10. Jadi siapa yang pantas ?

Bastian menautkan kedua alisnya hingga menyatu, otaknya belum mengingat siapa wanita yang seusia dengan dirinya itu, manggilnya apa tadi ? Mas Bas ? Mesra bener.

Ponsel di dalam saku celananya menjerit jerit.

Tanpa perlu melihat siapa yang menghubungi, Bastian sudah tahu, pasti Amel dari dalam toilet.

Meletakkan harga CD di troli belanjaan, mengantungi CD yang sesuai dengan ukuran diminta Amel, Bastian berjalan cepat menuju pintu toilet.

" Lama bener Pak ? Bapak gak menjahitnya dulu kan ? "

Sarkas Amel.

" Bawel, nih ! "

Bastian menyodorkan CD dengan membuang muka ke arah lain

" Apa kamu tidak menghitung jadwal tamu bulanan kamu kapan datangnya ? Masa bisa seperti tadi, apa gak malu kamu sampai seperti perempuan yang mau melahirkan "

Omel Bastian setelah Amel sudah keluar dari dalam toilet.

" Ya tahulah Pak "

" Terus, kenapa gak pakai persiapan ? "

" Saya lupa Pak, mungkin karena Minggu kemarin sibuk mempersiapkan pernikahan, jadi gak kepikiran ke situ.

Eh, tapi makasih ya Pak, gak salah kalau dulu saya jatuh cinta pada Bapak, ternyata Bapak memang tipe suami idaman, tapi mulut pedesnya di kurangi Pak "

Bastian cuma melengos.

Amel dan Bastian kembali mencari barang barang yang belum semua terbeli semuanya.

" Mas Bas "

Amel dan Bastian menoleh ke arah perempuan tadi yang bertemu dengan Bastian ketika Bastian memilah milih CD untuk Amel.

" Siapa ya ? "

Bastian bener bener lupa atau pura pura lupa karena ada Amel.

" Anne, Mas, adik sepupunya kak Dahlia, calon istri Mas Bas, yang meninggal lima tahun yang lalu, masa lupa ? "

" Oh, maaf ! "

Bastian hanya tersenyum tipis.

" Dia siapa Mas ? Adik Mas Bas ? Eh, Mas Bas kan anak tunggal, saudara ya ? "

Tunjuk Anne pada Amel yang berdiri diam di sebelah Bastian

" Saya istrinya, perkenalkan, Amelia Putri "

Amel menyodorkan tangannya ke arah Anne, tetapi Anne tidak menyambutnya, dia hanya melihat Amel dan Bastian secara bergantian, membiarkan tangan Amel menggantung di udara, Amel memutar bola matanya jengah menghadapi perempuan tipe sombong seperti Anne.

" Ayo Mas Bas, belanja kita sudah selesai, anak kita sudah menunggu di rumah "

Amel menggandeng lengan Bastian mengajak pergi dari hadapan Anne.

Sebelah tangan Bastian, menarik troli belanjaan, tanpa mengucapkan apa apa.

Bastian hanya merasa lucu saja saat Amel mengatakan anak kita, anak dari mana ? Dari Hongkong.

Anne mengikuti dan berdiri belakang Bastian ketika Bastian dan Amel meletakkan barang-barang belanjaan di depan kasir.

" Mas Bas, beneran dia istri Mas Bas ? Pasti bukan kan ? Kok masih kelihatan sangat muda, beda jauh dari Almarhum kak Dahlia "

Bisik Anne melirik ke arah Amel dengan tatapan tidak suka.

" Ya ela Tante, masa' Mas Bas harus mencari istri yang sama dengan yang sebelumnya, memang ada perempuan yang mau disama samakan dengan mantannya ? Itu perempuan bodoh namanya "

Bastian menaikkan alis matanya sebelah.

" Tante ? Aku tidak setua itu ? "

Sahut Anne tidak senang dipanggil Tante.

" Lantas aku mau manggil siapa ? Situnya yang terlalu sombong di ajak berkenalan enggak mau, apa masih kurang yakin kalau aku istrinya ? "

Amel kembali menggandeng tangan Bastian.

" Sini kita perlihatkan jari kita, sayang ? "

Amel mengangkat telapak tangan Bastian, ada cincin yang sama yang melingkari jari Amel dan jari Bastian, walaupun punya Amel sedikit kebesaran, namanya juga belinya gak pakai ngukur jari kecil Amel terlebih dahulu.

" Hahahaha, katanya cincin kawin, kok makainya di jari telunjuk, pasti itu bukan milikmu "

Bastian justru baru tahu kalau cincin yang dibelinya kebesaran di jari Amel, salah Joko sih, Bastian mau mengajak Amel keluar enggak dikasih, alasannya masa pingitan, gak boleh ketemu, Joko sok memegang tradisi, tapi pilih pilih.

" Suka suka aku dong, mau makainya di telunjuk, di jempol kaki, cincin, aku yang punya, suami, juga suami aku, kenapa situ yang sibuk.

