"Kacau!" Aji berteriak dengan menepuk dahinya. "Bagaimana bisa ini terjadi?" tanya Aji bingung. Ternyata semua yang tadi lakukan tidak berefek pada situs website yang dia buka tadi.
Dengan cepat, Aji memindah aplikasi miliknya ke laptop. Dia mengetik sesuatu untuk segera di simpan dan mencoba untuk keluar dari jaringan tersebut. Dia tidak mau aplikasi miliknya yang berhubungan dengan jualan online dan beberapa teknologi yang dia pelajari hilang begitu saja.
Aji tidak sadar jika apa yang dia lakukan malah membuat sistem pusat berantakan dan tidak bisa diperbaiki lagi.
Aji mengistirahatkan otaknya sebentar. Dia membuat susu hangat di tambah dengan madu untuk dirinya sendiri. Dengan begitu, dia akan bisa lebih rileks dan mungkin bisa tertidur juga untuk beberapa saat. Dia harus mengistirahatkan tubuh dan otaknya agar tidak terlalu lelah.
Saat tertidur, Aji tidak sadar jika website miliknya terus berjalan menjelajahi dunia. Dia tidak tahu jika kejadian tadi membuatnya terkenal tanpa diketahui siapa dia sebenarnya dan bagaimana sosoknya.
*****
Dua jam berlalu. Aji benar-benar tertidur pulas dan tidak tahu semua yang terjadi pada handphone miliknya. Saat terbangun, Aji tidak langsung melihat dan mengeceknya. Tapi Aji melakukan hal yang biasa dia lakukan jika sedang bingung sendiri. Dia menghitung koleksi kelereng merah yang dia simpan di toples. Padahal dia sangat hafal berapa jumlahnya, dan tidak akan pernah berkurang karena dia tidak pernah membawanya bermain keluar bersama anak-anak yang lain.
Aji dengan telaten menghitung ulang dan meneliti satu persatu kelereng merah yang dia koleksi. Dia sangat menyukainya. Warna merah yang seperti delima membuatnya bersemangat lagi.
Setelah puas bermain-main dengan kelereng merahnya, Aji kembali ke depan laptop yang masih tersambung dengan handphone miliknya.
"Hah! Apa ini?" Aji sangat kaget dengan apa yang dia lihat di layar laptopnya.
Di sana tampak beratus-ratus notif dari berbagai sumber. Bahasa yang di gunakan juga berbeda-beda.
...*join*...
...*Bashkihet*...
...*Kom bin ons*...
...*Banni nam'ondige serikoll*...
...*Prisoyedinyaysya Knam*...
...*Katilmak*...
...*Join us*...
Masih banyak lagi bahasa-bahasa yang tidak dikenal Aji masuk. Kebanyakan mereka mengajaknya bergabung dalam suatu organisasi yang berbasis internasional. Mungkin bisa jadi mereka adalah sindikat hacker dunia.
Aji mengeleng melihat layar laptopnya. Dia tidak berani menyentuh apapun. Dia takut jika terjadi kesalahan yang lebih fatal.
"Mana mungkin mereka menemukanku?" Aji bertanya-tanya sendiri.
"Ah. Mereka kan para hacker. Pasti mudah menemukan keberadaan website milikku. Untung website online aman karena memakai akun mama."
Akhirnya Aji menutup jaringan ke laptop dan mengutak-atik handphone miliknya. Dia mau melihat berita terbaru yang belum dia lihat seharian ini. Siapa tahu ada produk baru dari daerah yang belum dia ketahui.
Mata Aji melotot kaget melihat berita terbaru yang tayang sekitar setengah jam yang lalu.
#Seorang Hacker Baru Saja Beraksi#
Dari berita yang Aji baca, ada seorang hacker yang telah mengacaukan sistem operasi keamanan dan jaringan perusahaan GAS, Gilang Aji Saka.
GAS sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penasehat dan perlindungan keuangan, seperti asuransi-asuransi dan bank-bank swasta. Perusahaan keuangan ini bisa dipastikan, banyak sekali menyimpan informasi rahasia tentang keadaan perusahaan-perusahaan yang ada dibawah naungan dan perlindungan darinya. Perusahaan yang rentan dengan kasus-kasus tertentu dan pastinya incaran para mafia hacker, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Aji mengeleng melihat berita terbaru itu. Sekarang dia mengerti kenapa banyak sekali notif yang masuk ke website pribadi miliknya. Sekarang dia merasa tidak aman dan harus segera menutup website tersebut agar tidak terlacak keberadaannya.
