18. Jadi bahan gosip di toilet

Sebenarnya Bastian sedikit merasa aneh ketika mengantri untuk membeli tiket, sudah lama di tidak melakukannya, bahkan dengan ketiga calon istrinya yang dahulu.

Mereka semua tidak ada yang suka menonton di bioskop, seperti anak remaja, katanya.

Kali ini, Bastian ikut mengantri seperti yang lainnya, berdiri di antara para remaja, benar juga kata mereka, demi apa coba ? Demi Amel yang kepengen merasakan seperti orang yang berpacaran.

" Biar aku yang mengantri, Mas duduk saja, gak tega ngelihatnya "

Amel sedikit mendorong badan Bastian agar keluar dari barisan, tetapi Bastian menolak.

" Gak pa pa, kamu duduk saja ! Mas juga pernah ngantri begini ketika masih remaja, memangnya kamu kira, begitu lahir, Mas sudah tua ? "

Amel tertawa, ternyata Bastian bisa juga bercanda.

kasihan melihat Bastian mengantri sendiri, Amel ikut berdiri, lalu bercerita tentang apa saja dengan suara perlahan agar yang didepan dan dibelakang Bastian tidak ikut mendengar.

Karena suara Amel yang sangat pelan, berkali-kali Bastian membungkuk sedikit dengan mendekatkan telinganya di depan bibir Amel.

Melihat gerakan keduanya terlihat sangat mesra.

Sepanjang Amel bercerita, Bastian hanya tersenyum tanpa menyela.

" Mel, mulutnya gak capek bicara terus "

Bisik Bastian ketika keduanya sudah duduk di dalam Bioskop.

" Enggaklah, perempuan kan memiliki dua puluh ribu kata perhari yang harus dikeluarkan, berbeda dengan laki-laki, dari pada aku mengomel, lebih baik aku bercerita "

" Pintar kamu "

Bastian mengacak acak rambut Amel, menjepit leher Amel dengan lengannya, lalu mencium puncak kepala Amel.

Amel diam saja, hari ini sudah tidak bisa terhitung Bastian menciumi wajahnya berapa kali, sampai Amel menjadi terbiasa.

Sepanjang menonton film, Bastian sama sekali tidak menonton, dia lebih asik dengan mainan barunya, siapa lagi kalau bukan Amel.

Semua gara-gara curhatan Amel setelah selesai makan siang tadi, sikap Bastian maupun Amel sama- sama berubah, mulai dekat secara fisik.

Amel-nya sih masih biasa, Bastian saja yang seperti tidak pernah ketemu perempuan.

Ada saja yang mau disentuhnya. Mengusap-usap rambut di kepala Amel, menowel-nowel pipi Amel, kalau sudah gemes, dicium.

Bastian seakan lupa sekarang ada di mana.

" Mas, mau nonton atau cuma mau nowel-nowel aku ? "

Amel risih juga lama kelama'an.

" Sekalian, yang nonton kan kamu, ternyata kamu itu ngegemesin ya ? Jadi gak sabar "

Bastian tertawa pelan.

" Kalau cuma mau beginian, dirumah saja tadi, kenapa Mas justru sibuk mengajak jalan-jalan ? "

" Kalau di rumah, Mas takut khilaf, kalau disini kan enggak "

Amel hanya bisa menghembuskan napasnya kuat.

Terserah Bastian mau apa, yang penting Bastian gak ngajak pulang, karena Amel sedang serius menonton film F & F, 9.

Kalau nonton dengan Anwar pasti seru nih.

Mendadak Amel memikirkan Anwar, sekilas Amel menatap Bastian yang bertepatan Bastian ingin kembali mencium pipi Amel, justru yang tercium bibir Amel.

Bastian dan Amel sama-sama tersentak kaget.

Mesin waktu seakan terhenti, bibir keduanya masih menempel, Amel yang tidak pernah berciuman, hanya bisa diam menikmati sensasi yang luar biasa, walaupun cuma menempel, tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata, sementara Bastian, dari siang tadi memang Bastian berusaha tidak menyentuh bibir Amel karena Bastian tidak akan bisa menghentikannya jika sudah memulai, apalagi Amel sedang datang bulan.

Bastian cepat-cepat menarik wajahnya.

Perlahan Amel memalingkan kembali wajahnya menatap ke depan.

Film yang sedang di putar sudah tidak bisa lagi Amel nikmati, kejadian tabrak bibir tanpa sengaja terus berputar di kepala Amel.

Layar Raksasa di depan sudah menampilkan tulisan-tulisan yang bergerak ke atas, Bastian dan Amel baru beranjak dari duduknya.

" Mas, aku ke toilet dulu "

Belum mendapatkan jawaban dari Bastian, Amel sudah melesat pergi.

Suara pertama yang keluar dari mulut Amel setelah tabrakan maut, eh tabrakan bibir tadi.

Sampai di toilet, Amel menatap ke cermin, terutama pada bibirnya, jemari tangannya meraba ke sana.