Eh Tante, tidak usah ngurusin dan mencari tahu aku istri Mas Bas beneran atau bohongan, memangnya situ siapanya Mas Bas ? Cuma sepupu dari calon istri Mas Bas yang sudah meninggal kan ? Ingat ya, su-dah me-ninggal, Mas Bas-nya entah masih ingat atau enggak.

Jangankan mantan yang sudah meninggal, yang masih hidup saja coba dilupakan, situ terlalu percaya diri kisanak "

Amel mencibir.

Bastian cuma nyengir, dia sengaja diam saja, sampai seberapa jauh Amel bisa mendebat Anne, sepupu Almarhum Dahlia yang dari dulu sedikit ganjen dengan Bastian.

Sudah tahu Bastian calon suami sepupunya, tapi Anne terlalu mengakrabkan diri diluar batas.

" Kamu, gak pantes jadi istri Mas Bas yang seorang dosen, masa' istri dosen bar bar seperti kamu "

" Jadi yang pantes siapa ? Situ ? Hellow...."

Amel menjentik -jentikkan jari telunjuk dan jempolnya di depan wajah Anne.

" Kalau situ pantes buat Mas Bas, harusnya situ yang jadi istrinya setelah calon Mas Bas meninggal, nyatanya enggak kan, percaya dirinya di turunkan dikit Tante, ketinggian, nanti nyungsep "

Amel dilawan, mana saat ini dia tengah datang bulan lagi, sudah pengen nyakar nyakar orang saja bawa'annya.

" Dia memang istriku, An, kau kan bisa melihat sendiri, barang apa yang aku pilih tadi, kalau bukan untuk istriku, apa mungkin aku mau memegang pakaian dalam perempuan di tempat seperti ini ? Lagi pula percuma kau mendebat dia, itu akan mempermalukan dirimu sendiri, sudah jangan ganggu dia ! "

Bastian berkata datar, karena mbak yang sedang bertugas di kasir sampai berhenti mentotal barang barang belanjaan mereka, apalagi sudah ada beberapa pelanggan yang mulai ikut mengantri dibelakang mereka.

Bastian harus segera menghentikan tanya jawab itu, jika ada salah satu mahasiswa atau mahasiswinya yang tahu jika istri dari salah satu dosennya perang mulut di tempat umum, mau taruh di mana wajah Bastian, bisa hancur nama baiknya.

Karena sudah diusir oleh Bastian, Anne beralih ke meja kasir yang lain untuk melakukan pembayaran barang belanjaannya sendiri.

" Mel, kamu kenapa tidak memberitahukan saya kalau cincin kamu kebesaran, saya kan bisa malu Mel, masa' cincin nikah dipakai di jari telunjuk ? "

Lirih Bastian dari atas kepala Amel, Bastian sengaja berlaku mesra karena Anne terus menatap mereka dari tempat dia mengantri.

Amel juga tahu jika Anne terlihat masih tidak percaya, makanya Amel membiarkan saja Bastian sedikit menempel padanya.

" Gak sempet ngasih tahunya Pak, lagian masa' Bapak tidak memperhatikan ketika saya menandatangani buku nikah "

' Saya kira itu style kamu "

Bastian terkekeh.

Amel cemberut.

" Eh, ternyata Pak Bas bisa tertawa juga ya ? "

" Maksud kamu apa saya bisa tertawa ? "

Ya... Bastian galak lagi.

" Habisnya, bibir Pak Bas itu manyuuunnn terus "

" Saya sebel sama kamu, kalau di depan Mama dan orang lain, kamu manggilnya Mas, coba kalau cuma berdua, Pak, menyebalkan "

Bastian berdecak, gantian Amel yang terkekeh.

Setelah selesai melakukan pembayaran, Amel dan Bastian berlalu tanpa melihat ke arah Anne yang menatap kesal dari tempat dia mengantri.

...******...

...🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵...

Terpopuler

Comments

maya dhaniel

maya dhaniel

oooo ini kisah kakek Bastian sama nenek Amel ya, mertuanya birru samudera, hhmmmhhhh, cerita d lapak sebelah udah khatam, makanya pindah ksini, pokok e disusuri novelnya 😁😁

