5. Kalian menjebak saya ?

Kedua mata Bastian memindai tampilan Amel yang mengenakan daster ala Tante Widuri.

Amel mah cuek, dia tahu jika setelah keluar dari dalam kamar mandi Bastian terus memperhatikan dirinya, emang enak dikerjai ? Pasti mengkhayal kalau aku akan mengenakan baju transparan ala ala serial di film Fifty Shades itu ! Tak usah ye.

Amel hanya bisa tertawa dalam hati.

" Apakah kita harus turun untuk makan ? "

Gak salah dengar ? Yang guru bahasa Indonesia itu Om Joko bukan Pak Bas, baku bener bahasanya.

Seingat Amel, dulu Pak Bas mengajarkan bahasa Inggris deh, makanya Amel menulis surat cinta pakai bahasa Inggris.

Dan bahasa yang sangat mudah Amel tangkap hanya satu kalimat, I love you, kalimat itu juga yang ada di surat cinta yang Amel kirimkan untuk Pak Bas, surat cinta yang pertama dan terakhir yang pernah Amel tulis.

Sejak tragedi itu, Amel tidak pernah lagi jatuh cinta sampai saat ini, dia hanya berteman dengan Anwar untuk lawan jenis, tidak untuk yang lainnya.

" Enggak Pak, aku masih kenyang, lagi pula aku sedang menjaga pola makan untuk membentuk tubuhku agar tetap ideal "

Ckk, gaya bener si Amel menjaga bentuk tubuh, padahal kalau di rumah Om Joko, Amel makan malam suka suka dia saja kapan perutnya lapar.

Tubuh Amel tidak berpengaruh dengan banyaknya makan yang masuk ke perutnya, kecuali kalau kurang makan, baru cepat kurus, apalagi kalau diare, dalam waktu singkat, bisa langsung turun dua kilo, untuk menambah bobot agar ideal, susahnya minta ampun.

Apakah karena dulu Amel sedikit kekurangan gizi sebelum diasuh oleh neneknya ? Bisa saja.

" Oh "

Pak Bas hanya bereaksi pendek, dia tidak tahu memulai mendekati Amel dengan bagaimana, karena sejak lamaran dadakan sampai ijab qobul pagi tadi, Amel dan Bastian tidak pernah berkomunikasi, Om Joko sengaja tidak memberikan nomor ponsel Amel pada Bastian, alasannya biar penasaran.

Alasan yang tidak masuk akal.

Padahal Om Joko takut kalau ditanya tanya soal uang lima puluh juta itu, kalau dilihat lihat dari syukuran tadi, paling juga habis sepuluh juta, itu juga sudah dipotong untuk jasa bagian pembersihan, Om Joko, uang untuk keponakannya saja pakai di tilep, katanya mau beli motor yang sedang ngetren sekarang, yang itu lho, apa NMa*,tapi karena Om Joko orangnya baik, Amel mah gak masalah, kalau Bastian mau ngasih uang lagi, Amel akan dengan sukarela memberikannya pada Om Joko, tak u'u', eh.

" Kamu suka mengenakan pakaian seperti itu ? "

Ujung jari telunjuk Bastian menunjuk daster batik yang Amel kenakan.

Sejujurnya Amel merasa aneh sih, adem adem gimana gitu, ada angin yang masuk dari bawah, tapi lumayan nyaman, hihihi.

" Ini pakaian kebesaran emak emak untuk dirumah Pak, bagus kan ? Kalau Bapak suka, aku akan pakai ini terus dirumah "

" Jangan jangan, saya justru ingin kamu jangan pernah mengenakan pakaian itu, satu, saya suami kamu, jangan panggil Bapak dong ! Apakah saya terlalu tua untukmu ? "

Ini dia saatnya.

" Bapak ingin aku mengganti daster ini dengan gaun tidur seperti ini ? "

Taraaa....Amel meloloskan daster yang dikenakannya dari atas kepala, di dalamnya ternyata Amel mengenakan gaun tidur berbahan satin lembut berwarna navy sangat kontras dengan kulitnya yang putih.

