"Nona, mari saya bantu Anda untuk turun."Ucap seorang pelayan yang sudah berada di depan pintu kereta kuda. Ellen memegang tangan pelayan itu sambil mengangkat gaunnya yang berat.
Dia melihat sosok Aldrich yang mendahuluinya dibalik punggung merasa jika kehidupan sebenarnya baru akan dimulai.
Ellen tersenyum pahit karena suaminya bahkan tidak menengok ke belakang sedikitpun apalagi jika harus berjalan beriringan bersamanya. Padahal saat di pernikahan tadi, mereka seperti pasangan mesra yang saling mencintai.
Lihat Ellen, tadi itu hanyalah sandiwara. Aku tahu dia tidak mungkin suka padaku...dan dia sudah mengambil ciuman pertamaku!
Ellen masih terbayang ciuman Aldrich dan dia begitu takut jika setelah dia sampai di kamar Sang Raja, Aldrich akan meminta haknya.
Aku benar-benar tidak sudi untuk satu kamar dengan pria itu!
Setelah sampai di dalam istana, Ellen mengganti pakaiannya lagi dan dia mulai melaksanakan upacara penobatannya. Acara penobatan itu pun berjalan lancar dengan cepat.
Sesudahnya, pelayan langsung datang untuk mengantarkan Ellen ke kamar.
"Apa harus sekarang?"Tanya Ellen dengan ragu.
"Iya Yang mulia, sebentar lagi Yang mulia Raja akan masuk. Dia menyuruh Anda untuk masuk terlebih dahulu."
Akh, dasar licik! Aku sudah tahu apa yang dia mau! Tapi aku sendiri lumayan lelah sih...
"Ah, baiklah."Ucap Ellen pasrah. Mereka berjalan menaiki anak tangga dan kamar Sang Raja lumayan jauh.
Ke kamar saja harus berputar-putar. Apa mereka tidak pernah tersesat tinggal di istana seluas ini?!
Pada akhirnya mereka sampai di depan pintu kamar Sang Raja dengan dua pintu besar menjulang tinggi dan terlihat sangat kokoh. Sang pelayan membuka pintunya dan Ellen disuguhkan pemandangan desain kamar yang begitu mewah.
Ellen sampai menelan salivanya berulang kali.
Beberapa pelayan mulai sibuk untuk menyiapkan keperluan Sang Permaisuri. Mulai dari membukakan pakaiannya dan memandikannya, namun setelah itu Ellen dikejutkan dengan pakaian tipis yang hendak pelayannya pakaikan untuknya.
"Tunggu, baju apa ini?"Tanya Ellen dengan tatapan ngeri melihat pakaian tembus pandang itu.
"Ini namanya Lingerie Yang mulia. Anda harus memakainya karena ini perintah dari Yang mulia Raja."Jawab pelayan itu.
Apa?! Jadi si sialan itu yang menyuruhku memakai baju jaring ikan ini??
"Ta-tapi cuaca belakangan ini sepertinya mulai dingin...apa aku tidak bisa memakai baju yang agak tebal?"Ucap Ellen berusaha menolak.
"Yang mulia tidak perlu khawatir. Ruangan ini cukup hangat, jadi Anda dan Yang mulia Raja tidak akan merasa kedinginan."Ucap Pelayan itu lagi dengan entengnya.
Pada akhirnya Ellen hanya bisa pasrah. Dia tidak mau merusak suasana dihari pernikahannya dan tentu saja merasa sedikit takut dengan suaminya itu.
Tenang saja Ellen, jika dia melakukan hal aneh, kau harus melawannya!
Ellen akhirnya memakai lingerie itu. Dia benar-benar merasa seperti tidak memakai baju. Dia bahkan tidak berani menatap ke arah cermin menunjukkan lekuk tubuhnya yang terbuka.
Dia duduk di ranjang setelah para pelayan pergi. Dia menutup tubuhnya rapat dengan rompi piyama yang dikenakannya. Jari-jarinya bahkan sudah bergetar.
Cklek! Ellen mendengar seseorang membuka pintu dan memunculkan sosoknya. Ellen dengan cepat masuk ke dalam selimut menyembunyikan wajahnya berpura-pura tidur.
Aldrich yang sudah masuk mendengar suara berisik istrinya yang panik. dia tersenyum menahan lucu melihat tingkah Ellen. Dia mengintip dari jauh bahwa Ellen sudah masuk dalam selimut.
Huh, dia pasti pura-pura tidur.
Aldrich tanpa merasa malu langsung membuka pakaiannya. Ellen yang tidak sengaja mengintipnya sudah komat-kamit di dalam hati.
Apa urat malunya sudah putus?! Dia berani telanjang di depan mataku yang suci ini!!
Aldrich memakai handuk sepinggang kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh tubuhnya. Selesai itu dia pun berjalan ke arah ranjang dan mendudukinya.
