7. Sudah jinak.

Selesai sarapan, Bastian berjalan mondar mandir di dalam kamarnya, dia menyesal mengambil cuti selama seminggu tidak tahu mau melakukan apa.

Bayangan indah yang akan Bastian habiskan di dalam kamar saja karena memiliki istri yang bening dan masih muda, terbang menguap seperti debu yang tertiup angin.

Kalau seandainya belum bisa melakukan hal yang intim, setidaknya Bastian akan mengajak Amel berpacaran dulu, mungkin, pendekatan, tidak mungkin juga Bastian akan langsung hantam kromo, bisa menjerit-jerit anak orang ketakutan, apalagi Bastian dan Amel baru bertemu dua kali.

Satu ketika lamaran, kedua setelah akad nikah.

Menurut Bastian.

Bastian kira dia akan mudah melancarkan rayuan pada wanita muda, lalu takluk dibawah kendalinya, secara Bastian kan tidak bodoh bodoh amat dengan yang namanya urusan dengan perempuan.

Tiga kali hampir menikah, apakah itu tidak membuktikan bahwa Bastian jago merayu ?

Walaupun dua diantaranya justru Bastian yang kena tipu.

Amel masuk ke dalam kamar, sebenarnya dia malas, enakan nonton TV sembari ngemil, tadi sebelum meninggalkan ruang bawah, mata Amel melihat penampakan banyak toples yang berisi cemilan berjejer di rak dekat sofa di depan TV tetapi karena Mama mertuanya yang baik menyuruh Amel menyusul Bastian yang lebih dahulu naik ke kamar, Amel tidak memiliki alasan untuk menolak.

Bastian hanya melirik sekilas melihat Amel yang masuk ke dalam kamar, dia pura pura tidur dengan menutup kedua matanya.

" Masih jam sembilan pagi udah bobo', gak baik lho "

Amel ikutan naik ke atas ranjang.

" Memang mau ngapain lagi ? "

Tukas Bastian membuka matanya sedikit.

" Apa kek Pak, bawa daku pergi, kemana gitu, kalau cuma tidur, dirumah Om Joko juga bisa tidur, gak perlu nikah sama Bapak "

Amel, baru setengah hari di rumah mertuanya sudah bosan, ngapain ngapain gak boleh, sudah ada mbak Nuri yang mengerjakan semua pekerjaan rumah, begitu kata ibu mertuanya.

Amel takut khilaf kalau di kamar terus dengan Pak Bas, bagaimana pun, Pak Bas kan ganteng, asal dia jangan ngomong pedes saja.

Kalau ingat ucapan Pak Bas yang nyelekit, rasa pengen Amel gigit tuh lidahnya.

" Semua orang yang baru menikah juga kebanyakan tidur Mel, bukan kelayapan "

" