20. Jadi horang kaya

Seminggu sudah cuti Bastian berlalu, tetapi si merah, tamu bulanan Amel masih tinggal menunggu jejaknya yang terlihat samar tapi belum tuntas untuk pergi, mungkin besok, Bastian sudah boleh meninggalkan jejak pertamanya pada tubuh Amel.

Selama lima hari kemarin, Bastian dan Amel hanya bisa mesra-mesra'an sedikit dan sebentar, takut Bastian ke bablasan tidak ada tempat untuk mencurahkan, dijepit ke pintu ? Sakit sudah pasti, remuk, apalagi

Eh, bukan Bastian saja yang bakalan uring-uringan, Amel apalagi, namanya juga belum pernah.

Sekalinya merasakan, maunya di sosor terus. Untungnya Bastian mengerti dengan Amel yang masih muda dan masih kemaruk, lagi doyan-doyannya.

Dengan senang hati Bastian melayani Amel pacaran.

" Mas, aku nanti main ke rumah Om Joko, boleh ? Kangen sama Carla dan Alif "

Bastian yang sudah hendak membuka pintu mobilnya menuju ke kampus, seketika berbalik menatap Amel yang mengantarkan dirinya sampai di depan pintu mobil.

" Jangan lama-lama, atau mau di jemput nanti pulangnya ? "

" Gak perlu, aku bisa naik ojek online "

" Ya sudah, hati-hati, matanya jangan jelalatan melihat cowok ganteng ! "

Pesan Bastian masuk ke dalam mobil.

" Satu saja belum di cicipi gimana rasanya, boro-boro, memikirkan yang lain "

" Apa, Mel ? "

" Enggak, sejak malam pertunjukan drama itu, Tante Nindy kok gak pernah kelihatan ya ? Pengen lihat apa dia masih bisa bermanis-manis pada Mas "

Amel melihat ke arah pintu rumah Nindy yang selalu tertutup rapat, hanya sesekali terbuka, itu juga jika ada tukang sayur keliling yang muter di komplek perumahan.

" Amel "

Bastian menggelengkan kepala tanda tidak suka.

Amel nyengir.

" Maaf "

" Gak boleh gitu ! "

" Iya "

" Pintar, Mas pergi dulu ! Assalamualaikum "

" Waalaikumussalam "

Setelah mobil yang Bastian kendarai menghilang di ujung jalan, Amel gegas membereskan semua piring kotor sisa dirinya dan Bastian tadi makan pagi, untuk urusan beberes rumah, cukup ala kadarnya, kan belum ada yang mengacak- acak perabotan rumah, paling juga, Amel besok yang bakal di acak-acak oleh Bastian, eh.

Setelah semua beres, Amel gegas mengunci pintu rumah, dan pergi ke rumah Om Joko dengan menggunakan ojek online.

...******...

" Om, kok gak ngajar ? "

Terlihat Om Joko yang tengah menggendong Alif di teras rumah, Carla pastinya ada disekolah.

" Enggak, Om sakit "

Wajahnya dibuat memelas mungkin.

" Sakit kok gendong Alif, sini ! Biar aku yang gendong "

Amel meraih Alif dari tangan Om Joko.

" Om sakit apa ? "

" Sakit rindu padamu, Mel, mentang-mentang kau sudah menikah, lupa dengan kami disini "

" Hallah, Om-mu lebay, Mel, gak usah di dengerin, Om sedang permisi karena sudah janjian dengan orang yang mau membeli tanah milik Almarhum nenek-mu, Mel "

Sela Tante Widuri muncul dari arah dapur.

" Iya Mel, bentar lagi kita jadi horang kaya, Mel, Om mau beli mobil, gak perlu yang mahal, cukup mobil keluarga Indonesia, mobil apa ? Sejuta umat, lalu merenovasi rumah ini...."

" Bang, mengayalnya jangan ketinggian ! Memangnya rumah dan lahan itu kalau dijual, laku berapa "

Tante Widuri menghancurkan khayalan Om Joko dalam sekejap.

" Adalah, laku setengah M, itu juga harus pakai golok panjang ketika meminta yang membeli untuk membayar segitu "

Om Joko tergelak.

Amel menggeleng gelengkan kepalanya.

" Eh, Mel, gimana ? Enak kawin 'kan ? Bastian itu kan baik orangnya "

" Nikah Om, bukan kawin "

" Tau nih Abang, gak juga bisa merubah gaya bahasanya "

Tante Widuri mengambil alih Alif dari gendongan Amel, bocah itu kelihatan sudah mengantuk.

" Ck, sama saja, toh sekarang Amel juga sudah tahu beda nikah dengan kawin "

Om Joko ngeyel.

Amel cuma melengos.

" Eh Mel, untuk bagian milikmu, nanti mau kamu belikan apa ? "

Om Joko mulai serius.

