Email Tidak Dikenal

Keseharian Aji lebih banyak dihabiskan untuk melanglang buana ke dalam dunia internet. Dia banyak sekali mengakses informasi melalui handphone yang diberikan oleh tuan Adi. Dia beralasan jika handphone itu lebih praktis karena bisa di bawa ke mana saja dan enteng untuk dirinya yang masih kecil.

Banyak sekali Aplikasi yang dipelajarinya secara otodidak. Dia hanya sesekali bertanya pada mamanya, tentang beberapa hal yang dia tidak pahami jika ada kata-kata yang tidak bisa dicerna.

Apalagi sekarang ini, mamanya bisa bebas membawa handphone karena Aji sudah ada handphone baru. Mereka berdua bisa saling berkomunikasi meskipun mamanya sedang tidak berada di rumah.

Apalagi saat ini jualan online Aji juga sedang maju dan banyak sekali pesanan dari customer yang ada di luar negeri. Terutama pada produk asli buatan kerajinan tangan khas Indonesia.

Dari kegiatannya ini, Aji akhirnya tahu jika orang-orang luar negeri menghargai karya seni yang tinggi pada suatu barang. Mungkin karena kebanyakan barang pesanan yang Aji terima adalah barang-barang yang cuma dihasilkan di Indonesia juga.

Berkat kecerdasannya, Aji mampu mevisualisasikan barang dagangannya, sehingga lebih menarik bagi mereka yang ingin membeli. Aji mengunakan teknologi Augmented Reality atau orang lebih mengenalnya dengan sebutan AR. Teknologi ini lebih menarik bagi sebagian orang yang biasa menggunakan Virtual Reality atau VR. Teknologi ini bisa digunakan Aji untuk memperkenalkan barang dagangan atau sebagai ajang promosi.

"Sayang, makan malam dulu. Nanti gak bisa tidur lho kalau kamu lapar!"

Aji mendengar panggilan mamanya. Tapi dia masih asyik mengetik sesuatu. Dia belum juga melepaskan jari-jari tangannya dari layar handphone.

"Sayang... Aji!" panggil mamanya lagi.

"Iya Ma, sebentar lagi!" jawab Aji cepat.

Jawaban yang diberikan Aji membuat Cilla mengelengkan kepalanya. Aji terlalu asyik dengan kegiatannya sehingga mengabaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dengan baik. Terutama kesehatan tubuhnya yang masih dalam masa pertumbuhan itu.

"Sayang. Nanti lagi ya! Sekarang waktunya makan. Kalau masih nunggu nanti, Mama marah lho!" kata Cilla mengancam.

Akhirnya Aji bangkit dari tempat duduknya di depan laptop dan handphonenya. Dia mendekati mamanya yang sudah duduk menunggunya di meja makan.

"Nah gitu dong... Anak mama ganteng deh!" puji Cilla dengan tersenyum manis.

"Kamu boleh apa saja dengan handphone dan laptop itu. Berdagang online juga, tapi...harus tetap jaga kesehatan dan nurut sama Mama. Ok!"

Aji menganguk dengan cepat saat mendengar nasehat dari mamanya. Dia tahu jika mamanya bermaksud baik dengan tetap memperingatkan dan menasehati dirinya.

"Ya sudah. Sekarang kita makan dulu ya!"

Aji mengangguk patuh. Dia tidak ingin membuat mamanya kecewa karena dirinya.

"Ma. Kemarin waktu tuan Adi datang dan memberi handphone untuk Aji, dia titip salam buat Mama." Aji ingat pesan tuan Adi.

"Lho. Itukan sudah dua hari yang lalu sayang?" tanya Cilla dengan wajah heran.

"Iya. Tadinya Aji tidak mau sampaikan salam itu. Tapi Aji ingat kata Mama, jika ada pesan harus disampaikan pada yang diberikan. Karena itu termasuk amanat."

Aji menunggu reaksi mamanya. Dia pikir mamanya akan marah. Tapi ternyata tidak, justru Aji melihat mamanya tersenyum dan mengangguk pasti.

