7. Siapa Mencari Siapa

Viera menyeruput kopi instannya yang masih mengepul, di depannya tersaji gorengan tahu dan tempe yang juga masih hangat.

Warung kopi berukuran kecil itu sudah menjadi langganan Viera dan sang Kakak sejak setahun lalu pindah kontrakan di kawasan Senen atas rekomendasi sepupu Viera yang kebetulan mendapat suami di sana.

Yah, sejak orangtua Viera meninggal, ia dan sang kakak memang bisa dibilang tak memiliki tempat tinggal tetap, mereka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menyesuaikan isi kantong mereka.

Sama sebagaimana yang dialami Karlita yang kapan saja bisa pindah tempat tinggal, Viera juga sebetulnya seperti itu. Bedanya Karlita dipaksa seseorang karena menyangkut keselamatannya, sementara Viera dipaksa keadaan karena keuangannya.

"Oh iya Vier, aku lupa."

Tiba-tiba seorang pemuda yang rambutnya agak gondrong melongok ke dalam warung kopi. Ia salah satu dari mereka yang tadi sibuk nonton video aksi seorang pemuda di depan mall sekitar Bogor.

"Apaan?"

Tanya Viera.

Pemuda berambut gondrong itu masuk ke dalam warung kopi tatkala melihat sepiring gorengan yang menggiurkan.

Ia menghampiri Viera, duduk di sebelahnya lalu ikut mencomot satu gorengan tempe yang masih hangat.

"Kemarin ada yang nyari kamu."

Katanya lalu menggigit gorengannya.

Viera mengerutkan kening.

"Siapa?"

Tanya Viera heran.

Tumben ada yang nyari. Batin Viera.

"Cowok, penampilannya rapih, pakai mobil warna abu-abu silver, dia nanyain kamu di kiosnya Ko Acil yang jual pakan burung depan gang tuh."

Kata si pemuda yang kemudian menggigit gorengannya lagi hingga habis.

"Cowok penampilan rapih."

Viera garuk-garuk kepala.

"Mau apa katanya?"

Tanya Viera lagi penasaran.

"Kata Ko Acil sih dia nanyain adik Roy tinggal di sini apa enggak."

"Adik Roy?"

Viera antusias.

Jangan-jangan dia teman kakaknya, dan ia punya pesan penting dari sang kakak, batin Viera.

"Dia ngga titip pesan apa-apa?"

Tanya Viera.

Pemuda itu mengedikkan bahu.

"Mending nanya sendiri saja sama Ko Acil, soalnya kemarin Ko Acil cuma nanyain kamu di rumah apa enggak, ada yang nyari, gitu katanya."

Viera pun langsung berdiri dan bergegas akan keluar.

"Eh Vier, bayar dulu napa."

Pemuda rambut gondrong itu mengingatkan.

"Halah udah ntar lagi aja, sana urusin dulu urusannya, kayak sama siapa."

Kata pemilik warung kopi yang memang berhubungan baik dengan Viera dan sang Kakak.

Viera pun mengacungkan ibu jarinya, lalu dengan sedikit berlari ia menuju ke kios Ko Acil.

Laki-laki paruh baya keturunan Tionghoa itu tampak sedang melayani pembeli begitu Viera sampai di kiosnya.

Setelah selesai melayani, barulah Ko Acil bertanya pada Viera.

"Ada apa Non lari-lari?"

"Ko, katanya kemarin ada yang nanyain aku?"

Viera balik bertanya.

Ko Acil mantuk-mantuk.

"Iya kemarin ada laki-laki cari kamu Vier, dia tanya apa adik Roy tinggal di sini."

"Trus Ko Acil bilang apa?"

Tanya Viera lagi.

"Ya saya bilang sama dia kalau iya benar Roy dan adiknya tinggal di sini, tapi Roy sudah lama tidak pulang, sementara adik Roy kerja di perumahan sekitar Jakarta Selatan."

Jawab Ko Acil jujur.

Apa mungkin dia polisi, detektif, teman Kak Roy? Batin Viera berharap akan ada kabar baik setelah ini.

"Ah tunggu sebentar, dia kemarin sempat kasih kartu nama, saya taruh di mana ya kemarin, nanti saya cari dulu."

Kata Ko Acil lagi sambil kemudian masuk ke dalam rumahnya yang terhubung dengan kios pakan burung.

Viera menunggu sambil mengetuk-ngetukkan jari di atas etalase.

Sekitar sepuluh menit kemudian, Ko Acil muncul dengan satu kartu nama.

"Ah ini untung ketemu ya Vier."

Ujar Ko Acil lega.

Viera bahkan jauh lebih lega begitu menerima kartu nama itu dari tangan Ko Acil.

"Coba kamu hubungi saja dia, sepertinya dia orang baik, mungkin ada kabar soal Roy."

Kata Ko Acil pula.

Viera mengangguk.

**-------**

Viera pulang ke rumah kontrakannya, sebelum ke rumah ia mampir ke warung kopi lagi sebentar untuk membayar, setelah itu baru ia masuk ke dalam rumah kontrakannya yang sempit.

