Aji diam dan tidak langsung merespon pengakuan dari Gilang. Dia tidak pernah tahu jika orang yang dia temui kemarin itu adalah papanya. Lagian mamanya tidak berkata apa-apa juga kemarin. Aji tidak bisa memastikan kebenaran cerita dari Gilang, tanpa bertanya pada mamanya terlebih dahulu.
Malam hari, saat mamanya pulang dari kerja, Aji tetap bersikap seperti biasanya. Dia juga tidak menceritakan jika tadi pagi ada Gilang yang datang menemuinya.
"Sayang. Terima kasih ya. Kamu menyelamatkan mama lagi dari mengganti rugi gaun yang rusak kemarin."
Aji melihat ke arah mamanya yang tersenyum kearahnya. Aji hanya mengangguk samar. Cilla tertegun melihat tingkah anaknya itu. Dia melihat jika ada sesuatu yang mungkin disembunyikan oleh Aji saat ini.
Saat makan malam bersama, Aji lebih banyak melamun. Sedari tadi makanan yang ada didepannya hanya diaduk-aduk tanpa berniat untuk segera memakannya. Cilla tahu, jika ada yang sedang dipikirkan oleh anaknya itu.
"Ada apa Sayang?" tanya Cilla ingin tahu apa yang sedang dipikirkan oleh anaknya, Aji.
"Ma. Apa Aji boleh bertanya?" Akhir Aji bertanya juga, meskipun dengan nada yang ragu. Dia tidak yakin jika mamanya mau bercerita tentang papanya.
"Tanya apa Sayang?" tanya Cilla bingung dengan pertanyaan Aji yang tidak biasanya seperti ini.
"Apa benar, om yang kemarin Aji temui di tempat kerja Mama adalah papanya Aji?" tanya Aji dengan wajah penuh tanda tanya. Dia bingung seperti tidak percaya dengan semuanya, tapi dia juga ingin tahu kebenaran yang sesungguhnya.
Cilla tertegun. Dia kaget dan tidak menyangka jika Gilang akan nekat menemui anaknya pagi tadi. Cilla jadi takut, seandainya Gilang juga bercerita tentang kisah malam itu dan bagaimana bisa semuanya terjadi. Cilla tidak bisa membayangkan jika Aji mengetahui kebenaran yang sesungguhnya dari kisah ini. Karena semua itu menyangkut dengan keberadaan dirinya sebagai anak yang lahir tanpa seorang papa dunia, tanpa mengenal papanya sedari lahir.
"Ma," panggil Aji membuyarkan lamunan Cilla.
"Apa itu benar?" tanya Aji sekali lagi.
Dengan pelan dan ragu, Cilla akhirnya mengangguk juga. Mengiyakan semua pertanyaan yang diajukan oleh Aji, anaknya itu.
"Tapi kenapa kemarin dia tidak tahu, dan nama juga tidak bilang apa-apa?" tanya Aji heran dan juga penasaran.
Cilla memandangi wajah anaknya dengan bingung. Dia ingin bercerita, tapi takut jika itu membuat Aji marah besar. Dua ingin mengatakan semuanya, agar Aji tahu dan tidak lagi penasaran. Tapi Cilla juga ragu jika dikemudian hari nantinya, Aji akan melakukan balas dendamnya pada papanya itu. Padahal Gilang tidak tahu juga jika Cilla akan hamil setelah kejadian malam itu.
"Cerita saja Ma. Aji akan dengarkan semuanya. Sebab, om Gilang sudah menceritakan dengan versinya. Sekarang Aji ingin dengar dari kisah versinya mama. Jika ada perbedaan, Aji akan tahu dan juga bisa menilainya sendiri."
Kata-kata Aji yang mengatakan jika Gilang sudah bercerita membuat Cilla ketakutan. Dia tidak pernah menyangka jika Gilang senekat itu menceritakan kisah kelamnya lada anaknya sendiri.
"Apa yang papamu ceritakan?" tanya Cilla keceplosan dengan menyebutkan papamu. Begitu Cilla sadar, dia segera nutup mulutnya sendiri.
Kini Aji bisa mengerti apa yang terjadi. Dia tahu jika mamanya tidak ingin dia mengetahui kebenaran dari cerita yang dulu. Padahal aji sudah tahu dari cerita Gilang, tadi pagi.
*****
Aji, tanpa sepengetahuan mamanya, ternyata sudah ikut bergabung dalam komunitas hacker dunia yang paling ditakuti oleh banyak orang. Terutama perusahaan dan juga agen-agen rahasia, karena mereka tidak pernah bisa terendus keberadaannya. Komunitas hacker ini sangat lihai dalam pencurian data dan informasi. Mereka tidak bisa di lacak, bahkan hasil dari pencurian mereka tidak pernah ada yang tahu dimana dan siapa yang memesannya.
Selama ini, Aji memang belum pernah ikut dalam kegiatan aksi mereka. Dia hanya ikut membantu dalam pencarian kunci rahasia dari program keamanan sistem yang ditargetkan. Itupun baru sekali. Aji sendiri tidak pernah tahu, di mana pusat komunitas yang dia ikuti itu. Yang pasti mereka ada di belahan dunia lainnya, yang Aji belum pernah ketahui dan belum pernah datangi.
