Seorang pria paruh baya duduk di kursi kebesarannya di balik meja kayu jati super mahal di dalam ruangannya yang tersembunyi.
Di hadapannya berdiri seorang laki-laki yang lebih muda bertubuh kekar dengan pakaian serba hitam.
"Jadi Roy belum ketemu?"
Gumam pria separuh baya itu, jari jemarinya mengetuk-ngetuk meja di depannya.
"Saya rasa dia disembunyikan di sebuah ruangan bawah tanah Tuan, hanya saja lokasinya kami belum bisa memastikan."
Kata laki-laki bertubuh kekar.
Pria paruh baya itu mengangguk mengerti, mata tajamnya kemudian menatap laki-laki kekar di hadapannya.
"Kamu sudah tahu kan Leo pulang ke Indonesia?"
Tanya pria paruh baya yang tak lain adalah Ayah Leo itu.
Laki-laki kekar di depannya mengangguk.
"Sudah Tuan."
"Jangan menampakkan diri dulu padanya, biarkan dia tetap di tempatnya yang tenang, aku tidak ingin dia terlibat masalah."
Kata Ayah Leo.
Laki-laki kekar itu mengangguk mengerti.
Dulu, saat sekolah, laki-laki kekar itu adalah salah satu dari tiga pemimpin laba-laba hitam, kelompok buatan Leo.
Tiga pemimpin pilihan Leo itu masing-masing membawahi sekitar 30-50 orang. Mereka adalah Roy, lalu laki-laki kekar itu yang bernama Anton, dan yang ketiga adalah Sapta, yang setahun lalu ditemukan tak bernyawa di pinggiran Tol Jagorawi, yang hingga kini pembunuhnya masih menjadi misteri dan kasusnya terkubur pelahan.
Ayah Leo yang setelah Leo diungsikan ke luar negeri dan kelompok laba-laba hitam dibubarkan memang merekrut beberapa orang dari kelompok itu untuk dibina sendiri.
Sayangnya Sapta waktu itu justru memilih kelompok lain untuk ikut, hingga kemudian kabar yang Anton dengar adalah kematiannya.
"Karlita sudah diungsikan, sekarang tinggal urusan Roy, anak itua sudah sangat lama menghilang, aku khawatir dia sudah mati."
Kata Ayah Leo.
"Kami akan bergerak lebih cepat Tuan, kami juga sudah ingin segera menemukannya."
Tegas Anton.
Ayah Leo mengangguk.
"Hari ini aku akan pulang ke rumah, pastikan posisi Karlita aman dan tempatkan orang yang bisa dipercaya, tak usah terlalu banyak karena nanti justeru akan memancing perhatian."
Pesan Ayah Leo sambil berdiri dengan dibantu tongkat untuk menopang tubuhnya.
"Siap Tuan."
Anton sigap menerima perintah.
Di tempatnya di penjara Roy pelahan sudah bisa kembali duduk. Bagaimanapun, ilmu kanuragan yang ia miliki sangat berguna di saat seperti ini, saat di mana mustahil untuk orang biasa bertahan setelah mendapatkan begitu banyak siksaan.
Roy duduk bersila, di tempatnya yang sepi dan hening.
Mencoba menenangkan diri, mencoba merasakan setiap udara yang masuk dan keluar dari hidungnya, merasakan detak jantungnya, merasakan aliran darah di tubuhnya.
Roy berusaha meraih hidupnya lagi, tak mau menyerah adalah prinsip.
Suatu hari, pasti akan ada yang menemukannya di sini, atau paling tidak ia bisa lepas sendiri entah dengan cara apa.
Roy sangat yakin.
**--------**
Leo menghabiskan sarapannya lalu bersiap akan pergi ke cafe, ketika Kevin meminta waktu untuk bicara.
"Ada apa?"
Tanya Leo.
"Tuan, ini soal karyawan untuk cafe dan juga soal Roy."
Kata Kevin setengah berbisik, karena Viera terlihat sedang sibuk membereskan bekas makan sang Tuan muda di meja makan.
Leo mengerutkan kening,
"Kamu ngomong apa, suaramu tak jelas."
Kata Leo.
Kevin melirik Viera yang kini mulai meninggalkan ruangan.
"Roy, teman anda."
Mendengar nama Roy, Leo langsung menatap tajam Kevin di dekatnya.
"Di mana dia?"
Tanya Leo.
"Belum Tuan, belum bertemu, tapi ada informasi penting soal dia."
