Bertemu Setelah Sekian Lama

"Bukannya tadi yang aku suruh masang gaun ini Cilla ya..." Mbak Diyah mengingat-ingat kembali waktu yang tadi. "Coba aku tanya dia saja," sambung mbak Diyah, kemudian bergegas mencari keberadaan Cilla.

Cilla yang sedang melayani pembeli di panggil oleh mbak Diyah. "Cilla, kemari sebentar!"

"Ya Mbak, ada yang bisa Cilla bantu?" tanya Cilla setelah dekat.

"Tadi yang pasang gaun di manekin depan siapa ya?" tanya mbak diyah ragu.

"Saya Mbak. Ada apa ya?" tanya Cilla bingung.

"Tadi ada sobek tidak dibagian dada?" tanya mbak Diyah dengan wajah cemas.

"Tidak ada Mbak. Tadi pas Cilla pasang baik-baik saja kok. Gak ada cacat, apalagi sobek," jawab Cilla yakin.

"Duh, gimana ya... Itu, emh..." mbak Diyah susah untuk menjelaskan apa yang terjadi pada gaun tersebut.

"Ada apa Mbak? Kenapa gaunnya?" tanya Cilla bingung.

"Gaunnya sobek Cilla, dan ada di bagian dada. Kan ini aneh! Masa iya kamu pasang gak lihat-lihat," keluh mbak Dyah dengan wajah penuh rasa takut.

"Aduh. Tadi Cilla beneran sudah lihat benar kok. Gak ada sobek juga." Cilla tetap pada keyakinannya.

"Terus kenapa bisa jadi sobek sekarang?" tanya mbak Diyah bingung.

"Cilla juga tidak tahu Mbak. Terus gimana ini?" Cilla jadi ikut-ikutan panik dan juga cemas.

"Sekarang gaunnya kamu lepas dulu ya. Nanti kita pikir lagi!"

Cilla menganguk. Dia menurut saja apa yang dikatakan oleh mbak Diyah.

"Ah, dasar anak mas. Gitu deh. Sudah tahu salah malah di bela-belain segitunya."

"Iya nih. Mbak Diyah pilih kasih."

"Coba kalau kita yang bikin salah. Diamuk pastinya!"

Ocehan demi ocehan terdengar dari beberapa mulut teman-teman kerja Cilla. Mereka semua merasa iri dengan perlakuan atasan mereka pada Cilla. Mereka menganggap Cilla sebagai karyawan yang bekerja karena belas kasihan saja.

*****

Sore berganti malam Toko tempat Cilla bekerja semakin ramai. Semua karyawan tampak sibuk dengan customer masing-masing. Begitu juga dengan Cilla.

Dari arah pintu masuk, datang seorang wanita yang sudah berumur. Di belakangnya tampak laki-laki gagah yang mengikutinya.

"Malam Mami Rossa!" sapa mbak Diyah dengan sopan.

"Malam Diyah. Bagaimana toko, ramai?" tanya wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang tidak lagi muda.

Wanita cantik yang di sapa dengan sebutan mami tersebut adalah pemilik toko. Dia memang jarang sekali datang berkunjung.

"Gilang, sini?" mami Rossa memanggil laki-laki yang tadi mengikutinya. Dia ternyata adalah anak mami Rossa.

Semau karyawan dan pengunjung toko tampak tertegun melihat wajah dan tubuh laki-laki tadi. Mereka kagum dengan apa yang baru saja mereka lihat. Sosok Gilang Aji Saka yang menjadi pergunjingan di kalangan para wanita dan gadis-gadis sosialita papan atas. Dia tidak pernah datang ke toko. Baru malam ini dia mau datang bersama maminya, mami Rossa.

"Apa Mi?" tanya Gilang pendek.

"Pilihin gaun buat Mami ya! Besok mau ada arisan di rumah. Ada teman Mami bawa anak gadisnya yang baru datang dari Amerika. Dia baru lulus dari sana."

