Milan yang berada di ambang pintu masih saja merasa gugup untuk masuk ke dalam kamar suaminya, entah mengapa setiap kali berhadapan dengan suaminya tiba-tiba saja, nyalinya menjadi menciut. Apakah lelaki yang di dalam sana merupakan monster mengerikan baginya yang mampu membuatnya menjadi ketakutan.
“Masuklah” ucap Fino dingin, lalu berjalan menuju sofa.
“I-iya tuan”ucap Milan terbata, lalu masuk ke dalam kamar suaminya untuk meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja.
Fino hanya memperhatikan Milan yang sedang menata makanan di atas meja.
“Silahkan tuan”ucap Milan sambil menunduk yang baru saja meletakan makan malam untuk suaminya.
“Hemm”
“Apa saya boleh keluar?” tanya Milan.
“Keluarlah, lagian keberadaan mu di sini membuat nafsu makan ku berkurang” Ucap Fino ketus.
Yee siapa juga ingin berlama-lama di kamar mu tuan Fino yang aneh.
Ya Tuhan bukannya aku tidak ingin melayani suamiku dengan baik, tapi inilah jalan satu-satunya agar kami tidak saling dekat dan aku merasa lebih baik jika diperlakukan seperti ini, tapi aku pun merasa berdosa jika tidak mampu melayani suamiku dengan baik. Batin Milan yang sudah bisa membatin dengan ucapan suaminya.
“Saya permisi dulu tuan” ucap Milan lalu undur diri dari hadapan suaminya.
Sementara Fino sudah menyantap makan malamnya. Sampai saat ini ia masih saja tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan Milan. Bahkan sifat arogannya semakin menjadi-jadi kepada Milan.
Milan memasuki kamarnya dengan wajah murung, ia lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Pikirannya mulai kemana-mana, sebenarnya ia sangat bahagia menjalani hari-harinya sebelum terikat dengan sebuah pernikahan dengan kakak majikannya. Ia merasa bebas tanpa adanya beban hidup, saat masih sendiri. Memang benar kata pepatah lebih baik sendiri tapi menyenangkan daripada memiliki pasangan yang hanya membuat kita tersakiti jika tidak saling mencintai.
“Apakah pernikahan ini bisa bertahan lama atau tidak”ucap Milan sambil menatap langit-langit kamarnya.
“Hoaaaaam” Milan mulai menguap berkali-kali, rasa kantuknya mulai datang dan iapun ia pun tertidur.
🍁🍁🍁🍁🍁
Waktu berjalan begitu cepatnya, tak terasa hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh sebagian orang, termasuk para sahabat dan rekan bisnis Fino yang akan melakukan camp untuk mempererat hubungan persahabatan mereka dengan para pebisnis nya.
Sementara Fino yang sama sekali tidak ingin mengikuti camp tersebut, dengan terpaksa mengatakan setuju karena dorongan para sahabatnya yang ingin melakukan camp bersamanya.
Apalagi Fino merupakan salah satu pengusaha sukses di negara B yang membuat dirinya begitu disegani dan dihormati oleh para rekan bisnisnya. Dengan pencapaian yang luar biasa itu, ia hanya sekejap mata mampu menghancurkan lawan bisnisnya jika berani berbuat serong di belakang nya dan menghalangi jalannya. Ia sama sekali tidak memiliki belas kasihan terhadap siapa saja yang mengusiknya.
Ditambah dirinya merupakan wakil ketua mafia the Tiger yang paling dingin dan menakutkan, jika sekali marah makan lawannya hanyalah tinggal nama. The Tiger merupakan kelompok mafia yang paling di takuti di dunia hitam. Dan banyaknya kelompok mafia yang ingin menggulingkan nama The Tiger, namun sampai detik ini belum satupun yang bisa menggulingkan kelompok tersebut.
Fino menjadi sponsor utama dalam camp tersebut, dikarenakan wilayah yang akan mereka jadikan tempat camp adalah wilayah kekuasaan Fino yakni hutan Rimba. Para anggota The Tiger menjalankan tugasnya untuk melakukan pengamanan di sekitar camp. Jangan sampai para musuhnya datang menghancurkan acara camp tersebut.
Chiko sudah mengatur segala keperluan Fino sebelum melakukan camp. Ia begitu sangat teliti dan tak lupa menghubungi pihak panitia dari camp tersebut yang harus ia persiapkan untuk tuannya. Setelah semuanya beres, ia kembali melajukan mobilnya menuju kediaman tuannya.
Chiko lalu memarkirkan mobilnya dan berjalan memasuki pintu utama untuk menemui tuannya.
"Kau sudah datang" ucap Fino yang masih berpakaian santai yang tengah bersantai di ruang tamu.
"Iya tuan, semua perlengkapan camp anda bersama nona Milan sudah siap, sebaiknya anda bersiap menuju camp, karena para rekan bisnis tuan mulai berdatangan di lokasi camp" ucap Chiko.
