Keesokan harinya, Lian terbangun dan berada di sebuah kamar yang berbeda dari kamar sebelummya. Lian mengerjapkan matanya memperhatikan seluruh ruangan yang lagi-lagi berwarna putih.
"Dimana aku? Apa aku berada di surga?" tanya Lian sambil memegangi kepalanya.
Lian bangun dari posisinya dan merasakan sakit pada inti tubuhnya.
"Astaga! Apa yang terjadi denganku?"
Lian berusaha mengingat kepingan memori yang terjadi di hari kemarin. Ia ingat terakhir kali dirinya terbaring diatas brankar. Dan setelahnya ia tak ingat apapun karena pengaruh obat bius.
Tiba-tiba air mata Lian menetes. Ia merutuki nasibnya yang seakan tak beruntung. Ia mengelus perutnya yang masih rata.
"Bagaimana jika aku nanti hamil?"
Lian menggeleng cepat. "Tidak! Aku tidak akan membiarkan mereka berhasil memperdayaiku."
Saat sedang asyik dengan pikirannya, Lian terkejut dengan kedatangan seorang pria tua lainnya yang menghampirinya.
"Terima kasih karena sudah bersedia melakukan ini." ucap pria tua itu.
"Anda siapa?"
Pria tua itu hanya tersenyum. "Hanya kau lah satu-satunya harapan agar aku bisa memiliki pewaris."
"Hah?! Pewaris? Apa maksudnya? Aku tidak akan membiarkan benih ini tumbuh dalam rahimku. Kalian memang manusia tak punya hati. Setelah memintaku mengandung dan melahirkan, kalian akan membuangku begitu saja. Tidak akan kubiarkan!" sungut Lian dalam hati.
"Sekarang beristirahatlah! Kami akan sangat senang jika kau bisa melahirkan bayi yang sehat juga genius." tutup pria tua itu sebelum meninggalkan Lian.
"Apa maksud dari kata-katanya? Sungguh membingungkan!" Lagi-lagi Lian mengerucutkan bibirnya.
...***...
"Bagaimana, Kakek? Apa semua berjalan sesuai rencana?"
Vincent Roy Avicenna, pria muda berusia 20 tahun. Seorang calon dokter dan juga pewaris tunggal Avicenna Group. Meski ketampanan wajahnya terpahat sempurna bak dewa yunani, namun ternyata ia tetap memiliki kekurangan.
Dengan harta yang melimpah apa yang tak bisa ia dapatkan. Semua bisa ia dapatkan meski divonis dengan penyakit jantung bawaan yang membuatnya tak bisa memiliki keturunan. Kondisi tubuhnya tak diketahui oleh siapapun termasuk kedua orang tuanya, Helena dan Dandy Avicenna.
Roy, nama panggilan pria itu hanya bercerita pada kakeknya, Donald Avicenna. Dan dengan menggunakan segala kekuasaan yang ia miliki, ia berhasil menemukan satu gadis yang akan mengandung benih dari Roy.
Meski di vonis tak bisa memiliki keturunan, namun kecerdasan teknologi yang dimiliki oleh sahabat Donald yaitu Profesor Gerald, akan mencoba untuk mematahkan teori dari dokter yang memvonis Roy.
Kini tinggal menunggu waktu saja apakah semua usaha Gerald berhasil atau tidak.
"Kau tenang saja, Nak. Kakek yakin jika semuanya akan berjalan lancar. Gadis itu pasti mengandung anakmu."
Roy tersenyum seringai. "Terima kasih, Kek. Dan kuminta jangan beritahukan hal ini pada Mom dan Daddy. Terlebih pada Zara. Aku yakin dia akan membuat masalah jika mengetahui hal ini."
"Ini adalah proyek ilegal milik Avicenna Group. Tentu saja akan sangat berbahaya jika sampai bocor."
"Kakek yakin jika gadis itu tidak akan bicara apapun?"
"Tentu saja. Kakek sudah perhitungkan semuanya."
Roy kembali mengembangkan senyumnya.
"Terima kasih, Kakek. Aku sangat percaya pada kakek."
Donald menepuk pelan bahu cucunya itu. "Serahkan semuanya pada kakek."
...***...
-Satu Bulan Kemudian-
Lian beraktifitas seperti biasa seakan tak terjadi apapun dengannya sebulan lalu. Ia mengikuti kelas kuliahnya dengan sangat baik. Ia tak mau Riana curiga dengan kondisinya yang mulai berubah.
Entah kenapa beberapa hari ini Lian merasakan mual di pagi hari. Tak ingin Riana curiga, Lian mengatakan jika dirinya sakit.
Jurusan hukum yang diambilnya tak bisa membuatnya santai karena banyak teori yang harus ia pelajari. Begitu juga Riana yang mengambil jurusan kedokteran.
"Semangat untukmu, Lian!" ucap Riana sebelum pergi ke kampus.
Lian menatap dirinya didepan cermin.
"Apa mungkin aku...?"
Berbagai spekulasi bermunculan di benaknya. Ia sungguh berharap jika pembuahan itu tidak berhasil. Namun ternyata kenyataan berkehendak lain.
Lian menutup mulutnya setelah melakukan tes kehamilan pada dirinya. Ia menangis tertahan. Bagaimana bisa ia menghadapi ini sendiri? Bagaimana dengan ayah dan ibunya yang berada di kampung? Mereka pasti akan sangat kecewa.
Meskipun Lian hamil bukan dengan cara berhubungan badan, namun tetap saja itu akan terdengar memalukan dan menjijikkan. Bahkan Lian tak mengenal siapa pria yang menanam benih dalam rahimnya.
Hari itu ketika ia keluar dari asrama setelah melakukan tes kehamilan, Lian bertemu dengan orang-orang yang tak dikenalnya yang ia yakini sebagai orang-orang suruhan Gerald Rayyan. Lian mencoba tenang dan tak terkecoh, namun ia tetap berhati-hati.
Ia yakin jika orang-orang itu ingin mencelakainya ataupun membawanya kembali ke tempat Gerald. Sejenak Lian tidak menginginkan jika bayinya harus ia serahkan kepada orang-orang itu.
Tanpa berpikir panjang, Lian berlari kencang untuk menghindari orang-orang yang mengejarnya. Lian tidak akan diam kali ini. Ia akan melawan. Bayi ini miliknya, dan dia tidak rela jiak harus berpisah dengan darah dagingnya.
Dengan sisa-sisa uang yang ia terima dari kompensasi yang diberikan Gerald padanya, Lian nekat untuk melarikan diri ke luar negeri dan melahirkan disana. Ia mendapat malaikat kecil yang tampan yang akan menjadi kekuatannya untuk terus bertahan hidup.
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Naraa 🌻
Kan sakin geniusnya malah kyk psikopat dakjal ga punya hati, pake jalur ilegal dan memaksakan
2022-08-11
1
Maheera Indra
jejak lagi kakak .. kalau ada waktu datang ke NVL aku ya kakak
2022-01-20
1
Lisa Arisandi
liat promony d IG...cusss lngsung cari d'NT😁😁
2022-01-06
1