Mereka berdua berjalan menuju ke ruang ganti, kemudian mami Rossa memilih-milih gaun yang dia mau. Gilang membuang nafas kasar. Dia sudah bosan dengan kebiasaan maminya yang arisan ini, arisan itu. Apalagi Gilang juga sering dipromosikan ke teman-teman arisannya dan berusaha menjodohkan dengan anak-anak mereka. Gilang kan bukan barang?

"Pilih saja yang Mami mau." Gilang terlalu malas jika diminta memilih. Pasti maminya akan memilih gaun-gaun itu lebih dari lima dari setiap modelnya.

"Ah, kamu ini selalu begitu," keluh mami Rossa perihal kebiasaan anaknya itu.

"Oh ya, besok kamu di rumah saja. Nanti Mami kenalkan sama anak teman Mami itu."

"Gilang ada urusan penting Mi." Gilang menolak permintaan maminya.

"Urusan apa sih? Ini lebih penting untuk masa depan kamu. Kapan lagi? Kamu itu sudah berumur. Lihat saja kawan-kawan seusia kamu sudah pada berumah tangga semua. Sudah punya anak yang lucu-lucu. Kapan kamu kasih Mami cucu?"

Gilang mengeleng mendengar kata-kata maminya yang sudah dia hafal dengan baik. Akhirnya Gilang melangkah menuju ke kamar tempat beristirahat. Dia ingin merebahkan tubuhnya yang lelah. Lelah karena selalu di minta untuk segera menikah.

Pada saat Gilang masuk ke kamar istirahat, dia terkejut dengan apa yang dilihatnya. Di tempat duduk dekat dengan tempat tidur, tampak seorang anak laki-laki yang sedang asyik bermain dengan kelereng merah. Diatas meja, dekat anak kecil itu duduk dan bermain-main, ada sebuah handphone yang tergeletak begitu saja.

"Siapa kamu?" tanya Gilang penasaran.

"Namaku Aji," jawab Aji pendek sambil mendongakkan kepalanya, mengalihkan pandangannya dari kelereng ke arah Gilang yang bertanya padanya.

Gilang tampak terkejut. Dia seperti melihat ke masa lalunya, sewaktu kecil dan seusia anak yang ada didepannya ini. Dulu, Gilang juga sangat senang bermain dengan kelereng, tapi yang berwarna merah saja. Dan penyebutan nama saat di tanya orang yang tidak dikenal, juga sama dengan anak kecil ini.

"Wah, nama yang bagus!" kata Gilang memuji.

"Terima kasih." Aji kecil merespon datar pujian yang diberikan Gilang untuknya.

"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Gilang lagi. Entah kenapa dia ingin sekali bisa bicara lebih banyak dengan anak yang baru dia temui. Padahal biasanya, Gilang tidak pernah peduli pada lingkungan dan sekitarnya, termasuk anak-anak.

"Memang kenapa kalau aku ada disini?" Aji balik bertanya pada Gilang.

"Hahaha..." Gilang tertawa lepas. Hal yang sudah lama tidak dia lakukan dengan sadar. Biasanya, Gilang bisa tertawa lepas seperti tadi hanya pada saat mabuk dan tidak sadarkan diri.

"Kenapa?" tanya Aji pada laki-laki dewasa yang ada didepannya ini.

"Emhh, tidak. Tidak kenapa-kenapa." Gilang mengelengkan kepalanya.

"Aneh!" Aji berkata menilai orang yang ada di depannya saat ini.

Gilang da Aji sama-sama terdiam. Tidak ada yang ingin memulai pembicaraan terlebih dahulu. Mereka berdua masing-masing berpikir, dengan penilaiannya sendiri dalam hati.

Gilang berpikir jika ada sesuatu yang menarik dari anak kecil didepannya ini. Dia seperti bercermin pada dirinya sendiri, namun dalam dimensi waktu yang berbeda.

Aji kecil yang terbiasa mengamati seseorang dari awal pertemuan juga merasakan hal yang sama. Dia merasa ada sesuatu yang menarik dari laki-laki yang baru dia temui di tempat kerja mamanya.

