Saat toko hampir tutup, mbak Diyah memangil semua karyawan yang ada. Mbak Diyah juga memanggil Cilla agar ikut bergabung. "Cilla, sini!" panggil mbak Diyah sambil melambaikan tangannya pada Cilla.
Cilla mendekat, di sana sudah ada ketiga temannya yang lain. "Ya Mbak, ada apa?" tanya Cilla bingung. Dia memang tidak terlalu konsentrasi hari ini. Semua ini karena ancaman dari Gilang tadi pagi.
"Semalam, kamu sudah mengirim pesan suara ke saya untuk pembelaan kamu. Ini tentang gaun yang rusak setelah kamu pasang di manekin depan."
Cilla ingat jika semalam sebelum tidur, Aji memberitahu bahwa ada orang lain yang ingin memfitnahnya. Untung saat itu, Aji segera merekam pembicaraan mereka dan menyimpannya. Tapi Aji lupa memberitahu saat itu juga, karena keasyikan ngobrol dengan orang baru yang dia temui, Gilang Aji Saka. Aji juga tidak tahu jika ada insiden gaun yang rusak setelahnya.
Teman-teman Cilla yang tiga orang saling pandang satu sama lainnya. Ada kecemasan di wajah-wajah yang sedang di sidang oleh mbak Diyah.
"Sekarang ini, ada yang mau mengakui kesalahannya atau harus ada laporan ke polisi untuk tuduhan pencemaran nama baik, dan juga perbuatan yang tidak menyenangkan dengan berencana."
Mbak Diyah melihat anak buahnya satu demi satu. Dia terlihat tegas dan berwibawa, beda jauh saat sedang melayani customer.
"Kan sudah jelas Mbak, kalau yang masang gaun itu Cilla." Salah satu dari mereka bicara menyakinkan atasannya, mbak Diyah.
"Terus?" tanya mbak Diyah sambil mengerutkan keningnya, meminta penjelasan lebih jauh.
Semau terdiam. Cilla juga diam dan tidak mengeluarkan pepatah katapun. Dia malas untuk sekedar berdebat membela diri sendiri.
"Kalian mau dengar dari rekaman yang Cilla kirim buat saya?" tanya mbak Diyah menggoyang-goyangkan handphone ditangannya.
Semuanya terdiam dan tidak ada yang berkomentar lagi. Mbak Diyah akhirnya, membuka handphone miliknya dan menghidupkan pesan suara yang dikirim Cilla semalam dan semuanya ikut mendengarkan.
^^^"Itu Cilla enak banget. Masa kerja bawa anak segala, memangnya ini penitipan anak apa!"^^^
^^^"Kebiasaan tuh dia. Mentang-mentang dekat sama mbak Diyah!"^^^
^^^"Ah, cari muka saja dia. Sok polos, padahal anaknya gak ketahuan tuh papanya siapa!"^^^
^^^"Gimana kalau kita buat rencana untuk menjatuhkan Cilla?"^^^
^^^"Bagaimana caranya?"^^^
^^^"Itu pakai alat gaun yang ada di manekin saja. Biasanya dia kan yang mengantinya? Nah itu gaun kita rusak sedikit saja. Kita harus bisa buat seolah-olah itu memang benar Cilla yang merusak gaun itu."^^^
Wajah ketiga teman Cilla tampak pucat pasi mendengar suara rekaman yang bisa dipastikan jika itu adalah suara mereka bertiga. Mereka tidak pernah tahu, jika semua obrolan mereka itu ada yang mendengar dan juga merekamnya. Mereka semua tentu saja sangat takut dengan kebenaran yang sudah terkuak ini. Mereka tidak bisa mengelak lagi dari kesalahan yang mereka lakukan pada Cilla.
"Maafkan kami Mbak. Kami sadar jika ini salah. Kami minta maaf!"
Ketiganya berlutut di depan mbak Diyah untuk meminta maaf, menyesali perbuatan yang sudah mereka lakukan untuk menjatuhkan nama baik Cilla.
"Kalian salah jika meminta maaf padaku. Harusnya minta maaf sama Cilla. Kalian ini selalu bikin ulah!" kata mbak Diyah kesal.
"Iya. Maaf kami memang salah Cilla. kami iri sama kamu." Teman-temannya meminta maaf.
"Ya sudah, yang penting kalian bertiga harus mengganti rugi harga gaun yang rusak itu," kata mbak Diyah memutuskan. Ketiganya hanya mengangguk pasrah.
Cilla mengangguk setuju dan menerima permintaan maaf teman-temannya itu. Dia lega satu permasalahannya sudah selesai, dan ini berkat anaknya juga. Aji sering membawa keberuntungan dan juga bisa menyelamatkan dirinya dalam keadaan tidak terduga yang sangat penting.
"Mbak. Cilla minta maaf ya kalau banyak salah. Cilla mau pamit." Cilla berkata dengan suara bergetar. Dia merasa berat untuk meninggalkan tempatnya bekerja ini, apalagi ada mbak Diyah yang baik hati dan sudah seperti saudara bagi Cilla.
"Lho, kok mendakak Cill?" tanya mbak Diyah kaget. Dia tidak menyangka jika Cilla akan pamit keluar dari kerjanya ini. Apalagi waktunya mendadak begini.
