14. Harimau Itu Kembali

Leo memilih kemeja berwarna abu-abu gelap yang dipadu dengan celana jeans hitam. Ia turun ke lantai satu dan langsung menuju keluar rumah.

Kevin sudah siap di dekat mobil, berdiri di samping pintu mobil yang sudah ia bukakan untuk sang tuan muda.

Leo bergegas berjalan ke sana, namun begitu tinggal beberapa langkah lagi, tiba-tiba ia ingat Viera.

Sejenak langkah Leo terhenti.

Laki-laki tampan itu menoleh ke belakang, ke bangunan rumahnya yang sepi.

"Kevin."

Panggil Leo pada asistennya.

"Yah Tuan."

"Kemana gadis itu?"

Tanya Leo beralih menatap tajam ke arah Kevin.

"Gadis? Viera?"

Kevin memastikan.

Leo mengangguk cepat.

"Tadi sepertinya sedang mencuci Tuan."

Kata Kevin.

"Kamu bilang dia adik Roy?"

Tanya Leo.

Kevin mengangguk.

"Dia diburu malaikat hitam?"

Tanya Leo lagi, yang kembali dijawab anggukan Kevin.

Leo tiba-tiba berbalik.

Melangkah lebar menuju bangunan rumahnya lagi.

Kevin yang bingung akhirnya mengikuti Tuan mudanya masuk ke dalam rumah.

Leo mencari Viera.

"Vier... Viera!"

Panggil Leo.

Viera yang sedang sibuk mencuci tak mendengar Leo memanggil-manggil dirinya.

Begitu Leo menemukan Viera di tempat cuci, laki-laki itu lekas mencabut kabel mesin cuci dari colokan, lalu menarik Viera keluar.

"Ada apa Tuan."

Viera bingung, ia menatap Kevin yang juga kebingungan.

"Tutup semua pintu dan jendela, ikut saja ke cafe."

Kata Leo pada Kevin, lalu menarik Viera sampai ke mobil dan mendorongnya ke dalam mobil.

"Apa yang terjadi?"

Tanya Viera begitu Leo juga masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelahnya.

Malaikat hitam, apakah ada kaitannya dengan menghilangnya Roy?

Jika mereka sampai memburu Viera juga, berarti Roy jelas berurusan dengan mereka. Ini terlalu berbahaya untuk Viera jika tiba-tiba harus menghadapi mereka seorang diri.

Bahkan Leo saat ini tidak tahu kekuatan mereka seperti apa. Sudah lewat sepuluh tahun, dan bisa saja mereka jauh lebih kuat dari yang Leo bayangkan.

"Ada apa sebenarnya, aku harus mencu..."

Leo membekap mulut Viera dengan tangannya.

"Jangan berisik, aku tidak suka suara berisik."

Kata Leo dengan tatapan tajamnya yang seperti menembus ke dalam dada.

Viera seketika terdiam.

Kevin telah selesai menutup dan mengunci semua pintu dan jendela, lalu sedikit berlari menuju mobil.

Ia masuk dan duduk di balik kemudi.

"Pastikan kau selalu di dekatku, mengerti!"

Kata Leo pada Viera.

Viera mengerutkan kening.

Maksudnya apa? Kenap tiba-tiba jadi begini? Ah jangan bilang kalau Tuan Leo jatuh cinta padaku? Viera menutup mulutnya sendiri yang malah kaget dengan pikirannya.

Ya Tuhan Viera, apa kamu mabuk? Batin Viera.

Kevin melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah Leo.

Sepanjang jalan menuju cafe, Leo tak bicara apa-apa seperti biasanya.

Ia hanya menatap nanar jalanan dalam kebekuan. Ia memang begitu dingin, seperti batu es yang sangat keras.

Viera duduk di sebelahnya dengan kaku, bingung harus apa dan bagaimana. Bahkan rasanya untuk menggeser duduknya saja tak berani takut nanti akan membuat Leo kesal dengan gerakan-gerakan kecilnya.

