15. Keluh kesah Amel

Amel menatap Bastian yang makan dalam diam tanpa komentar.

" Pak "

Tidak ada sahutan.

" Pak "

Bastian mengangkat kepalanya, menatap Amel dengan tatapan tidak suka.

Yang sedang PMS ini sebenarnya siapa sih, aku atau dia ? Kenapa dia yang emosinya angin anginan.

" Rasanya bagaimana ? "

" Jengkel, kesal dan rasanya pengen njitak kepala kamu, tapi saya gak tega "

Bastian menyudahi acara makannya padahal baru juga setengah piring.

" Masa' cuma karena masakan-ku enggak sesuai dengan selera lidah Bapak, Bapak mau memukul kepala aku "

Amel jadi pengen nangis.

Bastian mendesah.

" Mel, bukan karena masakan kamu, tapi kapan kamu bisa merubah panggilan ke saya, terus saja kamu manggil Pak, pek, pok. Tapi kenapa di depan mbak Nindy, kamu bisa memanggil saya, Mas ? Apa harus Mbak Nindy dipanggil ke sini biar kamu bisa manggil saya, Mas ? Saya bukan Bapak kamu, Mel "

Bastian meletakkan sendok dan garpu-nya dengan sedikit membanting.

Dia bener bener kesel.

" Tapi aku suka manggil Bapak, kalau cuma berdua, serasa aku menghapus peristiwa buruk sepuluh tahun yang lalu, aneh ya Pak ? "

Bastian memutar bola matanya jengah.

" Terserah kamu, asal di depan orang kamu tidak memanggil saya, Bapak "

Bastian menyerah, mungkin dengan membiarkan Amel memanggilnya Bapak, anggap saja menghilangkan kesalahan yang pernah Bastian lakukan.

Selepas makan siang dan membereskan sisa makan tadi, Amel menghempaskan tubuhnya diatas ranjang.

Bastian juga gak tahu mau melakukan apa.

" Mel, jalan jalan yuk ! "

Amel yang letih, apalagi dia sedang datang bulan, males kalau cuma mau jalan jalan dan tidak punya tujuan.

" Kemana ? "

" Kemana saja yang kamu suka, saya bosen dirumah, mau nyicil buat saya junior, Kamu-nya sedang gak bisa diapa-apain "

Amel cuma melengos, bener sih kata Pak Bas, pengantin baru cuma dirumah saja, kalau sudah bisa unboxing sih gak apa-apa, nah ini.

Tapi kan ada yang lain, ibarat makanan, coba saja testernya dulu, kalau cocok baru bungkus.

Bastian saja yang tidak mau, icip-icip kek.

" Tapi aku capek, tadi katanya mau mijitin, kapan ? Tahun depan ? "

Amel cemberut, menelungkupkan badannya diatas kasur, jadi ibu rumah tangga ternyata melelahkan, waktu kemarin tinggal dengan Om Joko, Amel tidak seletih ini.

Dirinya, Om Joko dan Tante Widuri, mereka biasa berbagi tugas.

Om Joko menjaga Alif dan Carla, Amel bersama Tante Widuri mengerjakan pekerjaan rumah.

Nah kalau sekarang ? Semua Amel yang mengerjakan, belum lagi harus menghadapi Nindy yang menguras energi, karena Amel harus pintar menjawab dan pakai siasat cantik agar Nindy tidak lagi keganjenan pada Bastian.

Apakah cinta monyet yang Amel rasakan dulu seyogyanya adalah cinta sejati Amel.

Buktinya sekarang, Amel gak rela jika Bastian beramah tamah dengan Nindy.

Amel tersentak kaget ketika telapak tangan Bastian menyentuh betis kaki Amel.

" Telungkup saja ! Bukankah kamu capek ? "

Bastian mencegah ketika Amel hendak membalikkan badannya mau telentang.

Bastian terus mengurut betis mulus milik Amel.

Masih gak nyangka dan tidak percaya jika dia yang jadi istriku, gadis kecil yang, ish....

Bastian menghembuskan napas pelan.

" Pak, bisa gak kalau Bapak jangan tebar tebar pesona diluaran sana, aku sebenarnya males ribut, aku cuma ingin memiliki suami yang tidak menarik bagi perempuan lain "

Bastian yang memijat pelan betis Amel mengerutkan dahinya.

" Saya gak tebar pesona Mel, kalau yang kamu maksudkan Anne, yang kita temui di supermarket itu, itu kan sebuah ketidaksengajaan.

Mbak Nindy, dia tetangga depan "

Amel membalikkan badannya, menatap Bastian yang duduk di dekat bagian kakinya.

" Bapak nyesal ya menikah denganku yang ternyata bocah yang dulu...."

" Mel, kamu sudah jadi istri saya, apa yang harus saya sesali "

Potong Bastian

" Kalau dari awal Bapak tahu, jika aku, anak perempuan yang dulu itu, apakah Bapak akan tetap menikahi aku ? "

Bastian mengamati wajah Amel yang terlihat sedikit sendu, sepertinya dia sedang melow.