Viera duduk bersila di atas kasur lantai, lalu meraih hp di saku tas ranselnya, baru kemudian ia menghubungi nomor yang tertera di kartu nama.

RICKY JERVANOS

begitu nama yang tertera di sana. Kartu nama dengan gambar malaikat hitam.

Tuuuuut...

Panggilan terhubung.

Viera menarik nafas dalam-dalam, lalu menghempaskannya pelahan saat kemudian dari seberang sana akhirnya terdengar suara seorang laki-laki.

"Yah halo."

Viera kemudian menjawab.

"Halo Bang, benar ini nomor Bang Ricky?"

"Ah yah benar."

Laki-laki itu membenarkan.

"Ini saya, Viera, adik Kak Roy."

Kata Viera memperkenalkan diri tanpa banyak basa basi.

"Wah benarkah, di mana kamu?"

Suara di seberang sana terdengar begitu semangat, Viera jadi merasa optimis jika ini pasti soal Kakaknya.

"Saya teman Roy."

Kata laki-laki itu lagi.

Viera pun langsung memberitahu di mana posisinya sekarang.

Di cafe Leo, pemuda itu tampak duduk di kursi dengan kaki selonjor ke atas meja.

Cafe yang berukuran tak begitu besar namun cukup menarik bila nanti di renovasi sana sini itu cukup membuat Leo merasa bersemangat untuk memulai bisnis kecilnya.

"Vin."

Panggil Leo.

"Yah Tuan."

Kevin berdiri di dekat Leo.

"Kamu sudah catat semua yang aku minta tadi untuk cafe ini?"

Tanya Leo.

Kevin mengangguk.

"Ya Tuan, sudah semua."

Kata Kevin.

"Apa sudah termasuk dengan pengumuman untuk lowongan karyawan?"

Tanya Leo lagi.

"Yah Tuan sudah."

"Baiklah, berarti semua kita anggap beres, sekarang tugas utamamu."

Kata Leo dengan tatapan mata elangnya yang tajam.

"Oh tapi Tuan, untuk pekerjaan yang bantu-bantu urus rumah apa boleh saya tawarkan pada seorang kawan? Beberapa bulan lalu ia sempat menghubungi saya minta dicarikan pekerjaan untuk saudara isterinya."

Kata Kevin.

Leo mengangguk saja.

"Tak masalah, apa katamu saja."

Jawab Leo.

Kevin tampak tersenyum senang.

Setelah itu ia menunggu perintah selanjutnya dari sang Tuan Muda.

"Jadi apa kira-kira tugas utama saya Tuan?"

Tanya Kevin akhirnya karena Leo tak juga meneruskan kalimatnya.

Leo menghela nafas, baru kemudian menjawab.

"Carikan aku seseorang."

Kata Leo.

"Siapa Tuan?"

Tanya Kevin.

"Sahabatku. Ia sudah bagai saudara untukku saat dulu aku masih sekolah. Dia anak yatim piatu dan hanya hidup dengan adik perempuannya yang masih kecil, tapi mungkin sekarang dia sudah remaja."

Kevin mengangguk.

"Sekian lama dia jadi kaki tanganku di Laba-laba hitam, kau tahu kan laba-laba hitam?"

Tanya Leo pada Kevin yang tentu saja langsung mengangguk.

Yah siapa yang tak kenal dengan kelompok raja jalanan itu jaman dulu?

"Cari dia, namanya Roy."

Kata Leo.

**--------**

Terpopuler

Comments

Kustri

Kustri

roy yg dihajar tadi yaa, kan ada tato laba"