Leo kemudian meraih hp miliknya.

Ia menoleh pada Viera yang diam membisu.

"Nomor hp mu, biar aku simpan."

Kata Leo memecah keheningan.

"Hah, kenap Tuan."

Viera yang sibuk melamun jadi tidak konek.

Leo mendengus.

"Hp, nomor hp mu."

Kesal Leo.

Viera menggeleng.

"Hp saya rusak, kemarin saat ada penagih hutang ke rumah mencari kakak, hp saya jadi sasaran amukan mereka karena saya lebih dulu kabur dan..."

"Vin, kita mampir gerai hp dekat sini."

Leo tak mendengarkan kalimat panjang Viera lagi.

Kevin mengangguk.

**---------**

Baron dan anak buahnya masuk ke dalam ruang bawah tanah di mana Roy disekap.

Roy yang mendengar saat Baron membuka pintu langsung pura-pura berbaring di lantai lagi seolah tak berdaya.

"Hmm... Dia benar-benar sekarat kali ini, hahaha..."

Baron terbahak.

Anak buah Baron juga mengikuti ketuanya, terbahak.

Baron duduk di kursi yang tak jauh dari sel di mana Roy kini tergeletak.

Anak buah Baron mengambil sebotol minuman lalu memberikannya pada Baron untuk kemudian ia meminumnya langsung dari botol.

"Ricky, bajingan itu, aku ingin sekali kapan waktunya untuk menghabisinya."

Geram Baron.

Si anak buah Baron yang setia sepakat.

"Yah Bang, benar, dia semakin hari semakin banyak tingkah, seperti dia menghabisi Aji, kita habisi dia juga dengan cara yang sama."

Kata Anak buah Baron.

"Yah kau benar, bajingan tengik yang hanya banyak gaya itu, memang harus diberi pelajaran."

Kata Baron lalu meneguk minumannya lagi.

"Oh yah, ku dengar Ricky sedang mencari keberadaan Leo anak Karlita, dia sudah kembali ke Indonesia beberapa hari lalu."

Kata anak buah Baron.

"Leo?"

Baron menatap anak buahnya.

Anak buah Baron mengangguk.

"Yah, Leo, yang dulu membuat kelompok Laba-laba hitam."

Kata anak buah Baron lagi.

Baron seketika menyeringai mendengar nama Leo.

Sudah lama sekali ia tak mendengar nama itu.

Yah Leo, anak haram itu, yang sudah membuat kakaknya hampir buta karena dipukuli hingga sekarat dan bola matanya nyaris pecah karena kasus melecehkan salah satu siswi di sekolah Leo.

"Di mana kabarnya dia sekarang?"

Tanya Baron.

"Entahlah Bang, aku rasa Ricky juga belum menemukannya."

"Kenapa pencarian Leo tak dia serahkan pada kita juga?"

Gumam Baron heran.

"Aku rasa ini karena permintaan khusus dari pimpinan."

Ujar anak buah Baron.

"Bajingan tengik, dia memang selicik ular."

Geram Baron lagi.

Dan tanpa mereka sadari, pembicaraan mereka tentang kembalinya Leo terdengar oleh Roy di dalam sel yang pura-pura masih tak sadarkan diri.

Leo...

Benarkah dia telah kembali?

Akhirnya, setelah sekian tahun, akhirnya ia kembali.

Roy begitu senang mendengar kabar itu, meskipun belum ada yang tahu keberadaan pasti Leo saat ini, tapi bagi Roy mendapati bahwa Leo kini berada di Indonesia saja sudah membuatnya semakin optimis bisa lepas dari tahanan ini.

Ah Leo, dia pasti mencariku. Aku yakin. Batin Roy.

Baron memberikan botol minumannya lagi pada anak buahnya.

"Aku harus menemukan Karlita lagi, setelah menghabisinya, aku akan menghabisi Ricky."

Kata Baron sambil berdiri lalu bersiap keluar dari ruangan bawah tanah lagi.