Pagi harinya, Cilla sedang sibuk membersihkan rumah. Aji yang sudah bangun sedari tadi, belum juga turun dari tempat tidurnya.
"Mama tidak berangkat kerja?" tanya Aji heran. Dia melihat mamanya yang belum rapi seperti biasanya.
"Mama sudah keluar sayang," jawab Cilla menoleh ke arah Aji.
"Keluar, kenapa? Apa karena papa, atau karena teman-teman mama yang jahat itu?" tanya Aji ingin tahu.
"Gak apa-apa sayang. Mama hanya ingin membantu Aji jualan online. Bolehkan?" Cilla bertanya dengan memicingkan matanya melihat ke arah anaknya.
"Bukan karena papa?" tanya Aji menyelidik.
Cilla menghembuskan nafasnya, kemudian menatap anaknya dengan intens.
"Aji mau punya papa Gilang?" tanya Cilla ingin tahu, bagaimana menurut Aji tentang Gilang sekarang ini.
"Aji tidak tahu. Itu terserah mama. Tapi Aji tidak mau menerimanya begitu saja tanpa syarat!"
Jawaban Aji membuat Cilla kembali mengerutkan keningnya bingung. "Syarat. Syarat apa?" tanya Cilla.
"Pokoknya Aji tidak mau jika papa seenaknya saja, dan tidak ada perjuangan sama sekali."
"Ada-ada saja kamu sayang. Mama tidak pernah berpikir tentang papamu, Mama anggap dia sudah tiada sedari dulu. Bukankah Aji hanya mengenal Mama sedari lahir?" tanya Cilla khawatir. Dia tidak mau jika Aji dengan mudah menerima Gilang sebagai papanya
"Iya. Aji hanya punya Mama. Tapi Aji ingin membuat perhitungan pada GAS terlebih dahulu. Biar dia merasakan penderitaan yang tidak seberapa dibandingkan dengan kita Ma."
Perkataan Aji membuat Cilla takut. Apalagi wajah dan pancaran sinar mata Aji terlihat sangat marah dan berapi-api. "Jangan membiarkan dendam menguasai hatimu sayang." Cilla menasehati anaknya.
Aji tidak menjawab. Dia juga tidak merespon dengan gerakan apapun atas nasehat yang diberikan oleh mamanya. Dalam hati, Aji berjanji akan memberikan pelajaran untuk papanya, Gilang.
Siang harinya, Cilla tertidur pulas setelah selesai melakukan pekerjaannya. Sedangkan Aji kembali ke depan laptopnya yang masih menyala sedari tadi.
Ternyata ada beberapa pesan yang masuk. Salah satunya dari salah satu hacker yang memintanya untuk bergabung dalam misi minggu ini.
...'join the new target operation' ...
...'I am not'...
Hanya itu saja jawaban yang Aji kirim. Dia ada misi khusus yang akan dia kerjakan sendiri tanpa orang lain yang tahu.
Setelah Aji berkonsentrasi mengetik sesuatu, dia segera masuk ke sistem yang kemarin dia tutup. Aji masuk jejaringan keamanan GAS. Memang agak susah, sebab bisa dipastikan jika sistemnya sudah di perbarui dan lebih diperketat. Tapi Aji tentu bisa dengan mudah melakukan.
Dengan sistem dasar komputer yang paling mudah, kadang orangnya tidak sadar jika itu adalah hal yang harus diperhatikan, Aji masuk begitu saja. Aji segera mengakses informasi tentang investasi dan mencuri beberapa data dan juga kas perusahaan GAS. Dengan sangat lincah, Aji membuat rekening Bank di luar negeri dengan cara online. Bank itu tidak terkenal sama sekali, bahkan mungkin tidak ada yang pernah mendengarnya. Tapi untuk para mafia dunia, juga para hacker, Banks ini sangat penting untuk menjaga hasil rampokan mereka. Bank ini menjamin keamanan dan privasi dari setiap nasabahnya. Bank ini juga ada di negara kecil yang bahkan, letak negaranya tidak ada dalam peta dunia.
Aji tersenyum senang karena berhasil membalas dendam pada Gilang melalui perusahaan GAS, milik Gilang Aji, papanya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 292 Episodes
Comments
Kar Genjreng
ha ha ha ha😂😂😂😂 Author ngajari cah cilik... dikon nyolong yo... Aji bagi Tante yo jo lalu ga usah akeh 1 Ember ga opo opo kondo ya bi author.. kocak
2022-07-30
1
perjuangan ✅
aji jgn salah kan gilang papa mu,, papa mu GK tahu bhw ibumu hamil,,,
2022-06-21
0
Osie
aji kereeeennn..ku suka bgt..good job aji..gilang emang hrs dpt balasan atas tindakannya ke cilla dl..playet spti gilang hra merasakan yg namanya karma..walau mungkin diujung cerita mereka nanti akan bersatu..ttpi gilang hrs merasakan penderitaan dan hinaan yg didpt cilla dr dl..hebat hebat aji
2022-03-19
0