"Kamu yakin? Ini bukan karena masalah yang tadi kan?" tanya mbak Diyah mamastikan. Dia tidak mau jika Cilla keluar dari kerja ini karena permasalahan yang sudah selesai itu. Apalagi Cilla adalah karyawan lama yang rajin dan di sayang juga sama mami Rossa.
"Bukan Mbak. Rencana Ini sudah Cilla putuskan dari kemarin-kemarin kok. Cilla mau fokus dengan usaha yang Aji geluti selama ini. Biar Aji ada yang bimbing Mbak. Kasihan aku tinggal terus di rumah sendiri." Cilla memberikan alasan mengapa tiba-tiba ingin keluar kerja.
Mbak Diyah menganguk mengerti. Dia mendukung apapun keputusan yang diambil oleh Cilla. Apalagi usaha online Aji memang sudah lama dan sedang maju-majunya.
"Ya sudah gak apa-apa. Besok aku bilang sama mami Rossa jika kamu tidak lagi bekerja di toko miliknya ini.
"Terima kasih ya Mbak. Selama ini sudah banyak membantu Cilla dan tetap bersikap seperti saudara bagi Cilla."
Kata-kata Cilla itu membuat mbak Diyah terharu, kemudian melangkah mendekati Cilla dan memeluknya erat.
"Sama-sama. Kamu hati-hati ya! Jaga Aji dengan baik dan tetap lindungi dan pantau juga kegiatan di bidang Teknologi informasi. Dia masih kecil dan harus mendapatkan bimbingan yang baik."
Cilla menganguk pasti, mendengar semua nasehat yang diberikan oleh Diyah untuknya.
*****
Di rumah kontrakan Cilla siang hari.
Tok... tok... tok!!!
"Aji, ini om Gilang!" panggil Gilang sambil mengetuk pintu rumah.
Gilang datang ke rumah kontrakan Cilla. Dia sengaja datang hari ini karena sudah tidak sabar untuk segera memberitahukan kepada Aji soal kebenaran yang ada padanya. Apalagi tadi pagi Cilla menolaknya dan tidak mau mengatakan jika Aji memang anaknya. Gilang nekat datang juga ke rumah ini.
"Eh, om Gilang. Masuk Om!"
Aji membuka pintu rumahnya dan tersenyum senang melihat siapa yang datang ke rumahnya.
"Kok Om tahu rumahnya Aji?" tanya Aji heran.
"Tahu dong, Om gitu lho!" jawab Gilang sok tahu. Padahal dia bertanya pada mbak Diyah melalui telpon tadi.
"Duduk Om!" Aji menunjuk pada kursi yang ada di dalam rumahnya.
"Oh ya, Aji sudah tahu belum siapa papanya Aji?" tanya Gilang setelah duduk dan berdiam diri selama beberapa menit.
"Belum. Memangnya kenapa? Apa Om tahu siapa papa Aji?" Aji balik bertanya.
"Aji mau tahu?" tanya Gilang memberi kesempatan pada Aji untuk berpikir. Tapi rasa penasaran yang tinggi membuat Aji langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Papanya Aji adalah Om. Om adalah papanya Aji!" Gilang akhirnya mengatakan kebenaran itu. Sekarang dia menunggu bagaimana dengan reaksi Aji saat mendengar kata-katanya.
"Siapa yang bilang?" tanya Aji tidak percaya begitu saja.
Gilang terdiam. Dia tidak pernah menyangka jika anaknya ini punya pikiran yang panjang dan tidak mudah percaya dengan cerita orang. Apalagi dia termasuk orang yang baru dikenalnya.
"Kenapa mama kamu memberikan nama Aji? Aji tahu tidak? Itu nama tengah papa."
Gilang membuka kemejanya. Di dada atas sebelah kanan, ada tatto dengan huruf yang jelas terbaca. GAS.
"GAS."
Aji mengeja huruf tatto tersebut. Dia langsung mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu saat dia dengan tidak disengaja meretas keamanan suatu perusahaan besar. Perusahaan itu, ternyata adalah milik orang yang ada didepannya. Orang yang saat ini mengaku jika dia adalah papanya sendiri.
"Iya. GAS. Gilang Aji Saka. Itulah sebabnya, mama kamu memberikan nama tengah papa, Aji dan ditambah dengan Putra. Aji putra. Jadi kamu adalah putranya Aji." Gilang dengan yakin menjelaskan semuanya pada Aji.
"Kenapa Om begitu yakin, jika Aji adalah anaknya Om? kenapa tidak dari kemarin-kemarin tahu dan tidak mau tahu keberadaan Aji?" Aji bertanya pada Gilang dengan suara yang ditekan. Ada begitu banyak kemarahan yang tertahan di dada Aji saat ini.
Gilang tidak bisa menjawab semua pertanyaan dari Aji untuknya saat ini. Dia hanya bilang, "Papa tidak tahu kebenaran yang di simpan mamamu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 292 Episodes
Comments
etna winartha
mas Gas nya kecepatan ngakunya
2023-06-02
1
Kar Genjreng
Papa cunya nabur benih tok.. Le bar ngono Papa minggat goleh maksa neh🤗🤗🤗🤗... nganyelke terak e Pak Mu kui Le
2022-07-30
0
wwevideos collector
GAS itu singkatan dari Gara2 anak sialan 😁
2022-03-15
0