"Aku sangat malas mengikuti camp, aku benar-benar di jebak oleh Excel dan Keenan. Awas saja mereka mereka" ucap Fino sambil berdengus kesal.
"Apa tuan sudah mengatakan kepada nona Milan untuk mengajaknya camp?" tanya Chiko yang senantiasa berdiri di samping tuannya.
Sedangkan Fino hanya memainkan ponselnya dan tidak menjawab pertanyaan Chiko.
"Tuan..apa anda...." ucap Chiko yang tidak melanjutkan ucapannya.
"Aku sama sekali tidak suka membawa seseorang untuk ikut bersama ku"ucap Fino dengan tatapan tajam.
"Tapi tuan, perlengkapan anda dan nona Milan sudah siap. Bukankah rekan bisnis tuan, ingin bertemu dengan nona Milan" ucap Chiko yang kembali membenarkan ucapan Excel yang tidak sengaja ia dengar saat berkumpul bersama mereka.
"Sial, baiklah aku akan mengajaknya... tapi tidak untuk memperkenalkan wanita itu dihadapan para rekan bisnis ku. Cuman Excel dan Keenan yang mengetahui pernikahan ku dengan Milan" ucap Fino dengan raut wajah kesalnya.
Sementara Chiko hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Ngapain aja nikahin anak orang, kalau anda sendiri tidak ingin memperkenalkan nona Milan dihadapan teman-teman anda tuan. Batin Chiko.
Kebetulan sekali Milan baru saja dari taman belakang ia terlihat fit habis melakukan joging.
Chiko yang melihat kedatangan Milan dengan cepat berbisik kepada tuan Fino.
"Nona Milan tuan" ucap Chiko yang berbisik di telinga Fino.
Fino dengan cepat mengangkat tangannya, untuk menyuruh Milan mendekat ke arahnya.
"Ada apa tuan" ucap Milan dengan penuh tanda tanya.
"Kau harus ikut bersama ku mengikuti camp" ucap Fino yang sama sekali tidak ingin dibantah.
"Camp... eeh sepertinya saya tidak bisa tuan" ucap Milan yang menolak secara halus.
Aduhh..Ini ngulang masa remaja lagi, ikut camp bersama teman-teman SMA dulu. Batin Milan.
"Tidak ada kata penolakan terhadap ku" ucap Fino dengan suara lantang yang menggema di ruangan itu, yang berarti jika kau menolak ajakannya maka akan tahu akibatnya.
Chiko pun memberikan kode kepada Milan untuk mengiyakan ucapan Fino.
"Baiklah" ucap Milan pasrah, dari pada melihat kemarahan suaminya.
"Cepat bersiaplah, aku tunggu hanya 10 menit karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi, jika kau terlambat aku akan meninggalkan mu dan menyuruh kepada para pengawal untuk menyeret mu berlari mengikuti mobilku" ucap Fino dengan ancamannya disertai seringai licik diwajahnya, jika hal tersebut benar-benar terjadi.
Tanpa menimpali ucapan Fino, Milan lalu buru-buru berjalan menuju kamarnya.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil Jeep yang akan membawanya menuju lokasi Camp. Fino duduk di kursi depan di samping kemudi, sedangkan Milan duduk di kursi belakang. Sementara satu mobil dibelakangnya berisi 3 pengawal handal dan 2 pelayan wanita yang sengaja ia ajak untuk menemani Milan di sana.
Kedua mobil Jeep melaju membelah jalanan ibu kota menuju lokasi Camp tepatnya di kawasan hutan Rimba. Sekitar 3 jam lamanya menempuh perjalanan. Akhirnya mereka tiba di lokasi camp tepat pukul 16.00 waktu setempat. Lumayan lama perjalanannya, karena mereka diterpa kemacetan yang cukup lama dan beberapa kali memilih beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Chiko memilih memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, karena beberapa kendaraan mulai memadati lokasi camp. Chiko lalu turun untuk membukakan pintu mobil untuk tuannya.
Dengan penuh wibawa, walaupun hanya mengenakan pakaian santai tapi jiwa kepemimpinan tetap melekat pada diri Fino Alexander.
Dari jarak 200 meter, Fino mampu melihat tenda-tenda mulai berjajar rapi di dalam hutan. Bahkan lokasi tersebut jauh dari permukiman penduduk.
Fino mulai melangkahkan kakinya menuju area camp. Sementara Chiko dan ketiga pengawal mengekor di belakang sambil membawa perlengkapan camp tuannya.
Sementara Milan bersama kedua pelayan berjalan bersama-sama dengan membawa tas ransel berisi pakaian mereka dan kedua pelayan tersebut membawa persediaan makanan.
Terdapat 4 tenda yang sudah kokoh berdiri yang telah disediakan panitia bersama Chiko dan ketiga pengawal Fino dan salah satu tenda tersebut merupakan tenda Fino yang lumayan besar dan luas.
