Hate You

Betty Eduard mengunci diri di dalam ruangan. Ia duduk kursi pemimpin kantor itu. Tangannya mengepal, bibirnya gemetar. Amarahnya kini memuncak tinggi. Sudah lama ia menghabiskan waktu hanya untuk mengurus perusahaan Eduard Company. Ia bahkan rela melakukan banyak cara agar perusahaan itu tetap bisa berdiri. Tapi apa yang ia dapatkan sekarang hanya sebuah kesia-siaan belaka.

Betty menatap wajah sepasang suami istri yang sedang tersenyum bahagia bersama dengan seorang anak perempuan kecil. Foto itu sudah berumur lima tahun tapi wanita itu tidak memindahkannya karena ia masih menghargai kakaknya.

Andai dulu sang kakak ipar yang bernama Brisa Eduard, tidak mengalami kecelakaan dan kehilangan bayinya, pasti anak yang mereka angkat itu tidak akan pernah masuk ke dalam keluarga Eduard.

Dulu, Brisa adalah seorang desainer terkemuka. Ia berhenti dari pekerjaannya setelah bertemu dengan Eduard. Mereka adalah rekan kerja yang awalnya dipertemukan tidak sengaja oleh waktu. Brisa membutuhkan furniture sebagai propertinya dalam acara foto modelnya, sedangkan Eduard membutuhkan sesuatu untuk mengiklankan produk dagangannya. Akhirnya mereka bekerja sama.

Dalam dua tahun, percikan api asmara semakin membara di hati keduanya. Mereka memutuskan untuk menikah ketika mereka sudah saling mengenal selama tiga tahun. Tidak lama setelah menikah, mereka diberikan anugerah dari Sang Kuasa. Brisa hamil dan itu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi keduanya. Namun kebahagiaan itu tidak berjalan lama karena beberapa bulan kemudian, Brisila mengalami kecelakaan mobil yang membuat ia keguguran dan divonis tidak bisa memiliki anak lagi.

Brisa mengalami pukulan berat. Setiap mengingat anaknya, ia menjadi depresi. Tangannya akan mengelus perutnya yang rata itu tanpa sadar. Air mata akan mengumpul di pelupuk matanya yang tidak bisa ia keluarkan karena suaminya. Ia berusaha tegar untuk bisa menyenangkan pria itu.

Berbeda dengan Brisa yang memaksakan diri di depan Eduard, sang suami justru tidak ingin istrinya tersenyum dengan tatapan kosong seperti itu. Ia tidak ingin melihat Brisa yang berusaha untuk baik-baik saja tapi setiap malam menangis seorang diri di dalam kamar mandi. Bahkan istrinya itu juga sering melamun dan berjalan tanpa tujuan.

Apa yang dirasakan istrinya itu juga dirasakan oleh Eduard. Ia tak tahu harus melakukan apa. Hal ini berpengaruh terhadap kinerjanya. Sering kali ia lalai hingga menyebabkan perusahaannya diambang kehancuran.

Di tengah kemalangan yang menimpa mereka, seorang teman Eduard menyarankan agar mereka mengadopsi anak. Eduard awalnya ragu. Ia tidak yakin istrinya akan menerima saran itu atau tidak, namun ia mencobanya. Setelah tiga kali berdiskusi dengan istrinya, akhirnya mereka setuju untuk mengadopsi anak.

Saat melangkahkan kaki di salah satu panti asuhan di negeri itu Eduard dan Brisa memiliki satu tujuan, yakni mengadopsi seorang bayi. Namun, pilihan Brisa berubah kala ia melihat Erie yang tengah bermain dengan seekor kelinci di dalam sebuah kandang. Senyuman dari bibir anak itu begitu polos dan menyenangkan. Membuat Brisa juga ikut tersenyum melihatnya.

Senyuman yang ada di bibir Brisa dapat ditangkap dengan baik oleh penglihatan Eduard. Itu adalah senyuman terbaik yang dimiliki oleh istrinya pasca kematian anak mereka. Ia yakin anak perempuan itu bisa mengembalikan istrinya yang dulu. Tapi keyakinan Eduard mulai memudar ketika anak itu diperkenalkan oleh pemilik panti asuhan kepada mereka. Ia ragu bukan karena latar belakang anak perempuan yang berusia 12 tahun itu. Yang ia ragukan adalah apakah benar anak itu bisa memberikan kebahagian kepada Brisa karena ekspresi anak itu jauh berbeda dari sebelumnya. Anak itu terlihat begitu pendiam.

