Kemarahan Aji

Saat toko hampir tutup, mbak Diyah memangil semua karyawan yang ada. Mbak Diyah juga memanggil Cilla agar ikut bergabung. "Cilla, sini!" panggil mbak Diyah sambil melambaikan tangannya pada Cilla.

Cilla mendekat, di sana sudah ada ketiga temannya yang lain. "Ya Mbak, ada apa?" tanya Cilla bingung. Dia memang tidak terlalu konsentrasi hari ini. Semua ini karena ancaman dari Gilang tadi pagi.

"Semalam, kamu sudah mengirim pesan suara ke saya untuk pembelaan kamu. Ini tentang gaun yang rusak setelah kamu pasang di manekin depan."

Cilla ingat jika semalam sebelum tidur, Aji memberitahu bahwa ada orang lain yang ingin memfitnahnya. Untung saat itu, Aji segera merekam pembicaraan mereka dan menyimpannya. Tapi Aji lupa memberitahu saat itu juga, karena keasyikan ngobrol dengan orang baru yang dia temui, Gilang Aji Saka. Aji juga tidak tahu jika ada insiden gaun yang rusak setelahnya.

Teman-teman Cilla yang tiga orang saling pandang satu sama lainnya. Ada kecemasan di wajah-wajah yang sedang di sidang oleh mbak Diyah.

"Sekarang ini, ada yang mau mengakui kesalahannya atau harus ada laporan ke polisi untuk tuduhan pencemaran nama baik, dan juga perbuatan yang tidak menyenangkan dengan berencana."

Mbak Diyah melihat anak buahnya satu demi satu. Dia terlihat tegas dan berwibawa, beda jauh saat sedang melayani customer.

"Kan sudah jelas Mbak, kalau yang masang gaun itu Cilla." Salah satu dari mereka bicara menyakinkan atasannya, mbak Diyah.

"Terus?" tanya mbak Diyah sambil mengerutkan keningnya, meminta penjelasan lebih jauh.

Semau terdiam. Cilla juga diam dan tidak mengeluarkan pepatah katapun. Dia malas untuk sekedar berdebat membela diri sendiri.

"Kalian mau dengar dari rekaman yang Cilla kirim buat saya?" tanya mbak Diyah menggoyang-goyangkan handphone ditangannya.

Semuanya terdiam dan tidak ada yang berkomentar lagi. Mbak Diyah akhirnya, membuka handphone miliknya dan menghidupkan pesan suara yang dikirim Cilla semalam dan semuanya ikut mendengarkan.

^^^"Itu Cilla enak banget. Masa kerja bawa anak segala, memangnya ini penitipan anak apa!"^^^

^^^"Kebiasaan tuh dia. Mentang-mentang dekat sama mbak Diyah!"^^^

^^^"Ah, cari muka saja dia. Sok polos, padahal anaknya gak ketahuan tuh papanya siapa!"^^^

^^^"Gimana kalau kita buat rencana untuk menjatuhkan Cilla?"^^^

^^^"Bagaimana caranya?"^^^

^^^"Itu pakai alat gaun yang ada di manekin saja. Biasanya dia kan yang mengantinya? Nah itu gaun kita rusak sedikit saja. Kita harus bisa buat seolah-olah itu memang benar Cilla yang merusak gaun itu."^^^

Wajah ketiga teman Cilla tampak pucat pasi mendengar suara rekaman yang bisa dipastikan jika itu adalah suara mereka bertiga. Mereka tidak pernah tahu, jika semua obrolan mereka itu ada yang mendengar dan juga merekamnya. Mereka semua tentu saja sangat takut dengan kebenaran yang sudah terkuak ini. Mereka tidak bisa mengelak lagi dari kesalahan yang mereka lakukan pada Cilla.

"Maafkan kami Mbak. Kami sadar jika ini salah. Kami minta maaf!"

Ketiganya berlutut di depan mbak Diyah untuk meminta maaf, menyesali perbuatan yang sudah mereka lakukan untuk menjatuhkan nama baik Cilla.

"Kalian salah jika meminta maaf padaku. Harusnya minta maaf sama Cilla. Kalian ini selalu bikin ulah!" kata mbak Diyah kesal.

"Iya. Maaf kami memang salah Cilla. kami iri sama kamu." Teman-temannya meminta maaf.