Mereka semua memilih beristirahat sejenak di dalam tenda mereka masing-masing. Hingga malam hari pun telah tiba. Ria riuh camp tampak terasa dengan suara alunan musik berirama dengan alunan gitar dan gendang diiringi dengan suara nyanyian yang begitu kompak.
Tidak hanya itu, api unggun mulai mewarnai lokasi camp yang mampu memberikan kehangatan dengan udara dingin dari banyaknya pepohonan hutan rimba.
Fino di dampingi oleh sekertaris nya tampak duduk bersama dengan para rekan bisnisnya di kursi kayu dengan meja bundar yang lumayan besar yang sengaja dipersiapkan oleh panitia camp demi kelancaran acara tersebut.
Mereka terlihat mengobrol bersama dan bercanda gurau. Sementara Milan bersama kedua pelayan wanita memilih duduk di depan tenda mereka. Untungnya pengawal Fino mempersiapkan api unggun untuk mereka, sehingga Milan mulai merasakan kehangatan, walaupun mengenakan pakaian hangat, tapi tetap saja udara dingin mampu menusuk permukaan kulitnya.
"Nyonya di sana tampak ramai, sepertinya mereka melakukan game" ucap pelayan wanita yang bernama Suci begitu bersemangat.
"Apa kau ingin melihat nya lebih dekat" ucap Milan.
"Hei, tuan bisa marah kepada kita, jangan buat aneh-aneh di tempat ini. Kita hanya dituntut untuk menemani nyonya" bisik Sasa kepada temannya.
Suci lalu menunduk, ia sudah melewati batasnya untuk bersenang-senang ditempat itu.
"Baiklah, ayo kita bersenang-senang di acara camp ini" ucap Milan, lalu menarik kedua tangan pelayanannya untuk mengikutinya.
Kedua pelayan itu tersentak kaget, lalu mereka tertawa bersama mengikuti langkah majikannya.
Acara camp tersebut begitu meriah layaknya festival tahunan, beberapa atraksi motor turut dipertontonkan di sebuah bangunan kayu yang layaknya sebuah sumur yang berukuran besar.
Milan dan kedua pelayan begitu senang melihat atraksi motor tersebut. Para pemotor mulai memperlihatkan kemampuan nya melewati lintasan yang berbentuk lingkaran. Semua penonton tampak bertepuk tangan melihat atraksi tersebut.
Beberapa meja dan kursi kayu tersedia di tempat itu dengan banyaknya botol minuman alkohol berbagai merek. Tampak seorang lelaki dengan seorang wanita duduk berpasangan dengan suguhan botol minuman dan cemilan. Dan teman satunya sedang membakar jagung dan daging untuk santapan mereka.
"Sepertinya aku mengenal gadis itu" ucap seorang lelaki yang tengah merangkul seorang wanita.
"Mana tuan" ucap lelaki yang satu yang tengah asyik membakar jagung, yang ikut memandangi seorang wanita yang tengah berjalan bersamaan.
Lelaki itu tersenyum girang, ia lalu melepaskan rangkulannya.
"Mau kemana beb" ucap wanita tersebut.
"Aku ingin menemui calon pacarku Baby" ucap lelaki tersebut. Dan dengan langkah lebar ia langsung menghampiri wanita yang sangat ia kenal dan rindukan.
"Hai manis, kita bertemu lagi" ucap lelaki itu yang tidak lain adalah David.
"Hah..kau lagi" ucap Milan yang terlonjat kaget.
Sementara kedua pelayan wanita hanya saling pandang saat melihat lelaki tampan menyapa majikannya.
"Siapa yang mengajakmu camp" ucap David.
"Itu bukan urusan anda tuan, tentang orang yang mengajak saya" ucap Milan ketus.
"Baiklah, tapi kau harus tidur di tendaku, bahaya gadis secantik mu tidur di tenda sendirian. Bisa-bisa ada yang menculik mu" ucap David dengan candaannya.
"Apa kau gila" ucap Milan kesal mendengar ucapan David.
"Aku hanya bercanda, lagian kau sangat manis jika sedang marah"ucap David.
"Sepertinya kami ingin ke sana nyonya" ucap kedua pelayan itu, yang tidak ingin mengganggu mereka.
"Hei tunggu" ucap Milan yang menghentikan mereka. Namun mereka tetap buru-buru untuk menjauh.
"Sudah, lebih baik ikut dengan ku" ucap David, lalu menarik tangan Milan untuk bergabung dengan teman-temannya.
Sementara sepasang mata melihat mereka dengan tatapan membunuh, bahkan gelas kaca yang ia pegang retak seketika. Sementara Lelaki di samping nya hanya mampu menelan ludahnya dengan kasar.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Ade
seru banget ceritanya, dari mafia vs wanita bercadar mampir sini lagi kite😅
2022-11-29
0
Mamanya Agung
sebentar lagi ada yg mengamuk
2022-01-07
0
Anis Anis
novel untuk ziva dan dereen udah ada sekarang novel fino dan milan sudah tinggal nunggu novel tentang ciko dan lexa saja
2022-01-04
0