20. Aku Bukan Aleena

Mobil yang dikemudikan Kevin sampai di depan rumah Leo. Dua anak buah Doni yang kini juga mulai bekerja menjadi penjaga pintu gerbang depan rumah Leo tampak sigap membuka dan menutup gerbang untuk mobil Leo yang baru saja datang.

"Kau pergilah ke cafe. Uruskan semuanya untukku, hari ini aku tak mau melakukan apa-apa."

Kata Leo pada Kevin yang mengangguk

Leo turun dari dari mobil sambil membuka jas nya, begitu masuk rumah ia melemparkan jas nya begitu saja ke atas sofa ruang depan.

Ia berjalan ke arah mini bar yang ada di rumahnya, meraih satu botol minuman keras lalu menenggaknya sambil kemudian duduk di atas kursi bar.

Bayangan wajah Ibu nya sepuluh tahun lalu kini seolah ada di depan mata. Leo begitu pedih menyadari ia menyimpan benci padanya selama ini.

Jika saja ia tak menuruti rasa bencinya dan tak menuruti pula perintah Ayahnya, ia mungkin akan lebih dulu menemukan keberadaan Ibunya dan bisa menyelamatkannya dari para pembunuh itu.

Leo menenggak minumannya lagi.

Dada dan darahnya kini terasa begitu terbakar. Ia ingin memburu pembunuh Ibunya. Ia bersumpah akan membuatnya membuat orang itu membayar mahal atas semua yang telah ia perbuat.

Leo kembali menenggak minumannya. Terus dan terus hingga satu botol itu pun nyaris habis.

Sementara itu Viera yang baru mendapat telfon dari Doni soal kebenaran bahwa Ibu Leo adalah Karlita tampak begitu syok.

Ia tak menyangka jika ternyata mereka Ibu dan anak yang telah terpisah sekian lama, lalu kini akhirnya tak lagi bisa bertemu di dunia.

Miris rasa hati melihat kenyataan yang terpampang di depannya.

Sebuah skenario hidup yang begitu kelam untuk anak manusia.

Viera kemudian tiba-tiba ingat foto milik Karlita. Foto yang terakhir kali Viera lihat dipeluknya erat sambil menangisinya.

Yah Foto itu, foto Leo saat masih SMA.

Viera lekas menuju kamarnya. Ia membongkar tas nya. Ia ingat foto itu sempat ia selamatkan setelah bingkainya pecah berserakan.

Dan...

Ah, Viera menemukannya.

Foto Leo, yang kini baru disadari Viera memang itu adalah foto Tuan Mudanya. Viera tak mengenali karena ia memang bukan seseorang yang senang menghafal wajah.

Viera membalik foto itu di mana di sana ada tulisan tangan Karlita yang menjelaskan waktu, entah itu tanggal di mana foto itu dibuat atau saat Leo pergi pertama kali ke tempat pengasingannya.

Aku Merindukan mu Anakku.

26-04-2008.

Viera membawanya keluar dari kamar.

Ia rasa, ia harus mengembalikan foto itu pada pemiliknya. Mendapati kabar jika Nyonya Karlita yang malang itu telah tiada membuat Viera merasa harus mewakilkan perempuan itu mengatakan sesuatu pada sang anak.

Yah... Mungkin inilah yang disebut takdir.

Di mana Tuhan sengaja mengirim Viera ke tempat Leo setelah dari tempat Ibunya.

Tuhan pasti ingin Viera mengatakan pada Leo jika Ibunya sangat merindukannya selama ini, dan ia masih begitu berharap bisa bertemu dengannya hingga hari terakhir ia akan diasingkan lagi.

Viera kemudian menuju ruangan utama rumah Leo dan mendapati Tuan Mudanya tampak duduk di mini bar.

Viera mendekatinya, tapi Leo seolah tak menyadari kehadiran Viera di sana.

Ia terlalu sibuk menenggak minuman, setelah kemudian minumannya habis, ia melempar botol itu ke arah deretan botol minuman yang ada di rak hingga semua hancur berantakan.

Viera begitu kaget dengan yang dilakukan Leo.

