Hadiah Handphone

Malam menjelang tidur, Aji seperti biasanya akan bertanya banyak hal pada mamanya, Cilla. Tentu saja, Cilla yang dulunya juga seorang siswi sekolah yang cerdas secara akademis, akan dengan telaten menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari anaknya itu.

Cilla sadar jika anaknya, Aji, tumbuh tidak seperti anak-anak pada umumnya. Aji lebih banyak bertanya tentang dunia luar yang bukan pada tempatnya, seperti bermain dan sejenisnya, khas anak-anak seusianya. Semua itu tidak dilakukan Aji.

Aji juga tidak terlalu suka permainan yang biasa anak-anak kecil mainkan, seperti robot-robotan atau mobil-mobilan. Dia lebih suka berdiam diri di depan laptop, hanya untuk menjelajahi dunia luar. Mengakses informasi dan teknologi dunia. Bahkan, Cilla sendiri kadang tidak tahu ada di mana itu.

"Ma. Negara Jerman itu canggih ya Ma. Aji pengen ke sana suatu hari nanti. Aji ingin belajar teknologi dan ilmu pengetahuan yang ada di sana. Pasti Aji bisa jadi ilmuwan nantinya."

Tiba-tiba, Aji mengatakan keinginannya untuk belajar ke Jerman. Negara maju yang menjadi pusat teknologi dan ilmu pengetahuan dunia. Negara dengan sejarah peraih Nobel terbanyak dan pusat riset para ilmuwan juga.

Cilla tersenyum mendengar keinginan anaknya yang masih kecil itu. Cilla ingat sewaktu masih sekoalah dulu, dia juga punya keinginan untuk bisa belajar di Jerman.

"Iya sayang. Aji pasti bisa kok belajar ke sana. Yang penting, sekarang kita harus banyak menabung dan Aji juga harus belajar dengan baik ya!"

Cilla dengan senang hati memberikan semangat untuk anaknya itu. Dia tidak mau mematahkan semangat dan keinginan anaknya, dengan mengatakan jika itu adalah hal yang mustahil.

"Ayo, sekarang kita tidur. Ini sudah malam dan besok mama harus berangkat kerja juga. Aji sudah selesai memesan kain batik solo, untuk pesanan yang di Malaysia kan?" tanya Cilla mengingatkan.

"Iya Ma sudah. Kata pengrajinnya akan di kirim besok. Dia juga bilang akan segera transfer uang jasa begitu menerima pesanan lagi nanti."

"Syukurlah kalau begitu. Terima kasih ya sayang, sudah bantu Mama. Terima kasih juga karena kamu sudah membebaskan Mama, dari uang kontrakan rumah selama enam bulan kedepan nanti."

Cilla mencium pipi anaknya dengan penuh kasih sayang. Dia bersyukur karena dengan keterbatasan yang dimiliki sedari mengandung Aji, kini dia mulai bisa menabung untuk masa depan anaknya nanti. Semua itu berkat ketekunan dan kecerdasan Aji, yang membantu dalam memasarkan barang online miliknya. Meskipun hasil tidak seberapa besar, tapi cukup untuk menambah tabungan yang ada.

*****

Malam sudah berganti dengan pagi. Cilla bangun tidur dan melakukan aktivitas seperti biasa. Aji, anaknya masih ada di tempat tidur, terlihat masih mengantuk dan belum ingin turut bangun.

"Sayang tidur saja lagi. Mama mau mencuci baju dulu. Nanti kalau sudah waktunya berangkat kerja, pasti Mama bangunkan kok!"

Aji pun menurut apa kata namanya. Dia kembali memejamkan matanya dan berselancar dengan mimpinya.

Satu jam berlalu. Cilla sudah selesai dengan semua kegiatannya di pagi hari. Dia juga sudah selesai mandi dan bersiap untuk berangkat menuju tempat kerjanya.

Seperti biasanya, dia membangunkan dan berpamitan pada anaknya. "Sayang bangun. Mama berangkat dulu!"