"Aku akan memilih Erie, sayang," kata Brisa kepada suaminya. Mereka diberikan waktu untuk berdiskusi oleh pemilik panti asuhan jika mereka memang mau mengadopsi salah satu dari anak-anak yang ada di sana.

Eduard memegang tangan Brisa. "Tapi anak itu terlihat begitu pendiam," ucapnya.

"Erie terlihat sepertiku. Sepertinya ia memiliki luka yang harus disembuhkan. Biarkan aku mengurusnya ya?"

Eduard melihat mata istrinya yang berbinar-binar memohon padanya. Syukurlah, setidaknya Eduard dapat memandang kehidupan lagi dari dua bola mata indah itu. Ia tidak peduli dengan apapun lagi kecuali istrinya. Akhirnya Eduard menyetujui untuk mengangkat Erie sebagai anak mereka.

Vallerie Leontyne adalah anak pembawa keberuntungan. Begitulah Eduard memandang Erie. Setelah menyematkan nama keluarganya pada anak perempuan itu secara resmi, semuanya berubah menjadi lebih baik. Tidak hanya kebahagiaan istrinya yang kembali, Erie juga memberikan keceriaan di rumah itu. Meskipun Eduard tidak tahu ini kebetulan atau tidak, tapi kehadiran Erie juga membuat perusahaannya kembali bangkit.

Saat itu, ia begitu beruntung karena seorang pengusaha tersukses mau membantunya. Elden, salah satu anak dari pengusaha paling berpengaruh di negeri itu menawarkan kerja sama sekaligus suntikan dana untuk Eduard Company. Itu benar-benar kejadian langka karena perusahaan Elden dan perusahaannya merupakan rival karena sama-sama bergerak di bidang furniture.

Eduard dan Brisa begitu menyayangi Erie. Mereka selalu menghabiskan waktu akhir pekan bersama. Jika sekolah Erie sedang libur, Eduard akan mengambil cuti beberapa hari untuk liburan bersama istri dan anak mereka keluar kota.

Brisa juga kerap kali membawa Erie ke kantor Eduard. Hampir tiap hari ia dan Erie mengantarkan makan siang untuk pria itu. Mereka akan makan siang bersama-sama, atau jika Brisa tidak memasak, mereka akan makan siang di salah satu restoran yang dipilih melalui sebuah permainan sederhana yang mereka mainkan.

XXXXX

Satu tahun setelah Brisa dan Eduard membawa Erie, adik perempuan satu-satunya yang dimiliki oleh Eduard kembali. Betty Eduard, wanita berusia 24 tahun itu telah menyelesaikan pendidikannya dan memperoleh gelar sarjana dari falkultas bisnis di salah satu universitas terbaik di luar kota. Betty tak punya keluarga lain selain kakaknya. Semua biaya hidup dan sekolahnya ditanggung oleh Eduard. Oleh sebab itu, ketika ia sudah selesai menempuh pendidikan, ia kembali ke rumah kakaknya.

Selama menempuh masa kuliahnya, Betty sangat jarang pulang ke rumah kakaknya. Waktu libur pun ia habiskan untuk bermain dengan teman-temannya. Itu adalah salah satu bentuk pemberontakannya pada Eduard karena harapannya untuk menempuh pendidikan kedokteran mendapatkan pertentangan keras. Kakaknya bahkan mengancam tidak akan membiayai Betty jika wanita itu tidak memilih fakultas bisnis sama sepertinya.

Betty masuk ke dalam rumah yang sudah ia tinggalkan selama lima tahun itu. Siang itu, sang kakak iparlah yang menyambutnya karena kakaknya sedang bekerja seperti biasa di kantor. Betty bukannya tidak tahu dengan apa yang terjadi pada keluarga kakaknya. Keguguran yang dialami oleh Brisa sudah terdengar sampai ke telinganya. Juga masalah kakaknya yang mengangkat seorang anak dari panti asuhan.