" Kamu sendiri, bukankah kamu dari awal tahu jika saya adalah pria yang telah menghina dan menyakiti hati kamu, kenapa kamu tidak menolak ? Atau kamu memang sengaja membiarkan saya tidak tahu, lalu kamu akan membalas dendam ? Saya menyesal, lalu menceraikan kamu, seperti katamu malam kemarin ? "

Bastian kini menatap tajam wajah Amel yang tersentak kaget, Amel tidak menyangka jika Bastian menebak dengan benar.

" Apakah pernikahan kamu anggap seperti itu ? "

Amel pelan menggeser posisi, dari tiduran menjadi duduk bersila.

Amel menundukkan kepalanya, ia tahu jika dari awal dirinya salah, makanya dia tidak terlalu serius dengan pernikahan yang baru dijalaninya dengan Bastian.

Tetapi setelah menghadapi dua perempuan berusia matang, yang satu berpenampilan dewasa, sudah pasti menarik, siapa lagi kalau bukan Anne.

Dan yang satu lagi Mbak Nindy, wanita cantik dan seksi yang ada di depan rumah.

" Maaf, Pak, semula aku memang ingin membalaskan sakit hatiku.

Bapak tidak pernah merasakan jadi anak seperti aku yang tidak pernah diinginkan.

Kedua orang tuaku lebih memilih meninggalkan aku sendiri demi hidup bahagia dengan keluarga baru mereka, tanpa perduli ada aku, bukti cinta mereka dahulu.

Apakah setelah pernikahan itu berakhir lalu aku tidak berarti ? Ibaratkan barang, aku sudah usang ? "

Glek.

Bastian menelan salivanya.

" Hidup hanya bersama Kakek dan nenek, mereka, yang pernah menjadi orang tuaku, sekalipun tidak pernah melihat aku.

Lalu datang Bapak dan teman-teman Bapak ke perkebunan, aku jatuh cinta untuk pertama kalinya. Aku beranikan diri untuk menulis surat itu pada Bapak, tanpa aku menyadari bagaimana wajah dan fisikku. itulah cinta di masa remaja Pak, tapi Bapak justru menghancurkan hatiku.

Andai Bapak bisa sedikit saja memiliki perasaan untuk tidak menghina diriku.

Aku hanya menyampaikan rasa cintaku, bukan berharap Bapak akan menerimanya.

Pak, melukai hati gadis remaja yang tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, seperti merusak sebuah lembaran kertas, walaupun berusaha untuk merapikan kembali, bekasnya masih kelihatan.

Apakah aku salah jika menaruh dendam pada Bapak ? "

Kedua mata Amel mengembun, sebisa mungkin dia tidak mau menangis.

" Jadi sekarang mau kamu apa ? Kamu ingin mengakhiri rumah tangga ini ? Kamu masih sakit hati dengan saya ? "

Tenggorokan Bastian terasa tercekat, dia bisa merasakan perasaan Amel saat itu.

" Aku...."

Amel tidak tahu mau ngomong apa lagi, segala uneg-unegnya sudah ia keluarkan.

" Mel "

Bastian menyentuh telapak tangan Amel.

" Kalau Bapak menerima aku bukan karena terpaksa, tentu saja aku...."

Bastian menarik Amel dan membenamkan wajah Amel dalam pelukannya.

Bastian tahu jika Amel mungkin sangat terganggu dengan Nindy, rumah tangga mereka baru juga berusia dua hari, tapi Amel sudah harus perang urat leher untuk mengusir jauh wanita kesepian seperti Nindy agar jangan kegatelan pada suami orang lain.

Akhirnya, tangis yang Amel tahan-tahan, pecah juga dalam pelukan Bastian.

...*******...

...🌵🌵🌵🌵🌵🌵...

Terpopuler

Comments

Safitri Agus

Safitri Agus

sini Mel kupeluk juga,🥺

2023-09-02

0

Suzieqaisara Nazarudin

Suzieqaisara Nazarudin

Kasian deh Amel..Kalau kita gak suka seseorang jangan lah kita menghina fizik nya..itu memang sangatlah sensitif,bisa bikin orang jadi down..

2022-07-31

0

Revita Elisa

Revita Elisa

aku mulai suka alur cerita ini yg keren dan kocak...
maaf thoor tdi nya aku cumn baca like udah...
skrang aku koment and vote...

