangan berbasa-basi
5 Barang pemberian David
6 Tidak Biasanya + Visual Fimal
7 Camp
8 ABG Tua
9 Membereskan musuh
10 Tidak Terima
11 Terjebak Kemacetan
12 Kerokan
13 Pertengkaran di tempat tidur
14 Pisah Rumah
15 Menjemput paksa
16 Memberikan pelajaran
17 Imbalan
18 Bersama Ibu Mertua
19 Mulai Gelisah
20 Perasaan apa ini
21 Memikirkan Mu
22 Taman Bunga
23 Tuan Alberto Cari Masalah
24 Ku Merindukanmu
25 Drama Pagi
26 Di culik
27 Penyelamatku
28 Perhatian
29 Mengunjungi orang terkasih ku
30 Berkepribadian Ganda
31 Debaran
32 Kenyataan yang Menyakitkan
33 Kesedihanku
34 Rencana Milan
35 Pesta
36 Amarah Fino
37 Tak Bisa Bertahan
38 Menyesal
39 Terus Mencari
40 Berakhir Sudah
41 Selamat Tinggal
42 Masa lalu Milan
43 Testpack
44 Desa yang indah
45 Benalu kecil
46 Titik Terang
47 Tiba di kota
48 Berjalan Lancar
49 Siuman
50 Bersamamu
51 Menikah lagi
52 Jujur
53 Terus Bersama
54 Mencurigakan
55 Percobaan Pembunuhan
56 Kebahagiaan Milan
57 Keluarga kecilku
58 Malfin Leo Alexander
59 Perjodohan David
60 Bertunangan
61 Melepasmu
62 Liburan
63 Serangan musuh
64 Mafia Couple
65 Malfin mulai aktif
66 Bertemu keluarga
67 Hamil lagi
68 Kita Saudara
69 Anak Magang
70 Kembali
71 Calon Istri Chiko
72 Chiko siap menikah
73 Pernikahan Chiko dan Novi
74 Tak ingin ditinggal
75 Berpisah sementara
76 Saling merindukan
77 Akhir Bahagia
78 Promosi Novel Baru
79 Extra part 1
80 Extra part 2
81 Extra part 3
82 Promosi Novel Baru
83 Promosi Novel ( Hot Daddy And Miss Mafia )
84 Promosi Novel Baru ( Pengantin Pengganti Tuan Arogan )
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Seperti Mimpi
2
Memasak
3
Meminta Izin
4
Jangan berbasa-basi
5
Barang pemberian David
6
Tidak Biasanya + Visual Fimal
7
Camp
8
ABG Tua
9
Membereskan musuh
10
Tidak Terima
11
Terjebak Kemacetan
12
Kerokan
13
Pertengkaran di tempat tidur
14
Pisah Rumah
15
Menjemput paksa
16
Memberikan pelajaran
17
Imbalan
18
Bersama Ibu Mertua
19
Mulai Gelisah
20
Perasaan apa ini
21
Memikirkan Mu
22
Taman Bunga
23
Tuan Alberto Cari Masalah
24
Ku Merindukanmu
25
Drama Pagi
26
Di culik
27
Penyelamatku
28
Perhatian
29
Mengunjungi orang terkasih ku
30
Berkepribadian Ganda
31
Debaran
32
Kenyataan yang Menyakitkan
33
Kesedihanku
34
Rencana Milan
35
Pesta
36
Amarah Fino
37
Tak Bisa Bertahan
38
Menyesal
39
Terus Mencari
40
Berakhir Sudah
41
Selamat Tinggal
42
Masa lalu Milan
43
Testpack
44
Desa yang indah
45
Benalu kecil
46
Titik Terang
47
Tiba di kota
48
Berjalan Lancar
49
Siuman
50
Bersamamu
51
Menikah lagi
52
Jujur
53
Terus Bersama
54
Mencurigakan
55
Percobaan Pembunuhan
56
Kebahagiaan Milan
57
Keluarga kecilku
58
Malfin Leo Alexander
59
Perjodohan David
60
Bertunangan
61
Melepasmu
62
Liburan
63
Serangan musuh
64
Mafia Couple
65
Malfin mulai aktif
66
Bertemu keluarga
67
Hamil lagi
68
Kita Saudara
69
Anak Magang
70
Kembali
71
Calon Istri Chiko
72
Chiko siap menikah
73
Pernikahan Chiko dan Novi
74
Tak ingin ditinggal
75
Berpisah sementara
76
Saling merindukan
77
Akhir Bahagia
78
Promosi Novel Baru
79
Extra part 1
80
Extra part 2
81
Extra part 3
82
Promosi Novel Baru
83
Promosi Novel ( Hot Daddy And Miss Mafia )
84
Promosi Novel Baru ( Pengantin Pengganti Tuan Arogan )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!