13. Target Pemburu

Seorang pria paruh baya duduk di kursi kebesarannya di balik meja kayu jati super mahal di dalam ruangannya yang tersembunyi.

Di hadapannya berdiri seorang laki-laki yang lebih muda bertubuh kekar dengan pakaian serba hitam.

"Jadi Roy belum ketemu?"

Gumam pria separuh baya itu, jari jemarinya mengetuk-ngetuk meja di depannya.

"Saya rasa dia disembunyikan di sebuah ruangan bawah tanah Tuan, hanya saja lokasinya kami belum bisa memastikan."

Kata laki-laki bertubuh kekar.

Pria paruh baya itu mengangguk mengerti, mata tajamnya kemudian menatap laki-laki kekar di hadapannya.

"Kamu sudah tahu kan Leo pulang ke Indonesia?"

Tanya pria paruh baya yang tak lain adalah Ayah Leo itu.

Laki-laki kekar di depannya mengangguk.

"Sudah Tuan."

"Jangan menampakkan diri dulu padanya, biarkan dia tetap di tempatnya yang tenang, aku tidak ingin dia terlibat masalah."

Kata Ayah Leo.

Laki-laki kekar itu mengangguk mengerti.

Dulu, saat sekolah, laki-laki kekar itu adalah salah satu dari tiga pemimpin laba-laba hitam, kelompok buatan Leo.

Tiga pemimpin pilihan Leo itu masing-masing membawahi sekitar 30-50 orang. Mereka adalah Roy, lalu laki-laki kekar itu yang bernama Anton, dan yang ketiga adalah Sapta, yang setahun lalu ditemukan tak bernyawa di pinggiran Tol Jagorawi, yang hingga kini pembunuhnya masih menjadi misteri dan kasusnya terkubur pelahan.

Ayah Leo yang setelah Leo diungsikan ke luar negeri dan kelompok laba-laba hitam dibubarkan memang merekrut beberapa orang dari kelompok itu untuk dibina sendiri.

Sayangnya Sapta waktu itu justru memilih kelompok lain untuk ikut, hingga kemudian kabar yang Anton dengar adalah kematiannya.

"Karlita sudah diungsikan, sekarang tinggal urusan Roy, anak itua sudah sangat lama menghilang, aku khawatir dia sudah mati."

Kata Ayah Leo.

"Kami akan bergerak lebih cepat Tuan, kami juga sudah ingin segera menemukannya."

Tegas Anton.

Ayah Leo mengangguk.

"Hari ini aku akan pulang ke rumah, pastikan posisi Karlita aman dan tempatkan orang yang bisa dipercaya, tak usah terlalu banyak karena nanti justeru akan memancing perhatian."

Pesan Ayah Leo sambil berdiri dengan dibantu tongkat untuk menopang tubuhnya.

"Siap Tuan."

Anton sigap menerima perintah.

Di tempatnya di penjara Roy pelahan sudah bisa kembali duduk. Bagaimanapun, ilmu kanuragan yang ia miliki sangat berguna di saat seperti ini, saat di mana mustahil untuk orang biasa bertahan setelah mendapatkan begitu banyak siksaan.

Roy duduk bersila, di tempatnya yang sepi dan hening.

Mencoba menenangkan diri, mencoba merasakan setiap udara yang masuk dan keluar dari hidungnya, merasakan detak jantungnya, merasakan aliran darah di tubuhnya.

Roy berusaha meraih hidupnya lagi, tak mau menyerah adalah prinsip.

Suatu hari, pasti akan ada yang menemukannya di sini, atau paling tidak ia bisa lepas sendiri entah dengan cara apa.

Roy sangat yakin.

**--------**

Leo menghabiskan sarapannya lalu bersiap akan pergi ke cafe, ketika Kevin meminta waktu untuk bicara.

"Ada apa?"

Tanya Leo.

"Tuan, ini soal karyawan untuk cafe dan juga soal Roy."

