10 hari lagi, Aldrich akan kembali. Dia telah berhasil mengalahkan negara Selatan. Dia tinggal melakukan pengobatan untuk pemulihan.
Ellen masih terus memikirkan ucapan kakaknya dan juga Maya. Sejujurnya itu sangat membantunya. Dia hanya perlu membuat Sang Raja jatuh cinta kepadanya agar dia tidak menderita ke depannya. Tapi masalahnya dia sungguh tidak tahu harus melakukan apa. Dia benar-benar tidak punya pengalaman sama sekali tentang cinta.
Aku harus meminta bantuan kepada orang yang berpengalaman tentang cinta. Tapi dengan siapa? Kakakku meskipun sudah berkencan sebanyak 6 kali, tetap saja payah. Jika dengan Maya, aku takut semakin merepotkannya, lagipula dia juga pasti sedang menunggu jawaban kakak.
Ellen terus berpikir keras sampai ada seseorang yang memanggilnya dia tidak tahu. "Nona Ellen!"
"Eh? Ah, Edward?"Ellen kaget melihat Edward sudah berdiri di depannya.
"Anda memikirkan apa sampai tidak dengar saya panggil dari tadi Nona?"Tanya Edward.
"Saya...itu...bolehkah saya bertanya kepada paman terlebih dahulu?"Tanya balik Ellen.
"Eh...tentu Nona."
"Paman sudah menikah kan? Aku ingin tanya, bagaimana anda bisa membuat istri anda jatuh cinta kepada anda?"
"Dulu ada kisahnya. Anda mau dengar cerita saya saat muda dulu Nona?"
"Boleh, jika anda mau menceritakannya."
"Dulu, istri saya adalah seorang wanita yang dingin. Saya pernah menyatakan perasaan saya kepadanya namun ditolak. Tapi saya berpikir jika saya masih punya kesempatan akhirnya saya memutuskan untuk tidak menyerah. Saya tahu jika dia begitu menyayangi kedua orang tuanya. Jadi saya pikir mungkin jika mengakrabkan diri dengan orang tuanya dia bisa mempertimbangkan saya. Saya berusaha mencari tahu hal yang membuat kedua orang tuanya senang dan ternyata saya berhasil. Saya melakukannya bukan karena ingin mencari perhatian, tapi saya memang tulus melakukannya dan memperlakukan kedua orang tuanya seperti orang tua kandung saya. Jadi mungkin itu salah satu cara agar orang menyukai kita. Tapi menurut saya, itu tergantung orangnya juga."
"Begitu ya. Oke, terima kasih Edward!"Ucap Ellen.
"Semoga Anda berhasil Nona."Ucap Edward seolah dia sudah tahu.
"Iya!"Balas Ellen kemudian Edward pergi meninggalkannya.
Hmm, kurasa aku harus mulai mengakrabkan diri dengan orang tua yang mulia Raja Aldrich. Ayahnya sudah meninggal dan tersisa ibunya. Aku rasa ini tidak akan terlalu sulit...
Ellen kemudian pergi mencari ibunya. Saat sudah bertemu ibunya, dia pun mulai bertanya. "Ibu, aku ingin tanya."
"Tanya apa sayang?"Tanya ibunya kali ini sedikit santai.
"Aku berencana ingin bertemu dengan baginda Ratu Irene. Bisakah aku bertemu dengannya bu?"Tanya Ellen. Tentu saja pertanyaan itu membuat Nyonya Ziane syok karena yang dia tahu Ellen tidak begitu menyetujui perjodohannya.
"Kamu ingin bertemu baginda Ratu Irene? Kenapa tiba-tiba? Apa kamu sudah berubah pikiran?"
Ellen mengangguk. "Mau tidak mau aku harus menerima perjodohan ini kan? Setidaknya aku harus berusaha untuk berkenalan baik dengan orang tua yang mulia Raja Aldrich."
Nyonya Ziane kemudian tersenyum. Dia merasa bersyukur putrinya sudah bisa mulai menerima perjodohan yang dia atur.
"Kamu bisa bertemu dengannya tapi harus buat laporan dulu dengannya. Jika kamu mau, ibu bisa menemanimu kesana."
"Ibu ingin menemaniku? Kalau begitu aku akan sangat terbantu bu."Ucap Ellen lega. Sepertinya kali ini akan jadi kesekian kalinya dia pergi berdua bersama ibunya setelah sekian lama.
"Baiklah. Sebaiknya kamu tulis suratnya sekarang. Jika balasannya sudah datang, kita akan langsung berangkat."Ucap Nyonya Ziane.
"Baik bu. Terima kasih."Ucap Ellen kemudian dia pergi untuk mulai menulis surat untuk Ratu Irene.
Setelah dia menulis beberapa kalimat di surat itu, dia pun segera mengirimnya. Sehari kemudian, balasan surat datang dan Ratu Irene bisa diajak bertemu.