Ah mungkin ini bukan waktu yang tepat. Pikir Viera.

Gadis itu pun kemudian berbalik dan merasa akan kembali setelah situasinya lebih membaik saja, ketika kemudian tiba-tiba Leo menubruknya dari belakang.

"Aleena, kau kah itu."

Lirih Leo sambil kemudian memeluk Viera dari belakang.

Aroma alkohol yang begitu kuat membuat Viera ingin muntah.

Leo mengeratkan pelukannya.

"Jangan pergi, aku kesepian, jangan pergi lagi Aleena."

Kata Leo.

"Tuan, aku bukan Aleena."

Kata Viera.

Tapi Leo terlalu mabuk, ia tak memahami kalimat Viera dengan benar.

"Ibu meninggal Aleena, Ibu meninggal, Ibu yang membuang ku kini juga meninggalkan ku."

Raung Leo.

"Tuan sadarlah."

Kata Viera berusaha melepaskan diri dari pelukan erat Leo.

"Aleena, apa kamu juga akan pergi lagi? Meninggalkan ku lagi? Aku sudah bilang aku kesepian dan kau tega akan pergi lagi!"

Teriak Leo.

Ia menarik Viera dan membalikkan tubuhnya. Leo berusaha mencium Viera, namun Viera yang menguasai bela diri itu reflek memiting Leo dan kemudian membantingnya ke lantai.

"Tuan, sadarlah, aku bukan Aleena!"

Bentak Viera.

Tapi Leo di lantai terlihat sudah tak berdaya, Mabuk berat sampai tak bisa melawan.

**-------**

Viera memandangi Tuan mudanya yang terkapar, di tariknya tangannya dengan susah payah agar bisa berdiri.

Leo masih saja bergumam-gumam tak jelas lagi, setiap ia membuka mulutnya, aroma alkohol membuat Viera tak bisa bernafas dengan baik.

Ah dia benci aromanya, bahkan saat kakaknya mabuk Viera akan kesal setengah mati.

Viera kemudian menarik tubuh Leo lagi, mencoba menopangnya, menyeretnya dengan payah menuju kamar Leo.

Sungguh, jika ia hanya gadis biasa, pasti ia lebih memilih membiarkan Tuannya itu sadar dengan sendirinya di sana. Ini saja sudah sangat berat. Batin Viera kesal.

"Kau bukan Aleena, kau pasti bukan Aleena, kau kasar sekali."

Kata Leo lagi dengan suara yang masih tak jelas.

"Haish, aku memang bukan Aleena, aku sudah bilang."

Sahut Viera yang sebetulnya ia jadi merasa bodoh karena harus menanggapi orang mabuk.

Viera membaringkan tubuh Leo di atas kasur begitu sampai di kamar.

Nafasnya ngos-ngosan sampai paru-parunya rasanya hampir lepas.

Setelah itu Viera membuka tirai kamar Leo, membuka kaca jendela menuju balkon kamar Leo agar udara di sana tak begitu pengap.

Ia kemudian meletakkan foto Leo di atas meja kecil dekat tempat tidur Leo.

"Aku pasti akan membunuh mereka, aku akan mencincang mereka satu persatu dengan tanganku sendiri. Kau lihat saja."

Kata Leo masih dengan mata tertutup.

Viera menggelengkan kepalanya melihat Leo begitu menyedihkan.

"Yah baiklah, aku akan siapkan pisau untuk mencincang mereka."

Sahut Viera lagi.

Ia melepaskan sepatu Leo dan kaos kakinya, setelah itu baru ia tinggalkan Leo sendirian di kamar.

Sebetulnya ia ingin mengganti pakaian Leo pula, tapi kejadian di mana Leo menyangka ia adalah Aleena membuatnya harus berpikir dua kali untuk melakukannya.

Bagaimanapun, Tuan mudanya sedang tidak sadar, ia tak mau sesuatu terjadi lagi nantinya.

Viera akhirnya keluar dari kamar Leo. Ia menuju kambali ke lantai bawah, ia akan membuat minuman untuk nanti Leo minum setelah mabuknya reda.