"Anak pintar. Memang harus begitu sayang. Sebab, jika kamu amanah, kamu termasuk anak yang jujur. Dan jujur itu modal yang tidak ternilai harganya untuk orang-orang yang baik."

Cilla mengacungkan kedua jari jempol tangannya untuk Aji, anaknya. Setelah itu dia berdiri dan memeluk Aji dengan penuh kasih sayang.

"Kamu harus tumbuh menjadi anak yang cerdas. Tapi jangan pernah mengabaikan kejujuran juga."

Aji menganguk mengerti dengan perkataan mamanya. Setelah itu, mereka berdua makan malam bersama dengan tenang.

*****

Malam bertambah larut. Cilla sudah bersiap untuk tidur. Dia juga sudah membersihkan tempat tidur untuk anaknya.

"Sayang. Buruan tidur ya! Ini sudah terlalu malam. Sudah hampir jam sepuluh." Cilla memperingatkan ajaknya, Aji.

"Iya Ma. Ini juga sudah selesai," jawab Aji sambil membereskan semua aplikasi-aplikasi yang masih on.

Sesaat Aji tampak mengeryit heran. Ada satu situs website yang tidak dia kenal masih berjalan dan mengakses sesuatu, dan website ini Aji sendiri tidak mengenalnya dan tidak merasa mengaksesnya. Akhirnya Aji duduk kembali dan menunggu website itu sampai selesai menampilkan informasi.

Dengan mata yang sudah sedikit menahan kantuk, Aji membaca satu demi satu semua poin informasi yang dia dapat dari website tanpa sengaja itu.

Aji terbelalak. Dia tidak tahu jika itu adalah sistem keamanan satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Aji mencoba mengeja mana perusahaan tersebut. Gilang Aji Saka atau orang lebih mengenalnya dengan di singkat GAS.

Dengan cepat Aji mengembalikan sistem software miliknya. Membersihkan segala hal yang mungkin bisa terbaca oleh sistem operasi perusahaan tersebut. Aji tidak mau jika keberadaan dirinya di ketahui oleh orang-orang yang tidak berkepentingan dengan dirinya.

Setelah dirasa cukup. Aji segera mematikan jaringan internet di handphone maupun laptop miliknya. Dia harus segera menyusul mamanya yang sudah tertidur. Dia tidak mau jika mamanya terbangun dan menemukan dirinya yang masih terjaga hingga tengah malam seperti sekarang ini.

"Semoga website tadi tidak berpengaruh pada perusahaan tersebut. Kalau tidak, bisa geger besok. Pasti akan ada berita yang mengatakan, muncul hacker yang mencoba masuk dan mengacaukan sistem keamanan satu perusahaan besar."

Aji bergumam seorang diri. Dia segera berbaring di samping mamanya. Dia berusaha untuk memejamkan matanya dengan cepat. Dia tidak boleh terlambat bangun besok pagi.

*****

Pagi hari berjalan seperti biasanya.

Sekitar pukul sembilan, saat aji sedang bersiap untuk menjalankan aktivitasnya, ada banyak sekali notif masuk ke emailnya. Padahal jaringan internetnya saja baru saja dia aktifkan.

Aji mulai membuka satu persatu email yang masuk. Kebanyakan email datang dari para pelanggannya yang ada di luar negeri. Tapi ada tiga email yang masuk tanpa diketahui dari siapa pengirimnya.

Dengan hati-hati, Aji mulai membuka satu email dari waktu yang terbaru. Email itu memberinya informasi tentang cara membuka file rahasia perusahaan yang semalam.

"Siapa yang kirim?" Aji bertanya pada dirinya sendiri.

Dengan mengunakan kode rahasia yang di kirim lewat email tersebut, Aji mencoba melakukan apa yang diperintahkan sesuai petunjuk dari pesan yang dia terima.

Dengan perasaan tidak karuan, Aji menunggu proses loading website yang semalam. Akses yang tidak mudah ini memerlukan proses waktu yang cukup lama.