"Ya sudah, yang penting kalian bertiga harus mengganti rugi harga gaun yang rusak itu," kata mbak Diyah memutuskan. Ketiganya hanya mengangguk pasrah.

Cilla mengangguk setuju dan menerima permintaan maaf teman-temannya itu. Dia lega satu permasalahannya sudah selesai, dan ini berkat anaknya juga. Aji sering membawa keberuntungan dan juga bisa menyelamatkan dirinya dalam keadaan tidak terduga yang sangat penting.

"Mbak. Cilla minta maaf ya kalau banyak salah. Cilla mau pamit." Cilla berkata dengan suara bergetar. Dia merasa berat untuk meninggalkan tempatnya bekerja ini, apalagi ada mbak Diyah yang baik hati dan sudah seperti saudara bagi Cilla.

"Lho, kok mendakak Cill?" tanya mbak Diyah kaget. Dia tidak menyangka jika Cilla akan pamit keluar dari kerjanya ini. Apalagi waktunya mendadak begini.

"Kamu yakin? Ini bukan karena masalah yang tadi kan?" tanya mbak Diyah mamastikan. Dia tidak mau jika Cilla keluar dari kerja ini karena permasalahan yang sudah selesai itu. Apalagi Cilla adalah karyawan lama yang rajin dan di sayang juga sama mami Rossa.

"Bukan Mbak. Rencana Ini sudah Cilla putuskan dari kemarin-kemarin kok. Cilla mau fokus dengan usaha yang Aji geluti selama ini. Biar Aji ada yang bimbing Mbak. Kasihan aku tinggal terus di rumah sendiri." Cilla memberikan alasan mengapa tiba-tiba ingin keluar kerja.

Mbak Diyah menganguk mengerti. Dia mendukung apapun keputusan yang diambil oleh Cilla. Apalagi usaha online Aji memang sudah lama dan sedang maju-majunya.

"Ya sudah gak apa-apa. Besok aku bilang sama mami Rossa jika kamu tidak lagi bekerja di toko miliknya ini.

"Terima kasih ya Mbak. Selama ini sudah banyak membantu Cilla dan tetap bersikap seperti saudara bagi Cilla."

Kata-kata Cilla itu membuat mbak Diyah terharu, kemudian melangkah mendekati Cilla dan memeluknya erat.

"Sama-sama. Kamu hati-hati ya! Jaga Aji dengan baik dan tetap lindungi dan pantau juga kegiatan di bidang Teknologi informasi. Dia masih kecil dan harus mendapatkan bimbingan yang baik."

Cilla menganguk pasti, mendengar semua nasehat yang diberikan oleh Diyah untuknya.

*****

Di rumah kontrakan Cilla siang hari.

Tok... tok... tok!!!

"Aji, ini om Gilang!" panggil Gilang sambil mengetuk pintu rumah.

Gilang datang ke rumah kontrakan Cilla. Dia sengaja datang hari ini karena sudah tidak sabar untuk segera memberitahukan kepada Aji soal kebenaran yang ada padanya. Apalagi tadi pagi Cilla menolaknya dan tidak mau mengatakan jika Aji memang anaknya. Gilang nekat datang juga ke rumah ini.

"Eh, om Gilang. Masuk Om!"

Aji membuka pintu rumahnya dan tersenyum senang melihat siapa yang datang ke rumahnya.

"Kok Om tahu rumahnya Aji?" tanya Aji heran.

"Tahu dong, Om gitu lho!" jawab Gilang sok tahu. Padahal dia bertanya pada mbak Diyah melalui telpon tadi.

"Duduk Om!" Aji menunjuk pada kursi yang ada di dalam rumahnya.

"Oh ya, Aji sudah tahu belum siapa papanya Aji?" tanya Gilang setelah duduk dan berdiam diri selama beberapa menit.

"Belum. Memangnya kenapa? Apa Om tahu siapa papa Aji?" Aji balik bertanya.

"Aji mau tahu?" tanya Gilang memberi kesempatan pada Aji untuk berpikir. Tapi rasa penasaran yang tinggi membuat Aji langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.

"Papanya Aji adalah Om. Om adalah papanya Aji!" Gilang akhirnya mengatakan kebenaran itu. Sekarang dia menunggu bagaimana dengan reaksi Aji saat mendengar kata-katanya.

