19. Mengamuk

Leo baru bangun dari tidur ketika suara ketukan di pintu kamarnya terdengar begitu berisik.

"Tuan... Tuan..."

Samar terdengar pula suara Kevin memanggil Leo.

Leo menyingkap selimutnya dengan malas, ia lalu turun dari tempat tidurnya dan berjalan dengan langkahnya yang panjang ke arah pintu.

"Ada apa?"

Tanya Leo.

Kevin menatap Leo dengan gemetar.

"Ada apa!"

Leo tak sabar.

"Ibu... Ibu Tuan meninggal."

Kata Kevin akhirnya.

Leo sejenak tercekat, ia berusaha mencerna kalimat Kevin dengan otaknya.

Ditatapnya tajam asistennya itu, dan dalam sekejap tangannya meraih kerah kemeja Kevin.

"Ulangi lagi apa barusan kau bilang!"

Bentak Leo.

"Ibu... Anda... Meninggal Tuan."

Leo menghempaskan Kevin hingga tubuh Kevin nyaris terpental ke belakang.

"Bohong!"

Raung Leo.

Kevin menunjukkan video pemakaman Karlita yang tengah dilakukan. Tampak Ayah Leo berada di sana pula.

Leo seketika berteriak, menghantam pintu kamarnya sekuat tenaga hingga tangannya berlumuran darah.

Tak butuh waktu lama untuk kemudian Leo akhirnya melarikan mobilnya menuju area pemakaman yang dikabarkan Ayahnya melalui Kevin.

Laki-laki itu, apa kerjanya selama ini hingga membiarkan Ibunya meninggal? Geram Leo marah.

Ia tak mengijinkan Kevin mengemudi, ini adalah harinya. Kevin duduk di kursi sebelah Leo dengan tangan gemetaran sambil berpegangan sekuat tenaga karena begitu takut Leo membawa mobilnya seperti setan.

Sampai di area pemakaman elite yang di kabarkan sang Ayah, Leo langsung memarkirkan mobilnya asal dan sembarangan saja, ia melompat turun.

Beberapa pengawal sang Ayah yang berjaga sejak pintu masuk makam dihajar Leo habis-habisan.

Harimau itu mengamuk, seolah tak lagi ingat apapun selain ingin menerkam siapapun yang ada di hadapannya.

"Nyonya Karlita ditemukan meninggal dengan tiga tembakan senjata api jarak dekat di rumah pengasingan terakhirnya."

Kata-kata Kevin itu membuat darah Leo kini benar-benar mendidih.

Begitu sudah dekat dengan area pemakaman, beberapa orang berpakaian serba hitam yang juga pengawal Ayah Leo berusaha menghadang lagi, dan jelas saja Leo menghajarnya lagi.

Tuan William, Ayah Leo akhirnya menyuruh para pengawal membiarkan putranya itu masuk ke upacara pemakaman Ibunya.

Peti itu sudah dimasukkan ke dalam lubang, dan kini sudah mulai ditimbun dengan tanah.

Leo terduduk lemas menatap peti itu kini terkubur.

Ia bahkan belum sempat melihat wajah sang Ibu.

Sungguh tragis.

Pendeta mengakhiri doanya dan kemudian bersiap pergi. Ayah Leo mengucapkan terimakasih.

Sepeninggal pendeta dan orang-orang dari gereja, Leo tampak berdiri, ia menatap marah Ayahnya yang gagal melindungi Ibunya.

Leo menghambur ke arah sang Ayah, menarik kedua sisi jas Ayahnya.

"Ke mana saja kau hingga membiarkan Ibu terbunuh!"

Raung Leo.

"Leo!"

Suara yang falimiar itu memanggil Leo.

Pemuda tampan itu seketika menoleh ke arah asal suara di belakangnya.

Anton, sahabat lamanya yang dulu berada di Laba-laba hitam bersamanya tampak berdiri.

"Kau."

Leo menatap nanar Anton yang mengangguk seolah mengiyakan bahwa ya ini dia, Anton, sahabatnya.

"Bukan salah Ayahmu Leo, semua salah kami yang lengah menjaga Nyonya Karlita."