Pilihan Anwar.

Ingat Anwar, Amel lupa merekam adegan antara dirinya dengan Pak Bas malam ini sebentar lagi.

Mulut Bastian melongo, pasti ngarep Amel mengenakan lingerie, oh, maaf maaf saja Pak Bas, bisa jadi pernikahan itu tidak akan berjalan seperti impian Bastian, rugi dong kalau Amel memperlihatkan semua aset aset tubuhnya pada Bastian.

Bastian menelan salivanya, terlihat dari jakunnya yang naik turun.

Penampilan Amel justru terlihat seperti wanita berkelas.

" Bapak kan memang guru aku, tepatnya mantan Bapak guru "

" Guru kamu ? kapan ? Di SMU mana ? Saya tidak merasa pernah melihat kamu di tempat saya mengajar sebelum saya pindah mengajar ke kampus sekarang ini "

Terlihat dahi Bastian berkerut, berpikir keras mengingat ingat.

Amel melangkah menuju ranjang, dan duduk di tepinya, tangannya menyapu kelopak bunga mawar yang berserakan di atasnya.

Amel merasa kasihan mengingat siapa yang menghias kamar ini menjadi cantik, di ke empat ujung tiang tempat tidur ada hiasan kain transparan yang di atur sedemikian rupa, hanya sebagai hiasan, kalau dirumah nenek Amel dulu, namanya kelambu, menjaga nenek agar tidak digigit nyamuk, tapi di kamar ini tidak mungkin ada nyamuk, kamar yang bagus dan ber-AC.

Sebenarnya terbersit rasa penyesalan di hati Amel, dia suka kamar ini, nyaman, apalagi sekarang, tapi mengingat pria yang sudah jadi suaminya itu, bisa jadi sebentar lagi jadi mantan suami, pria yang menorehkan luka pada anak bau kencur yang minim kasih sayang, kedua orang tuanya lebih memilih mengejar kebahagiaan mereka sendiri tanpa memperdulikan Amel, hanya ada nenek dan Anwar.

" Masih ingat sepuluh tahun yang lalu ? Di sekolah dasar yang terletak di tengah tengah perkebunan kelapa sawit, ada beberapa ratus perumahan karyawan perkebunan yang menghuni, di sekolah itu anak anak belajar semua tanpa membedakan kedudukan orang tua mereka, dari para staf sampai pekerja lapangan, karena hanya satu itu sekolah dasar yang dibangun perusahaan "

Amel menunduk menatap lantai sekilas, mengerjab ngerjabkan kedua matanya agar jangan sampai menangis.

Mengingat perkebunan itu seakan sepuluh tahun yang lalu baru saja terjadi kemarin.

Bastian mundur beberapa langkah ke belakang, mencari tempat duduk.

Tentu saja Bastian ingat dia pernah kesana, pihak kampus menempatkan Bastian dan lima orang temannya sesama calon pengajar untuk Praktek kerja Lapangan, di area perkebunan yang luasnya tidak tanggung tanggung.

Setiap beberapa puluh atau ratus hektar perkebunan kelapa sawit ada beberapa ratus perumahan, dan ada sekolah dasar dan sekolah TK, disana-lah Bastian dan lima temannya berpencar, satu sekolah untuk dua orang mahasiswa.

" Kamu...."

" Ya, aku Amelia Putri, murid yang kurus, hitam dekil dan hidup itu, murid yang berani mengirim selembar surat cinta berwarna merah muda, dan sayangnya, Pak guru Bastian Hendrawan membuang surat itu dengan jijik "

Amel menatap lekat wajah Bastian yang terlihat pucat, jangan lupakan mulutnya yang menganga terbuka lebar.

Ish, ternyata dia jelek kalau melongo.