"Erie, ini aunty Betty, adik dari daddy," ujar Brisa memperkenalkan Betty pada Erie. Brisa mengelus kepala Erie dengan lembut dan penuh kasih sayang. Anak yang berusia 12 tahun itu mendekati Betty. Ia membungkukkan kepalanya dan memberikan salam. Tak lama kemudian anak itu tersenyum.

Ada rasa ketidaksukaan di hati Betty saat pertama kali melihat Erie. Anak itu terlihat begitu lemah. Menurut Betty, anak itu memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk mendapatkan kasih sayang dari kakak dan kakak iparnya. Tapi Betty tak bisa protes pada Brisa, karena sejak kecil, wanita itulah yang sudah mengurus Betty. Ia begitu sayang pada kakak iparnya itu.

Hari-hari berlalu tanpa ada perkara yang berarti sampai pada hari itu. Hari di mana Betty dan Eduard terlibat adu mulut karena Erie. Awalnya mereka hanya berbicara santai, sama seperti pembicaraan yang selalu dilakukan seorang kakak terhadap adiknya.

"Apa yang akan kau lakukan sekarang? Apakah kau tidak berpikir untuk bekerja?" ucap Eduard pada malam itu. Malam setelah 10 hari Betty pulang ke rumahnya.

"Aku akan bekerja di waktu yang tepat kak. Kakak tidak perlu khawatir dengan kehidupanku," ucap Betty sambil menunjukan senyumnya kepada sang kakak. Mereka berbincang-bincang berdua di ruang tamu. Brisa sedang mengantarkan Erie ke kamarnya. Setiap malam Brisa selalu memastikan Erie untuk tidur tepat waktu.

"Apakah kau sudah menemukan perusahaan yang tepat? Pertanyaan Eduard membuat Betty tidak suka. Kenapa kakak menanyakan hal itu?" kata Betty dengan kesal. Ia tahu maksud kakaknya. Eduard tidak pernah mengizinkan Betty bekerja di tempat lain karena ia begitu peduli dengan kehidupan adik satu-satunya itu.

"Kau harus mendapatkan pelatihan untuk masuk ke dalam perusahaanku."

"Aku tidak mau bekerja di perusahaan kakak."

"Betty, untuk apa bekerja di tempat orang lain jika kau masih punya kakak?"

"Aku akan mencari pekerjaanku sendiri."

"Orang di luar sana sangat sulit dipercaya, Betty."

"Benar sekali kak, jadi kakak tidak boleh membawa orang asing ke sini," ujar Betty sambil memandangi wajah pria di depannya.

Dahi Eduard berkerut. "Apa maksudmu?"

"Kakak tidak boleh memasukkan Erie ke dalam keluarga kita," kata Betty berusaha menyadarkan kakaknya bahwa kakaknya telah melakukan sesuatu yang salah.

"Kenapa kau berbicara seperti itu?"

"Anak itu akan menjadi bumerang bagi keluarga kita. Lihatlah, keluarga kak Brisa saja tak menerima Erie."

Itu benar. Eduard bukannya tidak tahu akan hal itu. Tapi ia melakukannya demi istrinya. Ia bisa melihat betapa Brisa sangat menyayangi anak itu. Wanita itu sudah menganggap Erie sebagai putri kandungnya sendiri. Hanya Erie yang bisa menghibur hati istrinya saat ini.

"Kakak harus mengembalikan anak itu ke panti asuhan sebelum terlambat. Sejak anak itu ada di sini, orang tua kak Brisa jadi jarang ke mari."

"Diam! Kau tidak boleh membantah keputusanku, Betty. Ini kehidupanku dengan istriku."

"Tapi kak---"

"Sudah aku bilang diam!" bentak Eduard kepada Betty. Wajah pria itu terlihat begitu murka.

Beberapa detik kemudian Betty menghembuskan napasnya dengan kasar. Walau berat, tapi Betty harus berpura-pura bisa menerima Erie di rumah itu demi kakaknya. "Kak, maafkan aku. Aku akan menerima keputusan kakak."