Leo menghempaskan Ayahnya dengan kasar, dan kini menerjang Anton seolah harimau lapar yang memang ingin mengamuk hingga puas.

Anton tak melawan, meski Leo memukul wajahnya bertubi-tubi, membuat seluruh wajahnya penuh luka dan darah.

Leo berteriak sekeras-kerasnya. Meluapkan seluruh emosinya.

Tuan Will di tempatnya menunduk, menangis melihat putranya harus kehilangan Ibunya sebelum sempat bertemu selama sepuluh tahun karena dirinya.

**--------**

Leo yang akhirnya sudah lelah berguling ke tanah, ia terbaring terlentang menatap langit yang jauh diatasnya.

Anton mengusap wajahnya yang penuh darah dengan saputangan yang di berikan seorang pengawal lain.

Nafas keduanya terengah-engah.

Bulir bening tampak menetes disudut mata Leo.

Apa salahnya hingga skenario hidupnya seburuk ini. Batin Leo menggugat.

Tuan Will berjalan menghampiri Leo, ia mengulurkan tangan untuk membantu sang putra berdiri, namun Leo menepisnya dengan kasar.

"Enyahlah, kau tak pernah menepati janji!"

Kata Leo marah.

Tuan Will yang memahami kondisi Leo saat ini hanya terdiam, lalu akhirnya memilih pergi diikuti seluruh pengawalnya.

"Kau, kenapa sama sekali tak mengatakan padaku bahwa kau bekerja untuk Ayah."

Gumam Leo saat Anton juga hendak berdiri.

Anton menatap sahabatnya dengan miris.

"Aku tak ingin kau kenapa-kenapa, apapun perintah yang sekiranya itu membuatmu aman, akan aku lakukan."

Kata Anton.

"Roy, di mana dia?"

Tanya Leo lagi, sambil kemudian bangkit dan duduk di atas tanah pemakaman elite yang kini sepi dan hening.

"Kami sedang mencarinya, jangan khawatir, kami pasti akan menemukannya."

Kata Anton.

"Termasuk pembunuh Ibuku, kau juga akan mencarinya?"

Tanya Leo yang kali ini menatap tajam Anton yang telah berdiri.

"Tentu saja, aku pasti akan membunuhnya sekalipun kau tak menyuruhku."

Kata Anton.

Leo terhuyung berdiri.

"Tidak! Jika kau menemukannya, maka kau harus serahkan dia padaku, agar aku bisa menyembelihnya."

Ujar Leo.

Anton mengangguk.

"Pergilah, jaga orangtua bodoh itu, dia mungkin akan menjadi korban berikutnya."

Kata Leo lagi pada Anton.

"Jaga dirimu Le."

Anton menepuk bahu Leo.

Leo tak bergeming, kini matanya lebih tertarik menatap pusara Ibunya.

Ia terhuyung berjalan ke pusara sang Ibu, bersimpuh di sana, dan kemudian memeluk gundukan tanah tanah yang masih merah.

Kevin yang melihat pemandangan itupun jadi merasa begitu tersayat, ia sama sekali tak bisa membayangkan betapa hancur Leo saat ini.

Kevin memilih pergi kembali ke mobil, menunggu Leo selesai di dalam sana.

Hingga kemudian Doni menelfon untuk menanyakan kenapa Leo dan Kevin belum datang ke cafe.

"Ibu Tuan Leo meninggal, ia terbunuh semalam."

Kata Kevin.

"Apa?"

Doni begitu terkejut.

"Siapa pelakunya?"

Tanya Doni.

"Entahlah, belum ada yang bisa memastikan, tapi kemungkinannya mengarah pada malaikat hitam."

Kata Kevin.

"Hah lagi-lagi gerombolan itu. Apa semua orang menjadi targetnya?"

Gumam Doni.

"Memangnya siapa lagi yang menjadi target malaikat hitam yang kau kenal?"

Tanya Kevin.

"Roy, Viera, dan majikan isteriku, Nyonya Karlita."

Kata Doni.

"Apa?"

Kevin menganga tak percaya.

"Maksudmu, isteri mu bekerja di rumah Nyonya Karlita?"

Tanya Kevin.