" Gak ada Om, disimpan aja dulu, aku kan pengen merasakan bagaimana punya uang banyak, setengah M "

Amel ikutan berkhayal.

Om Joko nyengir.

" Memangnya kamu enggak dikasih uang sama Bastian ? Gak mungkin 'kan ? "

" Adalah Om, tapi kan beda, uang dari Mas Bas, aku gak enak kalau boros-boros, baru jadi istrinya, kalem dikit Om, ntar, kalau udah agak lama dikit, baru tuh, mulai banyak maunya "

" Dasar matre "

Ejek Om Joko.

" Dengan istri sendiri enggak masalah Om, dari pada dia kebanyakan pegang uang ? Penyakit laki-laki kan gitu, gak boleh kantong tebal dikit, bawa'annya pengen nyantuni janda-janda.

Kalau janda tua, miskin, gak masalah, anak-anaknya jadikan anak asuh, sekolahkan.

Nah ini, yang disantuni janda-janda bohai, lebih cantik dari pada bini di rumah, apa gak minta disunat untuk kedua kali tuh "

Om Joko melongo.

" Sadis bener Mel "

" Iya, biar Abang enggak coba-coba mulai lirik- lirik janda kompleks sebelah, belum juga tanda tangan jual beli, udah mulai gatel aja "

Tante Widuri nyambar dari arah dalam, sepertinya Alif sudah tidur.

" Enggak ada sayang, dek Loli cuma minta tolong pasangkan gas elpiji-nya, dia mau masak tapi takut masang gas sendiri "

Om Joko membela diri.

" Alasan, dia takut gas-nya meledak ? Memangnya Abang enggak kuatir kalau gas meledak, aku jadi janda "

" Iya, Tan, marahin saja Om Joko, laki-laki jangan dikasih celah, ntar terus cari-cari kesempatan "

Amel ngompor- ngomporin.

" Mel, kamu sebenarnya keponakan siapa sih, Tante Widuri apa Om ? "

Om Joko mangkel lihat Amel, ntar kalau Widuri istrinya ngambek, dirinya bakalan gak dapat jatah malam, kan nganggur burung perkutut-nya.

Amel cengengesan.

" Aku pembela kebenaran, Om "

Om Joko mencibir.

Suasana saling ledek di rumah Om Joko begitu, yang membuat Amel menjadi rindu untuk pulang ke rumah Om Joko.

Tamu yang di tunggu-tunggu oleh Om Joko, tidak lama sudah sampai di depan rumah.

Transaksi sudah di sepakati, Om Joko dan Amel,sebagai wakil atau ahli waris dari Bapaknya juga sudah tanda tangan.

Uang sudah ditransfer ke rekening Om Joko.

" Mel, bagian-mu mau cash atau Om transfer ? "

" Transfer saja ya Om, tapi aku belum punya rekening, namanya juga pengangguran selama tiga tahun "

" Ya sudah, yuk, Om temani buka rekening sekalian nanti bisa Om transfer uangnya "

" Oke itu Om.

Eh, Tan, ikutan yuk, sekali-kali bersenang-senang, mumpung Om Joko sedang kaya, daripada nanti diam-diam Om Joko mentraktir janda kompleks sebelah "

" Mel, jangan mulai deh ! "

Om Joko berdecak.

Amel tertawa.

" Oke juga ide mu, Mel, Bang, jemput Carla dulu dong, aku mau siap-siap "

" Baik istriku sayang, tapi jangan lupa ya, ntar malam boleh nambah "

Om Joko mengedipkan matanya genit.

Amel memukul dahinya sendiri.

Bagaimana Otak Amel gak gresek, nah Om Joko kaya' gitu, untung Amel sudah ada Bastian, coba kalau enggak ? Gigit jari Amel membayangkan yang tak terbayangkan.

...******...

...🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵...

Terpopuler

Comments

Mryn

Mryn

🤣🤣🤣

2024-06-25

0

Yayoek Rahayu

Yayoek Rahayu

bisa aja si amel....