Beberapa detik kemudian, tanpa ada aba-aba, keduanya sama-sama menoleh dan saling berpandangan. Keduanya jadi merasa serba salah dan pada akhirnya mereka berdua mencari alasan untuk menghilangkan rasa canggung.

"Om siapa, dan kenapa ada di kamar istirahat?"

"Kamu anaknya siapa kok ada di kamar istirahat?

Keduanya berbarengan mengajukan pertanyaan dalam waktu yang sama. Begitu juga dengan pertanyaannya. Pada akhirnya keduanya sama-sama tersenyum-senyum sambil melirik satu sama lainnya.

Terpopuler

Comments

AyahRum

AyahRum

kenapa ketemu ayah nya lebih baik sendiri mandiri penuh perjuangan begitu baru asik mantap

2023-09-20

1

Kar Genjreng

Kar Genjreng

tidak terasa ternya Aji ketemu daddy nya... author m emang wis dadi gaweane yo ngono kui... Ak seneng yen ngono kui 😃😃😃😃

2022-07-30

0

wwevideos collector

wwevideos collector

kirain ketemu ma Cilla ternyata ma anak org 😁

2022-03-15

1

lihat semua
Episodes
1 Ayah Jatuh Sakit
2 Petaka Di Club Malam
3 Aji Putra
4 Hadiah Handphone
5 Email Tidak Dikenal
6 Sistem Kacau
7 Tuduhan Pelakor
8 Pindah Rumah
9 Persaingan Di Tempat Kerja
10 Bertemu Setelah Sekian Lama
11 Kenangan Tentangmu
12 Ingin Tahu Lebih
13 Rahasia Besar
14 Kemarahan Aji
15 Upaya Balas Dendam
16 Panik Dalam Penyesalan
17 Masuk Rumah Sakit
18 Melamar Atau Perintah
19 Gilang Yang Dulu
20 Terima Atau Tidak
21 Ada Rasa Yang Berbeda
22 Rintangan 1
23 Rintangan 2
24 Rintangan 3
25 Mami Rossa
26 Dia Anakku
27 Bukan Salahnya
28 Jangan Rindu
29 Gagal Maning
30 Perasaan Lily
31 Penculikan
32 Rencana
33 Ancaman
34 Strategi
35 Usaha Untuk Kabur
36 Jemput Kami
37 Salah Paham
38 Salah Sasaran
39 Masa Kritis
40 Ternyata Dia
41 Maafkan Aku
42 Dokter Hendrawan
43 Penasaran
44 Mbak Diyah
45 Bukan Orang Lain
46 Kamu Anak Sahabatku
47 Tuan Adi
48 Gilang Tidak Tahu
49 Jangan Kepedean
50 Rencana Aji
51 Cilla Serba Salah
52 Panik
53 Tidak Bertemu
54 Biar Diproses Sesuai Hukum
55 Makan Siang Yang Tertunda
56 Rencana Yang Lain
57 Pembalut Wanita 1
58 Pembalut Wanita 2
59 Pembalut Wanita 3
60 Pemeriksaan Mata Aji
61 Hasil DNA
62 Gagal Bertemu Lagi
63 Ternyata Tuan Adi Adalah
64 Harus Bagaimana
65 Cemburu
66 Bukan Hal Aneh
67 Panti Asuhan
68 Panggil Apa?
69 Belajar Sayang 1
70 Belajar Sayang 2
71 Makan Malam Perdana Di Rumah
72 Ikannya Masih Mau