Setelah menunggu beberapa saat lamanya, website itu terbuka kembali. Website ini memperlihatkan semua kode rahasia milik perusahaan. Padahal semalam belum sampai pada proses ini. Aji tercengang dengan apa yang dia lihat. Ini sangat penting dan rahasia.

Dengan tangan gemetar, Aji menutup kembali website tersebut. Tapi jari-jari tangannya yang sedikit gemetar membuatnya salah mengetik satu angka. Ini tidak di sadari oleh Aji sendiri.

Di salah satu pusat perkantoran raksasa yang ada di Jakarta Pusat. Terjadi kekacauan untuk akses internet dan keamanan yang dibuat oleh ahli IT perusahaan tersebut. Mereka tidak tahu jika ada pihak luar yang telah mengetahui keamanan sistem informasi manajemen perusahaan mereka.

Terpopuler

Comments

Memey Naifa

Memey Naifa

coba punya anak yg jenius tpi semua hnya tkdir

2023-01-22

1

Kar Genjreng

Kar Genjreng

Thor kalau Anak yang cerdas dan jenius... mengapa tau semua hal tanpa. melalui proses sekolah barang wis iso reti... tapi yo enek cah ngono kui yo..

2022-07-30

0

Wirda Lubis

Wirda Lubis

lanjut

2022-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 Ayah Jatuh Sakit
2 Petaka Di Club Malam
3 Aji Putra
4 Hadiah Handphone
5 Email Tidak Dikenal
6 Sistem Kacau
7 Tuduhan Pelakor
8 Pindah Rumah
9 Persaingan Di Tempat Kerja
10 Bertemu Setelah Sekian Lama
11 Kenangan Tentangmu
12 Ingin Tahu Lebih
13 Rahasia Besar
14 Kemarahan Aji
15 Upaya Balas Dendam
16 Panik Dalam Penyesalan
17 Masuk Rumah Sakit
18 Melamar Atau Perintah
19 Gilang Yang Dulu
20 Terima Atau Tidak
21 Ada Rasa Yang Berbeda
22 Rintangan 1
23 Rintangan 2
24 Rintangan 3
25 Mami Rossa
26 Dia Anakku
27 Bukan Salahnya
28 Jangan Rindu
29 Gagal Maning
30 Perasaan Lily
31 Penculikan
32 Rencana
33 Ancaman
34 Strategi
35 Usaha Untuk Kabur
36 Jemput Kami
37 Salah Paham
38 Salah Sasaran
39 Masa Kritis
40 Ternyata Dia
41 Maafkan Aku
42 Dokter Hendrawan
43 Penasaran
44 Mbak Diyah
45 Bukan Orang Lain
46 Kamu Anak Sahabatku
47 Tuan Adi
48 Gilang Tidak Tahu
49 Jangan Kepedean
50 Rencana Aji
51 Cilla Serba Salah
52 Panik
53 Tidak Bertemu
54 Biar Diproses Sesuai Hukum
55 Makan Siang Yang Tertunda
56 Rencana Yang Lain
57 Pembalut Wanita 1
58 Pembalut Wanita 2
59 Pembalut Wanita 3
60 Pemeriksaan Mata Aji
61 Hasil DNA
62 Gagal Bertemu Lagi
63 Ternyata Tuan Adi Adalah
64 Harus Bagaimana
65 Cemburu
66 Bukan Hal Aneh
67 Panti Asuhan