Dulu, kakaknya sering memintanya membuatkan jika kakaknya itu baru saja mabuk.

Viera melangkah menuju dapur. Ia ingat lagi nama gadis yang disebutkan Leo tadi.

Aleena...

Siapa Aleena? Batin Viera.

Gadis Tuan Leo kah?

Ah yah, tentu saja, dia jelas terlalu tampan jika belum memiliki kekasih. Pikir Viera lagi.

Di kamar Leo pelahan membuka matanya, perutnya mulai mual, ia turun dari tempat tidur, sempoyongan ke sana kemari, merayap berpegang dinding hingga sampai di kamar mandi lalu ia muntah sampai puas di toilet.

Setelah lelah muntah ia kemudian tergeletak di lantai, berbaring terlentang menghadap langit-langit.

Semua berputar, kepalanya berat namun tubuhnya seperti melayang.

Leo menutup matanya sejenak, ia ingin menangis karena kesedihannya terlalu dalam, tapi tak bisa, dan itu membuatnya begitu frustasi.

**------------**

Terpopuler

Comments

Usmi Usmi

Usmi Usmi

blm bisa di katakan kuat kl masih cengeng dan kalah taktik sama musuhnya

2025-03-14

0

Zuraida Zuraida

Zuraida Zuraida

ntuh yang gak baek kok ada masalah larinya meminum ape gak malah semakin kacau

2023-07-24

1

Ida Lailamajenun

Ida Lailamajenun

klu Viera gk bisa beladiri udh ditancap gas ma Leo tuh 😂😂

2022-03-16

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 1. Musim Panas Terakhir
3 2. Gadis Karate
4 3. Saviera Dan Luna
5 4. Anakku, Di Mana Kau?
6 5. Pantang Melanggar Sumpah
7 6. Nasib Perempuan Kedua
8 7. Siapa Mencari Siapa
9 8. Sekelompok Pemburu
10 9. Wajah Itu
11 11. Gelisah Semalaman
12 12. Senyuman Pertama
13 13. Target Pemburu
14 14. Harimau Itu Kembali
15 15. Terendus
16 16. Gagal Menguping
17 17. Malam Naas
18 18. Kabar Kematian Karlita
19 19. Mengamuk
20 20. Aku Bukan Aleena
21 21. Luluh
22 22. Perguruan Mawar Hitam
23 23. Sosok
24 24. Terasa Aneh
25 25. Tanda Tanya
26 26. Apa Kau Gila
27 27. Takdir
28 28. Reuni Bad Boy
29 29. I'm Back
30 30. Gelisah
31 31. Terbakar
32 32. Kembali Ke Jalan Hitam
33 33. Tentang Rasa
34 34. Apa Maunya?
35 35. Bayang Masa Lalu
36 36. Menghilang Lagi
37 37. Keberadaan Roy
38 38. Semaunya Sendiri
39 39. Bos Besar
40 40. Sebuah Kejutan Tentang Viera
41 41. Kasih Ayah
42 42. Tak Ada Yang Bisa Menghalangi
43 43. Berusaha Mengerti
44 44. Serangan Tak Terduga
45 45. Amarah
46 46. Harimau VS Musang
47 47. Jangan Seperti Roy
48 48. Kacau
49 49. Terasa Berbeda
50 50. Kakak Laki-Laki
51 51. Tragis
52 52. Dendam Dari Masa Lalu
53 53. Terror Kematian
54 54. Tahan Boss
55 55. Sebuah Tanda
56 56. Masih Gelap
57 57. Goresan Tangan Aleena
58 58. Mega Mendung
59 59. Sialan, sial!
60 60. Jangan Bilang Kamu Hantu
61 61. Teka Teki Tentang Ped
62 62. Kebenaran Pahit
63 63. Siapa Kau Ped?
64 64. Terbukanya Kunci Pertama
65 65. Satu Demi Satu
66 66. Sekelam Malam
67 67. Terhempas
68 68. Rasa Yang Berbeda
