Bugh, bugh, bugh! Ellen memukul kasur yang saat ini dia baringkan tubuhnya. "Aaaahh! Apa sebenarnya yang terjadi?! Kenapa Raja malah mempercepat pertunangannya? Apa dia telah mendapat cahaya ilahi? Seharusnya ceritanya kan sesuai dengan yang di novel!"Ellen begitu kesal.
"Huhu...hu...kenapa hidupku sial seka--"
Brak! Seseorang membuka pintu hingga membuat Ellen terperanjat. "Nona? Ada apa Nona? Apa yang telah terjadi pada Nona?!" Tanya Maya panik karena mendengar jeritan Ellen dibalik kamar.
"Hah? Ti-tidak ada yang terjadi kepadaku kok?"Ellen merasa bersalah karena telah berteriak tadi.
"Benarkah? Lalu mengapa Nona berteriak tadi?"Tanya Maya.
"Ah itu...aku hanya melepas penat. Jadi ya...aku berteriak. Kau tahu kan bahwa selama ini aku hidup terlalu keras?"Jawab Ellen berbohong.
"Nona, jika anda punya masalah, Nona bisa curhat sama saya. Saya akan siap mendengarkan kapan saja."Ucap Maya. Seketika sejuk hati Ellen mendengarnya.
Maya memiliki hati yang sangat tulus. Dia memang pantas bersama kakakku.
"Ehem...Maya, apa kau suka pada kakakku?"Maya begitu shock dengan pertanyaan Ellen yang selalu tiba-tiba.
Astaga Nona, kenapa Anda selalu memberikan pertanyaan diluar kepala sih?
"H-hah? M-maksud Anda apa Nona...?"Maya mulai gagap tidak karuan dan itu membuat Ellen lucu melihatnya.
"Sudah, jangan pura-pura tidak tahu. Aku sudah lama memerhatikanmu yang ternyata menyukai Kakakku."
"Ihhh Nona! Maaf saya...saya tidak bermaksud! "Maya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat.
"Hahaha, katakan. Kau suka sama kakakku kan? Iya kan Maya?"Tanya Ellen menggoda Maya.
Maya mengangguk pelan masih dengan menutup wajahnya. Dia tidak sanggup mempermalukan dirinya yang sudah dilihat Ellen.
"Kenapa kau menutup wajahmu? Kau tidak perlu malu. Kakakku bisa saja meminangmu karena dia tidak ada larangan untuk menikah dengan siapapun."Ucap Ellen.
"Sudah hentikan Nona!"Ucap Maya berusaha menahan malu.
"Aku benar kan? Yah, Kak Erick memang tampan sih. Mirip aku, hehe."Ellen malah cengengesan membanggakan wajahnya yang paripurna menatap ke arah cermin dihadapannya.
"Iya, Tuan Duke dan Nona benar-benar tampan dan cantik. Saya saja suka melihat wajah Anda Nona."Puji Maya.
"Termasuk wajah kakakku kan?"Goda Ellen lagi.
"Akh, Nona!!"
Ellen merasa terhibur dengan tingkah laku Maya yang malu-malu. Seketika beban pikirannya tentang Sang Raja menghilang.
Hehe aku jadi punya ide menarik.
Ellen langsung memikirkan ide untuk menyusun rencana menjadi seorang cupid untuk Sang kakak dan Maya.
Pertama-tama aku sebaiknya tanyakan pada kakak dulu.
Keesokan harinya, Ellen menemui Erick yang kebetulan sedang berada di kastil. Dia mengunjungi kamar Erick yang tidak jauh dari kamarnya.
To, tok, tok."Kak, kau ada di dalam?"Tanya Ellen sambil mengetuk pintu.
"Masuk!"sahut dari dalam. Ellen pun langsung masuk dan mendapati Erick yang sedang menulis laporan sama seperti yang dibuat oleh Tuan Marcus dulu.
Apa pekerjaan mereka cuma ini?
"Ada apa Ellen?"Tanya Erick masih fokus menulis tanpa melihat ke arah Ellen.
"Apa kakak sedang sibuk? Aku hanya ingin menanyakan beberapa hal."Ucap Ellen.
"Tanya apa? Tentang informasi lagi?"Tanya Erick balik karena biasanya Ellen selalu bertanya tentang informasi saja kepada Erick.
"Bukan. Hanya pertanyaan tidak penting."
"Haah, kalau gitu tanyakan saja."Jawab Erick terdengar malas.
"Apa saat ini kakak sudah punya kekasih?"Tanya Ellen dan Erick menghentikan menulisnya.
"Kenapa kau tiba-tiba menanyakanku punya kekasih? Biasanya kau tidak peduli soal ini."
"Cih, aku cuma bertanya kok. Kakak kan sudah di umur cocok untuk menikah, jadi wajar kan kalau aku bertanya? Lagipula tidak ada yang tahu kakak sudah menjalin hubungan dengan seseorang atau tidak."