2024-03-27

1

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Pasti Roy, kakaknya Viera

2023-05-08

0

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Yg dimaksud pasti Viera

2023-05-08

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 1. Musim Panas Terakhir
3 2. Gadis Karate
4 3. Saviera Dan Luna
5 4. Anakku, Di Mana Kau?
6 5. Pantang Melanggar Sumpah
7 6. Nasib Perempuan Kedua
8 7. Siapa Mencari Siapa
9 8. Sekelompok Pemburu
10 9. Wajah Itu
11 11. Gelisah Semalaman
12 12. Senyuman Pertama
13 13. Target Pemburu
14 14. Harimau Itu Kembali
15 15. Terendus
16 16. Gagal Menguping
17 17. Malam Naas
18 18. Kabar Kematian Karlita
19 19. Mengamuk
20 20. Aku Bukan Aleena
21 21. Luluh
22 22. Perguruan Mawar Hitam
23 23. Sosok
24 24. Terasa Aneh
25 25. Tanda Tanya
26 26. Apa Kau Gila
27 27. Takdir
28 28. Reuni Bad Boy
29 29. I'm Back
30 30. Gelisah
31 31. Terbakar
32 32. Kembali Ke Jalan Hitam
33 33. Tentang Rasa
34 34. Apa Maunya?
35 35. Bayang Masa Lalu
36 36. Menghilang Lagi
37 37. Keberadaan Roy
38 38. Semaunya Sendiri
39 39. Bos Besar
40 40. Sebuah Kejutan Tentang Viera
41 41. Kasih Ayah
42 42. Tak Ada Yang Bisa Menghalangi
43 43. Berusaha Mengerti
44 44. Serangan Tak Terduga
45 45. Amarah
46 46. Harimau VS Musang
47 47. Jangan Seperti Roy
48 48. Kacau
49 49. Terasa Berbeda
50 50. Kakak Laki-Laki
51 51. Tragis
52 52. Dendam Dari Masa Lalu
53 53. Terror Kematian
54 54. Tahan Boss
55 55. Sebuah Tanda
56 56. Masih Gelap
57 57. Goresan Tangan Aleena
58 58. Mega Mendung
59 59. Sialan, sial!
60 60. Jangan Bilang Kamu Hantu
61 61. Teka Teki Tentang Ped
62 62. Kebenaran Pahit
63 63. Siapa Kau Ped?
64 64. Terbukanya Kunci Pertama
65 65. Satu Demi Satu
66 66. Sekelam Malam
67 67. Terhempas
68 68. Rasa Yang Berbeda
69 69. Pertemuan Saudara Tiri
70 70. Terlalu Rumit
71 71. Abelard Belindo
72 72. Kunci Kedua
73 73. Bad Boy's
74 74. Buku Harian Aleena
75 75. Tanda Tanya Besar
76 76. Kesal Salah Paham
77 77. Titik Temu
78 78. Badai Kecil
79 79. Hilangnya Tuan William
80 80. Leo
81 81. Mendekati Target
82 82. Rosario Dawson
83 83. Gerak Cepat
84 84. Saatnya Menjadi Pemburu
85 85. Pemburu Yang Diburu
86 86. Fight Fight Fight...
87 87. Saatnya Berhenti
88 88. Akhirnya
89 89. Sebuah kebenaran
90 90. Berkumpul Lagi
91 91. Menatap Senja
92 92. Akhir Sebuah Kisah
93 93. Othor Menyapa
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Prolog
2
1. Musim Panas Terakhir
3
2. Gadis Karate
4
3. Saviera Dan Luna
5
4. Anakku, Di Mana Kau?
6
5. Pantang Melanggar Sumpah
7
6. Nasib Perempuan Kedua
8
7. Siapa Mencari Siapa
9
8. Sekelompok Pemburu
10
9. Wajah Itu
11
11. Gelisah Semalaman
12
12. Senyuman Pertama
13
13. Target Pemburu
14
14. Harimau Itu Kembali
15
15. Terendus
16
16. Gagal Menguping
17
17. Malam Naas
18
18. Kabar Kematian Karlita
19
19. Mengamuk
20
20. Aku Bukan Aleena
21
21. Luluh
22
22. Perguruan Mawar Hitam
23
23. Sosok
24
24. Terasa Aneh
25
25. Tanda Tanya
26
26. Apa Kau Gila
27
27. Takdir
28
28. Reuni Bad Boy
29
29. I'm Back
30
30. Gelisah
31
31. Terbakar
32
32. Kembali Ke Jalan Hitam
33
33. Tentang Rasa
34
34. Apa Maunya?
35
35. Bayang Masa Lalu
36
36. Menghilang Lagi
37
37. Keberadaan Roy
38
38. Semaunya Sendiri
39
39. Bos Besar
40
40. Sebuah Kejutan Tentang Viera
41
41. Kasih Ayah
42
42. Tak Ada Yang Bisa Menghalangi
43
43. Berusaha Mengerti
44
44. Serangan Tak Terduga
45
45. Amarah
46
46. Harimau VS Musang
47
47. Jangan Seperti Roy
48
48. Kacau
49
49. Terasa Berbeda
50
50. Kakak Laki-Laki
51
51. Tragis
52
52. Dendam Dari Masa Lalu
53
53. Terror Kematian
54
54. Tahan Boss
55
55. Sebuah Tanda
56
56. Masih Gelap
57
57. Goresan Tangan Aleena
58
58. Mega Mendung
59
59. Sialan, sial!
60
60. Jangan Bilang Kamu Hantu
61
61. Teka Teki Tentang Ped
62
62. Kebenaran Pahit
63
63. Siapa Kau Ped?
64
64. Terbukanya Kunci Pertama
65
65. Satu Demi Satu
66
66. Sekelam Malam
67
67. Terhempas
68
68. Rasa Yang Berbeda
69
69. Pertemuan Saudara Tiri
70
70. Terlalu Rumit
71
71. Abelard Belindo
72
72. Kunci Kedua
73
73. Bad Boy's
74
74. Buku Harian Aleena
75
75. Tanda Tanya Besar
76
76. Kesal Salah Paham
77
77. Titik Temu
78
78. Badai Kecil
79
79. Hilangnya Tuan William
80
80. Leo
81
81. Mendekati Target
82
82. Rosario Dawson
83
83. Gerak Cepat
84
84. Saatnya Menjadi Pemburu
85
85. Pemburu Yang Diburu
86
86. Fight Fight Fight...
87
87. Saatnya Berhenti
88
88. Akhirnya
89
89. Sebuah kebenaran
90
90. Berkumpul Lagi
91
91. Menatap Senja
92
92. Akhir Sebuah Kisah
93
93. Othor Menyapa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!