"Siapa yang bilang?" tanya Aji tidak percaya begitu saja.

Gilang terdiam. Dia tidak pernah menyangka jika anaknya ini punya pikiran yang panjang dan tidak mudah percaya dengan cerita orang. Apalagi dia termasuk orang yang baru dikenalnya.

"Kenapa mama kamu memberikan nama Aji? Aji tahu tidak? Itu nama tengah papa."

Gilang membuka kemejanya. Di dada atas sebelah kanan, ada tatto dengan huruf yang jelas terbaca. GAS.

"GAS."

Aji mengeja huruf tatto tersebut. Dia langsung mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu saat dia dengan tidak disengaja meretas keamanan suatu perusahaan besar. Perusahaan itu, ternyata adalah milik orang yang ada didepannya. Orang yang saat ini mengaku jika dia adalah papanya sendiri.

"Iya. GAS. Gilang Aji Saka. Itulah sebabnya, mama kamu memberikan nama tengah papa, Aji dan ditambah dengan Putra. Aji putra. Jadi kamu adalah putranya Aji." Gilang dengan yakin menjelaskan semuanya pada Aji.

"Kenapa Om begitu yakin, jika Aji adalah anaknya Om? kenapa tidak dari kemarin-kemarin tahu dan tidak mau tahu keberadaan Aji?" Aji bertanya pada Gilang dengan suara yang ditekan. Ada begitu banyak kemarahan yang tertahan di dada Aji saat ini.

Gilang tidak bisa menjawab semua pertanyaan dari Aji untuknya saat ini. Dia hanya bilang, "Papa tidak tahu kebenaran yang di simpan mamamu."

Terpopuler

Comments

etna winartha

etna winartha

mas Gas nya kecepatan ngakunya

2023-06-02

1

Kar Genjreng

Kar Genjreng

Papa cunya nabur benih tok.. Le bar ngono Papa minggat goleh maksa neh🤗🤗🤗🤗... nganyelke terak e Pak Mu kui Le

