"Kau ....."ucap Milan terlonjat kaget.
"Senang bertemu dengan mu cantik" ucap lelaki itu, sambil tersenyum menatap Milan.
Milan sedikit kaget melihat sosok lelaki di sampingnya yang sedang menatapnya. Milan lalu buru-buru menghabiskan makanannya hingga menyeruput kuah mie ayam hingga tak tersisa. Milan kembali menghabiskan segelas teh manis yang membuatnya lebih rileks.
"Alhamdulillah, perutku sudah kembali terisi" gumam Milan sambil mengelus perutnya yang sedikit buncit karena efek kekenyangan.
Entah mengapa nafsu makannya akhir-akhir ini menjadi bertambah bahkan dua kali lipat. Tidak biasanya ia memiliki nafsu makan seperti itu. Palingan satu buah apel mampu mengganjal perut nya hingga jam makan siang.
Milan lalu bangkit dari duduknya, ia pun seolah-olah ingin cepat meninggalkan tempat tersebut. Apalagi melihat kedatangan seseorang yang juga sedang cari masalah dengannya.
"Mau kemana, aku bahkan belum berbincang-bincang dengan mu, ini pertemuan kita yang ketiga kalinya yang artinya kita berjodoh" ucap lelaki itu sambil memegang pergelangan tangan kanan Milan, Lelaki itu tak lain adalah David Mayer kakak Rissa.
"Lepasin" bentak Milan yang bermode galak.
Namun David malah tersenyum menatap wajah Milan yang terlihat kesal. Sungguh ia sangat menyukai wanita yang sedang kesal namun terlihat menggemaskan.
"Lihatlah dirimu sangat manis, kau tampak cantik mengenakan baju bermotif bunga-bunga yang sama halnya dengan diriku yang lagi dibuat berbunga-bunga oleh dirimu"ucap David tersenyum sambil memperhatikan penampilan Milan dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Berhenti menatap ku tuan, jangan sampai mata anda hilang dari tempatnya" ucap Milan dingin dengan tatapan tajam.
"Ha ha ha....kau semakin manis saja kalau sedang marah, kecantikan mu semakin bertambah" ucap David tersenyum yang memuji kecantikan Milan.
Milan semakin kesal dengan sikap David yang begitu pecicilan. Tanpa basa-basi, Milan lalu melayangkan tendangannya ke bagian lutut David dan kembali memukul dengan keras bagian perut David, membuat sang empunya meringis kesakitan.
"Huuh gila, teknik bela diri mu hebat juga" ucap David yang merasakan kesakitan, baru pertama kali ia mendapatkan perlakuan kasar dari seorang wanita.
"Itu hanya pelajaran untuk mu tuan, jadi jangan pernah mengganggu saya, jika tidak ingin lutut dan organ tubuh lainnya menjadi hantaman ku " ucap Milan sambil tersenyum sinis.
David masih saja memegangi perutnya yang terasa sakit.
Milan pun berlalu meninggalkan David yang masih kesakitan. Ia tidak ingin berlama-lama di tempat tersebut, jangan sampai ia kebablasan membunuh lelaki yang membuatnya kesal.
"Kau semakin menarik Milan, lihat saja kau akan menjadi milikku" ucap David dengan seringai licik diwajahnya, sambil memegangi perutnya.
Milan terlihat linglung berjalan kaki di tengah trik matahari yang semakin panas. Walaupun ia beberapa kali ke negara B, tapi tetap saja negara orang tetaplah negara asing baginya. Tak satu pun angkutan umum melintas di daerah itu.
Sementara sebuah mobil sport terus mengikuti Milan dari arah belakang, saat Milan berhenti sejenak, mobil yang mengikutinya kembali berhenti mendadak. Milan mampu melihat situasi dan kondisi, seperti saat ini ia selalu berpura-pura menghentikan langkahnya untuk mengetahui motif seseorang yang selalu saja mengikutinya.
"Kau tidak akan menemukan angkutan umum di daerah ini, di depan sana sedang ada perbaikan jalan" ucap lelaki tersebut dari dalam mobilnya yang terlihat cool dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
"Kau lagi.. sudah aku katakan jangan pernah mengganggu ku" ucap Milan marah dengan suara meninggi disertai tatapan tajam.
"Masuklah, jangan sampai orang lain menganggap kita sedang berantem" ucap David sambil tersenyum.
Milan bahkan memilih berjalan kembali, ia tidak ingin meladeni David yang selalu saja mengikutinya dari belakang. Tanpa Milan sadari tiba-tiba saja tali sendal jepitnya putus.
"Sial, mengapa di situasi seperti ini malah putus, ini semua gara-gara lelaki pecicilan itu" ucap Milan kesal sambil memegang sendal tak berguna itu, Milan dengan terpaksa memilih berjalan nyeker.
Sementara David yang sedari tadi mengikuti Milan, menjadi tidak tega melihat gadis pujaan hatinya berjalan tanpa mengenakan alas kaki. Dengan gerakan cepat, David mengangkat tubuh Milan layaknya karung beras.
"Hei turunkan aku" ucap Milan memberontak.
Bugh
Milan masih saja melakukan perlawanan, namun David tidak peduli walaupun punggung dan pinggang nya encok akibat pukulan Milan yang cukup keras. Tapi ia berhasil memasukkan Milan ke dalam mobilnya.