Aldrich segera menyingkap selimut yang menutup tubuh Ellen. Gadis itu terlonjak kaget dan dia reflek menutup rapat tubuhnya merasa takut.
"Kau takut?"
Ellen menggeleng dengan cepat namun dia tidak bisa menjawab.
Aldrich kemudian naik ke atas ranjang mulai untuk mendekati istrinya. Ellen mundur dengan cepat namun tangannya langsung di tarik oleh Aldrich dan dia terjatuh di bawah kungkungan Aldrich yang terlihat hendak melahapnya.
"Ya...Yang mulia...apa yang anda lakukan?"Ucap Ellen dengan bibir bergetar.
Aldrich yang memerhatikan bibir kecil merah milik Ellen tidak bisa menahannya lagi. Dia pun langsung melahap bibir gadis itu. Ellen begitu terkejut dan dia sempat meronta. Namun tangannya langsung dikunci oleh tangan Aldrich. Ellen tetap tidak bisa melawan Aldrich yang tenaganya jauh lebih besar darinya.
Aldrich dengan cepat membuka Lingerie milik Ellen begitu mudah. Dia juga membuka handuk yang masih terlilit di pinggangnya.
Dia mulai melakukan aksinya. Ellen tanpa sadar berteriak merasakan sakit yang luar biasa dibawah sana. Air matanya pun mengalir begitu saja.
Ellen terus menangis merasakan sakit sementara Aldrich tidak peduli dan terus melakukan aksinya.
Bagi Ellen sepertinya Aldrich benar-benar monster. Dia bahkan melakukannya dengan kasar dan tidak memikirkan rasa sakit yang dirasakan Ellen.
Aldrich memberi banyak kissmark diseluruh tubuh Ellen sampai gadis itu kehabisan suara karena terlalu lelah untuk berteriak.
Pada akhirnya mereka menghabiskan malam pertama penuh keringat yang membuat Ellen tersiksa. Sangkinkan sudah terlalu lelahnya, Ellen dengan berani memukul dada bidang suaminya tapi dengan pelan karena tenaganya benar-benar sudah habis.
Aldrich sendiri tanpa sadar sepertinya sudah mulai ketagihan melakukannya dengan istrinya yang baru pertama kali dia sentuh. Dia tidak bisa berhenti. Sedangkan Ellen kemungkinan sudah tertidur karena kelakuannya.
Setelah berjam-jam cukup puas, Aldrich pun segera menggeser tubuhnya. Dia mengecup kening Ellen yang sudah tidur pulas dan memeluknya.
Tak butuh waktu lama, pria itu pun segera tertidur masuk ke dalam mimpi.
Keesokan paginya, Ellen membuka matanya. Kali tidak ada silau sinar matahari yang menembus matanya karena tirai yang masih tertutup rapat. Tapi dia merasakan tubuhnya begitu berat, belum lagi rasa sakit dan perih pada seluruh tubuhnya.
Ellen terkejut melihat Aldrich yang masih tidur pulas di sampingnya. Tanpa sadar Ellen terus memperhatikan wajah pria itu. Lekukan wajahnya benar-benar sempurna. Bulu matanya juga sangat panjang ketika terpejam.
Ellen berusaha untuk memindahkan tangan Aldrich yang berat itu tapi gagal. Dia ingin bangun terlebih dahulu karena dia begitu takut jika suaminya itu ketika terbangun akan melakukannya lagi dengannya.
Tapi sepertinya nasib Ellen saat ini kurang baik. Mata Aldrich sudah terbuka dan langsung disuguhkan pemandangan wajah Ellen yang begitu cantik. Apalagi matanya yang sangat biru dan bibir kecilnya yang terlihat kenyal.
Ellen segera memundurkan wajahnya karena Aldrich mulai memajukan wajahnya lagi.
"Se-selamat pagi Yang mulia...tunggu sebentar ya-yang mulia...saya...saya kebelet buang air kecil!"
Aldrich langsung berwajah kesal. Dia pun mengangkat tangannya yang masih memeluk Ellen dan dengan cepat Ellen berlari ke kamar mandi dengan menutup sebagian tubuhnya dengan lingerie yang jatuh dibawah kasur.
Aw! Badanku sakit semua! Aku bakal mati jika dia melakukannya lagi! Dasar gila!
Bersambung. (Terima kasih bagi yg sudah baca. Jangan lupa like ya 👍)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
yosh
kejam juga ya raja'nya..
2022-05-28
0
Oi Min
Aldrich mang kaku, g pernah nyentuh wanita...... Semoga stlh dia merasakan tubuhnya Ellen, dia jdi kecanduan tubuhnya Ellen saja.......tdk dg wanita lain
2022-03-11
2
HarleyQueen
baru nyadar? Kemarin-kemarin kemana? Kok baru sadar kalau d
situ bisa bela diri? 😒
2021-12-04
2