Chapter 15. Aku Ingin Pulang

Belinda sedang berlenggak lenggok di depan kamera dengan memakai baju rancangan Jimmy yang berharga fantastis. Belinda merasa harga dirinya bernilai tingga hanya karena memakai baju rancangan desainer terkenal. Sudah satu jam Belinda berganti beberapa baju dan pose. Tubuhnya memang lelah, namun ia mulai menikmati pekerjaannya ini.

Belinda merebahkan tubuh lelahnya di sofa panjang yang sudah disediakan Jimmy untuk para modelnya. Belinda meraih ponselnya dan membuka media sosialnya. Jimmy masuk ke ruang istirahat Belinda dan duduk berhadapan dengannya.

“Bagaimana, Bella? Kau mulai menyukai pekerjaanmu?”

“Hmm, begitulah. Terima kasih ya.”

“Jangan sungkan. Aku sudah cukup lama mengenal Tuan Hensen. Jadi, sebagai rasa terima kasihku, aku bersedia membantunya apapun.”

Tiba-tiba Belinda tertarik dengan cerita Jimmy tentang Patrick. Ia segera bangun dan menghadap Jimmy.

“Sejak kapan kau kenal dengan Patrick?” Tanya Belinda dengan menopang dagu.

“Hmm, sekitar lima tahun lalu. Saat aku berada di Amerika dan aku mengalami kesusahan disana.” Jawab Jimmy.

Belinda mengangguk.

“Sebagai seorang pengusaha, dia adalah pria yang sukses.”

“Pengusaha?” Belinda terkejut.

“Iya, dia bermain beberapa saham gitu. Aku tidak paham dengan semua itu.”

“Oh.” Belinda hanya ber ‘oh’ ria. Ia tahu jika identitas Patrick yang sebenarnya hanya diketahui oleh beberapa orang saja.

“Kau sendiri? Dimana kau mengenal Tuan Hensen?” kini giliran Jimmy yang bertanya.

“Heh? Ah… itu…” Belinda harus mengarang cerita yang bagus, bukan? Ia berpikir sejenak.

“Aku mengenalnya saat tinggal di Amerika. Aku dan putraku baru saja pindah kemari beberapa bulan lalu.” Jawab Belinda diiringi senyum.

“Hmm? Kau sudah punya anak?”

“Yeah. Memangnya Patrick belum menceritakannya padamu?”

“Tidak. Dia bukan tipe orang yang membicarakan orang lain.”

Belinda kembali mengangguk paham.

“Lho, Leora, kau mau kemana?” tiba-tiba netra Belinda tertuju pada seorang gadis yang baru saja memasuki ruang istirahat dan membereskan barang-barangnya.

“Hari ini ayahku berulang tahun. Aku dan ibuku akan mengadakan pesta kejutan untuknya.” Jawab Leora.

“Oh, begitu.” Belinda tertegun kala mendengar kata ayah dan ibu dari bibir Leora. Kini ia mulai mengingat tentang kedua orang tuanya yang sudah lama tidak ia temui.

“Bels, aku pergi dulu ya!” pamit Leora.

“Eh? Ah, iya. Hati-hati dijalan ya!” Belinda mengulas senyum. Namun sedetik kemudian senyum itu hilang.

...…***…...

Usai makan malam, Belinda menikmati kesendirian berdiri di balkon apartemen. Ia mulai merindukan kedua orangtuanya. Sungguh ia sudah menjadi anak yang tidak berbakti selama ini. Ia meninggalkan Negara ini tanpa memikirkan perasaan orang tuanya.

“Bels…” suara Patrick membuyarkan lamunan Belinda.

“Hai, Pat. Sudah selesai membahas misi dengan Boy?”

“Hu’um. Ada apa? Apa ada yang sedang kau pikirkan?”

“Entahlah. Tiba-tiba aku teringat dengan orang tuaku. Sudah hampir 8 tahun aku tak menemui mereka.”

“Apa kau ingin menemui mereka?”

“Ya, sepertinya begitu.”

“Kapan kau akan kesana? Aku bisa menemanimu.” Tawar Patrick.

“Eh? Tapi… apa tidak merepotkan?”

“Not at all. Kapan kau ingin kesana?”

Senyum di wajah Belinda terbit. “Bagaimana kalau besok?”