2022-04-09

0

Januar

Januar

bikin ngakak thor🤣🤣🤣🤣

2021-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2. Lamaran
3 3. Aku terima bersih
4 4. Pernikahan
5 5. Kalian menjebak saya ?
6 6. Percuma
7 7. Sudah jinak.
8 8. Mencari Alasan
9 9. Membeli CD
10 10. Jadi siapa yang pantas ?
11 11. Pengen meluk tapi gengsi
12 12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13 13.Hei janda-ku
14 14. Bastian Ngambek
15 15. Keluh kesah Amel
16 16. Jangan menunggu jandamu
17 17. Tidak sabar
18 18. Jadi bahan gosip di toilet
19 19. PPKM
20 20. Jadi horang kaya
21 21. Aku sudah ready
22 22. Apa enaknya ?
23 23. Beda dengan milik Alif
24 24. Gaya pasrah
25 25. POV Bastian
26 26. Akhirnya tahu juga rasanya
27 27. Bertemu lagi
28 28. Kemarahan Bastian
29 29. Usaha Amel
30 30. Seperti seorang matador
31 31. Protesan Amel.
32 32. Kedatangan Om Joko
33 33. Abang jadi pengen
34 34. Bastian ketagihan
35 35. Turunan.
36 36. Status WA.
37 37. Mas sih oke
38 38. Kehilangan
39 39. Bastian kena amuk
40 40. Menyesali diri
41 41. Pulang
42 42. Lebih beruntung
43 43. Pertemuan yang tidak terduga.
44 44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45 45. Bertemu Wulan kembali
46 46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47 47. Bertemu ibu
48 48. Tergantung
49 49. Cara Bastian menghibur Amel
50 50. Keputusan
51 51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52 52. Ikut menyalahkan
53 53. Dua garis merah
54 54. Menyelesaikan misi
55 55. Bastian kena sawan
56 56. Latihan
57 57. Mengucapkan selamat tinggal
58 58. Permintaan pertama
59 59. Puas dari Hongkong?
60 60. Datang pada Papa!
61 61. Tidak akan ada siaran ulang.
62 62. Pesan
63 63. Nasehat yang menyakitkan
64 64. Buang saja ke laut
65 65. CCB
66 66. Ancaman santet
67 67. Banyak larangan
68 68. Merasa tua
69 69. Drama rumah tangga
70 60. Jamur salah nama
71 71. Kelas kehamilan
72 72. Ternyata
73 73. Bekerja lebih ekstra
74 74. Andai dia bisa aku miliki
75 75. Balik mengancam
76 76. Tahanan rumah
77 77. Kandang Serigala
78 78. Melimpahkan kesalahan
79 79. Amel, Kamu dimana ?
80 80. Seperti Rahwana
81 81. Firasat
82 82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83 83. Masih takut
84 84. BASTIAN YANG LEBAY
85 85. PERMINTAAN ANWAR
86 86. TANGGUNG
87 87. ENDING
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog
2
2. Lamaran
3
3. Aku terima bersih
4
4. Pernikahan
5
5. Kalian menjebak saya ?
6
6. Percuma
7
7. Sudah jinak.
8
8. Mencari Alasan
9
9. Membeli CD
10
10. Jadi siapa yang pantas ?
11
11. Pengen meluk tapi gengsi
12
12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13
13.Hei janda-ku
14
14. Bastian Ngambek
15
15. Keluh kesah Amel
16
16. Jangan menunggu jandamu
17
17. Tidak sabar
18
18. Jadi bahan gosip di toilet
19
19. PPKM
20
20. Jadi horang kaya
21
21. Aku sudah ready
22
22. Apa enaknya ?
23
23. Beda dengan milik Alif
24
24. Gaya pasrah
25
25. POV Bastian
26
26. Akhirnya tahu juga rasanya
27
27. Bertemu lagi
28
28. Kemarahan Bastian
29
29. Usaha Amel
30
30. Seperti seorang matador
31
31. Protesan Amel.
32
32. Kedatangan Om Joko
33
33. Abang jadi pengen
34
34. Bastian ketagihan
35
35. Turunan.
36
36. Status WA.
37
37. Mas sih oke
38
38. Kehilangan
39
39. Bastian kena amuk
40
40. Menyesali diri
41
41. Pulang
42
42. Lebih beruntung
43
43. Pertemuan yang tidak terduga.
44
44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45
45. Bertemu Wulan kembali
46
46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47
47. Bertemu ibu
48
48. Tergantung
49
49. Cara Bastian menghibur Amel
50
50. Keputusan
51
51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52
52. Ikut menyalahkan
53
53. Dua garis merah
54
54. Menyelesaikan misi
55
55. Bastian kena sawan
56
56. Latihan
57
57. Mengucapkan selamat tinggal
58
58. Permintaan pertama
59
59. Puas dari Hongkong?
60
60. Datang pada Papa!
61
61. Tidak akan ada siaran ulang.
62
62. Pesan
63
63. Nasehat yang menyakitkan
64
64. Buang saja ke laut
65
65. CCB
66
66. Ancaman santet
67
67. Banyak larangan
68
68. Merasa tua
69
69. Drama rumah tangga
70
60. Jamur salah nama
71
71. Kelas kehamilan
72
72. Ternyata
73
73. Bekerja lebih ekstra
74
74. Andai dia bisa aku miliki
75
75. Balik mengancam
76
76. Tahanan rumah
77
77. Kandang Serigala
78
78. Melimpahkan kesalahan
79
79. Amel, Kamu dimana ?
80
80. Seperti Rahwana
81
81. Firasat
82
82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83
83. Masih takut
84
84. BASTIAN YANG LEBAY
85
85. PERMINTAAN ANWAR
86
86. TANGGUNG
87
87. ENDING

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!