68 Panggil Apa?
69 Belajar Sayang 1
70 Belajar Sayang 2
71 Makan Malam Perdana Di Rumah
72 Ikannya Masih Mau
73 Malam Yang Manis
74 Titip Rindu
75 Konsultasi
76 Permintaan Maaf
77 Miss You
78 Tidak Disangka
79 Menemukan Foto
80 Penyelidikan Akun Siemoy
81 Terkuak Terlebih Dahulu
82 Rahasia Sekar Mayangsari
83 Hancker Misterius
84 Gagal Perijinan
85 PT Sekar Jagad
86 Desainer Emas
87 Harus Bisa
88 Yakin Jika Kamu Bisa
89 Senyum Kebaikan
90 Sidang Perdana
91 Para Pencari Berita
92 Adek Bayi Atau Bayi Besar?
93 Akun Miranti
94 Merencanakan Sesuatu
95 Rencana Kejutan Untuk Cilla
96 Lamaran Gilang
97 Dokter Dimas
98 Keberuntungan Gilang
99 Video Call
100 Sayang Mama
101 Persiapan Pesta
102 Penampilan Yang Berbeda
103 Kami Akan Menikah
104 Berjalan Lancar
105 Pesta Selesai
106 Kado Buat Aji
107 Tiket Ke Jerman
108 Semakin Kompak
109 Akhir Sidang
110 Sahabat Atau Musuh
111 Janji Laki-laki
112 Banyak Hal Yang Tak Terduga
113 Kecelakaan
114 Siapa Dalangnya
115 Luka Aji
116 Keanehan Aji
117 Kecurigaan Aji
118 Semuanya Aman
119 Prewedding
120 Ternyata Memang Ada
121 Bukan Orang Jauh
122 Bukan Akhir
123 Semua Ada Waktunya
124 Kisah Aji ( Bukan Ending )
125 Pengumuman Aji Seosen 2
126 Namaku Aji seosen 2
127 Ijin Pada Papa
128 Kabar Buruk
129 Tidak Ada Kabar
130 Keseharian Jeny
131 Mr Vijay 1
132 Mr Vijay 2
133 Mr Vijay 3
134 Kecurigaan Jeny
135 Kebiasaan Aneh Mr Vijay
136 Usaha Jeny
137 Kesepakatan Hati
138 Sangkoer Singh
139 Belum Semua Terbuka
140 Waktu Itu
141 Paman Ranveer
142 Bagaimana Caranya
143 Tidak Percaya Lagi
144 Aku Di Mana
145 Dia Siapa
146 Aji Tidak Ingat
147 Elisa Dan Rio
148 Gaduh Di Rumah Sakit
149 Jeny Kembali Kecil
150 Aku Bagaimana ( Elisa )
151 Aji Pulang Ke Rumah
152 Elisa Di Rumah Jeny
153 Kecurigaan Aji
154 Aku Elisa
155 Harus Menahan Diri
156 Ada Rasa Yang Berbeda
157 Kesal
158 Mencari Tahu
159 Aji Sudah Ingat Lagi
160 Jeny Salah Paham
161 Elisa Serba Salah 1
162 Elisa Serba Salah 2
163 Elisa Serba Salah 3
164 Tidak Berkabar
165 Belum Ada Kabar
166 Merasa Kehilangan
167 Keberadaan Elisa
168 Titik Temu
169 Penelusuran
170 Ternyata Benar
171 Mencari Informasi
172 Jangan Ikut
173 First Kiss
174 Jangan Mengelak Lagi
175 Kejutan Tengah Malam
176 Mama Cilla Salah Paham
177 Gagal Kabur
178 Bukan Mahasiswa Biasa
179 Menyakinkan Diri
180 Diantara Para Mafia
181 Tidak Tahu
182 Ingatan Aji Pulih