" Masih ingat ? Bocah perempuan yang Bapak hina itu, sekarang ada di hadapan Bapak, dan sayangnya sudah menjadi istri Bapak "

Amel mencibir, berdiri lalu melangkah menuju koper pakaiannya, mencari jubah pasangan gaun tidur yang dikenakannya saat ini untuk menutupi bahunya yang terbuka, sayang sekali jika terus menerus diperlihatkan pada Bastian.

" Tidak, kamu pasti berbohong ? Pasti bocah itu yang menceritakan kepadamu, atau anak laki-laki yang bersamanya "

Bastian terus menggeleng gelengkan kepalanya.

Amel tertawa sinis.

" Apa perlu aku bacakan bagaimana isi surat itu ? Aku sebenarnya malas mengingatnya, tapi karena berada dihadapan Pak guru Bastian yang tidak memiliki hati, memandang orang lain hanya melalui fisik dan kedudukan...."

" Cukup ! Tidak perlu, kamu dan Joko menjebak saya, kalian berdua bermaksud membalas dendam kan ? "

" Membalas dendam ? Hellow, memangnya Bapak kira Om Joko mau membiarkan keponakan satu satunya ini jatuh ke tangan pria bermulut pedas seperti Bapak ? Apakah Bapak yakin masih bisa menjadi teman Om Joko jika tahu Bapak menghina fisik saya ? Kata kata manis Bapak itu hanya saya dan teman saya yang tahu "

Amel sudah ber-saya saya pada dirinya.

Bastian masih menatap Amel yang kembali duduk di tepi ranjang.

Capek-kan Mel kalau berdiri terus.

Tidak mungkin bocah dekil itu bisa berubah sebening ini.

Bastian terus menggeleng gelengkan kepalanya.

Hati hati Pak Bas, ntar lehernya bisa copot lho.

...******...

...🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵...

