Keseharian Aji lebih banyak dihabiskan untuk melanglang buana ke dalam dunia internet. Dia banyak sekali mengakses informasi melalui handphone yang diberikan oleh tuan Adi. Dia beralasan jika handphone itu lebih praktis karena bisa di bawa ke mana saja dan enteng untuk dirinya yang masih kecil.
Banyak sekali Aplikasi yang dipelajarinya secara otodidak. Dia hanya sesekali bertanya pada mamanya, tentang beberapa hal yang dia tidak pahami jika ada kata-kata yang tidak bisa dicerna.
Apalagi sekarang ini, mamanya bisa bebas membawa handphone karena Aji sudah ada handphone baru. Mereka berdua bisa saling berkomunikasi meskipun mamanya sedang tidak berada di rumah.
Apalagi saat ini jualan online Aji juga sedang maju dan banyak sekali pesanan dari customer yang ada di luar negeri. Terutama pada produk asli buatan kerajinan tangan khas Indonesia.
Dari kegiatannya ini, Aji akhirnya tahu jika orang-orang luar negeri menghargai karya seni yang tinggi pada suatu barang. Mungkin karena kebanyakan barang pesanan yang Aji terima adalah barang-barang yang cuma dihasilkan di Indonesia juga.
Berkat kecerdasannya, Aji mampu mevisualisasikan barang dagangannya, sehingga lebih menarik bagi mereka yang ingin membeli. Aji mengunakan teknologi Augmented Reality atau orang lebih mengenalnya dengan sebutan AR. Teknologi ini lebih menarik bagi sebagian orang yang biasa menggunakan Virtual Reality atau VR. Teknologi ini bisa digunakan Aji untuk memperkenalkan barang dagangan atau sebagai ajang promosi.
"Sayang, makan malam dulu. Nanti gak bisa tidur lho kalau kamu lapar!"
Aji mendengar panggilan mamanya. Tapi dia masih asyik mengetik sesuatu. Dia belum juga melepaskan jari-jari tangannya dari layar handphone.
"Sayang... Aji!" panggil mamanya lagi.
"Iya Ma, sebentar lagi!" jawab Aji cepat.
Jawaban yang diberikan Aji membuat Cilla mengelengkan kepalanya. Aji terlalu asyik dengan kegiatannya sehingga mengabaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dengan baik. Terutama kesehatan tubuhnya yang masih dalam masa pertumbuhan itu.
"Sayang. Nanti lagi ya! Sekarang waktunya makan. Kalau masih nunggu nanti, Mama marah lho!" kata Cilla mengancam.
Akhirnya Aji bangkit dari tempat duduknya di depan laptop dan handphonenya. Dia mendekati mamanya yang sudah duduk menunggunya di meja makan.
"Nah gitu dong... Anak mama ganteng deh!" puji Cilla dengan tersenyum manis.
"Kamu boleh apa saja dengan handphone dan laptop itu. Berdagang online juga, tapi...harus tetap jaga kesehatan dan nurut sama Mama. Ok!"
Aji menganguk dengan cepat saat mendengar nasehat dari mamanya. Dia tahu jika mamanya bermaksud baik dengan tetap memperingatkan dan menasehati dirinya.
"Ya sudah. Sekarang kita makan dulu ya!"
Aji mengangguk patuh. Dia tidak ingin membuat mamanya kecewa karena dirinya.
"Ma. Kemarin waktu tuan Adi datang dan memberi handphone untuk Aji, dia titip salam buat Mama." Aji ingat pesan tuan Adi.
"Lho. Itukan sudah dua hari yang lalu sayang?" tanya Cilla dengan wajah heran.
"Iya. Tadinya Aji tidak mau sampaikan salam itu. Tapi Aji ingat kata Mama, jika ada pesan harus disampaikan pada yang diberikan. Karena itu termasuk amanat."
Aji menunggu reaksi mamanya. Dia pikir mamanya akan marah. Tapi ternyata tidak, justru Aji melihat mamanya tersenyum dan mengangguk pasti.
"Anak pintar. Memang harus begitu sayang. Sebab, jika kamu amanah, kamu termasuk anak yang jujur. Dan jujur itu modal yang tidak ternilai harganya untuk orang-orang yang baik."
Cilla mengacungkan kedua jari jempol tangannya untuk Aji, anaknya. Setelah itu dia berdiri dan memeluk Aji dengan penuh kasih sayang.
"Kamu harus tumbuh menjadi anak yang cerdas. Tapi jangan pernah mengabaikan kejujuran juga."
Aji menganguk mengerti dengan perkataan mamanya. Setelah itu, mereka berdua makan malam bersama dengan tenang.
