MEMBUATNYA MENDERITA

"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" ungkap Helen lagi sambil menggerutu pada Tio.

"Kita akan membuatnya bicara," jawab Tio.

"Tapi aku tidak mau kamu berbuat kasar padanya."

"Tentu saja, sayang. Victor adalah putra kesayanganku. Aku tak akan pernah berbuat kasar padanya. Aku hanya ingin tahu mengapa dia berbohong pada kita dan darimana ia mendapatkan uang."

Sementara itu Victor yang baru saja keluar dari sekolahnya, berjalan gontai. Pagi tadi ia berangkat dengan ceria dan bahagia karena bisa kembali bersekolah. Ia melunasi semua tunggakan yang sekolahnya. Namun, tiba tiba saja siang ia dipanggil oleh bagian administrasi dan dikeluarkan dari sekolah dengan alasan yang sungguh tidak masuk akal.

Apa yang harus kukatakan pada Kak Vanes? Apa ia akan marah?

Ia menengok ke kiri dan ke kanan, melihat siapa tahu ada angkutan umum yang akan lewat. Sejak perusahaan keluarga Barata bangkrut, ia tak pernah lagi dijemput menggunakan mobil.

Tiba tiba sebuah mobil berhenti di hadapannya.

"Ayo cepat masuk!"

"Siapa kamu?" tanya Victor.

"Aku teman kakakmu," jawabnya.

"Dari mana aku tahu bahwa kamu adalah benar teman kakakku? Apa kamu berniat menculikku?"

"Untuk apa aku menculik seorang anak SMP yang keluarganya sudah bangkrut."

"Hei! jangan sembarangan menghina keluargaku," teriak Victor.

"Ayo cepat masuk!" teriak laki laki itu sekali lagi.

Akhirnya Victor pun masuk ke dalam mobil setelah laki laki itu mulai mengancam keluarganya.

Di dalam mobil, tidak ada perbincangan di antara mereka. Hanya keheningan sampai mereka sampai di depan rumah Tante Elsa.

"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Victor saat ia membuka seatbelt.

"Kamu tidak perlu tahu."

Victor akhirnya turun dari mobil tersebut tanpa banyak bertanya lagi.

Saat ia sampai di depan pintu masuk,

"Vic?!"

"Ada apa, Ma?" tanya Victor yang agak sedikit kaget karena Papa, Mama dan juga Tante Elsa berada di ruang tamu dan menatapnya sedikit tajam, terutama Tante Elsa.

"Duduk!" ucap Papa Tio dengan nada tegas yang baru kali ini Victor dengar diucapkan padanya. Biasanya Papa Tio selalu bersikap lembut padanya.

Victor mengikuti perintah Papa Tio dan duduk di hadapan kedua orang tuanya dan juga Tante Elsa. Ia seperti merasa sedang di sidang.

"Vic, sekarang katakan pada kami, darimana kamu mendapatkan uang untuk membayar uang sekolahmu?" tanya Papa Tio.

Victor diam. Ia berpikir apakah ia harus jujur, tapi ia takut kakaknya akan marah.

"Cepat katakan! Atau Papa akan memeriksa aliran rekeningmu jika kamu tidak mau mengatakannya."

Ahhh percuma aku berbohong, Papa pasti bisa mengecek dari mana aliran uang yang masuk ke dalam rekeningku.

"Katakan saja, sayang. Mama tidak akan memarahimu. Mama akan mengerti," Helen menurunkan sedikit egonya agar Victor mau mengatakan yang sejujurnya.

Maafkan aku, Kak.

"Aku .... aku mendapatkannya dari Kak Vanes."

"Vanessa?!" teriak Mama Helen.

"Kamu masih berhubungan dengan kakakmu, huh?!" tanya Tante Elsa yang penasaran.

Victor hanya diam.

"Dimana Vanessa sekarang?" tanya Papa Tio.

"Aku tidak tahu, Pa. Aku hanya berkomunikasi dengan kakak via ponsel."

"Uhhh, sepertinya dia banyak uang sekarang. Bisa membayar tunggakan uang sekolahmu, bahkan aku dengar dari pihak sekolah bahwa kamu sudah membayar uang sekolah untuk 2 bulan ke depan," ucap Tante Elsa.

"Gadis seperti dia pasti banyak uang kalau bisa menggunakan dirinya dengan baik. Kamu tahu kan seperti apa ibunya," ucap Helen sambil tertawa di hadapan Elsa.

"Minta kakakmu pulang, Vic!" perintah Papa Tio.

"Tapi, Pa ...," ucap Victor.

"Papa tidak mau tahu. Katakan padanya untuk pulang atau Papa akan benar benar mencoretnya dari kartu keluarga dan membuat Mama kandungnya menderita," ucap Papa Tio.

Deghh ....

Victor sangat kaget, karena setau dirinya mama kandung Kak Vanessa sudah meninggal, seperti apa yang diceritakan kakaknya itu.

Victor mengangguk dan akhirnya meninggalkan ruang tamu untuk pergi ke kamarnya. Rumah Tante Elsa cukup besar. Kedua anak Tante Elsa bersekolah di luar negeri dan suami Tante Elsa adalah seorang pengusaha yang bisa dikatakan sukses.

Victor masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia memejamkan matanya dan mulai berpikir, bagaimana harus mengatakan kepada kakaknya apa yang telah terjadi.

Terpopuler

Comments

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Jgn2 mama kandung Vanessa sebenarnya msh hidup namun di sekap disuatu tempat.. Tio dan Helen benar2 kejam

2024-07-20

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

ada rahasia apa lgi nih

2024-05-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!