Terpopuler

Comments

Mryn

Mryn

kocak😁

2024-05-17

0

Yayuk Bunda Idza

Yayuk Bunda Idza

paragraf ini perih rasanya

2022-12-03

0

maharastra

maharastra

metamorfosis seorg amelia putri....yah nmnya manusia tmpnya dosa dan khilaf

2022-03-31

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2. Lamaran
3 3. Aku terima bersih
4 4. Pernikahan
5 5. Kalian menjebak saya ?
6 6. Percuma
7 7. Sudah jinak.
8 8. Mencari Alasan
9 9. Membeli CD
10 10. Jadi siapa yang pantas ?
11 11. Pengen meluk tapi gengsi
12 12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13 13.Hei janda-ku
14 14. Bastian Ngambek
15 15. Keluh kesah Amel
16 16. Jangan menunggu jandamu
17 17. Tidak sabar
18 18. Jadi bahan gosip di toilet
19 19. PPKM
20 20. Jadi horang kaya
21 21. Aku sudah ready
22 22. Apa enaknya ?
23 23. Beda dengan milik Alif
24 24. Gaya pasrah
25 25. POV Bastian
26 26. Akhirnya tahu juga rasanya
27 27. Bertemu lagi
28 28. Kemarahan Bastian
29 29. Usaha Amel
30 30. Seperti seorang matador
31 31. Protesan Amel.
32 32. Kedatangan Om Joko
33 33. Abang jadi pengen
34 34. Bastian ketagihan
35 35. Turunan.
36 36. Status WA.
37 37. Mas sih oke
38 38. Kehilangan
39 39. Bastian kena amuk
40 40. Menyesali diri
41 41. Pulang
42 42. Lebih beruntung
43 43. Pertemuan yang tidak terduga.
44 44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45 45. Bertemu Wulan kembali
46 46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47 47. Bertemu ibu
48 48. Tergantung
49 49. Cara Bastian menghibur Amel
50 50. Keputusan
51 51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52 52. Ikut menyalahkan
53 53. Dua garis merah
54 54. Menyelesaikan misi
55 55. Bastian kena sawan
56 56. Latihan
57 57. Mengucapkan selamat tinggal
58 58. Permintaan pertama
59 59. Puas dari Hongkong?
60 60. Datang pada Papa!
61 61. Tidak akan ada siaran ulang.
62 62. Pesan
63 63. Nasehat yang menyakitkan
64 64. Buang saja ke laut
65 65. CCB
66 66. Ancaman santet
67 67. Banyak larangan
68 68. Merasa tua
69 69. Drama rumah tangga
70 60. Jamur salah nama
71 71. Kelas kehamilan
72 72. Ternyata
73 73. Bekerja lebih ekstra
74 74. Andai dia bisa aku miliki
75 75. Balik mengancam
76 76. Tahanan rumah
77 77. Kandang Serigala
78 78. Melimpahkan kesalahan
79 79. Amel, Kamu dimana ?
80 80. Seperti Rahwana
81 81. Firasat
82 82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83 83. Masih takut
84 84. BASTIAN YANG LEBAY
85 85. PERMINTAAN ANWAR
86 86. TANGGUNG
87 87. ENDING
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog
2
2. Lamaran
3
3. Aku terima bersih
4
4. Pernikahan
5
5. Kalian menjebak saya ?
6
6. Percuma
7
7. Sudah jinak.
8
8. Mencari Alasan
9
9. Membeli CD
10
10. Jadi siapa yang pantas ?
11
11. Pengen meluk tapi gengsi
12
12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13
13.Hei janda-ku
14
14. Bastian Ngambek
15
15. Keluh kesah Amel
16
16. Jangan menunggu jandamu
17
17. Tidak sabar
18
18. Jadi bahan gosip di toilet
19
19. PPKM
20
20. Jadi horang kaya
21
21. Aku sudah ready
22
22. Apa enaknya ?
23
23. Beda dengan milik Alif
24
24. Gaya pasrah
25
25. POV Bastian
26
26. Akhirnya tahu juga rasanya
27
27. Bertemu lagi
28
28. Kemarahan Bastian
29
29. Usaha Amel
30
30. Seperti seorang matador
31
31. Protesan Amel.
32
32. Kedatangan Om Joko
33
33. Abang jadi pengen
34
34. Bastian ketagihan
35
35. Turunan.
36
36. Status WA.
37
37. Mas sih oke
38
38. Kehilangan
39
39. Bastian kena amuk
40
40. Menyesali diri
41
41. Pulang
42
42. Lebih beruntung
43
43. Pertemuan yang tidak terduga.
44
44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45
45. Bertemu Wulan kembali
46
46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47
47. Bertemu ibu
48
48. Tergantung
49
49. Cara Bastian menghibur Amel
50
50. Keputusan
51
51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52
52. Ikut menyalahkan
53
53. Dua garis merah
54
54. Menyelesaikan misi
55
55. Bastian kena sawan
56
56. Latihan
57
57. Mengucapkan selamat tinggal
58
58. Permintaan pertama
59
59. Puas dari Hongkong?
60
60. Datang pada Papa!
61
61. Tidak akan ada siaran ulang.
62
62. Pesan
63
63. Nasehat yang menyakitkan
64
64. Buang saja ke laut
65
65. CCB
66
66. Ancaman santet
67
67. Banyak larangan
68
68. Merasa tua
69
69. Drama rumah tangga
70
60. Jamur salah nama
71
71. Kelas kehamilan
72
72. Ternyata
73
73. Bekerja lebih ekstra
74
74. Andai dia bisa aku miliki
75
75. Balik mengancam
76
76. Tahanan rumah
77
77. Kandang Serigala
78
78. Melimpahkan kesalahan
79
79. Amel, Kamu dimana ?
80
80. Seperti Rahwana
81
81. Firasat
82
82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83
83. Masih takut
84
84. BASTIAN YANG LEBAY
85
85. PERMINTAAN ANWAR
86
86. TANGGUNG
87
87. ENDING

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!