“Oke. Dulu kau tinggal dimana?”

“Aku tinggal di pesisir pantai… bla… bla… bla…”

Belinda dan Patrick saling bercerita tentang kampung halaman mereka dan juga kenangan masa kecil. Sesekali Belinda tertawa renyah dengan candaan Patrick.

Keesokan harinya, Belinda sudah siap untuk berangkat ke kampung halamannya. Belinda berpamitan pada Boy dan menitipkan Boy pada Riana dan Kenzo. Boy mengangguk mengerti kenapa dirinya tidak ikut bersama dengan Belinda dan Patrick. Sebelumnya Patrick sudah memberitahu Boy jika dirinya mengkhawatirkan sesuatu tentang kampung halaman Belinda. Ada sesuatu yang sepertinya membahayakan disana. Boy mengangguk paham. Patrick adalah agen yang hebat. Boy tahu Patrick bisa melindungi Belinda.

Sekitar 3 jam perjalanan menuju rumah lama Belinda. Angin laut yang sepoi-sepoi mulai bisa Belinda rasakan. Desa itu sudah tak seperti dulu lagi yang ramai dengan banyakny rumah penduduk.

“Aneh! Kemana semua orang? Bukankah biasanya orang-orang ramai berkeliaran di jalan?” Gumam Belinda.

“Sudah bertahun-tahun kau tidak pulang, Bels. Tentu saja semua orang berubah,” ucap Patrick.

“Hmm, benar juga ya.”

Mobil Patrick mulai memasuki area perkampungan milik Belinda. Ada satu rumah yang sangat ia hapal warna catnya meski sudah mulai memudar.

“Itu rumahku!” tunjuk Belinda ke satu rumah berwarna biru terang.

Patrick dan Belinda turun dari mobil. Mereka mengedarkan pandangan.

“Kenapa sepi sekali?” Belinda celingukan mencari tetangganya yang jam segini biasanya duduk di teras rumah.

“Sepertinya firasatku benar. Ada yang tidak beres disini.” Batin Patrick.

Belinda mengetuk pintu rumahnya. Beberapa kali tidak ada sahutan. Dan ternyata pintu rumah tidak terkunci. Belinda mulai memasuki rumah itu.

“Ayah! Ibu!”

Belinda mengernyit heran karena perabotan di rumah itu sudah berdebu dan tak terawat. Patrick juga ikut mengikuti langkah Belinda. Mereka menyusuri rumah tak berpenghuni itu.

DOORRR DOORRR DOOORR DORRRR DORRRR

Terdengar bunyi tembakan beruntun dan membuat Belinda berteriak.

“KYAAAA!!!”

“Menunduk, Bels!” perintah Patrick.

Belinda menundukkan badan dan menutup telinganya. Mereka diserang. Entah siapa yang melakukan semua ini.

Patrick segera mengeluarkan senjata api yang sedari tadi ia simpan dibalik bajunya. Patrick menembak balik para penembak itu. terjadilah baku tembak disana.

Belinda makin meringkukkan tubuhnya diantara lemari yang ada di rumah itu.

“Pat!! Siapa mereka?” teriak Belinda bertanya.

“Entahlah, Bels. Kau tetaplah bersembunyi. Aku akan cari jalan keluar untuk pergi dari rumah ini.”

Belinda mengangguk. Patrick berjalan maju untuk membalas tembakan orang-orang yang mengepung mereka. Ada enam orang berada di luar rumah Belinda.

“Sial! Siapa mereka? Kenapa mereka ingin mencelakai Belinda?” batin Patrick bertanya-tanya sambil focus mengalahkan musuh. Ia berharap bisa mengalahkan mereka dengan peluru yang tersisa. Satu orang berhasil ia tembak. Masih ada lima orang lagi disana.

Belinda memejamkan mata tak ingin melihat adegan baku tembak itu. ia hanya berharap Patrick bisa mengalahkan orang itu.

“Hei, cepat keluar! Kemari!” sebuah suara membuat Belinda membuka mata.

“Hah? Kepala desa!” Belinda berseru gembira.

Seorang pria paruh baya berusaha membantu Belinda dan Patrick keluar dari rumah itu. Belinda memanggil Patrick yang sedang sibuk mengarahkan senjatanya pada orang-orang itu.