Eduard melihat adik semata wayangnya itu. Ia tidak bisa mengabaikannya meskipun ia sangat marah saat ini. "Bersumpahlah atas nama ayah dan ibu bahwa kau tidak akan mengusir anak itu dari rumah ini," ucap Eduard tegas.

Betty terkejut. Kakaknya tidak pernah membawa nama orang tua mereka meskipun Betty bersikap kurang ajar sekali pun. Tapi sekarang, hanya demi anak yang tidak tahu asal usulnya itu, kakaknya memaksanya bersumpah di atas nama ayah dan ibu mereka. Untuk pertama kalinya Betty mengucapkan nama kedua orang tuanya setelah sekian lama mereka berusaha melupakan mendiang keduanya.

Sejak saat itu, setiap Betty memandang wajah Erie, detik itu juga ia merasa muak. Wajah ceria anak itu ternyata tak mampu membuatnya tulus untuk menerima Erie. Ia membenci Erie. Saking bencinya ia ingin sekali menyingkirkan anak itu.

XXXXX

Beberapa bulan kemudian Betty mengikuti permintaan kakaknya dan masuk ke dalam perusahaan. Hari itu Betty jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria yang dikenalkan kakaknya di dalam ruangan itu. Namanya Elden Jacksen Alvaro. Pria yang masih berusia muda tapi sudah menjadi pemimpin perusahaan. Bahkan pria yang tiga tahun lebih muda dari Betty itu digadang-gadang sebagai penerus dari konglomerat Alvaro. Bukankah itu menakjubkan?

Betty semakin penasaran dengan pria yang bernama Elden itu. Apalagi kakaknya sangat mempercayainya. Wajar saja karena Elden adalah lumbung uang bagi Eduard Company. Sejak hari itu, Betty menjadi rajin berangkat ke kantor. Tapi sayangnya, Betty yang masih baru selalu ditugaskan oleh atasannya ke luar kota. Ia menjadi jarang melihat Elden. Jika dipikir-pikir, ia tiga kali bertemu dengan Elden dan itu pun hanya membicarakan soal bisnis.

Betty selalu memanfaatkan kesempatan untuk berbicara dengan Elden. Mulai dari menanyakan kesukaannya, mengajaknya untuk makan siang ataupun ajakan untuk pergi di luar jam kantor. Tapi semua itu tidak digubris oleh Elden. Pria itu selalu menatapnya dengan pandangan dingin. Ketika berbicara, pria itu bahkan enggan untuk menunjukkan ekspresi apapun padanya, kecuali ekspresi datarnya.

Semua itu masih bisa Betty terima. Tatapan dan ekspresi pria itu. Tapi ada satu hal yang ia tidak suka pada pria itu. Elden adalah pria yang terkenal tidak hanya dalam prestasinya, bahkan kisah cintanya juga kerap diketahui oleh publik. Ia bukanlah tipe pria yang setia dengan satu wanita saja. Sudah banyak wanita dari kalangan pengusaha, penguasa dan bangsawan yang menyatakan diri pernah menghangatkan ranjang pria itu.

Betty juga melakukan hal yang sama. Dalam sebuah acara pertemuan di malam itu, ia sengaja menggunakan pakaian seksi untuk menggoda pria itu. Namun, bukannya tergoda, pria itu justru menghinanya dengan menyuruh salah satu bawahannya untuk menidurinya. Dari situlah Betty menyimpan dendam pada pria itu.

Beruntungnya, setelah kematian kakak dan kakak iparnya, Betty tak pernah bertemu lagi dengan Elden. Sebelumnya, pria itu nyaris setiap minggu datang ke ruangan Eduard. Kekuatan Elden sangat besar dan Betty menyadari itu. Ia tak bisa berbuat apa-apa selain membenci pria itu dalam ketidakberdayaannya.

Barulah lima tahun pasca kematian kakaknya, Elden muncul lagi. Dengan seenaknya ia masuk ke ruangan pimpinan yang sekarang menjadi milik Betty, tanpa izin darinya. Yang membingungkan, saat Betty tengah pusing memikirkan cara untuk menyelamatkan perusahaan kakaknya yang sedang krisis, ditambah dengan wasiat tidak jelas dari kakaknya yang mengharuskannya mencari pasangan untuk Erie, Elden justru menawarkan kerja sama.