Kata Kevin.
Leo meraih kerah kemeja Kevin dan mencengkramnya.
"Katakan yang jelas, jangan bertele-tele."
Kesal Leo yang tak suka bicara muter-muter.
"Ii... Iya Tuan, maaf."
Melihat Kevin yang ketakutan Leo pun akhirnya melepaskan cengkramannya.
"Katakan."
Perintah Leo.
Kevin sejenak menghela nafas sambil membenahi kemejanya, baru kemudian melanjutkan kata-katanya.
"Roy... Roy adalah kakak Viera Tuan, saat ini Dony yang semalam mengantar Viera juga sedang mencarinya."
"Apa kamu bilang? Viera adik Roy?"
Tanya Leo dengan suara cukup keras.
Kevin segera memberikan isyarat agar Leo jangan bersuara terlalu keras.
"Ada apa?"
Leo heran.
"Viera, dia tidak tahu soal Roy ikut kelompok laba-laba hitam, ia juga tidak tahu soal hubungan Roy dengan Malaikat Hitam."
Kata Kevin.
Leo tercekat.
"Malaikat Hitam katamu?"
Tanya Leo.
Kevin mengangguk.
"Kelompok itu masih ada? Kelompok milik Aji?"
Tanya Leo lagi.
Kevin mengangguk.
"Saya dengar Aji sudah meninggal dan digantikan oleh orang lain."
Leo terdiam.
Ia ingat dulu saat pernah berurusan dengan kelompok Malaikat Hitam, itu adalah hari terakhir Leo ribut di jalanan, setelahnya ia kemudian di ungsikan ke luar negeri.
"Jadi Viera juga diburu? Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa sejak kemarin?"
Tanya Leo kesal.
"Saya takut anda akan menolak menampung gadis itu, sementara ia butuh tempat yang aman sekarang."
Kata Kevin beralasan.
Leo diam.
"Tuan, Dony memiliki sekitar 20 anak buah, jika kita bekerjasama dengan mereka mencari keberadaan Roy pasti akan jauh lebih mudah."
Kata Kevin lagi.
Leo menatap Kevin.
"Apa hubungan Dony dengan Roy?"
"Dia suami kakak sepupu Roy dan Viera."
Jawab Kevin.
"Kamu bilang Viera sebelumnya pernah bekerja, di mana dia bekerja sebelum di sini?"
Tanya Leo.
"Di Jakarta, menggantikan isteri Dony, tapi siapa orangnya katanya mereka tak akan bisa mengatakannya, saya juga tidak tahu."
Kata Kevin.
Leo lagi-lagi terdiam.
Ia sebetulnya tak peduli dulu Viera bekerja di mana, ia hanya ingin tahu saja.
"Baiklah, katakan pada Dony untuk menemuiku di cafe siang ini."
Putus Leo.
"Sekalian anak buahnya Tuan?"
Kevin bertanya.
"Untuk apa?"
Leo balik tanya, karena tadi Kevin tak menjelaskan dengan detail.
"Karyawan cafe, kita butuh orang kan? Kita ambil dari anak buah Dony sekalian saja Tuan, itu akan lebih mudah bagi kita mengawasi sekaligus berbagi tugas."
Kata Kevin.
Leo menatap Kevin, lalu mengibaskan tangannya di udara.
"Ya atur saja apa katamu, yang penting ada salah sedikit saja, kamu tahu risikonya berurusan denganku."
Kata Leo, setelah itu berlalu untuk naik ke lantai atas menuju kamarnya. Leo akan bersiap ke cafe barunya dan akan mulai memeriksa lagi semua kebutuhan cafenya.
Kevin menatap punggung sang Tuan muda yang menjauh.
Laki-laki muda itu, dari belakang saja auranya sudah begitu kuat, tak heran jika dulu ia bagai harimau yang ditakuti.
Raja yang liar, petarung unggul yang tak segan menghadapi lawan seorang diri. Meskipun ia mendirikan sebuah kelompok dengan jaringan yang cukup besar, tapi sebagai pemimpin tertinggi ia memiliki wibawanya sendiri.
Kevin meraih hp nya, lalu cepat memberikan kabar baik untuk Dony.
**---------**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Istri Doni dan Viera bekerja utk ibumu Leo...
2023-05-08
1
Yunida Julianti
mamak nya leo
2022-04-18
1
💎hart👑
seru jg
2022-04-15
1