Setiap hari, baik pagi, siang, maupun sore, selalu saja bunga berdatangan. Ada yang hanya berupa buket bunga saja, dan ada pula yang dikirim bersama coklat ataupun boneka. Salon tempat Vanessa bekerja saat ini jadi penuh dengan bunga.
"Ya ampun, siapa sih dia ca? Romantis banget loh," ucap Mira sambil mencium salah satu bunga yang dikirimkan.
"Nggak tahu," jawab Vanessa singkat. Ia tidak mau rekan rekan kerjanya terlalu banyak bertanya tentang hal ini.
"Masa nggak tahu sih, ca. Ini pasti penggemar rahasia yang sangat amat super duper romantis tis tis tis," lanjut Mira.
"Iya bener tuh. Cowo kalau nggak romantis, nggak bakalan deh ngirim ngirim bunga," timpal Ida.
Vanessa hanya tersenyum mendengar obrolan rekan rekannya, sementara dia lebih baik diam. Sinta sudah 3 hari ini tidak masuk kerja, pekerjaan mereka jadi bertambah banyak.
Salon milik Tante Ayu bisa dikategorikan sebagai salon yang ramai pengunjung. Hampir tiap hari ada minimal 6 sampai 10 orang pelanggan. Di akhir pekan, jumlahnya bisa menjadi 2 kali lipat.
"Si Sinta tuh kemana sih? Udah 3 hari ini nggak masuk, nggak ada kabar juga lagi," gerutu Mira.
"Emang nggak di telpon, Mir?" tanya Ida.
"Aku udah coba telpon, tapi nggak nyambung. Selalu masuknya ke kotak pesan."
"Coba tanya Tante Ayu aja, siapa tahu Tante Ayu bisa jawab tuh kemana si Sinta," ucap Ida.
"Iya deh, ntar Tante Ayu balik dari rumah Bu Susi, aku tanyain."
*****
Axelle yang saat ini berada di ruang kerjanya, memandangi laptopnya yang sedang menampilkan foto Vanessa.
"Kamu tahu, nes. Aku suka banget sama kamu. Apa kamu nggak bisa lihat ketulusan aku? Atau kamu emang sengaja cari perhatian aku, supaya kamu bisa bikin malu aku," gumam Axelle.
"Kamu lihat apa ini di tanganku? Surat surat penting perusahaan milik Barata Group. Sepertinya saat ini mereka sedang kesusahan uang dan mereka memerlukan investor. Apa aku harus membantu mereka? sementara anaknya sudah membuatku malu?"
"Setidaknya aku harus membuat kamu memohon padaku untuk menyelamatkan perusahaan Papamu itu. Atau kamu lebih sayang pada Mamamu? atau mungkin adikmu? Atau aku harus menghancurkan mereka bersamaan?" Axelle tiba tiba saja tersenyum sinis.
Ntah apa yang belakangan ini merayap di pikiran Axelle. Sebelum menemukan Vanessa, ia ingin sekali menemukan gadis itu dan meminta maaf secara tulus. Tapi begitu ia menemukannya, rasa bencinya kembali merasuki jiwanya.
"Ax, aku minta izin keluar dulu ya. Mau nyerahin tugas, sekalian tema skripsi buat semester depan," ucap Blue sambil membuka sedikit pintu ruang kerja tersebut.
"Apa aku ada meeting lain hari ini?" tanya Axelle.
"Tidak ada. Besok pagi jam 9, ada meeting dengan pihak hotel yang akan kamu beli."
"Bisa kamu batalkan? Ubah jadi minggu depan. Minggu ini ada yang harus kulakukan."
"Baiklah. Aku pergi dulu."
Axelle mengibaskan tangannya, menandakan kalau ia mempersilakan Blue untuk meninggalkannya. Di dalam ruangannya, ia kembali memikirkan Vanessa.
"Argghhh!!" Axelle berteriak sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
Brughhh ....
*****
"Nes, jangan tinggalkan aku," ucap Axelle sambil berlutut di hadapan Vanessa.
"Apa yang membuatku harus bersamamu, huh?!" Vanessa melipat kedua tangannya di depan dada.
"Karena aku menyukaimu. Aku sudah membuktikannya dengan memintamu menjadi kekasihku di depan orang banyak."
"Tapi sayang, aku tidak suka padamu. Aku tidak suka dengan apapun yang ada pada dirimu."
"Tapi kamu selalu tertawa dan tersenyum saat bersamaku, itu artinya kamu menyukaiku kan. Tidak ada satupun gadis yang tidak menyukaiku dan aku telah memilihmu."
Vanessa menatap Axelle dan menertawakannya. Tiba tiba saja tangan Axelle melayang dan menampar Vanessa tepat di pipinya.
"Cukuppp!!!"
Axelle membulatkan matanya, terbangun dari tidurnya. Dan kini ia sudah berada di atas sofa di ruang kerjanya.
"Apa kamu bermimpi buruk, Ax?" tanya Blue.
"Apa yang kamu lakukan di sini? bukankah kamu sudah pergi?"
"Ya, tapi ada berkas yang tertinggal yang harus kuberikan pada bagian keuangan. Tapi melihatmu pingsan saat aku masuk, aku tidak jadi pergi," jelas Blue.
"Aku tidak apa apa, mungkin hanya kelelahan."
"Baiklah. Sebaiknya kuantar kamu pulang saja. Ayo!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Ari_nurin
psikopat si axelle nih .. jahatnya ga ketulungan.. dh salah malah nyalahin orang lain. cinta kok maksa 😏
2024-12-30
0
Ita rahmawati
pasti yrkna suatu penyakit tuh si exele
2024-05-27
0