"Yah, memangnya ada apa dengan majikan isteriku?"

Doni malah bingung.

"Kau sungguh tak tahu?"

"Tahu apa?"

"Karlita adalah Ibu Tuan Leo."

Kata Kevin.

"Sungguh? Kau tidak becanda kan?"

Doni benar-benar tak menyangka, dulu seingatnya Roy lah yang membawa isterinya bekerja di tempat Karlita.

Roy selalu bilang jika mereka tak boleh menceritakan pada siapapun tentang siapa majikannya.

Jika saat majikannya tiba-tiba pergi atau pindah juga tak usah banyak tanya.

"Viera juga bekerja menggantikan isteriku di tempat Nyonya Karlita, hari di mana ia diburu malaikat hitam, adalah hari di mana ia baru pulang karena Nyonya Karlita diungsikan."

Terang Doni.

Kevin baru akan mengatakan sesuatu lagi, saat kemudian ia melihat Leo berjalan sempoyongan menuju ke arah nya.

"Tuan... Tuan, anda tidak apa-apa?"

Kevin menghambur menolong Tuan mudanya berjalan hingga masuk ke dalam mobil.

"Aku mau pulang, kau uruslah cafe bersama Doni."

Kata Leo.

**--------**

Terpopuler

Comments

Mardelis

Mardelis

hancur hati leo, kasihn

2025-03-09

0

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Kenapa Nyonya Karlita dibikin meninggal Thor, knp dia g dipertemukan dgn Leo dan hidup bahagia menikmati masa tuanya dgn Leo dan istrinya kelak...

2023-05-08

1

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Bukan harimau Thor..Leo kan singa..😁😁