“Ayo kemari!” ajak pria paruh baya itu.

Dengan berhati-hati Patrick dan Belinda keluar dari rumah itu melalui jalan rahasia bawah tanah. Belinda baru tahu jika rumahnya memiliki jalan rahasia. Mereka menunduk untuk melewati terowongan rahasia yang diduga dibangun oleh pria paruh baya tadi.

DUUAAAARRRR!!!!!

Suara menggelegar terdengar. Orang-orang itu meledakkan rumah Belinda. Kobaran api yang cukup besar tercipta dari ledakan rumah itu. Belinda yang sudah selamat hanya memandangi dari kejauhan rumahnya yang telah terbakar. Orang-orang itupun sudah pergi. Dia bahkan tidak tahu siapa orang-orang itu. Mungkinkah orang-orang yang sama dengan yang dulu pernah mengejarnya?

#bersambung…

*huft! Ikut deg-degan bikin part ini, heheheh. Siapa sebenarnya orang-orang yang ingin melenyapkan Belinda?

Jangan lupa dukungannya dengan memberi Like, Komen yg positif, Gift, Vote juga boleh mumpung ini hari Senin, hehehe

Terima kasih

*genks,

kalian suka dengan cerita yang memuat beberapa genre? Tak hanya romance tapi juga action dan sedikit misteri yg penuh teka teki? Yuk mampir ke RaKhania. Kisah si detektif cantik yang menguak misteri kematian saudara kembarnya. Ia menyamar menjadi saudara kembarnya dan berurusan dengan organisasi hitam bernama Black

Jack. Yuk kepoin ceritanya.

[

Terpopuler

Comments

VYRDAWZAmut

VYRDAWZAmut

nice

2022-06-10

1

Your name

Your name

Untungnya Patrick sigap ketika awal suara tembakan itu terdengar, dan menyuruh Bels menunduk. Tegang banget, ku kira Bels atau Patrick tertembak