"Iya Ma." Aji menjawab pendek dan masih dalam keadaan setengah tidur.

Beberapa menit kemudian, Aji bangun dengan cepat. Dia segera membuka laptopnya karena ingat dengan pesanan customer dari Jepang.

"Wah, aku bisa terlambat pesan barang ini kalau harus mandi dulu," guman Aji dalam hati.

Akhirnya dia melanjutkan aktivitasnya di depan laptop dan menunda untuk mandi atau sarapan terlebih dahulu.

Satu jam kemudian, Aji tersenyum senang. Dia berhasil melakukan transaksi dengan customer Jepang, yang memesan kain tenun songket Palembang. Dia juga sudah menghubungi pengrajinnya dan barang siap di kirim dua hari lagi.

Aji segera mandi, sarapan dan kembali di depan laptop. Sekarang dia ingin melihat-lihat teknologi negara Jerman. Sama seperti yang dia katakan pada mamanya semalam.

Tok... tok... tok!

Terdengar suara pintu diketuk seseorang dari luar. Aji menoleh tapi tidak segera membuka pintu untuk tamunya itu.

"Aji... Aji... Ini Paman Adi!"

Ternyata yang datang adalah pemilik kontrakan rumah kemarin. "Bukankah dia bilang uang kontrakan bebas selama enam bulan?" tanya Aji pada dirinya sendiri.

"Aji... Paman mau kasih handphone untuk hadiah, seperti yang paman bilang kemarin. Ayo buka pintunya!"

Aji tersenyum senang mendengar kata-kata tuan Adi. Tentu saja Aji senang. Bisa dipastikan jika handphone itu pasti jauh lebih canggih dari pada milik mamanya. Dengan semangat, Aji membuka pintu rumah untuk tuan Adi.

"Nah, gitu dong! Dari tadi kenapa tidak dibuka?" tanya tuan Adi ingin tahu.

"Maaf, Aji sedang nanggung. Tadi sedang baca-baca." Aji menjawab pertanyaan dari tuan Adi. Entah tuan Adi mengerti apa yang dimaksud oleh Aji atau tidak. Dia hanya mengangguk saja.

"Oh iya. Ini handphone yang Paman janjikan!"

Tuan Adi menyerahkan bungkusan tas kain dengan, logo merek salah satu handphone mahal. Aji dengan senang hati menerima pemberian tersebut.

"Ini beneran buat Aji Paman?" tanya Aji tidak percaya. Matanya berbinar-binar karena senang.

"Tentu saja benar. Masa Paman bohong?"

"Hehehe... Terima kasih Paman!" Aji tertawa kecil mendengar perkataan tuan Adi yang merasa tidak dipercaya oleh anak kecil seperti dirinya.

"Oh ya. Mama kamu sudah berangkat kerja ya? Salam buat mama kamu ya!" kata tuan Adi sambil berbisik-bisik.

"Harusnya aku kesini sore ya, jadi bisa ketemu mama kamu," sambung tuan Adi dengan wajah bersemu.

"Kenapa?" tanya Aji cepat. Dia seperti mendengar perkataan tuan Adi yang tidak biasa. Ada maksud lain yang tersembunyi.

"Tidak apa-apa. Paman hanya ingin ngobrol saja. Siapa tahu mama kamu punya keinginan untuk mencari papa buat kamu nanti."

Aji mengeryit heran mendengar perkataan tuan Adi. Meskipun dia tidak tahu apa maksud dari perkataan itu, tapi Aji menangkap maksud tuan Adi.

"Ya sudah. Paman balik dulu. Ini masih ada urusan di kampung sebelah. Jangan lupa, sampaikan salam Paman tadi sama mama kamu."

"Iya Paman." Aji menjawab pendek.

Aji segera menutup kembali pintu rumahnya begitu tuan Adi pergi. Dia segera membuka bungkus handphone hadiah tadi, mengaktifkan dan mengakses jaringan untuk bisa mengoperasikannya.