2023-05-08

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 1. Musim Panas Terakhir
3 2. Gadis Karate
4 3. Saviera Dan Luna
5 4. Anakku, Di Mana Kau?
6 5. Pantang Melanggar Sumpah
7 6. Nasib Perempuan Kedua
8 7. Siapa Mencari Siapa
9 8. Sekelompok Pemburu
10 9. Wajah Itu
11 11. Gelisah Semalaman
12 12. Senyuman Pertama
13 13. Target Pemburu
14 14. Harimau Itu Kembali
15 15. Terendus
16 16. Gagal Menguping
17 17. Malam Naas
18 18. Kabar Kematian Karlita
19 19. Mengamuk
20 20. Aku Bukan Aleena
21 21. Luluh
22 22. Perguruan Mawar Hitam
23 23. Sosok
24 24. Terasa Aneh
25 25. Tanda Tanya
26 26. Apa Kau Gila
27 27. Takdir
28 28. Reuni Bad Boy
29 29. I'm Back
30 30. Gelisah
31 31. Terbakar
32 32. Kembali Ke Jalan Hitam
33 33. Tentang Rasa
34 34. Apa Maunya?
35 35. Bayang Masa Lalu
36 36. Menghilang Lagi
37 37. Keberadaan Roy
38 38. Semaunya Sendiri
39 39. Bos Besar
40 40. Sebuah Kejutan Tentang Viera
41 41. Kasih Ayah
42 42. Tak Ada Yang Bisa Menghalangi
43 43. Berusaha Mengerti
44 44. Serangan Tak Terduga
45 45. Amarah
46 46. Harimau VS Musang
47 47. Jangan Seperti Roy
48 48. Kacau
49 49. Terasa Berbeda
50 50. Kakak Laki-Laki
51 51. Tragis
52 52. Dendam Dari Masa Lalu
53 53. Terror Kematian
54 54. Tahan Boss
55 55. Sebuah Tanda
56 56. Masih Gelap
57 57. Goresan Tangan Aleena
58 58. Mega Mendung
59 59. Sialan, sial!
60 60. Jangan Bilang Kamu Hantu
61 61. Teka Teki Tentang Ped
62 62. Kebenaran Pahit
63 63. Siapa Kau Ped?
64 64. Terbukanya Kunci Pertama
65 65. Satu Demi Satu
66 66. Sekelam Malam
67 67. Terhempas
68 68. Rasa Yang Berbeda
69 69. Pertemuan Saudara Tiri
70 70. Terlalu Rumit
71 71. Abelard Belindo
72 72. Kunci Kedua
73 73. Bad Boy's
74 74. Buku Harian Aleena
75 75. Tanda Tanya Besar
76 76. Kesal Salah Paham
77 77. Titik Temu
78 78. Badai Kecil
79 79. Hilangnya Tuan William
80 80. Leo
81 81. Mendekati Target
82 82. Rosario Dawson
83 83. Gerak Cepat
84 84. Saatnya Menjadi Pemburu
85 85. Pemburu Yang Diburu
86 86. Fight Fight Fight...
87 87. Saatnya Berhenti
88 88. Akhirnya
89 89. Sebuah kebenaran
90 90. Berkumpul Lagi
91 91. Menatap Senja
92 92. Akhir Sebuah Kisah
93 93. Othor Menyapa
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Prolog
2
1. Musim Panas Terakhir
3
2. Gadis Karate
4
3. Saviera Dan Luna
5
4. Anakku, Di Mana Kau?
6
5. Pantang Melanggar Sumpah
7
6. Nasib Perempuan Kedua
8
7. Siapa Mencari Siapa
9
8. Sekelompok Pemburu
10
9. Wajah Itu
11
11. Gelisah Semalaman
12
12. Senyuman Pertama
13
13. Target Pemburu
14
14. Harimau Itu Kembali
15
15. Terendus
16
16. Gagal Menguping
17
17. Malam Naas
18
18. Kabar Kematian Karlita
19
19. Mengamuk
20
20. Aku Bukan Aleena
21
21. Luluh
22
22. Perguruan Mawar Hitam
23
23. Sosok
24
24. Terasa Aneh
25
25. Tanda Tanya
26
26. Apa Kau Gila
27
27. Takdir
28
28. Reuni Bad Boy
29
29. I'm Back
30
30. Gelisah
31
31. Terbakar
32
32. Kembali Ke Jalan Hitam
33
33. Tentang Rasa
34
34. Apa Maunya?
35
35. Bayang Masa Lalu
36
36. Menghilang Lagi
37
37. Keberadaan Roy
38
38. Semaunya Sendiri
39
39. Bos Besar
40
40. Sebuah Kejutan Tentang Viera
41
41. Kasih Ayah
42
42. Tak Ada Yang Bisa Menghalangi
43
43. Berusaha Mengerti
44
44. Serangan Tak Terduga
45
45. Amarah
46
46. Harimau VS Musang
47
47. Jangan Seperti Roy
48
48. Kacau
49
49. Terasa Berbeda
50
50. Kakak Laki-Laki
51
51. Tragis
52
52. Dendam Dari Masa Lalu
53
53. Terror Kematian
54
54. Tahan Boss
55
55. Sebuah Tanda
56
56. Masih Gelap
57
57. Goresan Tangan Aleena
58
58. Mega Mendung
59
59. Sialan, sial!
60
60. Jangan Bilang Kamu Hantu
61
61. Teka Teki Tentang Ped
62
62. Kebenaran Pahit
63
63. Siapa Kau Ped?
64
64. Terbukanya Kunci Pertama
65
65. Satu Demi Satu
66
66. Sekelam Malam
67
67. Terhempas
68
68. Rasa Yang Berbeda
69
69. Pertemuan Saudara Tiri
70
70. Terlalu Rumit
71
71. Abelard Belindo
72
72. Kunci Kedua
73
73. Bad Boy's
74
74. Buku Harian Aleena
75
75. Tanda Tanya Besar
76
76. Kesal Salah Paham
77
77. Titik Temu
78
78. Badai Kecil
79
79. Hilangnya Tuan William
80
80. Leo
81
81. Mendekati Target
82
82. Rosario Dawson
83
83. Gerak Cepat
84
84. Saatnya Menjadi Pemburu
85
85. Pemburu Yang Diburu
86
86. Fight Fight Fight...
87
87. Saatnya Berhenti
88
88. Akhirnya
89
89. Sebuah kebenaran
90
90. Berkumpul Lagi
91
91. Menatap Senja
92
92. Akhir Sebuah Kisah
93
93. Othor Menyapa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!