4. Pernikahan

Bastian terlihat gagah dengan balutan kemeja putih berwarna polos dan jas simpel yang senada dengan warna celananya, abu abu, ganteng mah men.

Amel saja sampai tidak sadar jika air liurnya sudah mengalir hampir melewati garis bibir, cepat disedotnya kembali, untung gak ada yang mendengar, kalau enggak kan malu.

Anwar tidak mau datang, katanya dia benci dengan Pak Bas, walaupun Pak Bastian tidak akan mungkin mengenali mereka, tapi Anwar dan Amel sangat hapal dengan sosok Pak Bastian yang tidak banyak berubah.

Amel dan Anwar benar benar bertransformasi, Amel yang dulu, dekil, kurus, hitam dan hidup, sejak penghinaan yang melukai hati Amel sangat dalam, membuat Amel merawat dirinya dengan baik.

Begitu juga dengan Anwar, dia dan Amel saling berbagi informasi, karena bukan perempuan saja yang harus good looking, laki laki juga.

Amel sesekali melirik ke sebelah, tepatnya pada pria jangkung yang berdiri di sebelahnya, senyum lebar terus tersemat di bibirnya kala tamu undangan, pada umumnya tetangga kiri kanan Om Joko dan Tante Widuri memberikan ucapan selamat.

Ada juga teman dari mempelai pria, sesama pengajar, temannya Bastian, tuh bujang lapuk, eh, udah gak lapuk lagi, datang mengucapkan selamat menempuh hidup baru dan segala macam do'a do'a nyeleneh yang Amel malas mendengarnya.

Amel bosan menjadi boneka yang terus menerus tersenyum tanpa seorang pun yang Amel kenal kecuali beberapa tetangga Om Joko yang sering berbasa basi pada Amel ketika Amel menyapu halaman.

Amel tidak bisa percaya jika sekarang dirinya sudah resmi menyandang predikat status sebagai nyonya Bastian.

Cie cie yang sudah jadi nyonya.

Kok rasanya biasa saja ya ? Gak ada berat atau apapun, apa aku mimpi ya.

Amel menepuk jidatnya, yang ada kepalanya semakin pusing.

Ah, cuma mimpi.

Amel masih bingung, diliriknya kembali pria yang ada di sebelahnya, masih tetap sama, ganteng, tapi goresan luka karena mulut tajamnya, membuat Amel mengingat masa sepuluh tahun yang lalu.

Amel mencubit kuat pahanya.

" Auw "

Amel menjerit sembari meringis.

" Kamu kenapa ? "

Eh, suara apa itu ? Lembut bener, pasti Pak Bas sedang mabuk.

Baru kali ini dengar suara Pak Bas mendayu dayu, suaranya bergelombang seperti suaranya bang Haji, ter-la-lu.

Pikiran Amel sudah melantur entah kemana mana.

Baru juga dengar suara Pak Bas satu kalimat yang berisi dua kata, Amel sudah serasa mabuk darat, badannya terasa melayang, belum juga jika Pak Bas mengucapkan kata cinta, ckk, ngayal.

" Gak apa apa ! "

Amel menggeleng gelengkan kepalanya.

Ampun dah, kalau kaya' gini, bagaimana bisa membalas dendam di malam pertama, eh.

Amel jadi ingat ucapan Anwar tadi malam.

" Kamu yakin gak mau datang di acara nikahan besok ? "

" Enggak "

" Kenapa ? "

" Aku takut gak bisa menahan diri untuk tidak menunjuk jidatnya "

" Memangnya kamu mau ngomong apa pas nunjuk jidatnya ? "

" Eh Pak, lihat perempuan yang bapak nikahi hari ini, dia perempuan yang sama, yang sepuluh tahun lalu Bapak hina, sekarang cantik kan ? "

" Jangan War, bisa pingsan dia, atau terkena serangan jantung, aku jadi janda dong, belum juga sempat iya iya "

" Tuh kan, benar apa yang aku perkirakan, kau belum apa apa sudah lemah, jangan jangan, setelah masuk ke dalam kamar, kau langsung menerkam Pak Bastian "

Anwar mencibir, Amel bisa melihatnya karena saat ini mereka sedang video call.

Sisa uang dari lima juta yang kemarin dikasih Om Joko, Amel membeli ponsel Android, biar bisa seperti orang orang sekarang, segalanya serba di posting, menggantikan tugas kedua malaikat.

" Kau kira aku kucing yang ngelihat kepala ikan asin nganggur langsung main samber aja "

" Oke, kita lihat saja nanti, kau atau Pak Bas yang kalah "

Anwar langsung memutuskan sambungan video call mereka dengan wajah cemberut.

Amel kan jadi gemes, untungnya mereka berdua cuma temenan yang sudah seperti saudara, kalau enggak, pasti Amel sudah naksir Anwar.