"Bagaimana dengan dia Bang?"

Tanya anak buah Baron.

"Jika besok dia belum sadar, buang saja di dipinggiran tol jagorawi, sama seperti Sapta."

Kata Baron.

"Sapta?"

Anak buah Baron bertanya.

"Yah, apa kau lupa, Sapta juga dulu dibuang di sana atas permintaan pimpinan karena tahu persembunyian Karlita tapi tak mau memberitahukannya. Pada dasarnya, dia ikut kelompok kita, tapi masih setia dengan Leo."

Kata Baron.

Anak buah Baron mengangguk.

Ia menatap Roy di dalam sel yang tak bergerak sama sekali.

Ada rasa heran dalam hatinya, bagaimana bisa orang-orang yang berhubungan dengan Leo sepertinya begitu setia meskipun ia tidak ada.

**---------**

Terpopuler

Comments

Yunida Julianti

Yunida Julianti

kalo gitu roy pura pura mati aja sampe besok

2022-04-18

2

Dadoeng Dadi

Dadoeng Dadi

visualnya donk thor

2022-03-24

1

Sasa Brina

Sasa Brina

Apakah cuma novel LLH karya k cila kga somplak🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😘😘😘😘😘😘😘😘😘

2022-02-25

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 1. Musim Panas Terakhir
3 2. Gadis Karate
4 3. Saviera Dan Luna
5 4. Anakku, Di Mana Kau?
6 5. Pantang Melanggar Sumpah
7 6. Nasib Perempuan Kedua
8 7. Siapa Mencari Siapa
9 8. Sekelompok Pemburu
10 9. Wajah Itu
11 11. Gelisah Semalaman
12 12. Senyuman Pertama
13 13. Target Pemburu
14 14. Harimau Itu Kembali
15 15. Terendus
16 16. Gagal Menguping
17 17. Malam Naas
18 18. Kabar Kematian Karlita
19 19. Mengamuk
20 20. Aku Bukan Aleena
21 21. Luluh
22 22. Perguruan Mawar Hitam
23 23. Sosok
24 24. Terasa Aneh
25 25. Tanda Tanya
26 26. Apa Kau Gila
27 27. Takdir
28 28. Reuni Bad Boy
29 29. I'm Back
30 30. Gelisah
31 31. Terbakar
32 32. Kembali Ke Jalan Hitam
33 33. Tentang Rasa
34 34. Apa Maunya?
35 35. Bayang Masa Lalu
36 36. Menghilang Lagi
37 37. Keberadaan Roy
38 38. Semaunya Sendiri
39 39. Bos Besar
40 40. Sebuah Kejutan Tentang Viera
41 41. Kasih Ayah
42 42. Tak Ada Yang Bisa Menghalangi
43 43. Berusaha Mengerti
44 44. Serangan Tak Terduga
45 45. Amarah
46 46. Harimau VS Musang
47 47. Jangan Seperti Roy
48 48. Kacau
49 49. Terasa Berbeda
50 50. Kakak Laki-Laki
51 51. Tragis
52 52. Dendam Dari Masa Lalu
53 53. Terror Kematian
54 54. Tahan Boss
55 55. Sebuah Tanda
56 56. Masih Gelap
57 57. Goresan Tangan Aleena
58 58. Mega Mendung
59 59. Sialan, sial!
60 60. Jangan Bilang Kamu Hantu
61 61. Teka Teki Tentang Ped
62 62. Kebenaran Pahit
63 63. Siapa Kau Ped?
64 64. Terbukanya Kunci Pertama
65 65. Satu Demi Satu
66 66. Sekelam Malam
67 67. Terhempas
68 68. Rasa Yang Berbeda
69 69. Pertemuan Saudara Tiri
70 70. Terlalu Rumit
71 71. Abelard Belindo
72 72. Kunci Kedua
73 73. Bad Boy's