"Ye... Akhirnya punya handphone canggih ini. Mama tidak perlu meninggalkan handphonenya sendiri di rumah. Jadi kami bisa tetap berkomunikasi meskipun mama sedang tidak ada di rumah juga."

Aji berteriak senang setelah berhasil mengoperasikan handphone tersebut. Kini dia menghubungkan handphonenya itu dengan laptop. Aji kembali pada aktifitasnya yang tadi. Mengakses informasi teknologi yang ada di negara Jerman. Negara impiannya untuk belajar dan menjadi ilmuwan suatu hari nanti.

Terpopuler

Comments

Kar Genjreng

Kar Genjreng

wah😮😮😮😮 jenius banget.. semoga impianMu tersalurkan yo Le... mugo ga enek sing jahati yo.. mbh putri Mu tiri.. 🤣🤣🤣🤣🤣

2022-07-30

1

Wirda Lubis

Wirda Lubis

aji anak pintar

2022-07-29

0

Beci Luna

Beci Luna

anak jenius..semoga bisa bertemu dg ayah kandungmu ya nak..

2022-01-11

3

lihat semua
Episodes
1 Ayah Jatuh Sakit
2 Petaka Di Club Malam
3 Aji Putra
4 Hadiah Handphone
5 Email Tidak Dikenal
6 Sistem Kacau
7 Tuduhan Pelakor
8 Pindah Rumah
9 Persaingan Di Tempat Kerja
10 Bertemu Setelah Sekian Lama
11 Kenangan Tentangmu
12 Ingin Tahu Lebih
13 Rahasia Besar
14 Kemarahan Aji
15 Upaya Balas Dendam
16 Panik Dalam Penyesalan
17 Masuk Rumah Sakit
18 Melamar Atau Perintah
19 Gilang Yang Dulu
20 Terima Atau Tidak
21 Ada Rasa Yang Berbeda
22 Rintangan 1
23 Rintangan 2
24 Rintangan 3
25 Mami Rossa
26 Dia Anakku
27 Bukan Salahnya
28 Jangan Rindu
29 Gagal Maning
30 Perasaan Lily
31 Penculikan
32 Rencana
33 Ancaman
34 Strategi
35 Usaha Untuk Kabur
36 Jemput Kami
37 Salah Paham
38 Salah Sasaran
39 Masa Kritis
40 Ternyata Dia
41 Maafkan Aku
42 Dokter Hendrawan
43 Penasaran
44 Mbak Diyah
45 Bukan Orang Lain
46 Kamu Anak Sahabatku
47 Tuan Adi
48 Gilang Tidak Tahu
49 Jangan Kepedean
50 Rencana Aji
51 Cilla Serba Salah
52 Panik
53 Tidak Bertemu
54 Biar Diproses Sesuai Hukum
55 Makan Siang Yang Tertunda
56 Rencana Yang Lain
57 Pembalut Wanita 1
58 Pembalut Wanita 2
59 Pembalut Wanita 3
60 Pemeriksaan Mata Aji
61 Hasil DNA
62 Gagal Bertemu Lagi
63 Ternyata Tuan Adi Adalah
64 Harus Bagaimana
65 Cemburu
66 Bukan Hal Aneh
67 Panti Asuhan
68 Panggil Apa?
69 Belajar Sayang 1
70 Belajar Sayang 2
71 Makan Malam Perdana Di Rumah
72 Ikannya Masih Mau
73 Malam Yang Manis
74 Titip Rindu
75 Konsultasi
76 Permintaan Maaf