2022-03-11

1

Si Bungsu

Si Bungsu

tinggal kan jejak dulu Thor,

udah di favorit kan, nanti mampir lagi

2021-12-01

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01. The Genius Project
2 Chapter 02. Pregnant and Runaway
3 Chapter 03. My Boy
4 Chapter 04. The First Meeting
5 Chapter 05. Misi Rahasia Boy
6 Chapter 06. NOC (Non Official Cover)
7 Chapter 07. Like Father, Like Son
8 Chapter 08. Pindah Rumah?
9 Chapter 09. Rencana Helena
10 PENGUMUMAN REVISI
11 Chapter 10. Namaku Belinda
12 Chapter 11. Dia adalah Ayahku!
13 Chapter 12. Pertemuan Kembali
14 Chapter 13. Apakah Dia Anakku?
15 Chapter 14. Penjelasan Donald
16 Chapter 15. Aku Ingin Pulang
17 Chapter 16. Kesedihan Belinda
18 Chapter 17. Ingin Mengenalnya
19 Chapter 18. Rencana Pernikahan
20 Chapter 19. Bekerja Bersama
21 Chapter 20. Katakan yang Sebenarnya!
22 Chapter 21. Kebohongan Belinda
23 Chapter 22. Permintaan Belinda
24 Chapter 23. Kekhawatiran Belinda
25 Chapter 24. Kemarahan Boy
26 Chapter 25. Menguak Fakta Masa Lalu
27 Chapter 26. Siapa Kawan, Siapa Lawan
28 Chapter 27. Melakukan Tes DNA
29 Chapter 28. Fakta yang Terkuak
30 Chapter 29. Cerita tentang Roy
31 Chapter 30. Kedekatan Roy dan Boy
32 Chapter 31. Kenangan Pahit
33 Chapter 32. Dari Hati ke Hati
34 Chapter 33. Bertemu Kakek Donald
35 Chapter 34. Getaran yang Berbeda
36 Chapter 35. Berdamai dengan Masa Lalu
37 Chapter 36. Memutuskan Hubungan
38 Chapter 37. Kejujuran Hati
39 Chapter 38. Mengungkap Rahasia
40 Chapter 39. Rencana Licik
41 Chapter 40. Belinda Menghilang
42 Chapter 41. Penjelasan Patrick
43 Chapter 42. Peringatan Keras
44 Chapter 43. Finding Belinda
45 Chapter 44. Cerita dari Gerald
46 Chapter 45. Berita Kematian Gerald
47 Chapter 46. Kesaksian Belinda
48 Chapter 47. Sang Pewaris
49 Chapter 48. Julian Patrick Avicenna
50 Chapter 49. Siapa Belinda?
51 Chapter 50. Kesakitan Julian
52 Chapter 51. Permainan Zara
53 Chapter 52. Putri Berlian is Back!
54 Chapter 53. I Marry You
55 Chapter 54. Kebenaran dan Kejujuran
56 Chapter 55. Kacau Galau
57 Chapter 56. Kacau Galau (2)
58 Chapter 57. Untitled
59 Chapter 58. Balas Dendam Julian
60 Chapter 59. Untitled 2
61 Chapter 60. Kepingan Masa Lalu
62 Chapter 61. Tak Ada Gunanya Berdebat
63 Chapter 62. Untitled 3
64 Chapter 63. Serpihan Dendam Masa Lalu
65 Chapter 64. Kesedihan Roy
66 Chapter 65. Pengakuan Helena
67 Chapter 66. Rahasia Keluarga Avicenna
68 Chapter 67. Konferensi Pers
69 Chapter 68. Sebuah Keberhasilan
70 Chapter 69. Julian yang Tak Terkendali
71 Chapter 70. Nasib Tragis Belinda
72 Chapter 71. Pukulan Berat
73 Chapter 72. Untitled 4
74 Chapter 73. Mencari Titik Terang
75 Chapter 74. H U K U M A N
76 Chapter 75. Pada Akhirnya
77 Chapter 76. Waktu Cepat Berlalu
78 Chapter 77. Hal yang Berubah
79 Chapter 78. Rahasia yang Tersimpan
80 Chapter 79. Apa yang Kau Sembunyikan?
81 Chapter 80. Hanya Kita yang Tahu
82 Chapter 81. Kerinduan yang Terpendam
83 Chapter 82. Rindu Ibu
84 Chapter 83. Aku Tahu Tentangmu
85 Chapter 84. Bersabarlah, Cinta!
86 Chapter 85. Terlalu Berat, Terlalu Sulit
87 Chapter 86. Jiwa yang Rapuh
88 Chapter 87. Kejutan untuk Berlian
89 Chapter 88. Kartika Butik
90 Chapter 89. Cinta atau Persahabatan
91 Chapter 90. Seperti yang Kau Minta
92 Chapter 91. Mulai Beraksi
93 Chapter 92. Terbongkar (1)
