Siang hari, saat jam istirahat makan. Gilang yang datang ke toko sendirian, merasa kecewa. Dia tidak menemukan Cilla hari ini. Dia tidak tahu, jika Cilla sudah keluar dari toko milik maminya itu.
"Kapan dia keluar mbak?" tanya Gilang pada mbak Diyah.
"Kemarin malam Tuan."
Mbak Diyah menjawab pertanyaan dari Gilang dengan suara yang bergetar. Dia takut jika Cilla ada masalah pribadi dengan anak mami Rossa yang terkenal angkuh dan juga dingin. Apalagi dengan wanita-wanita yang memang sudah tidak dia sukai sedari dulu. Bahkan, mbak Diyah pernah mendengar rumor, jika Gilang penyuka sesama jenis dan memerlukan wanita hanya untuk bercinta dalam semalam saja. Sungguh mengerikan.
"Kenapa mendadak?" tanya Gilang penasaran. "Apa ada masalah di toko ini?" lanjut Gilang bertanya lagi.
"Tidak. Tidak ada Tuan. Dia memang sudah berencana untuk berhenti dari bulan-bulan kemarin. Tapi tidak jadi-jadi, dan entah kenapa semalam dia dengan cepat memutuskan jika yakin ingin berhenti kerja."
Keterangan yang diberikan oleh mbak Diyah membuat Gilang yakin, jika ini ada kaitannya dengan dirinya sendiri. Semuanya karena Gilang, yang sudah mengetahui jika Aji adalah anaknya. Aji semakin yakin dan ingin melakukan tes DNA untuk membuktikannya.
Drettt... drettt... drettt
Handphone di saku celana Gilang bergetar. Dengan cepat, Gilang segera mengambil handphone miliknya dan menerima panggilan telepon yang masuk. Itu dari kantor.
..."Iya, ada apa?" tanya Gilang penasaran....
..."Sistem keamanan kita diretas lagi Tuan!" jawab anak buahnya diseberang sana....
..."Apa?" jawab Gilang kaget. "Kenapa itu bisa terjadi lagi? Bukannya kemarin sudah diperbaiki?" sambung Gilang bertanya lagi. Dia semakin pusing dengan kekacauan yang terjadi di kantornya karena hacker menyerangnya kembali....
..."Tidak tahu tuan. Sepertinya, hacker ini jauh lebih berbahaya dari yang kemarin."...
..."Ah, kalian payah!" umpat Gilang dengan hati kesal. "Apa saja yang dicuri?" lanjut Gilang bertanya lagi....
..."Beberapa dokumen terkait perjanjian yang baru saja Tuan tanda tangani dan ada beberapa kas perusahaan yang hilang secara misterius. Tidak diketahui siapa yang mengeluarkan dan tidak diketahui juga untuk perusahaan mana."...
Keterangan yang diberikan oleh bawahannya di kantor membuat Gilang gusar dan marah. Dia harus segera bertindak untuk mengatasinya. jika tidak, dalam hitungan jam, perusahaan miliknya itu, GAS, bisa jatuh tanpa ada kesalahan yang berarti.
Gilang menutup teleponnya dengan cepat. Dia segera keluar dari dalam toko menuju ke tempat parkir Mall. Tak lama mobil yang dia kendarai tanpa supir melesat pergi menuju ke kawasan perkantoran yang ada di daerah Jakarta Pusat.
*****
Dirumahnya, Aji tersenyum miring melihat ke layar laptopnya. Dia tidak menyangka bisa melakukan semua ini tanpa bantuan komunitas hacker yang dia ikuti. GAS dipastikan jatuh bangkrut dan tidak ada yang mempercayai perusahaan itu lagi dalam waktu dekat ini.
Aji menutup sistemnya, agar tidak bisa terlacak keberadaannya oleh sistem manapun. Aji segera kembali ke website jualan online miliknya dan melakukan beberapa transaksi dengan pihak customer yang ada di Singapura terkait pembelian produk batik dari Yogyakarta.
Satu jam berlalu. Aji sudah menyelesaikan semua pekerjaan onlinenya. Kini dia merasa lapar. Tapi sepertinya dia sedang tidak berselera dengan makanan yang sudah dimasak oleh mamanya.
"Ma. Mama!" panggil Aji membangunkan mamanya.
"Hem... Iya sayang. Ada apa?" tanya Cilla sambil mengucek matanya yang masih merasa lengket karena kantuk.
"Aji lapar," kata Aji menjawab pertanyaan mamanya.
"Lho, Mama sudah masak sayang." Cilla bingung dengan perkataan Aji.
"Tidak mau itu." Aji mengelengkan kepalanya berkali-kali.
Cilla mengernyitkan dahinya bingung. Tadi sebelum Cilla tidur, dia sudah selesai memasak makanan yang diinginkan oleh anaknya, yaitu sup jamur dan juga ayam goreng mentega. Tapi kenapa sekarang ini bilang jika tidak mau makan makanan itu, "Ada apa ya dengan Aji?" Cilla bertanya-tanya dalam hati.
"Aji mau makan apa sayang?" tanya Cilla dengan tersenyum. Dia tidak mau Aji merasa diabaikan hanya karena soal makanan.
"Aji mau Burger kayak yang di beli waktu itu." Aji memberitahu keinginannya.
Cilla kaget dan menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangannya. "Burger? Harus ke Mall kalau mau yang sama," pikir Cilla bingung.