77 Miss You
78 Tidak Disangka
79 Menemukan Foto
80 Penyelidikan Akun Siemoy
81 Terkuak Terlebih Dahulu
82 Rahasia Sekar Mayangsari
83 Hancker Misterius
84 Gagal Perijinan
85 PT Sekar Jagad
86 Desainer Emas
87 Harus Bisa
88 Yakin Jika Kamu Bisa
89 Senyum Kebaikan
90 Sidang Perdana
91 Para Pencari Berita
92 Adek Bayi Atau Bayi Besar?
93 Akun Miranti
94 Merencanakan Sesuatu
95 Rencana Kejutan Untuk Cilla
96 Lamaran Gilang
97 Dokter Dimas
98 Keberuntungan Gilang
99 Video Call
100 Sayang Mama
101 Persiapan Pesta
102 Penampilan Yang Berbeda
103 Kami Akan Menikah
104 Berjalan Lancar
105 Pesta Selesai
106 Kado Buat Aji
107 Tiket Ke Jerman
108 Semakin Kompak
109 Akhir Sidang
110 Sahabat Atau Musuh
111 Janji Laki-laki
112 Banyak Hal Yang Tak Terduga
113 Kecelakaan
114 Siapa Dalangnya
115 Luka Aji
116 Keanehan Aji
117 Kecurigaan Aji
118 Semuanya Aman
119 Prewedding
120 Ternyata Memang Ada
121 Bukan Orang Jauh
122 Bukan Akhir
123 Semua Ada Waktunya
124 Kisah Aji ( Bukan Ending )
125 Pengumuman Aji Seosen 2
126 Namaku Aji seosen 2
127 Ijin Pada Papa
128 Kabar Buruk
129 Tidak Ada Kabar
130 Keseharian Jeny
131 Mr Vijay 1
132 Mr Vijay 2
133 Mr Vijay 3
134 Kecurigaan Jeny
135 Kebiasaan Aneh Mr Vijay
136 Usaha Jeny
137 Kesepakatan Hati
138 Sangkoer Singh
139 Belum Semua Terbuka
140 Waktu Itu
141 Paman Ranveer
142 Bagaimana Caranya
143 Tidak Percaya Lagi
144 Aku Di Mana
145 Dia Siapa
146 Aji Tidak Ingat
147 Elisa Dan Rio
148 Gaduh Di Rumah Sakit
149 Jeny Kembali Kecil
150 Aku Bagaimana ( Elisa )
151 Aji Pulang Ke Rumah
152 Elisa Di Rumah Jeny
153 Kecurigaan Aji
154 Aku Elisa
155 Harus Menahan Diri
156 Ada Rasa Yang Berbeda
157 Kesal
158 Mencari Tahu
159 Aji Sudah Ingat Lagi
160 Jeny Salah Paham
161 Elisa Serba Salah 1
162 Elisa Serba Salah 2
163 Elisa Serba Salah 3
164 Tidak Berkabar
165 Belum Ada Kabar
166 Merasa Kehilangan
167 Keberadaan Elisa
168 Titik Temu
169 Penelusuran
170 Ternyata Benar
171 Mencari Informasi
172 Jangan Ikut
173 First Kiss
174 Jangan Mengelak Lagi
175 Kejutan Tengah Malam
176 Mama Cilla Salah Paham
177 Gagal Kabur
178 Bukan Mahasiswa Biasa
179 Menyakinkan Diri
180 Diantara Para Mafia
181 Tidak Tahu
182 Ingatan Aji Pulih
183 Tentang Elisa
184 Tentang Elisa Lagi
185 Banyak Rencana
186 Aji Menyimpan Rasa
187 Mengamati