Kata Kevin setengah berbisik, karena Viera terlihat sedang sibuk membereskan bekas makan sang Tuan muda di meja makan.

Leo mengerutkan kening,

"Kamu ngomong apa, suaramu tak jelas."

Kata Leo.

Kevin melirik Viera yang kini mulai meninggalkan ruangan.

"Roy, teman anda."

Mendengar nama Roy, Leo langsung menatap tajam Kevin di dekatnya.

"Di mana dia?"

Tanya Leo.

"Belum Tuan, belum bertemu, tapi ada informasi penting soal dia."

Kata Kevin.

Leo meraih kerah kemeja Kevin dan mencengkramnya.

"Katakan yang jelas, jangan bertele-tele."

Kesal Leo yang tak suka bicara muter-muter.

"Ii... Iya Tuan, maaf."

Melihat Kevin yang ketakutan Leo pun akhirnya melepaskan cengkramannya.

"Katakan."

Perintah Leo.

Kevin sejenak menghela nafas sambil membenahi kemejanya, baru kemudian melanjutkan kata-katanya.

"Roy... Roy adalah kakak Viera Tuan, saat ini Dony yang semalam mengantar Viera juga sedang mencarinya."

"Apa kamu bilang? Viera adik Roy?"

Tanya Leo dengan suara cukup keras.

Kevin segera memberikan isyarat agar Leo jangan bersuara terlalu keras.

"Ada apa?"

Leo heran.

"Viera, dia tidak tahu soal Roy ikut kelompok laba-laba hitam, ia juga tidak tahu soal hubungan Roy dengan Malaikat Hitam."

Kata Kevin.

Leo tercekat.

"Malaikat Hitam katamu?"

Tanya Leo.

Kevin mengangguk.

"Kelompok itu masih ada? Kelompok milik Aji?"

Tanya Leo lagi.

Kevin mengangguk.

"Saya dengar Aji sudah meninggal dan digantikan oleh orang lain."

Leo terdiam.

Ia ingat dulu saat pernah berurusan dengan kelompok Malaikat Hitam, itu adalah hari terakhir Leo ribut di jalanan, setelahnya ia kemudian di ungsikan ke luar negeri.

"Jadi Viera juga diburu? Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa sejak kemarin?"

Tanya Leo kesal.

"Saya takut anda akan menolak menampung gadis itu, sementara ia butuh tempat yang aman sekarang."

Kata Kevin beralasan.

Leo diam.

"Tuan, Dony memiliki sekitar 20 anak buah, jika kita bekerjasama dengan mereka mencari keberadaan Roy pasti akan jauh lebih mudah."

Kata Kevin lagi.

Leo menatap Kevin.

"Apa hubungan Dony dengan Roy?"

"Dia suami kakak sepupu Roy dan Viera."

Jawab Kevin.

"Kamu bilang Viera sebelumnya pernah bekerja, di mana dia bekerja sebelum di sini?"

Tanya Leo.

"Di Jakarta, menggantikan isteri Dony, tapi siapa orangnya katanya mereka tak akan bisa mengatakannya, saya juga tidak tahu."

Kata Kevin.

Leo lagi-lagi terdiam.

Ia sebetulnya tak peduli dulu Viera bekerja di mana, ia hanya ingin tahu saja.

"Baiklah, katakan pada Dony untuk menemuiku di cafe siang ini."

Putus Leo.

"Sekalian anak buahnya Tuan?"

Kevin bertanya.

"Untuk apa?"

Leo balik tanya, karena tadi Kevin tak menjelaskan dengan detail.

"Karyawan cafe, kita butuh orang kan? Kita ambil dari anak buah Dony sekalian saja Tuan, itu akan lebih mudah bagi kita mengawasi sekaligus berbagi tugas."

Kata Kevin.

Leo menatap Kevin, lalu mengibaskan tangannya di udara.

