Cilla diam saja dan tidak jadi pergi ke luar dari kamar rawat Aji. Dia menuggu Gilang yang pergi ke bagian administrasi rumah sakit, mengurus semua biaya yang dikeluarkan untuk perawatan Aji, anaknya.
"Ma. Mama..." Panggil Aji pelan. Matanya masih terpejam tapi dia mencari-cari keberadaan mamanya.
"Ya sayang. Ini mama." Cilla datang mendekat. Dia pegang tangan Aji, dan membelai rambut Aji dengan tangan yang lain.
"Aku kenapa Ma?" tanya Aji perihal matanya yang sakit itu.
"Gak apa-apa sayang. Aji hanya perlu istirahat. Matanya mungkin capek ya, di pakai terus sih... Buat jualan, belajar dan juga ngerjain orang dari laptop dan juga handphone, hehehe..." jawab Cilla sambil tertawa kecil mendengar gurauannya sendiri.
Aji ikut tertawa-tawa mendengar suara mamanya yang lucu. Dia memang tidak melihat mamanya, sebab matanya ditutup dengan perban agar tidak sering terbuka dan terkena udara, tapi Aji bisa merasakan jika mamanya sudah tidak terlalu bersedih seperti tadi pagi.
"Besok-besok, kalau sudah sehat jangan terlalu sering membuka handphone atau laptop ya! Biar mama yang melanjutkan jualan onlinenya."
Cilla memberikan penjelasan pada Aji agar tidak terjadi lagi hal semacam ini. Aji menganguk mengiyakan saja apa yang dikatakan oleh mamanya.
Ceklek
pintu kamar pasien terbuka. Dari luar tampak Gilang masuk sambil tersenyum melihat Aji yang sedang berbincang dengan mamanya. Itu berarti Aji sudah bangun dan bisa diajak berbicara tentang keinginannya melamar mamanya itu.
"Hai Aji, sudah bangun ya!" Sapa Gilang sok akrab. Dia tidak tahu jika Aji tidak menyukai hal semacam itu.
"Kenapa dia ada di sini Ma?" tanya Aji pada mamanya, dan tidak menjawab pertanyaan dari Gilang.
Gilang menatap ke arah Cilla yang terdiam dan tidak juga menjawab pertanyaan dari Aji. Kesempatan ini digunakan Gilang untuk mengatakan apa yang dia inginkan pada Aji.
"Sayang. Papa ingin melamar mamamu dan menikahinya. Papa ingin menjadikan mamamu sebagai istri Papa. Kamu setuju kan?" Gilang tidak menunggu waktu lama untuk segera bicara. Dia tidak mau kehilangan kesempatan ini.
"Apa yang dia katakan Ma?" tanya Aji pada mamanya dan bukan pada Gilang.
"Mama tidak tahu," jawab Cilla acuh.
"Om, pergilah. Kami tidak butuh Om. Selama ini kami bisa hidup berdua tanpa Om!" Kata-kata Aji seperti panah yang melesat ke dada Gilang dan membuatnya merasa sakit karena ditolak anaknya sendiri.
"Aji. Papa memang bukan orang baik. Papa minta maaf untuk semua yang terjadi pada kalian berdua selama ini. Tapi jujur, itu bukan kemauan Papa juga. Ada hal yang membuat Papa memiliki kelakuan yang buruk seperti itu. Tapi semuanya sudah tidak Papa lakukan lagi setelah malam itu bersama dengan mamamu."
Aji tidak menyahut, begitu juga dengan Cilla. Mereka hanya diam tanpa bermaksud untuk meminta penjelasan dari Gilang. Tapi diamnya mereka berdua itu, membuat Gilang mengungkapkan sesuatu yang dia rahasiakan sedari dulu, tanpa ada yang tahu tentang hal itu.
*****
POV Gilang
Aku adalah pengusaha sukses yang bergerak di bidang pembinaan dan pengawasan keuangan beberapa perusahaan dan juga Bank swasta. Aku anak tunggal dari keluarga Raden Aji Saka.
Aku mempunyai kekasih yang sangat cantik dan juga sopan. Kami berencana untuk bertunangan beberapa bulan lagi setelah dia lulus S2 di Sidney, Australia.
Aku yang sedang sibuk mengembangkan perusahaan GAS tentu tidak bisa sering mengunjungi kekasihku itu. Tapi aku meminta pada sahabatku, yang kebetulan juga sedang melanjutkan studinya di sana, untuk menjaga kekasihku itu. Dia adalah sahabatku sedari masih Sekolah Menengah Pertama. Jadi kami sudah seperti saudara sendiri.
Dia, sahabatku itu, tentunya dengan senang hati menerima permintaanku untuk menjaga kekasihku yang memang belum lama ada di sana. Mereka aku perkenalkan sewaktu aku berkunjung di bulan kelima kekasihku ada di sana. Untungnya, mereka adalah orang-orang pintar yang cepat akrab dan bisa nyambung saat mengobrol satu sama lain. Mungkin karena sama-sama orang Indonesia yang ada di negeri orang.