73 Malam Yang Manis
74 Titip Rindu
75 Konsultasi
76 Permintaan Maaf
77 Miss You
78 Tidak Disangka
79 Menemukan Foto
80 Penyelidikan Akun Siemoy
81 Terkuak Terlebih Dahulu
82 Rahasia Sekar Mayangsari
83 Hancker Misterius
84 Gagal Perijinan
85 PT Sekar Jagad
86 Desainer Emas
87 Harus Bisa
88 Yakin Jika Kamu Bisa
89 Senyum Kebaikan
90 Sidang Perdana
91 Para Pencari Berita
92 Adek Bayi Atau Bayi Besar?
93 Akun Miranti
94 Merencanakan Sesuatu
95 Rencana Kejutan Untuk Cilla
96 Lamaran Gilang
97 Dokter Dimas
98 Keberuntungan Gilang
99 Video Call
100 Sayang Mama
101 Persiapan Pesta
102 Penampilan Yang Berbeda
103 Kami Akan Menikah
104 Berjalan Lancar
105 Pesta Selesai
106 Kado Buat Aji
107 Tiket Ke Jerman
108 Semakin Kompak
109 Akhir Sidang
110 Sahabat Atau Musuh
111 Janji Laki-laki
112 Banyak Hal Yang Tak Terduga
113 Kecelakaan
114 Siapa Dalangnya
115 Luka Aji
116 Keanehan Aji
117 Kecurigaan Aji
118 Semuanya Aman
119 Prewedding
120 Ternyata Memang Ada
121 Bukan Orang Jauh
122 Bukan Akhir
123 Semua Ada Waktunya
124 Kisah Aji ( Bukan Ending )
125 Pengumuman Aji Seosen 2
126 Namaku Aji seosen 2
127 Ijin Pada Papa
128 Kabar Buruk
129 Tidak Ada Kabar
130 Keseharian Jeny
131 Mr Vijay 1
132 Mr Vijay 2
133 Mr Vijay 3
134 Kecurigaan Jeny
135 Kebiasaan Aneh Mr Vijay
136 Usaha Jeny
137 Kesepakatan Hati
138 Sangkoer Singh
139 Belum Semua Terbuka
140 Waktu Itu
141 Paman Ranveer
142 Bagaimana Caranya
143 Tidak Percaya Lagi
144 Aku Di Mana
145 Dia Siapa
146 Aji Tidak Ingat
147 Elisa Dan Rio
148 Gaduh Di Rumah Sakit
149 Jeny Kembali Kecil
150 Aku Bagaimana ( Elisa )
151 Aji Pulang Ke Rumah
152 Elisa Di Rumah Jeny
153 Kecurigaan Aji
154 Aku Elisa
155 Harus Menahan Diri
156 Ada Rasa Yang Berbeda
157 Kesal
158 Mencari Tahu
159 Aji Sudah Ingat Lagi
160 Jeny Salah Paham
161 Elisa Serba Salah 1
162 Elisa Serba Salah 2
163 Elisa Serba Salah 3
164 Tidak Berkabar
165 Belum Ada Kabar
166 Merasa Kehilangan
167 Keberadaan Elisa
168 Titik Temu
169 Penelusuran
170 Ternyata Benar
171 Mencari Informasi
172 Jangan Ikut
173 First Kiss
174 Jangan Mengelak Lagi
175 Kejutan Tengah Malam
176 Mama Cilla Salah Paham
177 Gagal Kabur
178 Bukan Mahasiswa Biasa
179 Menyakinkan Diri
180 Diantara Para Mafia
181 Tidak Tahu
182 Ingatan Aji Pulih
183 Tentang Elisa
184 Tentang Elisa Lagi
185 Banyak Rencana