"Ya atur saja apa katamu, yang penting ada salah sedikit saja, kamu tahu risikonya berurusan denganku."

Kata Leo, setelah itu berlalu untuk naik ke lantai atas menuju kamarnya. Leo akan bersiap ke cafe barunya dan akan mulai memeriksa lagi semua kebutuhan cafenya.

Kevin menatap punggung sang Tuan muda yang menjauh.

Laki-laki muda itu, dari belakang saja auranya sudah begitu kuat, tak heran jika dulu ia bagai harimau yang ditakuti.

Raja yang liar, petarung unggul yang tak segan menghadapi lawan seorang diri. Meskipun ia mendirikan sebuah kelompok dengan jaringan yang cukup besar, tapi sebagai pemimpin tertinggi ia memiliki wibawanya sendiri.

Kevin meraih hp nya, lalu cepat memberikan kabar baik untuk Dony.

**---------**

Terpopuler

Comments

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Istri Doni dan Viera bekerja utk ibumu Leo...

2023-05-08

1

Yunida Julianti

Yunida Julianti

mamak nya leo

2022-04-18

1

💎hart👑

💎hart👑

seru jg

2022-04-15

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 1. Musim Panas Terakhir
3 2. Gadis Karate
4 3. Saviera Dan Luna
5 4. Anakku, Di Mana Kau?
6 5. Pantang Melanggar Sumpah
7 6. Nasib Perempuan Kedua
8 7. Siapa Mencari Siapa
9 8. Sekelompok Pemburu
10 9. Wajah Itu
11 11. Gelisah Semalaman
12 12. Senyuman Pertama
13 13. Target Pemburu
14 14. Harimau Itu Kembali
15 15. Terendus
16 16. Gagal Menguping
17 17. Malam Naas
18 18. Kabar Kematian Karlita
19 19. Mengamuk
20 20. Aku Bukan Aleena
21 21. Luluh
22 22. Perguruan Mawar Hitam
23 23. Sosok
24 24. Terasa Aneh
25 25. Tanda Tanya
26 26. Apa Kau Gila
27 27. Takdir
28 28. Reuni Bad Boy
29 29. I'm Back
30 30. Gelisah
31 31. Terbakar
32 32. Kembali Ke Jalan Hitam
33 33. Tentang Rasa
34 34. Apa Maunya?
35 35. Bayang Masa Lalu
36 36. Menghilang Lagi
37 37. Keberadaan Roy
38 38. Semaunya Sendiri
39 39. Bos Besar
40 40. Sebuah Kejutan Tentang Viera
41 41. Kasih Ayah
42 42. Tak Ada Yang Bisa Menghalangi
43 43. Berusaha Mengerti
44 44. Serangan Tak Terduga
45 45. Amarah
46 46. Harimau VS Musang
47 47. Jangan Seperti Roy
48 48. Kacau
49 49. Terasa Berbeda
50 50. Kakak Laki-Laki
51 51. Tragis
52 52. Dendam Dari Masa Lalu
53 53. Terror Kematian
54 54. Tahan Boss
55 55. Sebuah Tanda
56 56. Masih Gelap
57 57. Goresan Tangan Aleena
58 58. Mega Mendung
59 59. Sialan, sial!
60 60. Jangan Bilang Kamu Hantu
61 61. Teka Teki Tentang Ped
62 62. Kebenaran Pahit
63 63. Siapa Kau Ped?
64 64. Terbukanya Kunci Pertama
65 65. Satu Demi Satu
66 66. Sekelam Malam
67 67. Terhempas
68 68. Rasa Yang Berbeda
69 69. Pertemuan Saudara Tiri
70 70. Terlalu Rumit
71 71. Abelard Belindo
72 72. Kunci Kedua
73 73. Bad Boy's