94 Chapter 93. Terbongkar (2)
95 Chapter 94. Terbongkar (3)
96 Chapter 95. Terbongkar (4)
97 Chapter 96. Terbongkar (5)
98 Chapter 97. Duka dan Kesedihan
99 Chapter 98. Menelan Pil Pahit
100 Chapter 99. Hubungan Tak Kasat Mata
101 Chapter 100. Secercah Harapan
102 Chapter 101. Teriakan Batin
103 Chapter 102. George Langdon
104 Chapter 103. Sebongkah Kebahagiaan
105 Chapter 104. Pembalasan Zara
106 Chapter 105. Menghapus Jejakmu
107 Chapter 106. Kebahagiaan Julian
108 Chapter 107. Pura-pura Lupa
109 Chapter 108. Kepulangan Kenzo
110 Chapter 109. Dokter Kecil yang Tampan
111 Chapter 110. Debaran Pertama
112 EXTRA PART : Many Things Happen
113 Chapter 111. Meminang
114 Chapter 112. Sibuk
115 Chapter 113. Sakit
116 Chapter 114. Mabuk Cinta
117 Chapter 115. E G O
118 Chapter 116. Viral
119 Chapter 117. Bukti Cinta
120 Chapter 118. Dilemma
121 Chapter 119. Takut Kehilangan
122 Chapter 120. Suara Hati Nathan
123 Chapter 121. Hari Pertunangan
124 Chapter 122. Desa Selimut
125 Chapter 123. Boy vs Aleya
126 Chapter 124. Pesona Gadis Desa
127 Chapter 125. Sisi Lain Boy
128 Chapter 126. Suara Hati Aleya
129 Chapter 127. Dag Dig Dug Debaran Aneh
130 Chapter 128. Malam-malam Terakhir
131 Chapter 129. Malam Api Unggun
132 Chapter 130. Sweet Mistake
133 Chapter 131. Kembali
134 Chapter 132. Pertikaian
135 Chapter 133. Purnama Merindu
136 Chapter 134. Kesempatan
137 Chapter 135. Waktu yang Tak Akan Terulang
138 Chapter 136. Distance
139 Chapter 137. Lembar Hidup Baru
140 Chapter 138. Sebuah Kisah
141 Chapter 139. Baik-baik Saja
142 Chapter 140. Malaikat Kecil
143 Chapter 141. Harapan
144 Chapter 142. Dia Lagi, Dia Lagi
145 Chapter 143. Ada Apa Denganmu?
146 Chapter 144. Amarah
147 Chapter 145. M A A F
148 Chapter 146. MAAF Lagi
149 Chapter 147. Kecurigaan
150 Chapter 148. Panik
151 Chapter 149. Aku Baru Tahu
152 Chapter 150. Mulai Terbongkar
153 Chapter 151. Hasil Pemeriksaan
154 Chapter 152. Ego yang Tak Berujung
155 Chapter 153. Sebuah Tamparan
156 Chapter 154. Sebuah Pengakuan - Sebuah Fakta
157 Chapter 155. Viral Lagi
158 Chapter 156. Tertuduh
159 Chapter 157. Balas Dendam Terindah
160 Chapter 158. Dibalik Peristiwa
161 Chapter 159. Tak Lagi Sama
162 Chapter 160. Kekacauan Baru
163 Chapter 161. Cerita Boy tentang Aleya
164 Chapter 162. Takut Kehilangan Lagi
165 Chapter 163. Datang dan Pergi
166 Chapter 164. Badai Pasti Berlalu
167 Chapter 165. Aku Bukan Jodohnya
168 Chapter 166. Sebuah Drama
169 Chapter 167. Mendadak
170 Chapter 168. Kesan Pertama
171 Chapter 169. Kembali Pulang
172 Chapter 170. Perjodohan Tak Terduga
173 Chapter 171. Pendekatan
174 Chapter 172. Memilih Pergi
175 Chapter 173. Penyesalan
176 Chapter 174. Kisah Baru Aleya
177 Chapter 175. Diam-diam Suka
178 Chapter 176. Bertemu Kembali
179 Chapter 177. Pengakuan Cinta
180 Chapter 178. Memori Berkasih
181 Chapter 179. Bentuk Cinta
182 Chapter 180. Sang Penguasa
183 Chapter 181. Petualang Cinta
184 Chapter 182. Kelahiran Si Kembar
185 Chapter 183. Pilihanku
186 Chapter 184. Hari Bahagia
187 Chapter 185. Menuju Bahagia (Rion - Shelo)
188 Chapter 186. Hari Bahagia Bersama (END)
189 BONUS EPISODE
190 SUARA HATI AUTHOR
191 AUDIO BOOK JHSDT
192 Anak Baru DDHSM (Dendam dan Hasrat Sang Mafia)
193 Sekuel JHSDT "My Culun CEO"
194 NEW RELEASE
Episodes