183 Tentang Elisa
184 Tentang Elisa Lagi
185 Banyak Rencana
186 Aji Menyimpan Rasa
187 Mengamati
188 Menikahlah Denganku
189 Jawaban Elisa Dan Aji
190 Aji Ke Kantor GAS
191 Wajah Yang Berbeda
192 Elisa Dan Rio Menghilang
193 Kabar Dari Ponsel Rio
194 Baru Sadar
195 Melapor
196 Kedatangan Elisa dan Rio
197 Tidak Jago
198 Kenapa Merah
199 Tak Disangka
200 Masih Bersih
201 Tidak Biasa
202 Gagal Romantis
203 Undangan Jeny
204 Melamar Elisa
205 Menuju Ke Kampung Elisa
206 Pernikahan Aji Dan Elisa
207 Membawa Cinta Dalam Hati
208 Bukan Honeymoon
209 Suasana Hati Yang Berbeda
210 Kepergian Oma Rossa
211 Ijin Pindah Ke Apartemen
212 Kepindahan Aji
213 Pernikahan Yang Bahagia
214 Keberadaan Rio
215 Over Protektif
216 Tentang Rasa
217 Kejutan?
218 Berita Dari Jeny
219 Memulai Hari
220 Ngidam
221 Bingung
222 Perhatian Atau Over Protektif?
223 Obat Paling Manjur
224 Sakit Perut
225 Panggil Apa?
226 Planning
227 Berdebat Dengan Vero
228 Tidak Normal
229 Hasil Audit
230 Permasalahan Yang Ada
231 Mau Yang Ini
232 Penuh Dengan Cinta
233 Rahasia Yang Tersimpan
234 Menjenguk Bapak
235 Nasehat Dan Pesan Bapak
236 Martabak Telur
237 Rencana Ke India
238 Tiba-tiba Sakit
239 Masih Pengen
240 Ijin Sudah Didapat
241 Banyak Keinginan Aneh
242 Di Rumah Jeny
243 Pamit Tapi Gagal
244 Kabar Mendadak
245 Berangkat Ke India
246 Rumah Istana
247 Berbeda Keadaan
248 Melakukan Test
249 Jangan Minta Bulan
250 Kabar Gembira
251 Mau Hadiah Apa?
252 Morning Sickness Aji
253 Bukan Sakit Biasa
254 Lebih Baik
255 Ajakan Tanpa Paksaan
256 Merasakan Muntah Juga
257 Berita Tentang Vijay Singh
258 Kabar Duka
259 Bukan Robot
260 Tendangan Bayi
261 Keinginan Bumil Tua
262 Mie Jawa
263 Braxton Hicks
264 Masih Besok
265 Sudah Waktunya
266 Nama Yang Cocok
267 Aji Saka Singh
268 Masalah Biyan
269 Rencana Pulang Ke Indonesia
270 Tiba Di Indonesia
271 Biyan Sakit
272 Bicara Dengan Vero
273 Setahun Lagi
274 Kehidupan Berumah Tangga
275 Lihat Secara Positif
276 Anak-anak Dimata Orang Tua
277 Surat Pengantar Pengeledahan
278 Tidak Menemukan Apa-apa
279 Kasus Selesai
280 Empat Laki-laki
281 Kepergian Papa Gilang
282 Ketegangan Elisa
283 Banyak Kejutan Tak Terduga
284 Kangen Bersama
285 Impian Setiap Keluarga
286 Tidak Semua Sama
287 Kabar Tentang Rio
288 Me Time
289 Kembali Beraktivitas
290 Kebingungan Aji
291 Penuh Dengan Cinta
292 Pemberitahuan Novel Baru
Episodes