"Belum. Tapi saat ini aku lagi menyukai seseorang."Jawab Erick dan Ellen mengira kakaknya juga menyukai Maya.
"Siapa?"
"Dia adalah seorang wanita yang seumuran denganku. Kau tidak pernah bertemu dengannya jadi kau tidak tahu."Ucap Erick dan itu malah membuat Ellen frustasi.
"Apa?! Siapa wanita itu? Bagaimana dia bisa membuat kakakku memberikan cintanya kepada dia?!"Tanya Ellen mulai heboh.
"Kau jangan berlebihan! Dan lagi, pelankan suaramu!"
Ellen segera menutup mulutnya dengan tangannya. "Bisa kakak beritahu siapa wanita itu?"Tanya Ellen lagi dengan suara pelan.
"Kenapa kau ingin tahu sekali? Jika kau sangat ingin bertemu dengannya, maka ikutlah aku kesana."
Ellen semakin bingung dan pikirannya langsung dipenuhi tentang wanita yang disukai kakaknya.
Padahal masih banyak lagi yang ingin ditanyakan Ellen, namun Erick sangat sibuk dan tidak bisa menjawab semua pertanyaan Ellen yang membuatnya tambah pusing.
Sore harinya sesuai janji, Erick membawa Ellen pergi ke suatu tempat yang tidak asing dengan kereta kuda.
"Kak, jangan bilang ini jalan menuju istana Pangeran Yohannes?"Tanya Ellen langsung berfirasat buruk.
"Iya. Kau tahu, disaat aku lagi bosan aku sering mengunjungi Pangeran Yohannes. Tapi hanya pada saat sore hari saja karena pekerjaanku sangat banyak."
"Lalu apa hubungannya dengan wanita yang kakak sukai itu? Bukankah kakak berjanji padaku bahwa kakak akan mempertemukanku dengannya?"Tanya Ellen lagi.
"Duh, benaran kok! Apa kau tidak bisa sabar sedikit saja?"
Ellen tidak membalas perkataan Erick yang mulai kesal dengannya. Dia kepikiran dengan Maya. Kali ini misinya sebagai cupid sepertinya gagal.
Duh, aku harus bisa membuat kakakku bersatu dengan Maya! Jangan-jangan kakak suka dengan cewek rambut putih itu? Jika kakakku menikah dengannya sesuai cerita, kakaku pasti akan menderita....
Sesampai disana, tentu saja mereka disambut ramah oleh Yohannes. Terutama Yohannes begitu senang jika Ellen mengunjungi istananya.
"Nona Ellen, tumben Anda kemari?"Tanya Yohannes.
"Huh? Ada hal yang ingin saya beritahu kepada anda, yang mulia pangeran."Ucap Ellen mendekatkan dirinya ke arah Yohannes.
"Eh, apa itu?"Seketika Yohannes menjadi salah tingkah.
Ellen mulai mendekatkan bibirnya ke arah telinga Yohannes membisikkan sesuatu seperti yang pernah dilakukan Yohannes saat acara pesta ulang tahunnya.
"Kakak saya katanya menyukai seorang gadis disini. Apa Anda tahu siapa gadis itu?"
"Heh, apa yang kalian lakukan?"Tanya Erick yang masih disana.
"Ah...tentu saja aku tahu. Erick pernah mengatakannya padaku kok."Jawab Yohannes berusaha tetap bersikap cool.
"Siapa?"Ellen tidak bisa berhenti penasaran tentang sosok gadis itu.
"Apa kalian berdua ingin bertemu dengan Nona Carol?"Tanya Yohannes.
"Carol?"Tanya Ellen saat mendengar nama gadis itu disebut.
"Iya, kami ingin bertemu dengannya. Ada beberapa surat yang juga ingin aku antarkan."Jawab Erick.
"Surat apa?"Tiba-tiba muncul suara seorang gadis yang baru tiba. Mereka melihat ke arah sumber suara.
Ellen langsung melihat wajah gadis itu dengan jelas saat gadis itu berjalan mendekat. Rambutnya berwarna perak, matanya berwarna violet dan wajahnya juga sangat cantik.
Jadi ini perempuan yang disukai kakak? Apaan rambutnya itu? Sarang laba-laba? Kenapa wajahnya pucat sekali? Masih jauh cantik aku lagi.
"Ah Nona Carol? Ini surat dari kastil Cruzt. Mereka meminta sebuah pendapat tentang tenaga kerja asing."Ucap Erick dengan gugup terlihat jika dia memang menyukai gadis itu.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
puji Astutik
cahanya ilahi apaan dah
2022-07-05
0
Oi Min
Hah...... Cintanya Maya bertepuk sebelah tangan......
2022-03-10
0
Nita Rosaliana Haryanti
Jane, kau masuk dunia novel membuwa kebodohan mu ternyata.
2021-12-24
1