Sesuai janji, Nyonya Ziane iku menemani putrinya ke istana Valkyrie. Saat diperjalanan, Ellen begitu gugup dan takut. Tapi dia berusaha menguatkan diri dan tampil percaya diri.
Setiba disana, alangkah megahnya istana yang mereka kunjungi. Ini pertama kalinya Ellen memijakkan kakinya di istana yang sangat luas dan besar tersebut. Bahkan jauh lebih besar dari istana Pangeran Yohannes. Kemungkinan ada lebih dari ratusan ruangan di dalamnya.
Mereka pun masuk dan salah satu kepala pelayan mengantar mereka ke tempat Sang Ratu berada.
"Salam kepada Yang mulia baginda Ratu." Salam Ellen dan juga Nyonya Ziane bersamaan.
"Selamat datang. Ayo sini, duduk bersama saya."Balas Sang Ratu ramah.
Wah, Ratu Irene sangat mirip dengan Raja Aldrich. Meskipun katanya dia sudah tua, dia tetap masih sangat cantik.
"Bagaimana kabar kalian?"Tanya Ratu Irene.
"Kabar kami berdua baik Yang Mulia baginda Ratu."Jawab Nyonya Ziane.
"Putraku 9 hari lagi akan kembali. Aku sungguh bangga kepadanya. Aku berharap dia baik-baik saja setelah kembali."Ucap Ratu Irene menjadi sedih.
"Yang mulia Ratu tidak perlu khawatir. Yang mulia Raja pasti baik-baik saja. Saya yakin itu."Ucap Ellen. Ratu Irene pun menatap calon menantunya. Mungkin dia sedang menilai dan Ellen menyadarinya.
"Bagaimana kamu bisa yakin jika anak saya baik-baik-baik saja?"
"Tentu saja karena Yang mulia Raja adalah Raja yang paling kuat. Beliau berhasil mengalahkan negara Selatan, itu artinya beliau pasti baik-baik saja. Jika beliau terluka, beliau pasti sedang dalam pemulihan."Ucap Ellen meyakinkan.
"Berarti kamu sudah percaya dengannya?"Tanya lagi Ratu Irene.
"Tentu...Yang mulia baginda Ratu. Saya percaya kepada beliau."Jawab Ellen sedikit bingung dengan pertanyaan Ratu Irene.
Ratu Irene tetap berekspresi datar. Seketika ruangan itu menjadi hening.
"Yang mulia baginda Ratu, terima kasih karena Yang mulia baginda Ratu sudah memberikan kesempatan kepada saya. Saya akan berusaha sebaik mungkin."Ucap Ellen dan kedua wanita yang bersamanya terkejut.
"Meskipun kamu bakal jadi menantu saya, saya tetap mengawasimu."Ucap baginda Ratu terdengar seperti ancaman.
"Tentu yang mulia baginda Ratu. Anda bisa membuang saya jika saya tidak berhasil membuat Anda percaya pada saya."Ucap Ellen dengan senyuman.
Nyonya Ziane yang mendengar putrinya berkata begitu benar-benar tidak menduga. Tak lama muncul seorang gadis lebih muda dari Ellen. Dia adalah adik Sang Raja bernama Katherine. Orang-orang tertentu biasanya memanggilnya Kath.
Dia menatap tidak suka kepada Ellen dan Ellen tetap tersenyum.
"Kenapa ibu mengundang mereka kemari?"Tanya Kath terdengar sedikit tidak sopan.
"Bicara yang sopan! Ibu mengundang mereka tentu saja karena mereka ingin mengunjungi kita."Jawab Ratu Irene.
"Huh, kenapa ibu tidak menjodohkan kakak dengan wanita yang sedikit lebih baik darinya? Mereka itu keluarga miskin!"Ucap Kath.
"Jaga ucapanmu Katherine! Jika kakakmu ada disini mungkin dia akan mengurungmu lagi di gudang belakang. Ibu sendiri juga mau mengurungmu disana kalau kau tidak bisa merubah cara bicaramu itu!"
"Cih!"Kath berjalan pergi dengan kesal.
Sombong sekali dia! Lihat saja nanti bagaimana aku menghadapinya.
"Maafkan sikap putri saya ya. Dia belum bisa bersikap dewasa."Ucap Ratu Irene merasa sedikit malu.
"Tidak apa-apa Yang mulia."Jawab Ellen masih tenang.
Ratu Irene mulai berpikir sepertinya menantunya itu bukanlah wanita yang mudah ditindas. Terlihat juga di wajahnya sepertinya dia licik.
Gadis ini cukup percaya diri juga. Aku harus benar-benar mengawasinya.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Ida Blado
hati2 raru mungkin aja bkl di tusuk dri brlakang,,,hhh
2021-11-29
2
Bzaa
awasi terusss biar gak kumat bar bar nya hahha
2021-11-22
5
WD
tentu saja menantumu sangat licik ratu Irene😂perlu d awasi biar bikin onar🤣🤣itu si ket Ket semoga aja dia jatuh cinta ma orang miskin,sombong banget
2021-08-15
32