*****
Malam bertambah larut. Cilla sudah bersiap untuk tidur. Dia juga sudah membersihkan tempat tidur untuk anaknya.
"Sayang. Buruan tidur ya! Ini sudah terlalu malam. Sudah hampir jam sepuluh." Cilla memperingatkan ajaknya, Aji.
"Iya Ma. Ini juga sudah selesai," jawab Aji sambil membereskan semua aplikasi-aplikasi yang masih on.
Sesaat Aji tampak mengeryit heran. Ada satu situs website yang tidak dia kenal masih berjalan dan mengakses sesuatu, dan website ini Aji sendiri tidak mengenalnya dan tidak merasa mengaksesnya. Akhirnya Aji duduk kembali dan menunggu website itu sampai selesai menampilkan informasi.
Dengan mata yang sudah sedikit menahan kantuk, Aji membaca satu demi satu semua poin informasi yang dia dapat dari website tanpa sengaja itu.
Aji terbelalak. Dia tidak tahu jika itu adalah sistem keamanan satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Aji mencoba mengeja mana perusahaan tersebut. Gilang Aji Saka atau orang lebih mengenalnya dengan di singkat GAS.
Dengan cepat Aji mengembalikan sistem software miliknya. Membersihkan segala hal yang mungkin bisa terbaca oleh sistem operasi perusahaan tersebut. Aji tidak mau jika keberadaan dirinya di ketahui oleh orang-orang yang tidak berkepentingan dengan dirinya.
Setelah dirasa cukup. Aji segera mematikan jaringan internet di handphone maupun laptop miliknya. Dia harus segera menyusul mamanya yang sudah tertidur. Dia tidak mau jika mamanya terbangun dan menemukan dirinya yang masih terjaga hingga tengah malam seperti sekarang ini.
"Semoga website tadi tidak berpengaruh pada perusahaan tersebut. Kalau tidak, bisa geger besok. Pasti akan ada berita yang mengatakan, muncul hacker yang mencoba masuk dan mengacaukan sistem keamanan satu perusahaan besar."
Aji bergumam seorang diri. Dia segera berbaring di samping mamanya. Dia berusaha untuk memejamkan matanya dengan cepat. Dia tidak boleh terlambat bangun besok pagi.
*****
Pagi hari berjalan seperti biasanya.
Sekitar pukul sembilan, saat aji sedang bersiap untuk menjalankan aktivitasnya, ada banyak sekali notif masuk ke emailnya. Padahal jaringan internetnya saja baru saja dia aktifkan.
Aji mulai membuka satu persatu email yang masuk. Kebanyakan email datang dari para pelanggannya yang ada di luar negeri. Tapi ada tiga email yang masuk tanpa diketahui dari siapa pengirimnya.
Dengan hati-hati, Aji mulai membuka satu email dari waktu yang terbaru. Email itu memberinya informasi tentang cara membuka file rahasia perusahaan yang semalam.
"Siapa yang kirim?" Aji bertanya pada dirinya sendiri.
Dengan mengunakan kode rahasia yang di kirim lewat email tersebut, Aji mencoba melakukan apa yang diperintahkan sesuai petunjuk dari pesan yang dia terima.
Dengan perasaan tidak karuan, Aji menunggu proses loading website yang semalam. Akses yang tidak mudah ini memerlukan proses waktu yang cukup lama.
Setelah menunggu beberapa saat lamanya, website itu terbuka kembali. Website ini memperlihatkan semua kode rahasia milik perusahaan. Padahal semalam belum sampai pada proses ini. Aji tercengang dengan apa yang dia lihat. Ini sangat penting dan rahasia.
Dengan tangan gemetar, Aji menutup kembali website tersebut. Tapi jari-jari tangannya yang sedikit gemetar membuatnya salah mengetik satu angka. Ini tidak di sadari oleh Aji sendiri.
Di salah satu pusat perkantoran raksasa yang ada di Jakarta Pusat. Terjadi kekacauan untuk akses internet dan keamanan yang dibuat oleh ahli IT perusahaan tersebut. Mereka tidak tahu jika ada pihak luar yang telah mengetahui keamanan sistem informasi manajemen perusahaan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 292 Episodes
Comments
Memey Naifa
coba punya anak yg jenius tpi semua hnya tkdir
2023-01-22
1
Kar Genjreng
Thor kalau Anak yang cerdas dan jenius... mengapa tau semua hal tanpa. melalui proses sekolah barang wis iso reti... tapi yo enek cah ngono kui yo..
2022-07-30
0
Wirda Lubis
lanjut
2022-07-29
0