Updated 292 Episodes

1
Ayah Jatuh Sakit
2
Petaka Di Club Malam
3
Aji Putra
4
Hadiah Handphone
5
Email Tidak Dikenal
6
Sistem Kacau
7
Tuduhan Pelakor
8
Pindah Rumah
9
Persaingan Di Tempat Kerja
10
Bertemu Setelah Sekian Lama
11
Kenangan Tentangmu
12
Ingin Tahu Lebih
13
Rahasia Besar
14
Kemarahan Aji
15
Upaya Balas Dendam
16
Panik Dalam Penyesalan
17
Masuk Rumah Sakit
18
Melamar Atau Perintah
19
Gilang Yang Dulu
20
Terima Atau Tidak
21
Ada Rasa Yang Berbeda
22
Rintangan 1
23
Rintangan 2
24
Rintangan 3
25
Mami Rossa
26
Dia Anakku
27
Bukan Salahnya
28
Jangan Rindu
29
Gagal Maning
30
Perasaan Lily
31
Penculikan
32
Rencana
33
Ancaman
34
Strategi
35
Usaha Untuk Kabur
36
Jemput Kami
37
Salah Paham
38
Salah Sasaran
39
Masa Kritis
40
Ternyata Dia
41
Maafkan Aku
42
Dokter Hendrawan
43
Penasaran
44
Mbak Diyah
45
Bukan Orang Lain
46
Kamu Anak Sahabatku
47
Tuan Adi
48
Gilang Tidak Tahu
49
Jangan Kepedean
50
Rencana Aji
51
Cilla Serba Salah
52
Panik
53
Tidak Bertemu
54
Biar Diproses Sesuai Hukum
55
Makan Siang Yang Tertunda
56
Rencana Yang Lain
57
Pembalut Wanita 1
58
Pembalut Wanita 2
59
Pembalut Wanita 3
60
Pemeriksaan Mata Aji
61
Hasil DNA
62
Gagal Bertemu Lagi
63
Ternyata Tuan Adi Adalah
64
Harus Bagaimana
65
Cemburu
66
Bukan Hal Aneh
67
Panti Asuhan
68
Panggil Apa?
69
Belajar Sayang 1
70
Belajar Sayang 2
71
Makan Malam Perdana Di Rumah
72
Ikannya Masih Mau
73
Malam Yang Manis
74
Titip Rindu
75
Konsultasi
76
Permintaan Maaf
77
Miss You
78
Tidak Disangka
79
Menemukan Foto
80
Penyelidikan Akun Siemoy
81
Terkuak Terlebih Dahulu
82
Rahasia Sekar Mayangsari
83
Hancker Misterius
84
Gagal Perijinan
85
PT Sekar Jagad
86
Desainer Emas
87
Harus Bisa
88
Yakin Jika Kamu Bisa
89
Senyum Kebaikan
90
Sidang Perdana
91
Para Pencari Berita
92
Adek Bayi Atau Bayi Besar?
93
Akun Miranti
94
Merencanakan Sesuatu
95
Rencana Kejutan Untuk Cilla
96
Lamaran Gilang
97
Dokter Dimas
98
Keberuntungan Gilang
99
Video Call
100
Sayang Mama
101
Persiapan Pesta
102
Penampilan Yang Berbeda
103
Kami Akan Menikah
104
Berjalan Lancar
105
Pesta Selesai
106
Kado Buat Aji
107
Tiket Ke Jerman
108
Semakin Kompak
109
Akhir Sidang
110
Sahabat Atau Musuh
111
Janji Laki-laki
112
Banyak Hal Yang Tak Terduga
113
Kecelakaan
114
Siapa Dalangnya
115
Luka Aji
116
Keanehan Aji
117
Kecurigaan Aji
118
Semuanya Aman
119
Prewedding
120
Ternyata Memang Ada
121
Bukan Orang Jauh
122
Bukan Akhir
123
Semua Ada Waktunya
124
Kisah Aji ( Bukan Ending )
125
Pengumuman Aji Seosen 2
126
Namaku Aji seosen 2
127
Ijin Pada Papa
128
Kabar Buruk
129
Tidak Ada Kabar
130
Keseharian Jeny
131
Mr Vijay 1
132
Mr Vijay 2
133
Mr Vijay 3
134
Kecurigaan Jeny
135
Kebiasaan Aneh Mr Vijay
136
Usaha Jeny
137
Kesepakatan Hati
138
Sangkoer Singh
139
Belum Semua Terbuka
140
Waktu Itu
141
Paman Ranveer
142
Bagaimana Caranya
143
Tidak Percaya Lagi
144
Aku Di Mana
145
Dia Siapa
146
Aji Tidak Ingat
147
Elisa Dan Rio
148
Gaduh Di Rumah Sakit
149
Jeny Kembali Kecil
150
Aku Bagaimana ( Elisa )
151
Aji Pulang Ke Rumah
152
Elisa Di Rumah Jeny
153