186 Aji Menyimpan Rasa
187 Mengamati
188 Menikahlah Denganku
189 Jawaban Elisa Dan Aji
190 Aji Ke Kantor GAS
191 Wajah Yang Berbeda
192 Elisa Dan Rio Menghilang
193 Kabar Dari Ponsel Rio
194 Baru Sadar
195 Melapor
196 Kedatangan Elisa dan Rio
197 Tidak Jago
198 Kenapa Merah
199 Tak Disangka
200 Masih Bersih
201 Tidak Biasa
202 Gagal Romantis
203 Undangan Jeny
204 Melamar Elisa
205 Menuju Ke Kampung Elisa
206 Pernikahan Aji Dan Elisa
207 Membawa Cinta Dalam Hati
208 Bukan Honeymoon
209 Suasana Hati Yang Berbeda
210 Kepergian Oma Rossa
211 Ijin Pindah Ke Apartemen
212 Kepindahan Aji
213 Pernikahan Yang Bahagia
214 Keberadaan Rio
215 Over Protektif
216 Tentang Rasa
217 Kejutan?
218 Berita Dari Jeny
219 Memulai Hari
220 Ngidam
221 Bingung
222 Perhatian Atau Over Protektif?
223 Obat Paling Manjur
224 Sakit Perut
225 Panggil Apa?
226 Planning
227 Berdebat Dengan Vero
228 Tidak Normal
229 Hasil Audit
230 Permasalahan Yang Ada
231 Mau Yang Ini
232 Penuh Dengan Cinta
233 Rahasia Yang Tersimpan
234 Menjenguk Bapak
235 Nasehat Dan Pesan Bapak
236 Martabak Telur
237 Rencana Ke India
238 Tiba-tiba Sakit
239 Masih Pengen
240 Ijin Sudah Didapat
241 Banyak Keinginan Aneh
242 Di Rumah Jeny
243 Pamit Tapi Gagal
244 Kabar Mendadak
245 Berangkat Ke India
246 Rumah Istana
247 Berbeda Keadaan
248 Melakukan Test
249 Jangan Minta Bulan
250 Kabar Gembira
251 Mau Hadiah Apa?
252 Morning Sickness Aji
253 Bukan Sakit Biasa
254 Lebih Baik
255 Ajakan Tanpa Paksaan
256 Merasakan Muntah Juga
257 Berita Tentang Vijay Singh
258 Kabar Duka
259 Bukan Robot
260 Tendangan Bayi
261 Keinginan Bumil Tua
262 Mie Jawa
263 Braxton Hicks
264 Masih Besok
265 Sudah Waktunya
266 Nama Yang Cocok
267 Aji Saka Singh
268 Masalah Biyan
269 Rencana Pulang Ke Indonesia
270 Tiba Di Indonesia
271 Biyan Sakit
272 Bicara Dengan Vero
273 Setahun Lagi
274 Kehidupan Berumah Tangga
275 Lihat Secara Positif
276 Anak-anak Dimata Orang Tua
277 Surat Pengantar Pengeledahan
278 Tidak Menemukan Apa-apa
279 Kasus Selesai
280 Empat Laki-laki
281 Kepergian Papa Gilang
282 Ketegangan Elisa
283 Banyak Kejutan Tak Terduga
284 Kangen Bersama
285 Impian Setiap Keluarga
286 Tidak Semua Sama
287 Kabar Tentang Rio
288 Me Time
289 Kembali Beraktivitas
290 Kebingungan Aji
291 Penuh Dengan Cinta
292 Pemberitahuan Novel Baru
Episodes