74 74. Buku Harian Aleena
75 75. Tanda Tanya Besar
76 76. Kesal Salah Paham
77 77. Titik Temu
78 78. Badai Kecil
79 79. Hilangnya Tuan William
80 80. Leo
81 81. Mendekati Target
82 82. Rosario Dawson
83 83. Gerak Cepat
84 84. Saatnya Menjadi Pemburu
85 85. Pemburu Yang Diburu
86 86. Fight Fight Fight...
87 87. Saatnya Berhenti
88 88. Akhirnya
89 89. Sebuah kebenaran
90 90. Berkumpul Lagi
91 91. Menatap Senja
92 92. Akhir Sebuah Kisah
93 93. Othor Menyapa
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Prolog
2
1. Musim Panas Terakhir
3
2. Gadis Karate
4
3. Saviera Dan Luna
5
4. Anakku, Di Mana Kau?
6
5. Pantang Melanggar Sumpah
7
6. Nasib Perempuan Kedua
8
7. Siapa Mencari Siapa
9
8. Sekelompok Pemburu
10
9. Wajah Itu
11
11. Gelisah Semalaman
12
12. Senyuman Pertama
13
13. Target Pemburu
14
14. Harimau Itu Kembali
15
15. Terendus
16
16. Gagal Menguping
17
17. Malam Naas
18
18. Kabar Kematian Karlita
19
19. Mengamuk
20
20. Aku Bukan Aleena
21
21. Luluh
22
22. Perguruan Mawar Hitam
23
23. Sosok
24
24. Terasa Aneh
25
25. Tanda Tanya
26
26. Apa Kau Gila
27
27. Takdir
28
28. Reuni Bad Boy
29
29. I'm Back
30
30. Gelisah
31
31. Terbakar
32
32. Kembali Ke Jalan Hitam
33
33. Tentang Rasa
34
34. Apa Maunya?
35
35. Bayang Masa Lalu
36
36. Menghilang Lagi
37
37. Keberadaan Roy
38
38. Semaunya Sendiri
39
39. Bos Besar
40
40. Sebuah Kejutan Tentang Viera
41
41. Kasih Ayah
42
42. Tak Ada Yang Bisa Menghalangi
43
43. Berusaha Mengerti
44
44. Serangan Tak Terduga
45
45. Amarah
46
46. Harimau VS Musang
47
47. Jangan Seperti Roy
48
48. Kacau
49
49. Terasa Berbeda
50
50. Kakak Laki-Laki
51
51. Tragis
52
52. Dendam Dari Masa Lalu
53
53. Terror Kematian
54
54. Tahan Boss
55
55. Sebuah Tanda
56
56. Masih Gelap
57
57. Goresan Tangan Aleena
58
58. Mega Mendung
59
59. Sialan, sial!
60
60. Jangan Bilang Kamu Hantu
61
61. Teka Teki Tentang Ped
62
62. Kebenaran Pahit
63
63. Siapa Kau Ped?
64
64. Terbukanya Kunci Pertama
65
65. Satu Demi Satu
66
66. Sekelam Malam
67
67. Terhempas
68
68. Rasa Yang Berbeda
69
69. Pertemuan Saudara Tiri
70
70. Terlalu Rumit
71
71. Abelard Belindo
72
72. Kunci Kedua
73
73. Bad Boy's
74
74. Buku Harian Aleena
75
75. Tanda Tanya Besar
76
76. Kesal Salah Paham
77
77. Titik Temu
78
78. Badai Kecil
79
79. Hilangnya Tuan William
80
80. Leo
81
81. Mendekati Target
82
82. Rosario Dawson
83
83. Gerak Cepat
84
84. Saatnya Menjadi Pemburu
85
85. Pemburu Yang Diburu
86
86. Fight Fight Fight...
87
87. Saatnya Berhenti
88
88. Akhirnya
89
89. Sebuah kebenaran
90
90. Berkumpul Lagi
91
91. Menatap Senja
92
92. Akhir Sebuah Kisah
93
93. Othor Menyapa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!