2021-12-27

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2. Lamaran
3 3. Aku terima bersih
4 4. Pernikahan
5 5. Kalian menjebak saya ?
6 6. Percuma
7 7. Sudah jinak.
8 8. Mencari Alasan
9 9. Membeli CD
10 10. Jadi siapa yang pantas ?
11 11. Pengen meluk tapi gengsi
12 12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13 13.Hei janda-ku
14 14. Bastian Ngambek
15 15. Keluh kesah Amel
16 16. Jangan menunggu jandamu
17 17. Tidak sabar
18 18. Jadi bahan gosip di toilet
19 19. PPKM
20 20. Jadi horang kaya
21 21. Aku sudah ready
22 22. Apa enaknya ?
23 23. Beda dengan milik Alif
24 24. Gaya pasrah
25 25. POV Bastian
26 26. Akhirnya tahu juga rasanya
27 27. Bertemu lagi
28 28. Kemarahan Bastian
29 29. Usaha Amel
30 30. Seperti seorang matador
31 31. Protesan Amel.
32 32. Kedatangan Om Joko
33 33. Abang jadi pengen
34 34. Bastian ketagihan
35 35. Turunan.
36 36. Status WA.
37 37. Mas sih oke
38 38. Kehilangan
39 39. Bastian kena amuk
40 40. Menyesali diri
41 41. Pulang
42 42. Lebih beruntung
43 43. Pertemuan yang tidak terduga.
44 44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45 45. Bertemu Wulan kembali
46 46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47 47. Bertemu ibu
48 48. Tergantung
49 49. Cara Bastian menghibur Amel
50 50. Keputusan
51 51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52 52. Ikut menyalahkan
53 53. Dua garis merah
54 54. Menyelesaikan misi
55 55. Bastian kena sawan
56 56. Latihan
57 57. Mengucapkan selamat tinggal
58 58. Permintaan pertama
59 59. Puas dari Hongkong?
60 60. Datang pada Papa!
61 61. Tidak akan ada siaran ulang.
62 62. Pesan
63 63. Nasehat yang menyakitkan
64 64. Buang saja ke laut
65 65. CCB
66 66. Ancaman santet
67 67. Banyak larangan
68 68. Merasa tua
69 69. Drama rumah tangga
70 60. Jamur salah nama
71 71. Kelas kehamilan
72 72. Ternyata
73 73. Bekerja lebih ekstra
74 74. Andai dia bisa aku miliki
75 75. Balik mengancam
76 76. Tahanan rumah
77 77. Kandang Serigala
78 78. Melimpahkan kesalahan
79 79. Amel, Kamu dimana ?
80 80. Seperti Rahwana
81 81. Firasat
82 82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83 83. Masih takut
84 84. BASTIAN YANG LEBAY
85 85. PERMINTAAN ANWAR
86 86. TANGGUNG
87 87. ENDING
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog
2
2. Lamaran
3
3. Aku terima bersih
4
4. Pernikahan
5
5. Kalian menjebak saya ?
6
6. Percuma
7
7. Sudah jinak.
8
8. Mencari Alasan
9
9. Membeli CD
10
10. Jadi siapa yang pantas ?
11
11. Pengen meluk tapi gengsi
12
12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13
13.Hei janda-ku
14
14. Bastian Ngambek
15
15. Keluh kesah Amel
16
16. Jangan menunggu jandamu
17
17. Tidak sabar
18
18. Jadi bahan gosip di toilet
19
19. PPKM
20
20. Jadi horang kaya
21
21. Aku sudah ready
22
22. Apa enaknya ?
23
23. Beda dengan milik Alif
24
24. Gaya pasrah
25
25. POV Bastian
26
26. Akhirnya tahu juga rasanya
27
27. Bertemu lagi
28
28. Kemarahan Bastian
29
29. Usaha Amel
30
30. Seperti seorang matador
31
31. Protesan Amel.
32
32. Kedatangan Om Joko
33
33. Abang jadi pengen
34
34. Bastian ketagihan
35
35. Turunan.
36
36. Status WA.
37
37. Mas sih oke
38
38. Kehilangan
39
39. Bastian kena amuk
40
40. Menyesali diri
41
41. Pulang
42
42. Lebih beruntung
43
43. Pertemuan yang tidak terduga.
44
44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45
45. Bertemu Wulan kembali
46
46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47
47. Bertemu ibu
48
48. Tergantung
49
49. Cara Bastian menghibur Amel
50
50. Keputusan
51
51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52
52. Ikut menyalahkan
53
53. Dua garis merah
54
54. Menyelesaikan misi
55
55. Bastian kena sawan
56
56. Latihan
57
57. Mengucapkan selamat tinggal
58
58. Permintaan pertama
59
59. Puas dari Hongkong?
60
60. Datang pada Papa!
61
61. Tidak akan ada siaran ulang.
62
62. Pesan
63
63. Nasehat yang menyakitkan
64
64. Buang saja ke laut
65
65. CCB
66
66. Ancaman santet
67
67. Banyak larangan
68
68. Merasa tua
69
69. Drama rumah tangga
70
60. Jamur salah nama
71
71. Kelas kehamilan
72
72. Ternyata
73
73. Bekerja lebih ekstra
74
74. Andai dia bisa aku miliki
75
75. Balik mengancam
76
76. Tahanan rumah
77
77. Kandang Serigala
78
78. Melimpahkan kesalahan
79
79. Amel, Kamu dimana ?
80
80. Seperti Rahwana
81
81. Firasat
82
82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83
83. Masih takut
84
84. BASTIAN YANG LEBAY
85
85. PERMINTAAN ANWAR
86
86. TANGGUNG
87
87. ENDING

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!