Updated 292 Episodes

1
Ayah Jatuh Sakit
2
Petaka Di Club Malam
3
Aji Putra
4
Hadiah Handphone
5
Email Tidak Dikenal
6
Sistem Kacau
7
Tuduhan Pelakor
8
Pindah Rumah
9
Persaingan Di Tempat Kerja
10
Bertemu Setelah Sekian Lama
11
Kenangan Tentangmu
12
Ingin Tahu Lebih
13
Rahasia Besar
14
Kemarahan Aji
15
Upaya Balas Dendam
16
Panik Dalam Penyesalan
17
Masuk Rumah Sakit
18
Melamar Atau Perintah
19
Gilang Yang Dulu
20
Terima Atau Tidak
21
Ada Rasa Yang Berbeda
22
Rintangan 1
23
Rintangan 2
24
Rintangan 3
25
Mami Rossa
26
Dia Anakku
27
Bukan Salahnya
28
Jangan Rindu
29
Gagal Maning
30
Perasaan Lily
31
Penculikan
32
Rencana
33
Ancaman
34
Strategi
35
Usaha Untuk Kabur
36
Jemput Kami
37
Salah Paham
38
Salah Sasaran
39
Masa Kritis
40
Ternyata Dia
41
Maafkan Aku
42
Dokter Hendrawan
43
Penasaran
44
Mbak Diyah
45
Bukan Orang Lain
46
Kamu Anak Sahabatku
47
Tuan Adi
48
Gilang Tidak Tahu
49
Jangan Kepedean
50
Rencana Aji
51
Cilla Serba Salah
52
Panik
53
Tidak Bertemu
54
Biar Diproses Sesuai Hukum
55
Makan Siang Yang Tertunda
56
Rencana Yang Lain
57
Pembalut Wanita 1
58
Pembalut Wanita 2
59
Pembalut Wanita 3
60
Pemeriksaan Mata Aji
61
Hasil DNA
62
Gagal Bertemu Lagi
63
Ternyata Tuan Adi Adalah
64
Harus Bagaimana
65
Cemburu
66
Bukan Hal Aneh
67
Panti Asuhan
68
Panggil Apa?
69
Belajar Sayang 1
70
Belajar Sayang 2
71
Makan Malam Perdana Di Rumah
72
Ikannya Masih Mau
73
Malam Yang Manis
74
Titip Rindu
75
Konsultasi
76
Permintaan Maaf
77
Miss You
78
Tidak Disangka
79
Menemukan Foto
80
Penyelidikan Akun Siemoy
81
Terkuak Terlebih Dahulu
82
Rahasia Sekar Mayangsari
83
Hancker Misterius
84
Gagal Perijinan
85
PT Sekar Jagad
86
Desainer Emas
87
Harus Bisa
88
Yakin Jika Kamu Bisa
89
Senyum Kebaikan
90
Sidang Perdana
91
Para Pencari Berita
92
Adek Bayi Atau Bayi Besar?
93
Akun Miranti
94
Merencanakan Sesuatu
95
Rencana Kejutan Untuk Cilla
96
Lamaran Gilang
97
Dokter Dimas
98
Keberuntungan Gilang
99
Video Call
100
Sayang Mama
101
Persiapan Pesta
102
Penampilan Yang Berbeda
103
Kami Akan Menikah
104
Berjalan Lancar
105
Pesta Selesai
106
Kado Buat Aji
107
Tiket Ke Jerman
108
Semakin Kompak
109
Akhir Sidang
110
Sahabat Atau Musuh
111
Janji Laki-laki
112
Banyak Hal Yang Tak Terduga
113
Kecelakaan
114
Siapa Dalangnya
115
Luka Aji
116
Keanehan Aji
117
Kecurigaan Aji
118
Semuanya Aman
119
Prewedding
120
Ternyata Memang Ada
121
Bukan Orang Jauh
122
Bukan Akhir
123
Semua Ada Waktunya
124
Kisah Aji ( Bukan Ending )
125
Pengumuman Aji Seosen 2
126
Namaku Aji seosen 2
127
Ijin Pada Papa
128
Kabar Buruk
129
Tidak Ada Kabar
130
Keseharian Jeny
131
Mr Vijay 1
132
Mr Vijay 2
133
Mr Vijay 3
134
Kecurigaan Jeny
135
Kebiasaan Aneh Mr Vijay
136
Usaha Jeny
137
Kesepakatan Hati
138
Sangkoer Singh
139
Belum Semua Terbuka
140
Waktu Itu
141
Paman Ranveer
142
Bagaimana Caranya
143
Tidak Percaya Lagi
144
Aku Di Mana
145
Dia Siapa
146
Aji Tidak Ingat
147
Elisa Dan Rio
148
Gaduh Di Rumah Sakit
149
Jeny Kembali Kecil
150
Aku Bagaimana ( Elisa )
151
Aji Pulang Ke Rumah
152
Elisa Di Rumah Jeny
153