Elden mengatakan bahwa ia akan memberikan suntikan dana yang besar bagi Eduard Company jika ia menikah dengan Erie. Betty tidak ragu menerima tawaran itu. Bukankah tawaran itu seperti rejeki nomplok baginya? Ia bisa menyelamatkan perusahaan, menyelesaikan masalah wasiat sekaligus menyingkirkan Erie, anak sialan yang ia benci kepada pria brengsek yang juga ia benci.

Namun, apa yang Betty dapatkan sekarang? Ia justru dijebak oleh permainan yang diciptakan oleh Elden. Ia tidak menyangka surat wasiat kakaknya akan berisi seperti ini. Ia benar-benar merasa dibodohi oleh semua orang. Sia-sia sudah perjuangan kakaknya dan dirinya dalam mengurus perusahaan itu jika pada akhirnya, akan dimiliki oleh kedua orang sialan itu.

*XXXXX

Dukung novel ini dengan tinggalkan like, comment dan vote*...

Danke... ♥️

By: Mei Shin Manalu**

Terpopuler

Comments

Ita Widya ᵇᵃˢᵉ

Ita Widya ᵇᵃˢᵉ

oh berarti si Tante Betty dan El sudah mengenal lebih dulu,,makanya dia mau nikahin si Erie

2022-03-20

0

Ҽɳσ8

Ҽɳσ8

oohh begindang kisah masa lalu Betty dan elden...
cinta tak bersambut

2022-03-19

0

⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙

⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙

ko ada org jahat ky Betty??

2022-03-19

0

lihat semua
Episodes
1 Time in The Past
2 Harassment
3 Shocked
4 The Day
5 The New Home
6 He is Angry
7 Squabbling
8 My Bodyguard
9 My Friend
10 Back To My Orphanage
11 I am Blushing
12 His Woman
13 Broken Heart
14 Tulpe
15 Nightmare
16 Go or Not?
17 Who is His Wife?
18 His Dominion
19 The Reason
20 Hate You
21 Meet An Old Friend
22 The Mockery
23 He Comes
24 Party Invitations
25 Tragedy
26 Afraid
27 Hell
28 Your Secretary
29 Is It Possible?
30 Whats Wrong With Me?
31 Sorry
32 Losing Him
33 Wrecked
34 Devil Man
35 Jealous?
36 The Truth
37 Misterious Man
38 Misterious Man (Part 2)
39 Pregnant
40 I Want To Kiss You
41 Don’t Tell Him
42 Separate
43 Separate (Part 2)
44 Looking For You
45 Mine
46 To Save You
47 Temptation
48 Be Myself
49 To Be Good
50 Wonderful Place
51 Wonderful Place (Part 2)
52 Wonderful Place (Part 3)
53 Is it A Wonderful Place?
54 Happy Birthday
55 Brother In Law
56 Brother In Law (Part 2)
57 A Clue
58 My Special Chef
59 The Truth (Part 2)
60 Distortion
61 Traumatic
62 Comeback Home
63 Jessica Felora
64 Jessica Felora (Part 2)
65 In His Care
66 Craving
67 Date
68 Anniversary
69 He Changes
70 Why?
71 Mess Up
72 Divorce?
73 Try To Believe
74 Memory
75 Memory (Part 2)
76 Memory (Part 3)
77 You’re Back
78 Together
79 Because of You
80 Our Love
81 I’m Not Evil
82 I’m Not Evil (Part 2)
83 I’m Not Evil (Part 3)
84 I’m Not Evil (Part 4)
85 Everything For You
86 Dream
87 My Lovely Husband
88 First Time
89 Please
90 Just A Gift
91 Must Go
92 Leave
93 Where Are You?
94 She Knew
95 She Knew (part 2)
96 A Box
97 Puzzle
98 Find Out
99 Find Out (Part 2)
100 Meet Him
101 Misunderstand
102 Misunderstand (part 2)
103 Misunderstand (Part 3)
104 The Dark Side of Him
105 The Dark Side of Him (Part 2)
106 The Dark Side of Him (Part 3)
107 Sacrifice
108 Sacrifice (part 2)
109 Crazy About You
110 Friend
111 I Miss You
112 Finally
113 Wait For Me
114 Wait For Me (part 2)
115 Prisoner
116 Prisoner (part 2)
117 The Truth (Part 3)
118 Betrayal
119 The Last Truth
120 A Tough Choice
121 Don’t Leave Me!
122 My Son
123 My Son (Part 2)
124 Back To Life
125 You Have To Pay (Extra part 1)
126 A Daddy (Extra part 2)
127 Daddy and Son (Extra part 3)
128 Miracle (Extra part 4)
129 Call You Back (Extra part 5)
130 This is My Family (Extra part 6)
131 Leave off! (Exta part 7)
132 Our Live (Exta part 8)
133 My Wife (Exta part 9)
134 A Little Secret (The End)
135 Secarik Pesan Dari Penulis
Episodes