69 69. Pertemuan Saudara Tiri
70 70. Terlalu Rumit
71 71. Abelard Belindo
72 72. Kunci Kedua
73 73. Bad Boy's
74 74. Buku Harian Aleena
75 75. Tanda Tanya Besar
76 76. Kesal Salah Paham
77 77. Titik Temu
78 78. Badai Kecil
79 79. Hilangnya Tuan William
80 80. Leo
81 81. Mendekati Target
82 82. Rosario Dawson
83 83. Gerak Cepat
84 84. Saatnya Menjadi Pemburu
85 85. Pemburu Yang Diburu
86 86. Fight Fight Fight...
87 87. Saatnya Berhenti
88 88. Akhirnya
89 89. Sebuah kebenaran
90 90. Berkumpul Lagi
91 91. Menatap Senja
92 92. Akhir Sebuah Kisah
93 93. Othor Menyapa
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Prolog
2
1. Musim Panas Terakhir
3
2. Gadis Karate
4
3. Saviera Dan Luna
5
4. Anakku, Di Mana Kau?
6
5. Pantang Melanggar Sumpah
7
6. Nasib Perempuan Kedua
8
7. Siapa Mencari Siapa
9
8. Sekelompok Pemburu
10
9. Wajah Itu
11
11. Gelisah Semalaman
12
12. Senyuman Pertama
13
13. Target Pemburu
14
14. Harimau Itu Kembali
15
15. Terendus
16
16. Gagal Menguping
17
17. Malam Naas
18
18. Kabar Kematian Karlita
19
19. Mengamuk
20
20. Aku Bukan Aleena
21
21. Luluh
22
22. Perguruan Mawar Hitam
23
23. Sosok
24
24. Terasa Aneh
25
25. Tanda Tanya
26
26. Apa Kau Gila
27
27. Takdir
28
28. Reuni Bad Boy
29
29. I'm Back
30
30. Gelisah
31
31. Terbakar
32
32. Kembali Ke Jalan Hitam
33
33. Tentang Rasa
34
34. Apa Maunya?
35
35. Bayang Masa Lalu
36
36. Menghilang Lagi
37
37. Keberadaan Roy
38
38. Semaunya Sendiri
39
39. Bos Besar
40
40. Sebuah Kejutan Tentang Viera
41
41. Kasih Ayah
42
42. Tak Ada Yang Bisa Menghalangi
43
43. Berusaha Mengerti
44
44. Serangan Tak Terduga
45
45. Amarah
46
46. Harimau VS Musang
47
47. Jangan Seperti Roy
48
48. Kacau
49
49. Terasa Berbeda
50
50. Kakak Laki-Laki
51
51. Tragis
52
52. Dendam Dari Masa Lalu
53
53. Terror Kematian
54
54. Tahan Boss
55
55. Sebuah Tanda
56
56. Masih Gelap
57
57. Goresan Tangan Aleena
58
58. Mega Mendung
59
59. Sialan, sial!
60
60. Jangan Bilang Kamu Hantu
61
61. Teka Teki Tentang Ped
62
62. Kebenaran Pahit
63
63. Siapa Kau Ped?
64
64. Terbukanya Kunci Pertama
65
65. Satu Demi Satu
66
66. Sekelam Malam
67
67. Terhempas
68
68. Rasa Yang Berbeda
69
69. Pertemuan Saudara Tiri
70
70. Terlalu Rumit
71
71. Abelard Belindo
72
72. Kunci Kedua
73
73. Bad Boy's
74
74. Buku Harian Aleena
75
75. Tanda Tanya Besar
76
76. Kesal Salah Paham
77
77. Titik Temu
78
78. Badai Kecil
79
79. Hilangnya Tuan William
80
80. Leo
81
81. Mendekati Target
82
82. Rosario Dawson
83
83. Gerak Cepat
84
84. Saatnya Menjadi Pemburu
85
85. Pemburu Yang Diburu
86
86. Fight Fight Fight...
87
87. Saatnya Berhenti
88
88. Akhirnya
89
89. Sebuah kebenaran
90
90. Berkumpul Lagi
91
91. Menatap Senja
92
92. Akhir Sebuah Kisah
93
93. Othor Menyapa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!