188 Menikahlah Denganku
189 Jawaban Elisa Dan Aji
190 Aji Ke Kantor GAS
191 Wajah Yang Berbeda
192 Elisa Dan Rio Menghilang
193 Kabar Dari Ponsel Rio
194 Baru Sadar
195 Melapor
196 Kedatangan Elisa dan Rio
197 Tidak Jago
198 Kenapa Merah
199 Tak Disangka
200 Masih Bersih
201 Tidak Biasa
202 Gagal Romantis
203 Undangan Jeny
204 Melamar Elisa
205 Menuju Ke Kampung Elisa
206 Pernikahan Aji Dan Elisa
207 Membawa Cinta Dalam Hati
208 Bukan Honeymoon
209 Suasana Hati Yang Berbeda
210 Kepergian Oma Rossa
211 Ijin Pindah Ke Apartemen
212 Kepindahan Aji
213 Pernikahan Yang Bahagia
214 Keberadaan Rio
215 Over Protektif
216 Tentang Rasa
217 Kejutan?
218 Berita Dari Jeny
219 Memulai Hari
220 Ngidam
221 Bingung
222 Perhatian Atau Over Protektif?
223 Obat Paling Manjur
224 Sakit Perut
225 Panggil Apa?
226 Planning
227 Berdebat Dengan Vero
228 Tidak Normal
229 Hasil Audit
230 Permasalahan Yang Ada
231 Mau Yang Ini
232 Penuh Dengan Cinta
233 Rahasia Yang Tersimpan
234 Menjenguk Bapak
235 Nasehat Dan Pesan Bapak
236 Martabak Telur
237 Rencana Ke India
238 Tiba-tiba Sakit
239 Masih Pengen
240 Ijin Sudah Didapat
241 Banyak Keinginan Aneh
242 Di Rumah Jeny
243 Pamit Tapi Gagal
244 Kabar Mendadak
245 Berangkat Ke India
246 Rumah Istana
247 Berbeda Keadaan
248 Melakukan Test
249 Jangan Minta Bulan
250 Kabar Gembira
251 Mau Hadiah Apa?
252 Morning Sickness Aji
253 Bukan Sakit Biasa
254 Lebih Baik
255 Ajakan Tanpa Paksaan
256 Merasakan Muntah Juga
257 Berita Tentang Vijay Singh
258 Kabar Duka
259 Bukan Robot
260 Tendangan Bayi
261 Keinginan Bumil Tua
262 Mie Jawa
263 Braxton Hicks
264 Masih Besok
265 Sudah Waktunya
266 Nama Yang Cocok
267 Aji Saka Singh
268 Masalah Biyan
269 Rencana Pulang Ke Indonesia
270 Tiba Di Indonesia
271 Biyan Sakit
272 Bicara Dengan Vero
273 Setahun Lagi
274 Kehidupan Berumah Tangga
275 Lihat Secara Positif
276 Anak-anak Dimata Orang Tua
277 Surat Pengantar Pengeledahan
278 Tidak Menemukan Apa-apa
279 Kasus Selesai
280 Empat Laki-laki
281 Kepergian Papa Gilang
282 Ketegangan Elisa
283 Banyak Kejutan Tak Terduga
284 Kangen Bersama
285 Impian Setiap Keluarga
286 Tidak Semua Sama
287 Kabar Tentang Rio
288 Me Time
289 Kembali Beraktivitas
290 Kebingungan Aji
291 Penuh Dengan Cinta
292 Pemberitahuan Novel Baru
Episodes