2022-07-30

0

wwevideos collector

wwevideos collector

GAS itu singkatan dari Gara2 anak sialan 😁

2022-03-15

0

lihat semua
Episodes
1 Ayah Jatuh Sakit
2 Petaka Di Club Malam
3 Aji Putra
4 Hadiah Handphone
5 Email Tidak Dikenal
6 Sistem Kacau
7 Tuduhan Pelakor
8 Pindah Rumah
9 Persaingan Di Tempat Kerja
10 Bertemu Setelah Sekian Lama
11 Kenangan Tentangmu
12 Ingin Tahu Lebih
13 Rahasia Besar
14 Kemarahan Aji
15 Upaya Balas Dendam
16 Panik Dalam Penyesalan
17 Masuk Rumah Sakit
18 Melamar Atau Perintah
19 Gilang Yang Dulu
20 Terima Atau Tidak
21 Ada Rasa Yang Berbeda
22 Rintangan 1
23 Rintangan 2
24 Rintangan 3
25 Mami Rossa
26 Dia Anakku
27 Bukan Salahnya
28 Jangan Rindu
29 Gagal Maning
30 Perasaan Lily
31 Penculikan
32 Rencana
33 Ancaman
34 Strategi
35 Usaha Untuk Kabur
36 Jemput Kami
37 Salah Paham
38 Salah Sasaran
39 Masa Kritis
40 Ternyata Dia
41 Maafkan Aku
42 Dokter Hendrawan
43 Penasaran
44 Mbak Diyah
45 Bukan Orang Lain
46 Kamu Anak Sahabatku
47 Tuan Adi
48 Gilang Tidak Tahu
49 Jangan Kepedean
50 Rencana Aji
51 Cilla Serba Salah
52 Panik
53 Tidak Bertemu
54 Biar Diproses Sesuai Hukum
55 Makan Siang Yang Tertunda
56 Rencana Yang Lain
57 Pembalut Wanita 1
58 Pembalut Wanita 2
59 Pembalut Wanita 3
60 Pemeriksaan Mata Aji
61 Hasil DNA
62 Gagal Bertemu Lagi
63 Ternyata Tuan Adi Adalah
64 Harus Bagaimana
65 Cemburu
66 Bukan Hal Aneh
67 Panti Asuhan
68 Panggil Apa?
69 Belajar Sayang 1
70 Belajar Sayang 2
71 Makan Malam Perdana Di Rumah
72 Ikannya Masih Mau
73 Malam Yang Manis
74 Titip Rindu
75 Konsultasi
76 Permintaan Maaf
77 Miss You
78 Tidak Disangka
79 Menemukan Foto
80 Penyelidikan Akun Siemoy
81 Terkuak Terlebih Dahulu
82 Rahasia Sekar Mayangsari
83 Hancker Misterius
84 Gagal Perijinan
85 PT Sekar Jagad
86 Desainer Emas
87 Harus Bisa
88 Yakin Jika Kamu Bisa
89 Senyum Kebaikan
90 Sidang Perdana
91 Para Pencari Berita
92 Adek Bayi Atau Bayi Besar?
93 Akun Miranti
94 Merencanakan Sesuatu
95 Rencana Kejutan Untuk Cilla
96 Lamaran Gilang
97 Dokter Dimas
98 Keberuntungan Gilang
99 Video Call
100 Sayang Mama
101 Persiapan Pesta
102 Penampilan Yang Berbeda
103 Kami Akan Menikah
104 Berjalan Lancar
105 Pesta Selesai
106 Kado Buat Aji
107 Tiket Ke Jerman
108 Semakin Kompak
109 Akhir Sidang
110 Sahabat Atau Musuh
111 Janji Laki-laki
112 Banyak Hal Yang Tak Terduga
113 Kecelakaan
114 Siapa Dalangnya
115 Luka Aji
116 Keanehan Aji
117 Kecurigaan Aji
118 Semuanya Aman
119 Prewedding
120 Ternyata Memang Ada
121 Bukan Orang Jauh
122 Bukan Akhir
123 Semua Ada Waktunya
124 Kisah Aji ( Bukan Ending )
125 Pengumuman Aji Seosen 2
126 Namaku Aji seosen 2
127 Ijin Pada Papa
128 Kabar Buruk
129 Tidak Ada Kabar
130 Keseharian Jeny
131 Mr Vijay 1
132 Mr Vijay 2
133 Mr Vijay 3
134 Kecurigaan Jeny
135 Kebiasaan Aneh Mr Vijay
136 Usaha Jeny
137 Kesepakatan Hati
138 Sangkoer Singh
139 Belum Semua Terbuka
140 Waktu Itu
141 Paman Ranveer
142 Bagaimana Caranya
143 Tidak Percaya Lagi
144 Aku Di Mana
145 Dia Siapa
146 Aji Tidak Ingat
147 Elisa Dan Rio
148 Gaduh Di Rumah Sakit
149 Jeny Kembali Kecil
