3. Aku terima bersih

Enak juga mau nikah sama perjaka tua, eh tunggu dulu, belum tentu dia masih perjaka, secara sudah setua gitu, emang selama ini ngapain aja ? Tiduran ? Atau cuma nonton TV sepulang dari mengajar.

Ah, gak perduli, yang penting kawin, eh nikah maksudnya, dari pada badan terus meriang setiap melihat Om Joko ndusel ndusel Tante Widuri, lebih baik kan nikah, sama Pak Bas lagi, wuih.

Baru membayangkan saja, Amel sudah kebelet pipis.

Nervous, maksudnya.

" Mel, jangan lupa nanti beli baju tidur yang kaya' saringan tahu itu, ya, ! Kata orang orang sih lingerie, bahasanya, biar suami kamu klepek klepek enggak bisa nahan "

Tante Widuri cekikikan sendiri.

Itu pesan Tante Widuri sebelum Amel pergi untuk membeli perlengkapan pribadi, dari daleman atas sampai ke bawah.

" Tante mau sekalian aku belikan ? Mumpung banyak uang "

Amel mengipas ngipaskan satu gepok uang berwarna biru, didepan wajahnya, pagi tadi sebelum Om Joko berangkat ke sekolah, dia memberikan uang yang diberikan oleh orang tua Bastian pada Amel, untuk membeli keperluan pribadinya.

" Gak perlu Mel, pakai daster lusuh saja, Om-mu sudah panas saja bawa'annya, apa lagi pakai yang begituan ? "

Amel cuma bisa nyengir.

Sebenarnya Amel malas, apa gunanya beli daleman yang semua serba baru dan berenda renda, enakan tidur pakai sarung aja, ntar juga dibuka lagi, menghemat waktu, eh.

Ke tempat Anwar Ah.

Anwar, temen Amel dari SD dan dari kampung, sama sama pindah ke ibu kota provinsi untuk merubah nasib.

Nasib Anwar sih berubah, dia bisa bekerja sebagai security di sebuah pusat perbelanjaan, Amel yang gak berubah rubah, hanya terus sebagai penunggu rumah.

Entah sudah berapa banyak dia membuat surat lamaran kerja, tapi hasilnya belum ada.

Hari ini Anwar libur kerja, Amel nyamperin Anwar di kos kos'an tempat Anwar yang tidak jauh dari pusat perbelanjaan tempat dia bekerja

" Kau beneran mau nikah sama Pak Bas ? Kok bisa ? Memang dia tahu siapa kau sebenarnya ? "

Anwar tidak percaya ketika Amel mengajaknya untuk menemani dirinya mencari segala macam yang dipesankan Tante Widuri tadi.

" Bener lah, ini buktinya "

Amel menunjukkan cincin bermata hijau yang tersemat di jari telunjuknya, kok bukan di jari manis ? Iya kalau di letakkan di jari manisnya sedikit kedodoran, Amel takut cincinnya terlepas dari jarinya, ntar hilang, rugi kan ?

" Dia enggak tahu, tenang saja, setelah akad nikah, dan saat dia akan meminta begituan, aku akan membongkar siapa aku yang sebenarnya "

" Ntar dia jijik lho sama kamu, ingat bagaimana dia ngehina kau, Mel "

" Biarin, biar kapok dia, syukur syukur jika dia gak jadi nyentuh aku, biar kalau aku di ceraikan, aku masih Ting Ting, dijamin masih Ting Ting "

Kok nyanyi Mel

" Kau tidak takut jadi janda ? "

" Ngapain takut, jadi janda lebih menarik banyak peminat, atau kalau enggak, aku bisa nikah sama kamu kan, War ? "

Amel menarik turunkan alisnya lucu.

Anwar cuma mesem.

...*****...

" Mel, masa' beli beginan ngajak aku sih ? Calon suami kamu buka aku Mel "

Anwar protes, di ajak Amel beli untuk daleman.

" Gak pa pa lah, War, siapa tahu setelah aku di cerai, kau yang akan melihat aku memakai pakai kaya' gini "

Busyaeet si Amel, dari tadi ngomongnya nyerempet nyerempet terus, gak tahu apa ya kalau aku udah meriang dan kebelet pipis.

" Jangan ngaco deh Mel, nikah aja belum udah mikirin di cerai "

" Siapa tahu War, jaga jaga, kau jangan kawin dulu, tunggu aku ! "

" Nikah Mel, nikah "

Amel terkekeh, dia jadi ketularan Om Joko.

Teringat dengan Om-nya yang baik hati dan tidak sombong itu, Amel mengubungi Om Joko.

[ Om, aku lagi belanja nih, Om ada nitip gak ]

[ Baru bawa uang lima juta, gayamu sudah sok kaya Mel, tapi emang iya sih, kau kan belum pernah pegang uang sebanyak itu ]

Om Joko tergelak di seberang sana.

