"Ya ampun da, lihat coba! Ini Sinta kan?" tanya Mira sambil memperlihatkan ponselnya pada Ida.
"Ihh, iya bener. Kok dandanan dia kayak begitu sih?"
"Trus ini di sebelahnya? Kak Ciki kan?"
"Iya bener, ini Kak Ciki. Lihat aja rambut blondenya. Dandanannya ampun ampun."
"Lihat aja tuh latarnya, gelap warna warni. Kayak di ....," Mira tak melanjutkan kata katanya.
Vanessa memperhatikan mereka berbicara sambil bekerja. Sudah 2 tahun ini memang dia menjauh dari dunia media sosial. Sudah tidak pernah memg-update tentang kesehariannya. Dulu juga jarang sih, karena ponsel miliknya adalah ponsel jadul, jadi ia hanya memiliki aplikasi yang menurutnya berguna saat ia bekerja.
"Mir, bolehkah aku pinjam ponsel sebentar, ponselku mati," pinta Vanessa. Sebenarnya ia hanya ingin mengecek media sosial milik adiknya, Victor, dari media sosial milik Mira.
"Pasti boleh donk ca, apa sih yang nggak buat kamu," goda Mira, membuat Vanessa tersenyum.
Vanessa pun akhirnya memeriksa media sosial milik adik laki lakinya itu, adik kesayangannya. Walaupun mereka berbeda ibu, tapi ia benar benar menyayangi adiknya.
Ia hanya melihat 1 postingan terakhir milik adiknya dengan caption :
'Kak, I miss u. Kalau dirimu ada di sini, kamu pasti akan menenangkanku dengan semua masalah yang ada di sini.'
Kalimat tersebut menjadi caption sebuah foto yang menampakkan dirinya sedang mencium pipi adik kecilnya itu.
Apa yang sedang terjadi? Apa kamu sedang mengalami masalah? kakak juga sangat merindukanmu.
*****
Malam itu, dengan keberanian penuh, ia menekan angka dalam ponselnya. Angka angka yang sangat ia hafal, nomor ponsel milik adiknya, Victor.
"Halo," jawab seseorang di seberang sana.
"Vic ..."
"Kak!" teriak Victor.
"Pelankan suaramu. Kakak tidak mau siapapun mendengarkan suaramu," pinta Vanessa.
"Baiklah, Kak."
"Apa yang sedang terjadi padamu, Vic? Apa kamu sedang ada masalah?"
"Aku ... aku merindukan kakak."
"Kakak juga merindukanmu."
"Kakak dimana? Aku ingin bertemu," tanya Victor.
"Kakak berada di tempat yang tenang, Vic. Maafkan kakak karena kakak pergi tanpa pamit padamu."
Vanessa bisa mendengar isakan tangis dari suara Victor.
"Ceritakan pada kakak Vic, apa ada masalah? Apa ada yang mengganggumu di sekolah?" tanya Vanessa.
"Tidak, Kak. Hanya saja sekarang aku sedang tidak bersekolah."
"Apa maksudmu?"
"Perusahaan Papa sedang bermasalah dan hutang hutang Mama juga begitu banyak. Rumah sudah disita, dan sekarang ini, kami tinggal di rumah Tante Elsa."
Tante Elsa adalah adik dari istri ayahnya. Mereka sering bertemu, meskipun tak pernah sekalipun mengajak Vanessa. Vanessa hanya pernah melihatnya saat Tante Elsa datang ke rumah dan mengajak Tante Helen pergi.
"Vic, pergilah bersekolah lagi. Kakak akan mencarikan uang dan mengirimkannya ke rekeningmu. Lanjutkan sekolahmu, demi masa depanmu," ujar Vanessa.
"Tapi, Kak ...," ucap Victor terputus.
"Kakak tidak terima bantahan. Kamu bisa kirim ke kakak no rekeningmu. Pergilah bersekolah, tapi jangan bilang pada Papa ataupun Mama, kalau uangnya dari kakak. Bilang saja kamu bekerja, atau mendapatkan beasiswa. Mengerti?!"
"Aku mengerti, Kak."
"Kalau begitu, tenanglah. Kalau ada apa apa, kamu bisa telepon kakak ke no ini ya," ucap Vanessa.
"Iya, Kak."
"Sekarang kamu istirahatlah. Kakak menyayangimu."
"Aku juga menyayangi kakak, dan sangat merindukan kakak."
Setelah komunikasi terputus, Vanessa duduk sendiri menatap ke arah luar kamarnya, melalui jendela. Langit sudah menampilkan malamnya dengan bintang yang bersinar sangat terang.
Pa, apa yang telah terjadi?
*****
**LIKE
KOMEN
FAVORITE
BINTANG 5
VOTE**
Salam,
PimCherry
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Ita rahmawati
kwalat sm anaknya tuh si papa durjana 🙄🙄
2024-05-27
0