Setelah acara berakhir, Amel langsung diboyong ke rumah orang tua Bastian dan Bastian-nya juga gak mau bermalam di rumah Om Joko, disamping tidak ada kamar, ntar Om Joko usil, karena selama ini Amel kan tidur berdua dengan Carla.

Yang membuat Amel sebel, Bastian terus menyunggingkan senyum di kulum.

Kaya' permen aja di kulum.

Jangan jangan Bastian kena struk ringan lagi, senyum terus, atau kesenangan karena akhirnya bisa melepaskan status bujang tua-nya, bisa jadi, secara gagal menikah tiga kali, orang orang bisa saja menudingnya pria pembawa sial.

Bastian menenteng koper ditangannya untuk membawakan ke lantai atas, kamar pengantin yang sudah disiapkan oleh ibunya, kamar Bastian juga sih, hanya sudah disulap menjadi kamar pengantin yang bernuansa romantis.

Seperti cerita di novel novel, alas kasur berwarna putih polos dengan taburan kelopak bunga mawar berwarna merah, biar ketahuan kan aku masih perawan atau enggak ? Makanya sprei-nya seperti kain kafan, padahal aku suka warna biru, jadi kalau kotor gak kelihatan, eits, tapi tunggu dulu, jangan berharap ada malam pertama, tidak semudah itu kisanak.

" Bagus kamarnya kan, Mel ? "

Amel sampai lupa jika dia berjalan ke kamar Bastian dengan ibu mertuanya.

" Iya Tan "

" Jangan panggil Tante, Mama, seperti Bastian "

" I-iya Ma "

Amel sedikit canggung.

" Ya sudah, sekarang istirahat aja dulu biar bisa "

Mamanya Bastian mengedipkan mata genit, lucu, Amel hampir tertawa tetapi ditahannya.

" Bas, berikan Mama cucu yang banyak "

Pesannya sebelum menutup pintu.

Idih, dikira pabrik, jangan terlalu percaya diri dulu ibu mertua.

Amel mencari cari ponsel yang ada di dalam tasnya ketika Bastian masuk ke dalam kamar mandi.

Difotonya ranjang, lalu dikirimkan ke nomor Anwar.

@Anwar

[ Kurang ajaaaaaarrrr....Kenapa harus foto tempat tidur yang kamu kirim, gak sekalian ketika video life kau sedang bermesraan dengan Pak Bas ]

Amel cekikikan, dia tahu pasti Anwar di seberang sana ngomel ngomel.

@Amel

[ Jangan ngasal deh, ntar malem akan aku beritahu siapa aku, aku jamin dia tidak akan pernah melupakan malam pertama ini, hahaha ]

Amel segera memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas ketika mendengar handle pintu kamar mandi terbuka.

Bastian keluar dengan rambut yang masih basah, tetesan air dari rambutnya masih terlihat membasahi tubuh bagian atasnya yang sengaja dibiarkan tidak memakai apa apa, kecuali celana panjang berbahan kaos.

Mau tidur Pak ? Masih sore.

Amel pura pura sibuk membuka koper pakaiannya agar tidak tergoda, bisa gagal dia menjalankan niatnya kalau sampai dia terhanyut dengan pesona si mantan bujang lapuk.

" Mandilah, pasti kamu gerah "

Gak usah lembut lembut deh, itu bukan dirimu Serkam Bolat, eh Pak Bas.

Tanpa menjawab apa pun, Amel masuk ke dalam kamar mandi.

...*****...

...🌵🌵🌵🌵🌵🌵...

Terpopuler

Comments

Mryn

Mryn

😊😊😊

2024-05-09

0

Riska Wulandari

Riska Wulandari

semangat balas dendam Melll...💪💪💪
sumpah serapahmu 10 tahun lalu terkabul Mel..Babas gagal kawin sampai 3 kali..

2021-12-25

0

Herlina Wati

Herlina Wati

🤣🤣🤣🤣🤣😂😂😂😂😂serkam bolat,,huahahahahahaha,,g tau apa itu,,kok lucu aja ditelingaq,,lanjut mell,,buat syock bastian