[ Jangan ngejek Om, ntar kalau aku udah jadi nyonya Bastian, pasti uangku ada segini, buruan Om ! Pulsaku udah mau habis nih ]

Om Joko berdecak

[ Pegang uang segitu masa gak bisa beli pulsa ]

[ OOO....Om ]

[ Iya iya, belikan baju tidur yang sexy ya Mel, hadiah untuk Tante Widuri, biar....]

Belum selesai Om Joko berbicara pulsa di ponsel Amel tinggal kenangan.

" Mel, suaramu bisa lebih kenceng lagi gak ? Tuh, kita jadi bahan perhatian "

Amel mengedarkan pandangannya ke sekeliling toko yang menjual pakaian dalam perempuan, beberapa pasang mata menatap Amel dengan tatapan terganggu, sebagian lagi mencemooh, sisanya kepo.

Amel cuek,

" Biarin aja, kita gak kenal mereka "

Amel melanjutkan memilih milih apa yang akan dibelinya termasuk dengan pesanan Om Joko.

...*****...

" Cintaku, nanti malam pakai ini ya ! "

Om Joko memberikan tiga helai lingerie pilihan Amel, kepada Tante Widuri yang tengah menyuapi Carla makan bubur kacang ijo.

Kedua mata Tante Widuri membulat dengan sempurna.

" Untuk apa aku pakai baju beginian Bang, belum sempat di pakai, Alif udah keburu bangun, ogah ah, ntar masuk angin "

" Pakai dong sayang, biar kaya' di film film gitu "

Rayu Om Joko sambil nowal nowel dagu Tante Widuri.

Carla, dianggap boneka hidup yang sebagai hiasan diruang tamu, hanya diam dan membuka mulutnya ketika ibunya menyuapkan bubur kacang ijo kedalam mulutnya

Amel, anggap saja dia orang orangan sawah.

" Kalau di film film itu bang, kamarnya pakai AC, jadi tidurnya pakai selimut tebal, bukan selimut tetangga ya, nah kita, ada Alif yang tidur bersama kita, pakai kipas angin yang bunyinya wush wush wush bisa koyak tuh baju, kasih Amel aja, dia sebentar lagi jadi pengantin "

" Gak perlu Tan, aku sudah beli, satu lusin malah "

" Ah, yang bener, Mel, untuk apa sebanyak itu ? "

Om Joko kepo.

" Di jual lah Om,

Ngapain juga aku beli sampai satu lusin, dua aja cukup, palingan juga di pakai satu malam aja, selanjutnya...."

" Selanjutnya apa Mel ? "

Tante Widuri ikutan pengen tahu.

" Gak perlu pakai begituan, aku mau tidur pakai kebaya, biar Pak Bas gak bisa macam macem "

Tante Widuri cekikikan.

" Sekarang aja kamu bilang gitu Mel, karena belum tahu rasanya, coba kalau udah tahu, beuh...."

" Rasa apa Om, durian ? Di belakang rumah nenek kan banyak, sekarang lagi musimnya lagi "

Amel sengaja membelokkan omongan Om Joko, kalau di biar biarkan, Om Joko suka lepas kontrol.

" Eh iya ya Mel, sekarang kan lagi musimnya, mendingan tanah di kampung kita jual aja Mel, bagian ibukmu, bisa untukmu "

Mulai Om Joko yang kepengen kaya, buntut buntutnya mau menjual tanah warisan.

" Terserah Om aja, aku terima bersih "

Sama aja Mel.

...******...

...🌵🌵🌵🌵🌵🌵...

Terpopuler

Comments

Devi Sihotang Sihotang

Devi Sihotang Sihotang

ngakak aku baca nya thor

2023-05-02

0

Riska Wulandari

Riska Wulandari

aku setujuuuuuu banget rencana Amel..ntar pas mau malam pertama kasih tau rahasiamu Mel...biar kelimpungan tuh si Babas 🤣🤣