2025-02-09

0

Mryn

Mryn

😄😄😄

2024-06-03

0

Bee mi amore

Bee mi amore

titisan kucing.mw nyakar nyakar😂😂😂

2022-04-19

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2. Lamaran
3 3. Aku terima bersih
4 4. Pernikahan
5 5. Kalian menjebak saya ?
6 6. Percuma
7 7. Sudah jinak.
8 8. Mencari Alasan
9 9. Membeli CD
10 10. Jadi siapa yang pantas ?
11 11. Pengen meluk tapi gengsi
12 12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13 13.Hei janda-ku
14 14. Bastian Ngambek
15 15. Keluh kesah Amel
16 16. Jangan menunggu jandamu
17 17. Tidak sabar
18 18. Jadi bahan gosip di toilet
19 19. PPKM
20 20. Jadi horang kaya
21 21. Aku sudah ready
22 22. Apa enaknya ?
23 23. Beda dengan milik Alif
24 24. Gaya pasrah
25 25. POV Bastian
26 26. Akhirnya tahu juga rasanya
27 27. Bertemu lagi
28 28. Kemarahan Bastian
29 29. Usaha Amel
30 30. Seperti seorang matador
31 31. Protesan Amel.
32 32. Kedatangan Om Joko
33 33. Abang jadi pengen
34 34. Bastian ketagihan
35 35. Turunan.
36 36. Status WA.
37 37. Mas sih oke
38 38. Kehilangan
39 39. Bastian kena amuk
40 40. Menyesali diri
41 41. Pulang
42 42. Lebih beruntung
43 43. Pertemuan yang tidak terduga.
44 44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45 45. Bertemu Wulan kembali
46 46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47 47. Bertemu ibu
48 48. Tergantung
49 49. Cara Bastian menghibur Amel
50 50. Keputusan
51 51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52 52. Ikut menyalahkan
53 53. Dua garis merah
54 54. Menyelesaikan misi
55 55. Bastian kena sawan
56 56. Latihan
57 57. Mengucapkan selamat tinggal
58 58. Permintaan pertama
59 59. Puas dari Hongkong?
60 60. Datang pada Papa!
61 61. Tidak akan ada siaran ulang.
62 62. Pesan
63 63. Nasehat yang menyakitkan
64 64. Buang saja ke laut
65 65. CCB
66 66. Ancaman santet
67 67. Banyak larangan
68 68. Merasa tua
69 69. Drama rumah tangga
70 60. Jamur salah nama
71 71. Kelas kehamilan
72 72. Ternyata
73 73. Bekerja lebih ekstra
74 74. Andai dia bisa aku miliki
75 75. Balik mengancam
76 76. Tahanan rumah
77 77. Kandang Serigala
78 78. Melimpahkan kesalahan
79 79. Amel, Kamu dimana ?
80 80. Seperti Rahwana
81 81. Firasat
82 82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83 83. Masih takut
84 84. BASTIAN YANG LEBAY
85 85. PERMINTAAN ANWAR
86 86. TANGGUNG
87 87. ENDING
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog
2
2. Lamaran
3
3. Aku terima bersih
4
4. Pernikahan
5
5. Kalian menjebak saya ?
6
6. Percuma
7
7. Sudah jinak.
8
8. Mencari Alasan
9
9. Membeli CD
10
10. Jadi siapa yang pantas ?
11
11. Pengen meluk tapi gengsi
12
12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13
13.Hei janda-ku
14
14. Bastian Ngambek
15
15. Keluh kesah Amel
16
16. Jangan menunggu jandamu
17
17. Tidak sabar
18
18. Jadi bahan gosip di toilet
19
19. PPKM
20
20. Jadi horang kaya
21
21. Aku sudah ready
22
22. Apa enaknya ?
23
23. Beda dengan milik Alif
24
24. Gaya pasrah
25
25. POV Bastian
26
26. Akhirnya tahu juga rasanya
27
27. Bertemu lagi
28
28. Kemarahan Bastian
29
29. Usaha Amel
30
30. Seperti seorang matador
31
31. Protesan Amel.
32
32. Kedatangan Om Joko
33
33. Abang jadi pengen
34
34. Bastian ketagihan
35
35. Turunan.
36
36. Status WA.
37
37. Mas sih oke
38
38. Kehilangan
39
39. Bastian kena amuk
40
40. Menyesali diri
41
41. Pulang
42
42. Lebih beruntung
43
43. Pertemuan yang tidak terduga.
44
44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45
45. Bertemu Wulan kembali
46
46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47
47. Bertemu ibu
48
48. Tergantung
49
49. Cara Bastian menghibur Amel
50
50. Keputusan
51
51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52
52. Ikut menyalahkan
53
53. Dua garis merah
54
54. Menyelesaikan misi
55
55. Bastian kena sawan
56
56. Latihan
57
57. Mengucapkan selamat tinggal
58
58. Permintaan pertama
59
59. Puas dari Hongkong?
60
60. Datang pada Papa!
61
61. Tidak akan ada siaran ulang.
62
62. Pesan
63
63. Nasehat yang menyakitkan
64
64. Buang saja ke laut
65
65. CCB
66
66. Ancaman santet
67
67. Banyak larangan
68
68. Merasa tua
69
69. Drama rumah tangga
70
60. Jamur salah nama
71
71. Kelas kehamilan
72
72. Ternyata
73
73. Bekerja lebih ekstra
74
74. Andai dia bisa aku miliki
75
75. Balik mengancam
76
76. Tahanan rumah
77
77. Kandang Serigala
78
78. Melimpahkan kesalahan
79
79. Amel, Kamu dimana ?
80
80. Seperti Rahwana
81
81. Firasat
82
82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83
83. Masih takut
84
84. BASTIAN YANG LEBAY
85
85. PERMINTAAN ANWAR
86
86. TANGGUNG
87
87. ENDING

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!