Aji yakin jika mereka semua tidak tahu siapa hacker yang mereka beritakan barusan. Para hacker yang memintanya bergabung juga tidak mungkin mengenali siapa Aji. Sekarang aji harus menutup akses jaringan laptop maupun handphone miliknya. Dia juga menutup jaringan pembantu yang dia rangkai sendiri agar tidak terdeteksi oleh jaringan lainnya.
Sekarang Aji sudah menutup semua akses internet dan nirkabel miliknya. Dia mulai menggunakan jaringan internet biasa dari WiFi. Dia tidak ingin keberadaannya di ketahui oleh para mafia hacker dunia, yang sedang memburunya.
"Bisa kacau kalau ketahuan." Aji bernafas lega setelah selesai melakukan semua yang dia anggap penting.
*****
Sore menjelang malam.
Cilla yang baru saja pulang dari bekerja menjadi heran dan bingung. Dia tidak menemukan Aji yang biasanya ada di depan laptop.
"Aji... Aji!" panggil Cilla.
"Aji...!" panggil Cilla sekali lagi.
"Kemana dia?" tanya Cilla dengan dirinya sendiri.
"Ma..." Aji memanggil mamanya yang sudah pulang dari bekerja.
"Tumben?" tanya Cilla sambil memperhatikan apa yang dibawa oleh Aji.
Ditangan Aji ada dua bungkus kresek. Satu berisi buah mangga dan yang satu lagi berisi jeruk.
"Dari mana?" tanya Cilla menyelidik.
"Tadi Aji lewat mau ke warung budhe beli susu. Eh, pak RT panggil Aji kasih ini."
Aji menjawab pertanyaan dari mamanya. Dia menyerahkan dua bungkusan itu pada mamanya.
"Banyak sekali ini sayang!" kata Cilla melihat isinya.
"Iya. Kata pak RT, dia baru dapat kiriman dari Bogor. Dia juga kirim salam buat mama." Aji menceritakan tentang apa yang disampaikan oleh pak RT tadi.
"Oh begitu. Tadi bilang terima kasih tidak?" tanya Cilla.
"Iya dong Ma. Kan kata Mama kalau ada yang ngasi sesuatu harus bilang terima kasih."
"Bagus. Pinter sayangnya Mama!" Cilla memeluk Aji dengan penuh haru.
"Ya sudah yuk, kita masuk!" ajak Cilla sambil menggandeng tangan Aji.
"Tumben beli susu sendiri?" tanya Cilla setelah beberapa saat kemudian.
Cilla heran dengan kelakuan Aji yang sekarang. Biasanya dia tidak pernah membeli susu atau jajanan sendiri. Dia selalu mengirim pesan atau menelponnya jika membutuhkan sesuatu. Apalagi di almari penyimpanan makanan, masih ada susu milik Aji yang baru Cilla beli tiga hari yang lalu.
"Terus susunya mana?" tanya Cilla lagi.
Aji yang masih terdiam belum bisa menjawab dan menemukan alasan yang pas. Cilla tahu ini hanya alasan anaknya saja.
"Maaf Ma."
Tiba-tiba Aji meminta maaf. Cilla bingung dengan perkataan anaknya ini.
"Maksud kamu apa sayang?" tanya Cilla pelan. Dia harus bisa mengontrol emosi dan perasaannya sendiri. Cilla tidak mau anaknya tertekan.
"Tadi Aji secara tidak sengaja mengakses informasi dari perusahaan GAS."
"Perusahaan GAS?" tanya Cilla mengulang kembali perkataan anaknya itu.
"Iya. Gilang Aji Saka."
Aji menceritakan tentang apa yang terjadi tadi siang. Dia tidak melakukannya dengan sengaja. Dia juga menceritakan tentang ajakan para hacker yang mengiriminya pesan untuk ikut bergabung dengan jaringan mereka.
"Karena itu Aji menutup semua akses internet yang bisa masuk ke website kita. Aji menutup sementara agar mereka tidak menemukan keberadaan Aji Ma."
Cilla terdiam mendengar semua cerita anaknya itu. Jadi tadi Aji keluar rumah untuk mencari udara dan suasana yang lain, agar hati dan otaknya kembali nyaman.
Dari nama perusahaan yang disebut oleh anaknya, justru Cilla teringat dengan kejadian di masa lalunya. Kejadian yang membuatnya harus berjuang keras seorang diri tanpa sandaran dan dukungan dari siapapun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 292 Episodes
Comments
Kar Genjreng
Gilang Aji saka berarti Pak.. e Aji cilik kue.. mak tirine wis modar po kui hehe.. wah bakal iso ketemu Pak e yo.. 🤗🤗🤗🤗
2022-07-30
1
📘Reo🔥
maaf nih likenya ketinggalan karena asik baca
2022-01-08
0
Lady Meilina (Ig:lady_meilina)
smgt Ajii
2021-12-30
0