Duh, bibir aku udah gak perawan nih, lagian Mas Bas, merawaninya di dalam bioskop, kan cuma segitu aja, gak kaya' tadi yang ada di film, gimana ya rasanya ?

Otak Amel gresek, takut kelama'an Bastian menunggu di luar, Amel segera masuk ke dalam bilik toilet.

" Eh, kalian tahu gak kalau pasangan yang tepat berada di depan aku, Pak Bastian, dosen Literatur dan bahasa Inggris itu ? "

Tanya salah seorang di depan pintu bilik toilet yang Amel gunakan.

" Yang perjaka tua ? "

What ? Yang benar saja, Mas Bas dibilang perjaka tua.

" Gak tua juga kale tapi dewasa, kenapa "

Imbuh yang lainnya.

" Gila, aku sampai gak bisa nonton film gara-gara nonton adegan Pak Bas yang hedeuh, ngalahin kita gaes "

" Maksudnya "

Tanya yang lainnya.

Amel bisa menebak kalau yang sedang bergosip itu ada tiga orang, bisa dihitung dari suaranya yang berbeda.

" Pak Bas ternyata gak kalah mesumnya dengan cowok-cowok kita, sepanjang film di putar...."

Brak

Amel membuka pintu, ketiga perempuan yang usianya mungkin satu tahun di bawah Amel menatap terkejut ke arah Amel yang juga menatap ketiganya.

" Menggosipkan dosen sendiri, dosa lho, apalagi yang digosipkan ada disini "

Ketiga perempuan saling berpandangan.

" Kamu..."

" Ya, saya istri dari dosen yang kalian bicarakan tadi.

Apakah memesra'i istri sendiri masuk katagori mesum seperti yang kalian bicarakan ? "

Mulut ketiga gadis hanya bisa melongo tidak percaya.

" Mungkin tidak pada tempatnya untuk bermesraan, tapi terkadang luapan perasaan yang menggebu melupakan logika dan etika.

Terlepas dari dia seorang pengajar atau apapun profesinya, dia juga seorang pria yang sama seperti yang lainnya, merasakan cinta dan di cintai serta memiliki nafsu "

Amel berjalan mendekati cermin untuk merapikan penampilannya.

Ketiga gadis itu melihat Amel dari ujung rambut hingga ke kaki, terutama yang pertama sekali membuka pembicaraan.

Mencoba mengingat-ingat, seperti apa sosok perempuan yang bersama dengan Dosennya tadi, karena pencahayaan yang minim di dalam gedung tadi kecuali dari layar raksasa yang menempel di dinding dan posisi duduk dari belakang, dia kurang tahu perempuan itu seperti apa.

" Jangan katakan kalau kamu...."

Amel berbalik menatap ketiganya.

" Ya, saya dan suami saya, Pak Bastian, kami yang kalian bicarakan "

" Pak Bas belum menikah "

" Siapa bilang ? "

" Tapi...."

" Memangnya kalian siapa sehingga harus tahu atau mendapatkan undangan ketika Pak Bas menikah, seorang dosen juga punya kehidupan pribadi bukan ? "

Gadis yang dari awal tanya jawab dengan Amel, sudah membuka mulutnya lagi ingin menjawab, tetapi kedua temannya terlihat menyenggol lengannya.

Amel segera meninggalkan toilet dengan langkah kaki yang dibuat se-anggun mungkin.

Setelah sampai di luar, Amel menyentuh dadanya yang berdebar-debar.

Huh.

Amel membuang napasnya kasar.

Kalau aku dikeroyok di dalam toilet, siapa yang tahu.

Sedikit berlari Amel mencari keberadaan dimana Bastian menunggunya, kuatir bertemu lagi dengan ketiga gadis tadi.

...*******...