Updated 194 Episodes

1
Chapter 01. The Genius Project
2
Chapter 02. Pregnant and Runaway
3
Chapter 03. My Boy
4
Chapter 04. The First Meeting
5
Chapter 05. Misi Rahasia Boy
6
Chapter 06. NOC (Non Official Cover)
7
Chapter 07. Like Father, Like Son
8
Chapter 08. Pindah Rumah?
9
Chapter 09. Rencana Helena
10
PENGUMUMAN REVISI
11
Chapter 10. Namaku Belinda
12
Chapter 11. Dia adalah Ayahku!
13
Chapter 12. Pertemuan Kembali
14
Chapter 13. Apakah Dia Anakku?
15
Chapter 14. Penjelasan Donald
16
Chapter 15. Aku Ingin Pulang
17
Chapter 16. Kesedihan Belinda
18
Chapter 17. Ingin Mengenalnya
19
Chapter 18. Rencana Pernikahan
20
Chapter 19. Bekerja Bersama
21
Chapter 20. Katakan yang Sebenarnya!
22
Chapter 21. Kebohongan Belinda
23
Chapter 22. Permintaan Belinda
24
Chapter 23. Kekhawatiran Belinda
25
Chapter 24. Kemarahan Boy
26
Chapter 25. Menguak Fakta Masa Lalu
27
Chapter 26. Siapa Kawan, Siapa Lawan
28
Chapter 27. Melakukan Tes DNA
29
Chapter 28. Fakta yang Terkuak
30
Chapter 29. Cerita tentang Roy
31
Chapter 30. Kedekatan Roy dan Boy
32
Chapter 31. Kenangan Pahit
33
Chapter 32. Dari Hati ke Hati
34
Chapter 33. Bertemu Kakek Donald
35
Chapter 34. Getaran yang Berbeda
36
Chapter 35. Berdamai dengan Masa Lalu
37
Chapter 36. Memutuskan Hubungan
38
Chapter 37. Kejujuran Hati
39
Chapter 38. Mengungkap Rahasia
40
Chapter 39. Rencana Licik
41
Chapter 40. Belinda Menghilang
42
Chapter 41. Penjelasan Patrick
43
Chapter 42. Peringatan Keras
44
Chapter 43. Finding Belinda
45
Chapter 44. Cerita dari Gerald
46
Chapter 45. Berita Kematian Gerald
47
Chapter 46. Kesaksian Belinda
48
Chapter 47. Sang Pewaris
49
Chapter 48. Julian Patrick Avicenna
50
Chapter 49. Siapa Belinda?
51
Chapter 50. Kesakitan Julian
52
Chapter 51. Permainan Zara
53
Chapter 52. Putri Berlian is Back!
54
Chapter 53. I Marry You
55
Chapter 54. Kebenaran dan Kejujuran
56
Chapter 55. Kacau Galau
57
Chapter 56. Kacau Galau (2)
58
Chapter 57. Untitled
59
Chapter 58. Balas Dendam Julian
60
Chapter 59. Untitled 2
61
Chapter 60. Kepingan Masa Lalu
62
Chapter 61. Tak Ada Gunanya Berdebat
63
Chapter 62. Untitled 3
64
Chapter 63. Serpihan Dendam Masa Lalu
65
Chapter 64. Kesedihan Roy
66
Chapter 65. Pengakuan Helena
67
Chapter 66. Rahasia Keluarga Avicenna
68
Chapter 67. Konferensi Pers
69
Chapter 68. Sebuah Keberhasilan
70
Chapter 69. Julian yang Tak Terkendali
71
Chapter 70. Nasib Tragis Belinda
72
Chapter 71. Pukulan Berat
73
Chapter 72. Untitled 4
74
Chapter 73. Mencari Titik Terang
75
Chapter 74. H U K U M A N
76
Chapter 75. Pada Akhirnya
77
Chapter 76. Waktu Cepat Berlalu
78
Chapter 77. Hal yang Berubah
79
Chapter 78. Rahasia yang Tersimpan
80
Chapter 79. Apa yang Kau Sembunyikan?
81
Chapter 80. Hanya Kita yang Tahu
82
Chapter 81. Kerinduan yang Terpendam
83
Chapter 82. Rindu Ibu
84
Chapter 83. Aku Tahu Tentangmu
85
Chapter 84. Bersabarlah, Cinta!
86
Chapter 85. Terlalu Berat, Terlalu Sulit
87
Chapter 86. Jiwa yang Rapuh
88
Chapter 87. Kejutan untuk Berlian
89
Chapter 88. Kartika Butik
90
Chapter 89. Cinta atau Persahabatan
91
Chapter 90. Seperti yang Kau Minta
92
Chapter 91. Mulai Beraksi
93
Chapter 92. Terbongkar (1)
94
Chapter 93. Terbongkar (2)
95
Chapter 94. Terbongkar (3)
96
Chapter 95. Terbongkar (4)
