Aku membutuhkan ketenangan. Aku tidak memerlukan kata maaf darimu. Yang kubutuhkan saat ini adalah kedamaian tanpa ada laki laki manapun yang mengganggu kehidupanku. Aku tidak membencimu lagi, tapi aku belum bisa berhadapan denganmu.
Vanessa mulai menjalani kehidupannya lagi seperti biasa. Sudah beberapa hari ini ia sudah tak melihat kehadiran Axelle di sana.
* Flashback on *
"Ca, kenapa lo tolak si Axelle? Bukannya lo juga suka sama dia?" tanya Anna.
"Rasa suka atau nggak, sekarang itu nggak penting."
"Maksud lo?"
"Kalau kebahagiaan gue, cuma bikin orang lain menderita, buat apa?"
"Gue makin nggak ngerti deh sama omongan lo," ucap Anna.
"Lo nggak perlu ngerti, An. Udah, nggak usah dipikirin lagi. Lagipula gue yakin kok Axelle visa dapat cewe yang lebih segala-galanya dari gue."
"Lo nggak akan nyesel ngambil keputusan ini?" tanya Anna lagi, dan diikuti dengan gelengan kepala oleh Vanessa.
Aku akan menyesal kalau sampai jiwa Victor yang terkena imbas karena kebahagiaanku. Ia masih kecil, masih banyak yang harus ia lewati. Ia pasti akan jadi orang besar dan sukses suatu hari nanti. Aku juga pasti akan menemukan kebahagiaanku sendiri.
* Flashback off *
Vanessa sedang menyapu bagian dalam salon, karena baru saja ada 1 orang pelanggan yang menggunakan jasa gunting Tante Ayu.
"Ca, habis itu kamu tolong cuciin rambut Kak Ciki ya," ucap Sinta yang sedang melakukan blow.
"Iya, Sin." Vanessa segera mempercepat kerjanya, karena ia tak ingin Ciki, yang notabene adalah pelanggan tetap di salon itu merasa diacuhkan.
"Mari Kak," panggil Vanessa dan mempersilakan Ciki untuk dicuci rambutnya, "Hari ini mau perawatan apa aja, Kak?"
"Aku mau di cat agak Blonde donk," jawab Ciki, "Tapi sebelumnya aku minta di creambath dulu. Pijitnya nanti agak kencang ya, badanku pegal pegal banget nih."
"Iya, Kak."
Setelah menyelesaikan ritual keramas, Ciki pun duduk di sebuah sofa, hanya menggunakan semacam handuk yang terbuka di bagian pundak. Hal itu untuk memudahkan saat proses pemijatan.
Pertama tama, Vanessa melakukan pijatan di bagian kepala, "Segini cukup kak?"
"Lebih keras lagi sedikit," ucap Ciki.
Vanessa pun memberikan tekanan lebih pada ujung ujung jarinya agar Ciki merasa puas. Setelah selesai, Vanessa membebatkan handuk panas pada rambut Ciki.
Vanessa mulai memijat leher, bahu dan punggung Ciki dengan kekuatan yang pas.
"Aduhh, pijatan kamu emang T O P B G T, ca," ucap Ciki.
"Terima kasih, Kak."
Hmm, kalau dia diajak kerja bersamaku, bisa bisa tambah banyak pelanggan nih. Dia bisa ngasi tambahan pijatan yang seperti ini, pelanggan pasti makin puas.
"Ca, kamu mau nggak ikut kerja sama aku?" tanya Ciki.
"Nggak Kak, maaf."
"Tapi kamu bisa dapat uang banyak loh. Zaman sekarang gini, yang penting tuh duit. Dijamin deh bakalan hidup enak," rayu Ciki.
"Maaf Kak. Aku udah betah di sini. Tante Ayu juga sangat baik sekali. Menurutku uang bukanlah segalanya. Yang penting dalam bekerja adalah kenyamanan menurutku."
"Kalau kamu mau nggak Sin?" tanya Ciki.
"Kerja apaan, Kak? Gajinya gede?"
"Gede lha. Buktinya aku bisa beli baju bagus, dan bisa sering sering ke salon buat perawatan gini," ucap Ciki dengan pedenya.
"Aku sih mau aja kak, penasaran juga. Apalagi tanggunganku banyak. Adik adikku ada 3 masih perlu biaya buat sekolah," ucap Sinta.
"Kalau gitu, habis dari sini, kamu ikut aku. Mau nggak?"
"Mau, Kak!" ucap Sinta bersemangat.
"Permisi," seorang laki laki berada di depan pintu salon, menelisik ke dalam.
"Cari siapa, Mas?" tanya Ida.
"Saya cuma mau mengantarkan ini," ucapnya sambil mengantarkan sebuket bunga mawar.
"Wow, cantik banget. Nggak salah alamat nih, Mas?" tanya Ida. Sepanjang ia bekerja di sana, tak pernah penghuni salon itu mendapatkan kiriman buket bunga, kalau bunga utang rentenir udah biasa.
"Vanessa Barata," ucap Ida keras keras.
Semua mata langsung tertuju pada Vanessa, yang justru bingung tak mengerti.
Ida menyerahkan bunga tersebut pada Vanessa. Vanessa pun membaca kalimat yang tertera di dalam sebuah kartu di sana.
Untuk : Vanessa Barata
Maaf
-AW-
Vanessa langsung beletakkan bunga tersebut di atas konter. Tiba tiba saja jantungnya berdegup kencang.
Apa maksudnya mengirimkan bunga? Apa dia ingin kembali mengganggu hidupku. Ya Tuhan, aku takut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Vyrne S W
😘😘😘😘😘😘
2024-07-29
0
Vyrne S W
cinta to takut
2024-07-29
0