74 74. Buku Harian Aleena
75 75. Tanda Tanya Besar
76 76. Kesal Salah Paham
77 77. Titik Temu
78 78. Badai Kecil
79 79. Hilangnya Tuan William
80 80. Leo
81 81. Mendekati Target
82 82. Rosario Dawson
83 83. Gerak Cepat
84 84. Saatnya Menjadi Pemburu
85 85. Pemburu Yang Diburu
86 86. Fight Fight Fight...
87 87. Saatnya Berhenti
88 88. Akhirnya
89 89. Sebuah kebenaran
90 90. Berkumpul Lagi
91 91. Menatap Senja
92 92. Akhir Sebuah Kisah
93 93. Othor Menyapa
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Prolog
2
1. Musim Panas Terakhir
3
2. Gadis Karate
4
3. Saviera Dan Luna
5
4. Anakku, Di Mana Kau?
6
5. Pantang Melanggar Sumpah
7
6. Nasib Perempuan Kedua
8
7. Siapa Mencari Siapa
9
8. Sekelompok Pemburu
10
9. Wajah Itu
11
11. Gelisah Semalaman
12
12. Senyuman Pertama
13
13. Target Pemburu
14
14. Harimau Itu Kembali
15
15. Terendus
16
16. Gagal Menguping
17
17. Malam Naas
18
18. Kabar Kematian Karlita
19
19. Mengamuk
20
20. Aku Bukan Aleena
21
21. Luluh
22
22. Perguruan Mawar Hitam
23
23. Sosok
24
24. Terasa Aneh
25
25. Tanda Tanya
26
26. Apa Kau Gila
27
27. Takdir
28
28. Reuni Bad Boy
29
29. I'm Back
30
30. Gelisah
31
31. Terbakar
32
32. Kembali Ke Jalan Hitam
33
33. Tentang Rasa
34
34. Apa Maunya?
35
35. Bayang Masa Lalu
36
36. Menghilang Lagi
37
37. Keberadaan Roy
38
38. Semaunya Sendiri
39
39. Bos Besar
40
40. Sebuah Kejutan Tentang Viera
41
41. Kasih Ayah
42
42. Tak Ada Yang Bisa Menghalangi
43
43. Berusaha Mengerti
44
44. Serangan Tak Terduga
45
45. Amarah
46
46. Harimau VS Musang
47
47. Jangan Seperti Roy
48
48. Kacau
49
49. Terasa Berbeda
50
50. Kakak Laki-Laki
51
51. Tragis
52
52. Dendam Dari Masa Lalu
53
53. Terror Kematian
54
54. Tahan Boss
55
55. Sebuah Tanda
56
56. Masih Gelap
57
57. Goresan Tangan Aleena
58
58. Mega Mendung
59
59. Sialan, sial!
60
60. Jangan Bilang Kamu Hantu
61
61. Teka Teki Tentang Ped
62
62. Kebenaran Pahit
63
63. Siapa Kau Ped?
64
64. Terbukanya Kunci Pertama
65
65. Satu Demi Satu
66
66. Sekelam Malam
67
67. Terhempas
68
68. Rasa Yang Berbeda
69
69. Pertemuan Saudara Tiri
70
70. Terlalu Rumit
71
71. Abelard Belindo
72
72. Kunci Kedua
73
73. Bad Boy's
74
74. Buku Harian Aleena
75
75. Tanda Tanya Besar
76
76. Kesal Salah Paham
77
77. Titik Temu
78
78. Badai Kecil
79
79. Hilangnya Tuan William
80
80. Leo
81
81. Mendekati Target
82
82. Rosario Dawson
83
83. Gerak Cepat
84
84. Saatnya Menjadi Pemburu
85
85. Pemburu Yang Diburu
86
86. Fight Fight Fight...
87
87. Saatnya Berhenti
88
88. Akhirnya
89
89. Sebuah kebenaran
90
90. Berkumpul Lagi
91
91. Menatap Senja
92
92. Akhir Sebuah Kisah
93
93. Othor Menyapa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!