Updated 292 Episodes

1
Ayah Jatuh Sakit
2
Petaka Di Club Malam
3
Aji Putra
4
Hadiah Handphone
5
Email Tidak Dikenal
6
Sistem Kacau
7
Tuduhan Pelakor
8
Pindah Rumah
9
Persaingan Di Tempat Kerja
10
Bertemu Setelah Sekian Lama
11
Kenangan Tentangmu
12
Ingin Tahu Lebih
13
Rahasia Besar
14
Kemarahan Aji
15
Upaya Balas Dendam
16
Panik Dalam Penyesalan
17
Masuk Rumah Sakit
18
Melamar Atau Perintah
19
Gilang Yang Dulu
20
Terima Atau Tidak
21
Ada Rasa Yang Berbeda
22
Rintangan 1
23
Rintangan 2
24
Rintangan 3
25
Mami Rossa
26
Dia Anakku
27
Bukan Salahnya
28
Jangan Rindu
29
Gagal Maning
30
Perasaan Lily
31
Penculikan
32
Rencana
33
Ancaman
34
Strategi
35
Usaha Untuk Kabur
36
Jemput Kami
37
Salah Paham
38
Salah Sasaran
39
Masa Kritis
40
Ternyata Dia
41
Maafkan Aku
42
Dokter Hendrawan
43
Penasaran
44
Mbak Diyah
45
Bukan Orang Lain
46
Kamu Anak Sahabatku
47
Tuan Adi
48
Gilang Tidak Tahu
49
Jangan Kepedean
50
Rencana Aji
51
Cilla Serba Salah
52
Panik
53
Tidak Bertemu
54
Biar Diproses Sesuai Hukum
55
Makan Siang Yang Tertunda
56
Rencana Yang Lain
57
Pembalut Wanita 1
58
Pembalut Wanita 2
59
Pembalut Wanita 3
60
Pemeriksaan Mata Aji
61
Hasil DNA
62
Gagal Bertemu Lagi
63
Ternyata Tuan Adi Adalah
64
Harus Bagaimana
65
Cemburu
66
Bukan Hal Aneh
67
Panti Asuhan
68
Panggil Apa?
69
Belajar Sayang 1
70
Belajar Sayang 2
71
Makan Malam Perdana Di Rumah
72
Ikannya Masih Mau
73
Malam Yang Manis
74
Titip Rindu
75
Konsultasi
76
Permintaan Maaf
77
Miss You
78
Tidak Disangka
79
Menemukan Foto
80
Penyelidikan Akun Siemoy
81
Terkuak Terlebih Dahulu
82
Rahasia Sekar Mayangsari
83
Hancker Misterius
84
Gagal Perijinan
85
PT Sekar Jagad
86
Desainer Emas
87
Harus Bisa
88
Yakin Jika Kamu Bisa
89
Senyum Kebaikan
90
Sidang Perdana
91
Para Pencari Berita
92
Adek Bayi Atau Bayi Besar?
93
Akun Miranti
94
Merencanakan Sesuatu
95
Rencana Kejutan Untuk Cilla
96
Lamaran Gilang
97
Dokter Dimas
98
Keberuntungan Gilang
99
Video Call
100
Sayang Mama
101
Persiapan Pesta
102
Penampilan Yang Berbeda
103
Kami Akan Menikah
104
Berjalan Lancar
105
Pesta Selesai
106
Kado Buat Aji
107
Tiket Ke Jerman
108
Semakin Kompak
109
Akhir Sidang
110
Sahabat Atau Musuh
111
Janji Laki-laki
112
Banyak Hal Yang Tak Terduga
113
Kecelakaan
114
Siapa Dalangnya
115
Luka Aji
116
Keanehan Aji
117
Kecurigaan Aji
118
Semuanya Aman
119
Prewedding
120
Ternyata Memang Ada
121
Bukan Orang Jauh
122
Bukan Akhir
123
Semua Ada Waktunya
124
Kisah Aji ( Bukan Ending )
125
Pengumuman Aji Seosen 2
126
Namaku Aji seosen 2
127
Ijin Pada Papa
128
Kabar Buruk
129
Tidak Ada Kabar
130
Keseharian Jeny
131
Mr Vijay 1
132
Mr Vijay 2
133
Mr Vijay 3
134
Kecurigaan Jeny
135
Kebiasaan Aneh Mr Vijay
136
Usaha Jeny
137
Kesepakatan Hati
138
Sangkoer Singh
139
Belum Semua Terbuka
140
Waktu Itu
141
Paman Ranveer
142
Bagaimana Caranya
143
Tidak Percaya Lagi
144
Aku Di Mana
145
Dia Siapa
146
Aji Tidak Ingat
147
Elisa Dan Rio
148
Gaduh Di Rumah Sakit
149
Jeny Kembali Kecil
150
Aku Bagaimana ( Elisa )
151
Aji Pulang Ke Rumah
152
Elisa Di Rumah Jeny
153