2021-12-25

1

Hatija Lapengo Lapaola

Hatija Lapengo Lapaola

dr awal baca d a lucu

2021-10-31

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2. Lamaran
3 3. Aku terima bersih
4 4. Pernikahan
5 5. Kalian menjebak saya ?
6 6. Percuma
7 7. Sudah jinak.
8 8. Mencari Alasan
9 9. Membeli CD
10 10. Jadi siapa yang pantas ?
11 11. Pengen meluk tapi gengsi
12 12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13 13.Hei janda-ku
14 14. Bastian Ngambek
15 15. Keluh kesah Amel
16 16. Jangan menunggu jandamu
17 17. Tidak sabar
18 18. Jadi bahan gosip di toilet
19 19. PPKM
20 20. Jadi horang kaya
21 21. Aku sudah ready
22 22. Apa enaknya ?
23 23. Beda dengan milik Alif
24 24. Gaya pasrah
25 25. POV Bastian
26 26. Akhirnya tahu juga rasanya
27 27. Bertemu lagi
28 28. Kemarahan Bastian
29 29. Usaha Amel
30 30. Seperti seorang matador
31 31. Protesan Amel.
32 32. Kedatangan Om Joko
33 33. Abang jadi pengen
34 34. Bastian ketagihan
35 35. Turunan.
36 36. Status WA.
37 37. Mas sih oke
38 38. Kehilangan
39 39. Bastian kena amuk
40 40. Menyesali diri
41 41. Pulang
42 42. Lebih beruntung
43 43. Pertemuan yang tidak terduga.
44 44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45 45. Bertemu Wulan kembali
46 46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47 47. Bertemu ibu
48 48. Tergantung
49 49. Cara Bastian menghibur Amel
50 50. Keputusan
51 51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52 52. Ikut menyalahkan
53 53. Dua garis merah
54 54. Menyelesaikan misi
55 55. Bastian kena sawan
56 56. Latihan
57 57. Mengucapkan selamat tinggal
58 58. Permintaan pertama
59 59. Puas dari Hongkong?
60 60. Datang pada Papa!
61 61. Tidak akan ada siaran ulang.
62 62. Pesan
63 63. Nasehat yang menyakitkan
64 64. Buang saja ke laut
65 65. CCB
66 66. Ancaman santet
67 67. Banyak larangan
68 68. Merasa tua
69 69. Drama rumah tangga
70 60. Jamur salah nama
71 71. Kelas kehamilan
72 72. Ternyata
73 73. Bekerja lebih ekstra
74 74. Andai dia bisa aku miliki
75 75. Balik mengancam
76 76. Tahanan rumah
77 77. Kandang Serigala
78 78. Melimpahkan kesalahan
79 79. Amel, Kamu dimana ?
80 80. Seperti Rahwana
81 81. Firasat
82 82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83 83. Masih takut
84 84. BASTIAN YANG LEBAY
85 85. PERMINTAAN ANWAR
86 86. TANGGUNG
87 87. ENDING
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog
2
2. Lamaran
3
3. Aku terima bersih
4
4. Pernikahan
5
5. Kalian menjebak saya ?
6
6. Percuma
7
7. Sudah jinak.
8
8. Mencari Alasan
9
9. Membeli CD
10
10. Jadi siapa yang pantas ?
11
11. Pengen meluk tapi gengsi
12
12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13
13.Hei janda-ku
14
14. Bastian Ngambek
15
15. Keluh kesah Amel
16
16. Jangan menunggu jandamu
17
17. Tidak sabar
18
18. Jadi bahan gosip di toilet
19
19. PPKM
20
20. Jadi horang kaya
21
21. Aku sudah ready
22
22. Apa enaknya ?
23
23. Beda dengan milik Alif
24
24. Gaya pasrah
25
25. POV Bastian
26
26. Akhirnya tahu juga rasanya
27
27. Bertemu lagi
28
28. Kemarahan Bastian
29
29. Usaha Amel
30
30. Seperti seorang matador
31
31. Protesan Amel.
32
32. Kedatangan Om Joko
33
33. Abang jadi pengen
34
34. Bastian ketagihan
35
35. Turunan.
36
36. Status WA.
37
37. Mas sih oke
38
38. Kehilangan
39
39. Bastian kena amuk
40
40. Menyesali diri
41
41. Pulang
42
42. Lebih beruntung
43
43. Pertemuan yang tidak terduga.
44
44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45
45. Bertemu Wulan kembali
46
46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47
47. Bertemu ibu
48
48. Tergantung
49
49. Cara Bastian menghibur Amel
50
50. Keputusan
51
51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52
52. Ikut menyalahkan
53
53. Dua garis merah
54
54. Menyelesaikan misi
55
55. Bastian kena sawan
56
56. Latihan
57
57. Mengucapkan selamat tinggal
58
58. Permintaan pertama
59
59. Puas dari Hongkong?
60
60. Datang pada Papa!
61
61. Tidak akan ada siaran ulang.
62
62. Pesan
63
63. Nasehat yang menyakitkan
64
64. Buang saja ke laut
65
65. CCB
66
66. Ancaman santet
67
67. Banyak larangan
68
68. Merasa tua
69
69. Drama rumah tangga
70
60. Jamur salah nama
71
71. Kelas kehamilan
72
72. Ternyata
73
73. Bekerja lebih ekstra
74
74. Andai dia bisa aku miliki
75
75. Balik mengancam
76
76. Tahanan rumah
77
77. Kandang Serigala
78
78. Melimpahkan kesalahan
79
79. Amel, Kamu dimana ?
80
80. Seperti Rahwana
81
81. Firasat
82
82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83
83. Masih takut
84
84. BASTIAN YANG LEBAY
85
85. PERMINTAAN ANWAR
86
86. TANGGUNG
87
87. ENDING

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!