150 Aku Bagaimana ( Elisa )
151 Aji Pulang Ke Rumah
152 Elisa Di Rumah Jeny
153 Kecurigaan Aji
154 Aku Elisa
155 Harus Menahan Diri
156 Ada Rasa Yang Berbeda
157 Kesal
158 Mencari Tahu
159 Aji Sudah Ingat Lagi
160 Jeny Salah Paham
161 Elisa Serba Salah 1
162 Elisa Serba Salah 2
163 Elisa Serba Salah 3
164 Tidak Berkabar
165 Belum Ada Kabar
166 Merasa Kehilangan
167 Keberadaan Elisa
168 Titik Temu
169 Penelusuran
170 Ternyata Benar
171 Mencari Informasi
172 Jangan Ikut
173 First Kiss
174 Jangan Mengelak Lagi
175 Kejutan Tengah Malam
176 Mama Cilla Salah Paham
177 Gagal Kabur
178 Bukan Mahasiswa Biasa
179 Menyakinkan Diri
180 Diantara Para Mafia
181 Tidak Tahu
182 Ingatan Aji Pulih
183 Tentang Elisa
184 Tentang Elisa Lagi
185 Banyak Rencana
186 Aji Menyimpan Rasa
187 Mengamati
188 Menikahlah Denganku
189 Jawaban Elisa Dan Aji
190 Aji Ke Kantor GAS
191 Wajah Yang Berbeda
192 Elisa Dan Rio Menghilang
193 Kabar Dari Ponsel Rio
194 Baru Sadar
195 Melapor
196 Kedatangan Elisa dan Rio
197 Tidak Jago
198 Kenapa Merah
199 Tak Disangka
200 Masih Bersih
201 Tidak Biasa
202 Gagal Romantis
203 Undangan Jeny
204 Melamar Elisa
205 Menuju Ke Kampung Elisa
206 Pernikahan Aji Dan Elisa
207 Membawa Cinta Dalam Hati
208 Bukan Honeymoon
209 Suasana Hati Yang Berbeda
210 Kepergian Oma Rossa
211 Ijin Pindah Ke Apartemen
212 Kepindahan Aji
213 Pernikahan Yang Bahagia
214 Keberadaan Rio
215 Over Protektif
216 Tentang Rasa
217 Kejutan?
218 Berita Dari Jeny
219 Memulai Hari
220 Ngidam
221 Bingung
222 Perhatian Atau Over Protektif?
223 Obat Paling Manjur
224 Sakit Perut
225 Panggil Apa?
226 Planning
227 Berdebat Dengan Vero
228 Tidak Normal
229 Hasil Audit
230 Permasalahan Yang Ada
231 Mau Yang Ini
232 Penuh Dengan Cinta
233 Rahasia Yang Tersimpan
234 Menjenguk Bapak
235 Nasehat Dan Pesan Bapak
236 Martabak Telur
237 Rencana Ke India
238 Tiba-tiba Sakit
239 Masih Pengen
240 Ijin Sudah Didapat
241 Banyak Keinginan Aneh
242 Di Rumah Jeny
243 Pamit Tapi Gagal
244 Kabar Mendadak
245 Berangkat Ke India
246 Rumah Istana
247 Berbeda Keadaan
248 Melakukan Test
249 Jangan Minta Bulan
250 Kabar Gembira
251 Mau Hadiah Apa?
252 Morning Sickness Aji
253 Bukan Sakit Biasa
254 Lebih Baik
255 Ajakan Tanpa Paksaan
256 Merasakan Muntah Juga
257 Berita Tentang Vijay Singh
258 Kabar Duka
259 Bukan Robot
260 Tendangan Bayi
261 Keinginan Bumil Tua
262 Mie Jawa
263 Braxton Hicks
264 Masih Besok
265 Sudah Waktunya
266 Nama Yang Cocok
267 Aji Saka Singh
268 Masalah Biyan
269 Rencana Pulang Ke Indonesia
270 Tiba Di Indonesia
271 Biyan Sakit
272 Bicara Dengan Vero
273 Setahun Lagi
274 Kehidupan Berumah Tangga
275 Lihat Secara Positif
276 Anak-anak Dimata Orang Tua
277 Surat Pengantar Pengeledahan
278 Tidak Menemukan Apa-apa
279 Kasus Selesai
280 Empat Laki-laki
281 Kepergian Papa Gilang
282 Ketegangan Elisa
283 Banyak Kejutan Tak Terduga
284 Kangen Bersama
285 Impian Setiap Keluarga
286 Tidak Semua Sama
287 Kabar Tentang Rio
288 Me Time
289 Kembali Beraktivitas
290 Kebingungan Aji
291 Penuh Dengan Cinta
292 Pemberitahuan Novel Baru
Episodes