Kecurigaan Aji
154
Aku Elisa
155
Harus Menahan Diri
156
Ada Rasa Yang Berbeda
157
Kesal
158
Mencari Tahu
159
Aji Sudah Ingat Lagi
160
Jeny Salah Paham
161
Elisa Serba Salah 1
162
Elisa Serba Salah 2
163
Elisa Serba Salah 3
164
Tidak Berkabar
165
Belum Ada Kabar
166
Merasa Kehilangan
167
Keberadaan Elisa
168
Titik Temu
169
Penelusuran
170
Ternyata Benar
171
Mencari Informasi
172
Jangan Ikut
173
First Kiss
174
Jangan Mengelak Lagi
175
Kejutan Tengah Malam
176
Mama Cilla Salah Paham
177
Gagal Kabur
178
Bukan Mahasiswa Biasa
179
Menyakinkan Diri
180
Diantara Para Mafia
181
Tidak Tahu
182
Ingatan Aji Pulih
183
Tentang Elisa
184
Tentang Elisa Lagi
185
Banyak Rencana
186
Aji Menyimpan Rasa
187
Mengamati
188
Menikahlah Denganku
189
Jawaban Elisa Dan Aji
190
Aji Ke Kantor GAS
191
Wajah Yang Berbeda
192
Elisa Dan Rio Menghilang
193
Kabar Dari Ponsel Rio
194
Baru Sadar
195
Melapor
196
Kedatangan Elisa dan Rio
197
Tidak Jago
198
Kenapa Merah
199
Tak Disangka
200
Masih Bersih
201
Tidak Biasa
202
Gagal Romantis
203
Undangan Jeny
204
Melamar Elisa
205
Menuju Ke Kampung Elisa
206
Pernikahan Aji Dan Elisa
207
Membawa Cinta Dalam Hati
208
Bukan Honeymoon
209
Suasana Hati Yang Berbeda
210
Kepergian Oma Rossa
211
Ijin Pindah Ke Apartemen
212
Kepindahan Aji
213
Pernikahan Yang Bahagia
214
Keberadaan Rio
215
Over Protektif
216
Tentang Rasa
217
Kejutan?
218
Berita Dari Jeny
219
Memulai Hari
220
Ngidam
221
Bingung
222
Perhatian Atau Over Protektif?
223
Obat Paling Manjur
224
Sakit Perut
225
Panggil Apa?
226
Planning
227
Berdebat Dengan Vero
228
Tidak Normal
229
Hasil Audit
230
Permasalahan Yang Ada
231
Mau Yang Ini
232
Penuh Dengan Cinta
233
Rahasia Yang Tersimpan
234
Menjenguk Bapak
235
Nasehat Dan Pesan Bapak
236
Martabak Telur
237
Rencana Ke India
238
Tiba-tiba Sakit
239
Masih Pengen
240
Ijin Sudah Didapat
241
Banyak Keinginan Aneh
242
Di Rumah Jeny
243
Pamit Tapi Gagal
244
Kabar Mendadak
245
Berangkat Ke India
246
Rumah Istana
247
Berbeda Keadaan
248
Melakukan Test
249
Jangan Minta Bulan
250
Kabar Gembira
251
Mau Hadiah Apa?
252
Morning Sickness Aji
253
Bukan Sakit Biasa
254
Lebih Baik
255
Ajakan Tanpa Paksaan
256
Merasakan Muntah Juga
257
Berita Tentang Vijay Singh
258
Kabar Duka
259
Bukan Robot
260
Tendangan Bayi
261
Keinginan Bumil Tua
262
Mie Jawa
263
Braxton Hicks
264
Masih Besok
265
Sudah Waktunya
266
Nama Yang Cocok
267
Aji Saka Singh
268
Masalah Biyan
269
Rencana Pulang Ke Indonesia
270
Tiba Di Indonesia
271
Biyan Sakit
272
Bicara Dengan Vero
273
Setahun Lagi
274
Kehidupan Berumah Tangga
275
Lihat Secara Positif
276
Anak-anak Dimata Orang Tua
277
Surat Pengantar Pengeledahan
278
Tidak Menemukan Apa-apa
279
Kasus Selesai
280
Empat Laki-laki
281
Kepergian Papa Gilang
282
Ketegangan Elisa
283
Banyak Kejutan Tak Terduga
284
Kangen Bersama
285
Impian Setiap Keluarga
286
Tidak Semua Sama
287
Kabar Tentang Rio
288
Me Time
289
Kembali Beraktivitas
290
Kebingungan Aji
291
Penuh Dengan Cinta
292
Pemberitahuan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!