...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

Terpopuler

Comments

Magda Nuraini Nursyirwan

Magda Nuraini Nursyirwan

Wah Amel keren banget 💝😘

2024-03-02

0

Safitri Agus

Safitri Agus

mantap Mel,👍👍👍

2023-09-02

0

Lenny Yuliasihh Eltree

Lenny Yuliasihh Eltree

ini yg lucu amel nya atau authornya ya😄

2022-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2. Lamaran
3 3. Aku terima bersih
4 4. Pernikahan
5 5. Kalian menjebak saya ?
6 6. Percuma
7 7. Sudah jinak.
8 8. Mencari Alasan
9 9. Membeli CD
10 10. Jadi siapa yang pantas ?
11 11. Pengen meluk tapi gengsi
12 12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13 13.Hei janda-ku
14 14. Bastian Ngambek
15 15. Keluh kesah Amel
16 16. Jangan menunggu jandamu
17 17. Tidak sabar
18 18. Jadi bahan gosip di toilet
19 19. PPKM
20 20. Jadi horang kaya
21 21. Aku sudah ready
22 22. Apa enaknya ?
23 23. Beda dengan milik Alif
24 24. Gaya pasrah
25 25. POV Bastian
26 26. Akhirnya tahu juga rasanya
27 27. Bertemu lagi
28 28. Kemarahan Bastian
29 29. Usaha Amel
30 30. Seperti seorang matador
31 31. Protesan Amel.
32 32. Kedatangan Om Joko
33 33. Abang jadi pengen
34 34. Bastian ketagihan
35 35. Turunan.
36 36. Status WA.
37 37. Mas sih oke
38 38. Kehilangan
39 39. Bastian kena amuk
40 40. Menyesali diri
41 41. Pulang
42 42. Lebih beruntung
43 43. Pertemuan yang tidak terduga.
44 44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45 45. Bertemu Wulan kembali
46 46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47 47. Bertemu ibu
48 48. Tergantung
49 49. Cara Bastian menghibur Amel
50 50. Keputusan
51 51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52 52. Ikut menyalahkan
53 53. Dua garis merah
54 54. Menyelesaikan misi
55 55. Bastian kena sawan
56 56. Latihan
57 57. Mengucapkan selamat tinggal
58 58. Permintaan pertama
59 59. Puas dari Hongkong?
60 60. Datang pada Papa!
61 61. Tidak akan ada siaran ulang.
62 62. Pesan
63 63. Nasehat yang menyakitkan
64 64. Buang saja ke laut
65 65. CCB
66 66. Ancaman santet
67 67. Banyak larangan
68 68. Merasa tua
69 69. Drama rumah tangga
70 60. Jamur salah nama
71 71. Kelas kehamilan
72 72. Ternyata
73 73. Bekerja lebih ekstra
74 74. Andai dia bisa aku miliki
75 75. Balik mengancam
76 76. Tahanan rumah
77 77. Kandang Serigala
78 78. Melimpahkan kesalahan
79 79. Amel, Kamu dimana ?
80 80. Seperti Rahwana
81 81. Firasat
82 82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83 83. Masih takut
84 84. BASTIAN YANG LEBAY
85 85. PERMINTAAN ANWAR
86 86. TANGGUNG
87 87. ENDING
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog
2
2. Lamaran
3
3. Aku terima bersih
4
4. Pernikahan
5
5. Kalian menjebak saya ?
6
6. Percuma
7
7. Sudah jinak.
8
8. Mencari Alasan
9
9. Membeli CD
10
10. Jadi siapa yang pantas ?
11
11. Pengen meluk tapi gengsi
12
12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13
13.Hei janda-ku
14
14. Bastian Ngambek
15
15. Keluh kesah Amel
16
16. Jangan menunggu jandamu
17
17. Tidak sabar
18
18. Jadi bahan gosip di toilet
19
19. PPKM
20
20. Jadi horang kaya
21
21. Aku sudah ready
22
22. Apa enaknya ?
23
23. Beda dengan milik Alif
24
24. Gaya pasrah
25
25. POV Bastian
26
26. Akhirnya tahu juga rasanya
27
27. Bertemu lagi
28
28. Kemarahan Bastian
29
29. Usaha Amel
30
30. Seperti seorang matador
31
31. Protesan Amel.
32
32. Kedatangan Om Joko
33
33. Abang jadi pengen
34
34. Bastian ketagihan
35
35. Turunan.
36
36. Status WA.
37
37. Mas sih oke
38
38. Kehilangan
39
39. Bastian kena amuk
40
40. Menyesali diri
41
41. Pulang
42
42. Lebih beruntung
43
43. Pertemuan yang tidak terduga.
44
44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45
45. Bertemu Wulan kembali
46
46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47
47. Bertemu ibu
48
48. Tergantung
49
49. Cara Bastian menghibur Amel
50
50. Keputusan
51
51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52
52. Ikut menyalahkan
53
53. Dua garis merah
54
54. Menyelesaikan misi
55
55. Bastian kena sawan
56
56. Latihan
57
57. Mengucapkan selamat tinggal
58
58. Permintaan pertama
59
59. Puas dari Hongkong?
60
60. Datang pada Papa!
61
61. Tidak akan ada siaran ulang.
62
62. Pesan
63
63. Nasehat yang menyakitkan
64
64. Buang saja ke laut
65
65. CCB
66
66. Ancaman santet
67
67. Banyak larangan
68
68. Merasa tua
69
69. Drama rumah tangga
70
60. Jamur salah nama
71
71. Kelas kehamilan
72
72. Ternyata
73
73. Bekerja lebih ekstra
74
74. Andai dia bisa aku miliki
75
75. Balik mengancam
76
76. Tahanan rumah
77
77. Kandang Serigala
78
78. Melimpahkan kesalahan
79
79. Amel, Kamu dimana ?
80
80. Seperti Rahwana
81
81. Firasat
82
82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83
83. Masih takut
84
84. BASTIAN YANG LEBAY
85
85. PERMINTAAN ANWAR
86
86. TANGGUNG
87
87. ENDING

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!