Updated 292 Episodes

1
Ayah Jatuh Sakit
2
Petaka Di Club Malam
3
Aji Putra
4
Hadiah Handphone
5
Email Tidak Dikenal
6
Sistem Kacau
7
Tuduhan Pelakor
8
Pindah Rumah
9
Persaingan Di Tempat Kerja
10
Bertemu Setelah Sekian Lama
11
Kenangan Tentangmu
12
Ingin Tahu Lebih
13
Rahasia Besar
14
Kemarahan Aji
15
Upaya Balas Dendam
16
Panik Dalam Penyesalan
17
Masuk Rumah Sakit
18
Melamar Atau Perintah
19
Gilang Yang Dulu
20
Terima Atau Tidak
21
Ada Rasa Yang Berbeda
22
Rintangan 1
23
Rintangan 2
24
Rintangan 3
25
Mami Rossa
26
Dia Anakku
27
Bukan Salahnya
28
Jangan Rindu
29
Gagal Maning
30
Perasaan Lily
31
Penculikan
32
Rencana
33
Ancaman
34
Strategi
35
Usaha Untuk Kabur
36
Jemput Kami
37
Salah Paham
38
Salah Sasaran
39
Masa Kritis
40
Ternyata Dia
41
Maafkan Aku
42
Dokter Hendrawan
43
Penasaran
44
Mbak Diyah
45
Bukan Orang Lain
46
Kamu Anak Sahabatku
47
Tuan Adi
48
Gilang Tidak Tahu
49
Jangan Kepedean
50
Rencana Aji
51
Cilla Serba Salah
52
Panik
53
Tidak Bertemu
54
Biar Diproses Sesuai Hukum
55
Makan Siang Yang Tertunda
56
Rencana Yang Lain
57
Pembalut Wanita 1
58
Pembalut Wanita 2
59
Pembalut Wanita 3
60
Pemeriksaan Mata Aji
61
Hasil DNA
62
Gagal Bertemu Lagi
63
Ternyata Tuan Adi Adalah
64
Harus Bagaimana
65
Cemburu
66
Bukan Hal Aneh
67
Panti Asuhan
68
Panggil Apa?
69
Belajar Sayang 1
70
Belajar Sayang 2
71
Makan Malam Perdana Di Rumah
72
Ikannya Masih Mau
73
Malam Yang Manis
74
Titip Rindu
75
Konsultasi
76
Permintaan Maaf
77
Miss You
78
Tidak Disangka
79
Menemukan Foto
80
Penyelidikan Akun Siemoy
81
Terkuak Terlebih Dahulu
82
Rahasia Sekar Mayangsari
83
Hancker Misterius
84
Gagal Perijinan
85
PT Sekar Jagad
86
Desainer Emas
87
Harus Bisa
88
Yakin Jika Kamu Bisa
89
Senyum Kebaikan
90
Sidang Perdana
91
Para Pencari Berita
92
Adek Bayi Atau Bayi Besar?
93
Akun Miranti
94
Merencanakan Sesuatu
95
Rencana Kejutan Untuk Cilla
96
Lamaran Gilang
97
Dokter Dimas
98
Keberuntungan Gilang
99
Video Call
100
Sayang Mama
101
Persiapan Pesta
102
Penampilan Yang Berbeda
103
Kami Akan Menikah
104
Berjalan Lancar
105
Pesta Selesai
106
Kado Buat Aji
107
Tiket Ke Jerman
108
Semakin Kompak
109
Akhir Sidang
110
Sahabat Atau Musuh
111
Janji Laki-laki
112
Banyak Hal Yang Tak Terduga
113
Kecelakaan
114
Siapa Dalangnya
115
Luka Aji
116
Keanehan Aji
117
Kecurigaan Aji
118
Semuanya Aman
119
Prewedding
120
Ternyata Memang Ada
121
Bukan Orang Jauh
122
Bukan Akhir
123
Semua Ada Waktunya
124
Kisah Aji ( Bukan Ending )
125
Pengumuman Aji Seosen 2
126
Namaku Aji seosen 2
127
Ijin Pada Papa
128
Kabar Buruk
129
Tidak Ada Kabar
130
Keseharian Jeny
131
Mr Vijay 1
132
Mr Vijay 2
133
Mr Vijay 3
134
Kecurigaan Jeny
135
Kebiasaan Aneh Mr Vijay
136
Usaha Jeny
137
Kesepakatan Hati
138
Sangkoer Singh
139
Belum Semua Terbuka
140
Waktu Itu
141
Paman Ranveer
142
Bagaimana Caranya
143
Tidak Percaya Lagi
144
Aku Di Mana
145
Dia Siapa
146
Aji Tidak Ingat
147
Elisa Dan Rio
148
Gaduh Di Rumah Sakit
149
Jeny Kembali Kecil
150
Aku Bagaimana ( Elisa )
151
Aji Pulang Ke Rumah
152
Elisa Di Rumah Jeny
153