2021-10-11

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2. Lamaran
3 3. Aku terima bersih
4 4. Pernikahan
5 5. Kalian menjebak saya ?
6 6. Percuma
7 7. Sudah jinak.
8 8. Mencari Alasan
9 9. Membeli CD
10 10. Jadi siapa yang pantas ?
11 11. Pengen meluk tapi gengsi
12 12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13 13.Hei janda-ku
14 14. Bastian Ngambek
15 15. Keluh kesah Amel
16 16. Jangan menunggu jandamu
17 17. Tidak sabar
18 18. Jadi bahan gosip di toilet
19 19. PPKM
20 20. Jadi horang kaya
21 21. Aku sudah ready
22 22. Apa enaknya ?
23 23. Beda dengan milik Alif
24 24. Gaya pasrah
25 25. POV Bastian
26 26. Akhirnya tahu juga rasanya
27 27. Bertemu lagi
28 28. Kemarahan Bastian
29 29. Usaha Amel
30 30. Seperti seorang matador
31 31. Protesan Amel.
32 32. Kedatangan Om Joko
33 33. Abang jadi pengen
34 34. Bastian ketagihan
35 35. Turunan.
36 36. Status WA.
37 37. Mas sih oke
38 38. Kehilangan
39 39. Bastian kena amuk
40 40. Menyesali diri
41 41. Pulang
42 42. Lebih beruntung
43 43. Pertemuan yang tidak terduga.
44 44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45 45. Bertemu Wulan kembali
46 46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47 47. Bertemu ibu
48 48. Tergantung
49 49. Cara Bastian menghibur Amel
50 50. Keputusan
51 51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52 52. Ikut menyalahkan
53 53. Dua garis merah
54 54. Menyelesaikan misi
55 55. Bastian kena sawan
56 56. Latihan
57 57. Mengucapkan selamat tinggal
58 58. Permintaan pertama
59 59. Puas dari Hongkong?
60 60. Datang pada Papa!
61 61. Tidak akan ada siaran ulang.
62 62. Pesan
63 63. Nasehat yang menyakitkan
64 64. Buang saja ke laut
65 65. CCB
66 66. Ancaman santet
67 67. Banyak larangan
68 68. Merasa tua
69 69. Drama rumah tangga
70 60. Jamur salah nama
71 71. Kelas kehamilan
72 72. Ternyata
73 73. Bekerja lebih ekstra
74 74. Andai dia bisa aku miliki
75 75. Balik mengancam
76 76. Tahanan rumah
77 77. Kandang Serigala
78 78. Melimpahkan kesalahan
79 79. Amel, Kamu dimana ?
80 80. Seperti Rahwana
81 81. Firasat
82 82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83 83. Masih takut
84 84. BASTIAN YANG LEBAY
85 85. PERMINTAAN ANWAR
86 86. TANGGUNG
87 87. ENDING
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog
2
2. Lamaran
3
3. Aku terima bersih
4
4. Pernikahan
5
5. Kalian menjebak saya ?
6
6. Percuma
7
7. Sudah jinak.
8
8. Mencari Alasan
9
9. Membeli CD
10
10. Jadi siapa yang pantas ?
11
11. Pengen meluk tapi gengsi
12
12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13
13.Hei janda-ku
14
14. Bastian Ngambek
15
15. Keluh kesah Amel
16
16. Jangan menunggu jandamu
17
17. Tidak sabar
18
18. Jadi bahan gosip di toilet
19
19. PPKM
20
20. Jadi horang kaya
21
21. Aku sudah ready
22
22. Apa enaknya ?
23
23. Beda dengan milik Alif
24
24. Gaya pasrah
25
25. POV Bastian
26
26. Akhirnya tahu juga rasanya
27
27. Bertemu lagi
28
28. Kemarahan Bastian
29
29. Usaha Amel
30
30. Seperti seorang matador
31
31. Protesan Amel.
32
32. Kedatangan Om Joko
33
33. Abang jadi pengen
34
34. Bastian ketagihan
35
35. Turunan.
36
36. Status WA.
37
37. Mas sih oke
38
38. Kehilangan
39
39. Bastian kena amuk
40
40. Menyesali diri
41
41. Pulang
42
42. Lebih beruntung
43
43. Pertemuan yang tidak terduga.
44
44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45
45. Bertemu Wulan kembali
46
46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47
47. Bertemu ibu
48
48. Tergantung
49
49. Cara Bastian menghibur Amel
50
50. Keputusan
51
51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52
52. Ikut menyalahkan
53
53. Dua garis merah
54
54. Menyelesaikan misi
55
55. Bastian kena sawan
56
56. Latihan
57
57. Mengucapkan selamat tinggal
58
58. Permintaan pertama
59
59. Puas dari Hongkong?
60
60. Datang pada Papa!
61
61. Tidak akan ada siaran ulang.
62
62. Pesan
63
63. Nasehat yang menyakitkan
64
64. Buang saja ke laut
65
65. CCB
66
66. Ancaman santet
67
67. Banyak larangan
68
68. Merasa tua
69
69. Drama rumah tangga
70
60. Jamur salah nama
71
71. Kelas kehamilan
72
72. Ternyata
73
73. Bekerja lebih ekstra
74
74. Andai dia bisa aku miliki
75
75. Balik mengancam
76
76. Tahanan rumah
77
77. Kandang Serigala
78
78. Melimpahkan kesalahan
79
79. Amel, Kamu dimana ?
80
80. Seperti Rahwana
81
81. Firasat
82
82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83
83. Masih takut
84
84. BASTIAN YANG LEBAY
85
85. PERMINTAAN ANWAR
86
86. TANGGUNG
87
87. ENDING

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!