Kecurigaan Aji
154
Aku Elisa
155
Harus Menahan Diri
156
Ada Rasa Yang Berbeda
157
Kesal
158
Mencari Tahu
159
Aji Sudah Ingat Lagi
160
Jeny Salah Paham
161
Elisa Serba Salah 1
162
Elisa Serba Salah 2
163
Elisa Serba Salah 3
164
Tidak Berkabar
165
Belum Ada Kabar
166
Merasa Kehilangan
167
Keberadaan Elisa
168
Titik Temu
169
Penelusuran
170
Ternyata Benar
171
Mencari Informasi
172
Jangan Ikut
173
First Kiss
174
Jangan Mengelak Lagi
175
Kejutan Tengah Malam
176
Mama Cilla Salah Paham
177
Gagal Kabur
178
Bukan Mahasiswa Biasa
179
Menyakinkan Diri
180
Diantara Para Mafia
181
Tidak Tahu
182
Ingatan Aji Pulih
183
Tentang Elisa
184
Tentang Elisa Lagi
185
Banyak Rencana
186
Aji Menyimpan Rasa
187
Mengamati
188
Menikahlah Denganku
189
Jawaban Elisa Dan Aji
190
Aji Ke Kantor GAS
191
Wajah Yang Berbeda
192
Elisa Dan Rio Menghilang
193
Kabar Dari Ponsel Rio
194
Baru Sadar
195
Melapor
196
Kedatangan Elisa dan Rio
197
Tidak Jago
198
Kenapa Merah
199
Tak Disangka
200
Masih Bersih
201
Tidak Biasa
202
Gagal Romantis
203
Undangan Jeny
204
Melamar Elisa
205
Menuju Ke Kampung Elisa
206
Pernikahan Aji Dan Elisa
207
Membawa Cinta Dalam Hati
208
Bukan Honeymoon
209
Suasana Hati Yang Berbeda
210
Kepergian Oma Rossa
211
Ijin Pindah Ke Apartemen
212
Kepindahan Aji
213
Pernikahan Yang Bahagia
214
Keberadaan Rio
215
Over Protektif
216
Tentang Rasa
217
Kejutan?
218
Berita Dari Jeny
219
Memulai Hari
220
Ngidam
221
Bingung
222
Perhatian Atau Over Protektif?
223
Obat Paling Manjur
224
Sakit Perut
225
Panggil Apa?
226
Planning
227
Berdebat Dengan Vero
228
Tidak Normal
229
Hasil Audit
230
Permasalahan Yang Ada
231
Mau Yang Ini
232
Penuh Dengan Cinta
233
Rahasia Yang Tersimpan
234
Menjenguk Bapak
235
Nasehat Dan Pesan Bapak
236
Martabak Telur
237
Rencana Ke India
238
Tiba-tiba Sakit
239
Masih Pengen
240
Ijin Sudah Didapat
241
Banyak Keinginan Aneh
242
Di Rumah Jeny
243
Pamit Tapi Gagal
244
Kabar Mendadak
245
Berangkat Ke India
246
Rumah Istana
247
Berbeda Keadaan
248
Melakukan Test
249
Jangan Minta Bulan
250
Kabar Gembira
251
Mau Hadiah Apa?
252
Morning Sickness Aji
253
Bukan Sakit Biasa
254
Lebih Baik
255
Ajakan Tanpa Paksaan
256
Merasakan Muntah Juga
257
Berita Tentang Vijay Singh
258
Kabar Duka
259
Bukan Robot
260
Tendangan Bayi
261
Keinginan Bumil Tua
262
Mie Jawa
263
Braxton Hicks
264
Masih Besok
265
Sudah Waktunya
266
Nama Yang Cocok
267
Aji Saka Singh
268
Masalah Biyan
269
Rencana Pulang Ke Indonesia
270
Tiba Di Indonesia
271
Biyan Sakit
272
Bicara Dengan Vero
273
Setahun Lagi
274
Kehidupan Berumah Tangga
275
Lihat Secara Positif
276
Anak-anak Dimata Orang Tua
277
Surat Pengantar Pengeledahan
278
Tidak Menemukan Apa-apa
279
Kasus Selesai
280
Empat Laki-laki
281
Kepergian Papa Gilang
282
Ketegangan Elisa
283
Banyak Kejutan Tak Terduga
284
Kangen Bersama
285
Impian Setiap Keluarga
286
Tidak Semua Sama
287
Kabar Tentang Rio
288
Me Time
289
Kembali Beraktivitas
290
Kebingungan Aji
291
Penuh Dengan Cinta
292
Pemberitahuan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!