Kecurigaan Aji
154
Aku Elisa
155
Harus Menahan Diri
156
Ada Rasa Yang Berbeda
157
Kesal
158
Mencari Tahu
159
Aji Sudah Ingat Lagi
160
Jeny Salah Paham
161
Elisa Serba Salah 1
162
Elisa Serba Salah 2
163
Elisa Serba Salah 3
164
Tidak Berkabar
165
Belum Ada Kabar
166
Merasa Kehilangan
167
Keberadaan Elisa
168
Titik Temu
169
Penelusuran
170
Ternyata Benar
171
Mencari Informasi
172
Jangan Ikut
173
First Kiss
174
Jangan Mengelak Lagi
175
Kejutan Tengah Malam
176
Mama Cilla Salah Paham
177
Gagal Kabur
178
Bukan Mahasiswa Biasa
179
Menyakinkan Diri
180
Diantara Para Mafia
181
Tidak Tahu
182
Ingatan Aji Pulih
183
Tentang Elisa
184
Tentang Elisa Lagi
185
Banyak Rencana
186
Aji Menyimpan Rasa
187
Mengamati
188
Menikahlah Denganku
189
Jawaban Elisa Dan Aji
190
Aji Ke Kantor GAS
191
Wajah Yang Berbeda
192
Elisa Dan Rio Menghilang
193
Kabar Dari Ponsel Rio
194
Baru Sadar
195
Melapor
196
Kedatangan Elisa dan Rio
197
Tidak Jago
198
Kenapa Merah
199
Tak Disangka
200
Masih Bersih
201
Tidak Biasa
202
Gagal Romantis
203
Undangan Jeny
204
Melamar Elisa
205
Menuju Ke Kampung Elisa
206
Pernikahan Aji Dan Elisa
207
Membawa Cinta Dalam Hati
208
Bukan Honeymoon
209
Suasana Hati Yang Berbeda
210
Kepergian Oma Rossa
211
Ijin Pindah Ke Apartemen
212
Kepindahan Aji
213
Pernikahan Yang Bahagia
214
Keberadaan Rio
215
Over Protektif
216
Tentang Rasa
217
Kejutan?
218
Berita Dari Jeny
219
Memulai Hari
220
Ngidam
221
Bingung
222
Perhatian Atau Over Protektif?
223
Obat Paling Manjur
224
Sakit Perut
225
Panggil Apa?
226
Planning
227
Berdebat Dengan Vero
228
Tidak Normal
229
Hasil Audit
230
Permasalahan Yang Ada
231
Mau Yang Ini
232
Penuh Dengan Cinta
233
Rahasia Yang Tersimpan
234
Menjenguk Bapak
235
Nasehat Dan Pesan Bapak
236
Martabak Telur
237
Rencana Ke India
238
Tiba-tiba Sakit
239
Masih Pengen
240
Ijin Sudah Didapat
241
Banyak Keinginan Aneh
242
Di Rumah Jeny
243
Pamit Tapi Gagal
244
Kabar Mendadak
245
Berangkat Ke India
246
Rumah Istana
247
Berbeda Keadaan
248
Melakukan Test
249
Jangan Minta Bulan
250
Kabar Gembira
251
Mau Hadiah Apa?
252
Morning Sickness Aji
253
Bukan Sakit Biasa
254
Lebih Baik
255
Ajakan Tanpa Paksaan
256
Merasakan Muntah Juga
257
Berita Tentang Vijay Singh
258
Kabar Duka
259
Bukan Robot
260
Tendangan Bayi
261
Keinginan Bumil Tua
262
Mie Jawa
263
Braxton Hicks
264
Masih Besok
265
Sudah Waktunya
266
Nama Yang Cocok
267
Aji Saka Singh
268
Masalah Biyan
269
Rencana Pulang Ke Indonesia
270
Tiba Di Indonesia
271
Biyan Sakit
272
Bicara Dengan Vero
273
Setahun Lagi
274
Kehidupan Berumah Tangga
275
Lihat Secara Positif
276
Anak-anak Dimata Orang Tua
277
Surat Pengantar Pengeledahan
278
Tidak Menemukan Apa-apa
279
Kasus Selesai
280
Empat Laki-laki
281
Kepergian Papa Gilang
282
Ketegangan Elisa
283
Banyak Kejutan Tak Terduga
284
Kangen Bersama
285
Impian Setiap Keluarga
286
Tidak Semua Sama
287
Kabar Tentang Rio
288
Me Time
289
Kembali Beraktivitas
290
Kebingungan Aji
291
Penuh Dengan Cinta
292
Pemberitahuan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!