97
Chapter 96. Terbongkar (5)
98
Chapter 97. Duka dan Kesedihan
99
Chapter 98. Menelan Pil Pahit
100
Chapter 99. Hubungan Tak Kasat Mata
101
Chapter 100. Secercah Harapan
102
Chapter 101. Teriakan Batin
103
Chapter 102. George Langdon
104
Chapter 103. Sebongkah Kebahagiaan
105
Chapter 104. Pembalasan Zara
106
Chapter 105. Menghapus Jejakmu
107
Chapter 106. Kebahagiaan Julian
108
Chapter 107. Pura-pura Lupa
109
Chapter 108. Kepulangan Kenzo
110
Chapter 109. Dokter Kecil yang Tampan
111
Chapter 110. Debaran Pertama
112
EXTRA PART : Many Things Happen
113
Chapter 111. Meminang
114
Chapter 112. Sibuk
115
Chapter 113. Sakit
116
Chapter 114. Mabuk Cinta
117
Chapter 115. E G O
118
Chapter 116. Viral
119
Chapter 117. Bukti Cinta
120
Chapter 118. Dilemma
121
Chapter 119. Takut Kehilangan
122
Chapter 120. Suara Hati Nathan
123
Chapter 121. Hari Pertunangan
124
Chapter 122. Desa Selimut
125
Chapter 123. Boy vs Aleya
126
Chapter 124. Pesona Gadis Desa
127
Chapter 125. Sisi Lain Boy
128
Chapter 126. Suara Hati Aleya
129
Chapter 127. Dag Dig Dug Debaran Aneh
130
Chapter 128. Malam-malam Terakhir
131
Chapter 129. Malam Api Unggun
132
Chapter 130. Sweet Mistake
133
Chapter 131. Kembali
134
Chapter 132. Pertikaian
135
Chapter 133. Purnama Merindu
136
Chapter 134. Kesempatan
137
Chapter 135. Waktu yang Tak Akan Terulang
138
Chapter 136. Distance
139
Chapter 137. Lembar Hidup Baru
140
Chapter 138. Sebuah Kisah
141
Chapter 139. Baik-baik Saja
142
Chapter 140. Malaikat Kecil
143
Chapter 141. Harapan
144
Chapter 142. Dia Lagi, Dia Lagi
145
Chapter 143. Ada Apa Denganmu?
146
Chapter 144. Amarah
147
Chapter 145. M A A F
148
Chapter 146. MAAF Lagi
149
Chapter 147. Kecurigaan
150
Chapter 148. Panik
151
Chapter 149. Aku Baru Tahu
152
Chapter 150. Mulai Terbongkar
153
Chapter 151. Hasil Pemeriksaan
154
Chapter 152. Ego yang Tak Berujung
155
Chapter 153. Sebuah Tamparan
156
Chapter 154. Sebuah Pengakuan - Sebuah Fakta
157
Chapter 155. Viral Lagi
158
Chapter 156. Tertuduh
159
Chapter 157. Balas Dendam Terindah
160
Chapter 158. Dibalik Peristiwa
161
Chapter 159. Tak Lagi Sama
162
Chapter 160. Kekacauan Baru
163
Chapter 161. Cerita Boy tentang Aleya
164
Chapter 162. Takut Kehilangan Lagi
165
Chapter 163. Datang dan Pergi
166
Chapter 164. Badai Pasti Berlalu
167
Chapter 165. Aku Bukan Jodohnya
168
Chapter 166. Sebuah Drama
169
Chapter 167. Mendadak
170
Chapter 168. Kesan Pertama
171
Chapter 169. Kembali Pulang
172
Chapter 170. Perjodohan Tak Terduga
173
Chapter 171. Pendekatan
174
Chapter 172. Memilih Pergi
175
Chapter 173. Penyesalan
176
Chapter 174. Kisah Baru Aleya
177
Chapter 175. Diam-diam Suka
178
Chapter 176. Bertemu Kembali
179
Chapter 177. Pengakuan Cinta
180
Chapter 178. Memori Berkasih
181
Chapter 179. Bentuk Cinta
182
Chapter 180. Sang Penguasa
183
Chapter 181. Petualang Cinta
184
Chapter 182. Kelahiran Si Kembar
185
Chapter 183. Pilihanku
186
Chapter 184. Hari Bahagia
187
Chapter 185. Menuju Bahagia (Rion - Shelo)
188
Chapter 186. Hari Bahagia Bersama (END)
189
BONUS EPISODE
190
SUARA HATI AUTHOR
191
AUDIO BOOK JHSDT
192
Anak Baru DDHSM (Dendam dan Hasrat Sang Mafia)
193
Sekuel JHSDT "My Culun CEO"
194
NEW RELEASE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!