Kecurigaan Aji
154
Aku Elisa
155
Harus Menahan Diri
156
Ada Rasa Yang Berbeda
157
Kesal
158
Mencari Tahu
159
Aji Sudah Ingat Lagi
160
Jeny Salah Paham
161
Elisa Serba Salah 1
162
Elisa Serba Salah 2
163
Elisa Serba Salah 3
164
Tidak Berkabar
165
Belum Ada Kabar
166
Merasa Kehilangan
167
Keberadaan Elisa
168
Titik Temu
169
Penelusuran
170
Ternyata Benar
171
Mencari Informasi
172
Jangan Ikut
173
First Kiss
174
Jangan Mengelak Lagi
175
Kejutan Tengah Malam
176
Mama Cilla Salah Paham
177
Gagal Kabur
178
Bukan Mahasiswa Biasa
179
Menyakinkan Diri
180
Diantara Para Mafia
181
Tidak Tahu
182
Ingatan Aji Pulih
183
Tentang Elisa
184
Tentang Elisa Lagi
185
Banyak Rencana
186
Aji Menyimpan Rasa
187
Mengamati
188
Menikahlah Denganku
189
Jawaban Elisa Dan Aji
190
Aji Ke Kantor GAS
191
Wajah Yang Berbeda
192
Elisa Dan Rio Menghilang
193
Kabar Dari Ponsel Rio
194
Baru Sadar
195
Melapor
196
Kedatangan Elisa dan Rio
197
Tidak Jago
198
Kenapa Merah
199
Tak Disangka
200
Masih Bersih
201
Tidak Biasa
202
Gagal Romantis
203
Undangan Jeny
204
Melamar Elisa
205
Menuju Ke Kampung Elisa
206
Pernikahan Aji Dan Elisa
207
Membawa Cinta Dalam Hati
208
Bukan Honeymoon
209
Suasana Hati Yang Berbeda
210
Kepergian Oma Rossa
211
Ijin Pindah Ke Apartemen
212
Kepindahan Aji
213
Pernikahan Yang Bahagia
214
Keberadaan Rio
215
Over Protektif
216
Tentang Rasa
217
Kejutan?
218
Berita Dari Jeny
219
Memulai Hari
220
Ngidam
221
Bingung
222
Perhatian Atau Over Protektif?
223
Obat Paling Manjur
224
Sakit Perut
225
Panggil Apa?
226
Planning
227
Berdebat Dengan Vero
228
Tidak Normal
229
Hasil Audit
230
Permasalahan Yang Ada
231
Mau Yang Ini
232
Penuh Dengan Cinta
233
Rahasia Yang Tersimpan
234
Menjenguk Bapak
235
Nasehat Dan Pesan Bapak
236
Martabak Telur
237
Rencana Ke India
238
Tiba-tiba Sakit
239
Masih Pengen
240
Ijin Sudah Didapat
241
Banyak Keinginan Aneh
242
Di Rumah Jeny
243
Pamit Tapi Gagal
244
Kabar Mendadak
245
Berangkat Ke India
246
Rumah Istana
247
Berbeda Keadaan
248
Melakukan Test
249
Jangan Minta Bulan
250
Kabar Gembira
251
Mau Hadiah Apa?
252
Morning Sickness Aji
253
Bukan Sakit Biasa
254
Lebih Baik
255
Ajakan Tanpa Paksaan
256
Merasakan Muntah Juga
257
Berita Tentang Vijay Singh
258
Kabar Duka
259
Bukan Robot
260
Tendangan Bayi
261
Keinginan Bumil Tua
262
Mie Jawa
263
Braxton Hicks
264
Masih Besok
265
Sudah Waktunya
266
Nama Yang Cocok
267
Aji Saka Singh
268
Masalah Biyan
269
Rencana Pulang Ke Indonesia
270
Tiba Di Indonesia
271
Biyan Sakit
272
Bicara Dengan Vero
273
Setahun Lagi
274
Kehidupan Berumah Tangga
275
Lihat Secara Positif
276
Anak-anak Dimata Orang Tua
277
Surat Pengantar Pengeledahan
278
Tidak Menemukan Apa-apa
279
Kasus Selesai
280
Empat Laki-laki
281
Kepergian Papa Gilang
282
Ketegangan Elisa
283
Banyak Kejutan Tak Terduga
284
Kangen Bersama
285
Impian Setiap Keluarga
286
Tidak Semua Sama
287
Kabar Tentang Rio
288
Me Time
289
Kembali Beraktivitas
290
Kebingungan Aji
291
Penuh Dengan Cinta
292
Pemberitahuan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!