"Tapi Mama tidak bisa masak Burger sayang," kata Cilla memberi tahu tentang ketidak mampuannya itu. "Kita pesan lewat online ya?" Cilla mengusulkan.
"Gak mau. Kalau sudah sampai rumah sudah tidak enak lagi!" Aji merengek memberikan alasan.
"Ini sudah sore. Sebentar lagi malam. Apa Aji ingin jalan-jalan sekalian?" tanya Cilla.
Cilla berpikir jika Aji sedang dalam mode kesal, capek dan juga cemas. Seperti yang biasa dia lakukan jika dalam keadaan seperti itu, bisa dipastikan Aji selalu ingin jalan-jalan, untuk mencari ketenangan yang bisa memberikan ide dan membuat otaknya kembali terasa nyaman.
"Apa Aji melakukan sesuatu yang tidak pernah Mama tahu?" tanya Cilla menyelidik.
"Nanti saja Ma. Aji lapar. Ayok!" Aji merengek minta segera berangkat.
Tidak menunggu lama, keduanya terlihat keluar dari rumah untuk mencari Burger seperti yang diinginkan Aji saat ini.
"Aji mau ke Mall mana? kalau ke tempat kerja Mama jauh lho! Kita cari yang lebih dekat ya!" kata Cilla mengusulkan.
"Memang ada yang sama?" tanya Aji ingin tahu.
"Ada sayang. Burger itu dijual tidak hanya pada satu tempat. Asal ada outletnya pasti ada juga produknya dijual." Cilla menerangkan.
"Boleh Ma. Aji juga tidak mau lama-lama. Sudah lapar!" Aji memegang perutnya meyakinkan mamanya.
"Iya-iya." Cilla hanya mengangguk setuju dengan apa yang diinginkan anaknya itu.
*****
Aji dan mamanya tampak berjalan dengan gembira di gang menuju rumahnya, sewaktu pulang dari Mall. Hari sudah malam dan lampu rumah masih belum ada yang menyala. Tentu saja suasananya menjadi masih gelap, sebab mereka berdua pergi sewaktu masih sore.
"Kalian dari mana?" Suara laki-laki mengangetkan keduanya. Dari teras depan rumah, duduk seorang laki-laki yang tidak ingin ditemui keduanya. Gilang Aji Saka.
"Kenapa kamu keluar dari toko mami?" tanya Gilang lagi. Padahal pertanyaan yang tadi saja belum ada yang menjawabnya.
Cilla kaget dan juga takut. Tapi gengaman tangan anaknya, Aji, yang ada disampingnya membuatnya menjadi lebih baik dan merasa lebih nyaman saat ini. Cilla yakin jika anaknya akan membantu dirinya, untuk bisa mengatasi masalah ini. Masalahnya dengan Gilang Aji Saka.
"Kenapa Om kemari?" tanya Aji sinis.
"Om? Ini Papa Aji!" Gilang menjawab pertanyaan dari Aji dengan suara tegas.
"Ini bukan kantor GAS yang akan segera bangkrut. Jangan merasa jadi Bos dirumah ini!" Aji mengingatkan Gilang.
Gilang terkejut dengan perkataan Aji yang tidak disangka-sangka. Dia bahkan merahasiakan kelemahan GAS dari siapapun saat ini. tidak seperti berita yang terjadi sebulan yang lalu. Padahal yang terjadi ini lebih parah, dibandingkan dengan yang kemarin, yang tidak ada kerugian, karena tidak ada kehilangan yang dialami oleh perusahaannya.
"Apa yang kamu katakan?" tanya Gilang pada Aji yang tidak sengaja mengatakan apa yang sedang terjadi pada perusahaan GAS miliknya. Padahal berita media manapun tidak ada yang memberitakan tentang masalah ini.
"Aku yang meretas GAS."
Aji mengakui kalau dialah yang melakukan semua ini pada perusahaan milik Gilang.
"Maksudnya?" tanya Gilang penasaran.
"Iya.Aji yang melakukan semua itu. Dan yang sebulan yang lalu juga dia yang melakukan secara tidak sengaja."
Keterangan yang diberikan oleh Cilla membuat Gilang terkejut. Dia tidak menyangka jika anaknya sendiri yang melakukan semua ini.
"Maaf. Maafkan Papa! Tapi ini bukan sekedar untuk Papa sendiri. Tapi untuk semua yang ada di perusahaan GAS. Begitu juga dengan perusahaan yang ada dibawah naungan GAS. Mereka punya keluarga untuk dinafkahi. Kesalahan ini Papa yang lakukan, tapi jangan sampai berdampak pada kehidupan orang lain."
Gilang mengatakan apa yang memang seharusnya. Dia memang seseorang yang tidak baik. Tapi dia tidak mau ada keluarga yang sengsara karena kesalahannya itu.
"Tolong kembalikan sistem GAS. Dan aktifkan keamanan yang lebih baik agar tidak ada hacker lain yang bisa mencurinya lagi."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 292 Episodes
Comments
Kar Genjreng
bene ae di jolong bi Anak Mu dewe di go pelajaran jare Pak hua hua hua🤭🤭🤭🤭
2022-07-30
2
perjuangan ✅
aji GK jelas balas dendam juga tampa alasan,,, bukan semua kesalahan Gilang di wkt duku itu...
2022-06-21
0
Pa'tam
begitu ya sikap anak kalau terlalu pintar hingga orang tua pun di tantang. jadi ngeri punya anak kayak gitu.
2022-04-10
0