"Huff, tidak tahu terima kasih, aku hanya ingin membantu mu. Apa kau ingin terus berjalan sampai kaki mu terluka, bengkak dan terkelupas akibat panasnya aspal jalanan hah" ucap David sambil memasangkan Milan sabuk pengaman, Milan hanya bisa mengepalkan tangannya. David lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat tersebut.
Milan menjadi bungkam, ia sudah berprasangka buruk kepada David. Tapi tetap saja Milan bukanlah gadis yang lemah lembut yang mampu memaafkan kesalahan orang lain yang berbuat jahat kepadanya.
"Kau sepertinya tidak tahu arah jalan di negara ini, jika ingin berkeliling di negara ini, aku siap menemani mu kapan pun itu" ucap David tersenyum tipis.
"Jangan berbasa-basi tuan, cepat katakan...apa motif anda mengikuti saya" ucap Milan dengan pandangan lurus ke depan.
"Karena aku menyukaimu" ucap David enteng sambil tersenyum dengan pandangan lurus ke depan yang tetap saja fokus mengendarai mobil nya.
"Oh.. tapi saya tidak menyukai anda, sebaiknya buang jauh-jauh perasaan anda terhadap saya, karena saya sudah memiliki su....." ucap Milan yang tidak bisa melanjutkan ucapannya, ia kembali tersadar dengan apa yang hampir saja ia ucapkan.
"Sudah memiliki suami atau pacar... begitu maksudmu. Agar aku tidak mengejar mu kan?" ucap David dengan tebakannya sambil melirik Milan.
Milan kembali terdiam, ia hampir saja keceplosan. Ia tidak ingin masalah pribadinya di ketahui oleh orang lain.
"Lihatlah di saluran tv sore ini, karena kita akan jadi trending topik" ucap David tersenyum kemenangan.
"Apa maksud mu tuan" ucap Milan yang terkejut dengan ucapan David.
"Kau sama sekali tidak mengenalku sampai harus bertanya kepada ku" ucap David yang kembali melirik Milan.
"Saya sama sekali tidak mengenal anda tuan" ucap Milan acuh yang hanya melihat ke sebrang jalan.
"Ha ha ha... kau cari tahu saja sendiri tentang ku, jangan sampai kau akan tergila-gila kepada ku karena melihat sosok David Mayer yang sangat di kagumi oleh kaum wanita" ucap David enteng yang sedikit membanggakan dirinya.
"Antarkan saya ke toko swalayan tuan" ucap Milan yang sama sekali tidak tertarik apalagi kepo terhadap lelaki di samping nya.
"Baiklah, kemana pun kamu pergi aku akan setia mengantarmu Milan" ucap David sambil tersenyum yang berhasil menyebutkan nama Milan.
Dari mana lelaki pecicilan ini mengetahui namaku, awas saja jika dia terus mengulik identitas ku. Batin Milan.
Sementara di perusahaan Alexander Group cabang B....
Fino baru saja selesai memimpin rapat bersama para petinggi perusahaan Alexander Group. Semua orang yang berada di ruang rapat selalu saja merasakan ketegangan jika bersama Direktur mereka. Saat Fino berjalan menuju pintu keluar, semua para petinggi perusahaan hanya mampu bernafas dengan lega.
"Syukurlah kita selamat, hampir saja tuan Fino melahap ku hidup-hidup hanya karena salah pengucapan kalimat kepada berkas penting ini" ucap Lelaki itu sambil memukul map berkasnya.
"Jangankan kamu, aku pun menggigil ketakutan saat pak direktur meminta saya untuk menghitung kembali angka pendapatan perusahaan bulan ini" timpal lelaki yang satu.
"Sepertinya mood pak Direktur buruk, karena hanya masalah sepele saja kita jadi sasarannya" ucap lagi lelaki yang satu.
"Sudah-sudah lebih baik kita bubar, saatnya bekerja keras" ucap teman satunya sambil tersenyum.
Sementara Fino, sedari tadi wajahnya terlihat kesal. Ia masih tidak bisa terima dengan ucapan Milan yang menohok kepadanya. Wanita itu cukup hebat menentangnya.
"Jadwal tuan selanjutnya bertemu dengan pihak perusahaan XX di restoran Blue" ucap Chiko.
"Hemm" ucap Fino yang sedang menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya.
"Saya baru saja dapat laporan dari anak buah tuan, bahwa nona Milan sedang bersama seorang lelaki" ucap Chiko dengan hati-hati.
"Biarkan saja gadis tua itu bersenang-senang di luar, lagian aku sama sekali tidak peduli dengan nya" ucap Fino sambil tersenyum sinis.
Tiba-tiba saja sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselnya.
Fino dengan Santai membuka isi dari notifikasi tersebut. Fino memasang wajah yang sulit diartikan saat melihat notifikasi berupa gambar Milan yang sedang dalam gendongan seorang lelaki.
Dengan gerakan cepat, Fino langsung menekan tombol hapus lalu kembali menyimpan ponselnya. Fino memilih duduk di kursi kebesarannya lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Ia jadi kesal melihat notifikasi tersebut yang berupa foto seseorang.
Bersambung....
Jangan lupa dukungannya teman-teman 🤗
Berupa Like, comment dan vote kalian.
Terima kasih 🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Zaenab Kadir
yes
2021-11-22
0
zhinta
dah deh bang fino gk usah sok sok an ntar kenak penyakit bucin akut baru lha kau tau rasa😊
2021-10-23
0
Dena Regar
David lelaki gentleman.👍👍👍👍
2021-10-13
2