Aku pun merasa senang dan tenang. Ada orang yang bisa aku percaya di dekat kekasihku. Menjaganya dari para bule-bule yang mempunyai kelakuan bebas dalam pergaulan sehari-hari.
Aku kembali ke Indonesia. Kami hanya berhubungan lewat telepon dan juga surat elektronik, email setiap harinya. Apalagi aku sedang sibuk-sibuknya mengurus beberapa klein baru yang bergabung dengan perusahaan GAS milikku.
Pada tahun pertama, hubungan telepon dan email kami, aku dan kekasihku, masih aman dan lancar. Memasuki tahun berikutnya, kami mulai menguranginya menjadi seminggu hanya dua kali. Dia beralasan jika tugas-tugas kampus semakin banyak dan menyita waktu. Aku percaya saja, karena memang tugas mahasiswa S2 itu banyak sekali dan tidak hanya sekedar belajar saja. Harus banyak melakukan riset dan penelitian.
Waktu-waktu selanjutnya kami semakin renggang dan tidak banyak melakukan komunikasi. Baik melalui telepon maupun lewat email. Kadang telpon dariku tidak terjawab dan juga terabaikan, begitu juga dengan pesan-pesan yang aku kirim. Banyak yang tidak dia balas.
Pada akhir tahun untuk kelulusannya, aku berencana untuk memberikan surprise sebagai hadiahnya. Aku datang ke Sidney tanpa memberikan kabar terlebih dahulu pada kekasihku itu.
Tapi aku sangat menyesal telah datang ke sana. Aku menyesal karena begitu mempercayainya. Aku menyesal karena begitu mencintainya. Aku juga menyesal karena telah memperkenalkan dia dengan sahabatku yang sudah aku anggap sebagai saudara. Aku juga menyesali kebodohanku sendiri yang masih memberikan mereka berdua tempat gratis, dari apartemen yang mereka tempati, karena apartemen itu adalah milik keluargaku dari pihak mami Rossa.
Aku, tentunya memiliki kunci lainnya dari apartemen yang mereka tempati. Aku tanpa permisi, langsung masuk begitu saja. Aku masuk ke kamar sahabatku itu, bukan kamar kekasihku, untuk beristirahat dan memintanya agar diam dan tidak memberitahu kekasihku dengan kedatanganku. Tapi apa yang aku lihat? Di ranjang tidur, dua orang sedang bercinta dengan ganasnya dan tidak menghiraukan keadaan sekitarnya. Aku pikir itu memang kekasih sahabatku, tapi dari sekilas wajah yang tampak di cermin dekat ranjang, aku kaget dengan apa yang aku lihat.
Mereka, kekasihku dan juga sahabatku itu, tidak menyadari kehadiranku di sana. Mereka masih asyik menyalurkan hasrat dan ***** binatang buasnya. Aku terdiam dan tidak mengatakan apapun. Dan saat mereka hampir pada puncaknya, aku bertepuk tangan menghentikan mereka mencapai kepuasan. Mereka berdua terkejut dan langsung mencari pakaian masing-masing.
Setelah kejadian itu, aku mengusir mereka berdua dari apartemen keluargaku dan tidak mau mencampuri urusan mereka lagi. Aku juga menutup semua akses yang bisa mereka gunakan untuk menghubungiku.
Dari kejadian itu, aku tidak lagi percaya pada wanita manapun. Aku menganggap mereka semua sampah dan pemuas ***** belaka. Tapi satu hal yang tidak pernah aku lakukan, yaitu membiarkan benihku keluar di dalam agar tidak terjadi pembuahan pada wanita-wanita yang bercinta denganku.
Tapi aku lupa pada malam itu, entah kenapa aku tidak bisa mengontrol diri dan membiarkan semua masuk ke dalam. Bahkan itu berulang-ulang sampai aku tertidur. Begitu bangun aku tidak menemukan gadis kecil itu lagi.
Malam-malam berikutnya, aku mencari dia lagi. Tapi tidak ada yang tahu. Suatu hari, dari pihak Club aku menerima informasi jika Dian sudah meninggal akibat tertabrak truk karena berjalan ditengah jalan akibat mabuk. Saat aku datang ke rumahnya melayat, aku tidak menemukan siapapun. Dari cerita tetangganya, aku baru tahu jika suaminya meninggal setelah tahu jika anak gadisnya hamil tanpa suami. Anaknya itu, akhirnya di usir oleh Dian Anita.
Aku terus mencari tahu tentang keberadaan gadis kecil itu, tapi sepertinya Jakarta tidak memberi kesempatan untuk menemukannya. Aku sering mencarinya ke Club-club tapi tetap tidak ketemu juga. Hingga malam itu, secara tidak sengaja aku menemukannya di toko milik mami Rossa. Dia adalah karyawan mamiku sendiri.
POV Gilang end
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 292 Episodes
Comments
Lady Meilina (Ig:lady_meilina)
ayo gilangg cari lg gadis ituu
2022-01-26
2
A.0122
kebaikan yg dibalas penghianatan
2022-01-22
1
📘Reo🔥
kasihan aji
2022-01-08
0