Updated 135 Episodes

1
Time in The Past
2
Harassment
3
Shocked
4
The Day
5
The New Home
6
He is Angry
7
Squabbling
8
My Bodyguard
9
My Friend
10
Back To My Orphanage
11
I am Blushing
12
His Woman
13
Broken Heart
14
Tulpe
15
Nightmare
16
Go or Not?
17
Who is His Wife?
18
His Dominion
19
The Reason
20
Hate You
21
Meet An Old Friend
22
The Mockery
23
He Comes
24
Party Invitations
25
Tragedy
26
Afraid
27
Hell
28
Your Secretary
29
Is It Possible?
30
Whats Wrong With Me?
31
Sorry
32
Losing Him
33
Wrecked
34
Devil Man
35
Jealous?
36
The Truth
37
Misterious Man
38
Misterious Man (Part 2)
39
Pregnant
40
I Want To Kiss You
41
Don’t Tell Him
42
Separate
43
Separate (Part 2)
44
Looking For You
45
Mine
46
To Save You
47
Temptation
48
Be Myself
49
To Be Good
50
Wonderful Place
51
Wonderful Place (Part 2)
52
Wonderful Place (Part 3)
53
Is it A Wonderful Place?
54
Happy Birthday
55
Brother In Law
56
Brother In Law (Part 2)
57
A Clue
58
My Special Chef
59
The Truth (Part 2)
60
Distortion
61
Traumatic
62
Comeback Home
63
Jessica Felora
64
Jessica Felora (Part 2)
65
In His Care
66
Craving
67
Date
68
Anniversary
69
He Changes
70
Why?
71
Mess Up
72
Divorce?
73
Try To Believe
74
Memory
75
Memory (Part 2)
76
Memory (Part 3)
77
You’re Back
78
Together
79
Because of You
80
Our Love
81
I’m Not Evil
82
I’m Not Evil (Part 2)
83
I’m Not Evil (Part 3)
84
I’m Not Evil (Part 4)
85
Everything For You
86
Dream
87
My Lovely Husband
88
First Time
89
Please
90
Just A Gift
91
Must Go
92
Leave
93
Where Are You?
94
She Knew
95
She Knew (part 2)
96
A Box
97
Puzzle
98
Find Out
99
Find Out (Part 2)
100
Meet Him
101
Misunderstand
102
Misunderstand (part 2)
103
Misunderstand (Part 3)
104
The Dark Side of Him
105
The Dark Side of Him (Part 2)
106
The Dark Side of Him (Part 3)
107
Sacrifice
108
Sacrifice (part 2)
109
Crazy About You
110
Friend
111
I Miss You
112
Finally
113
Wait For Me
114
Wait For Me (part 2)
115
Prisoner
116
Prisoner (part 2)
117
The Truth (Part 3)
118
Betrayal
119
The Last Truth
120
A Tough Choice
121
Don’t Leave Me!
122
My Son
123
My Son (Part 2)
124
Back To Life
125
You Have To Pay (Extra part 1)
126
A Daddy (Extra part 2)
127
Daddy and Son (Extra part 3)
128
Miracle (Extra part 4)
129
Call You Back (Extra part 5)
130
This is My Family (Extra part 6)
131
Leave off! (Exta part 7)
132
Our Live (Exta part 8)
133
My Wife (Exta part 9)
134
A Little Secret (The End)
135
Secarik Pesan Dari Penulis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!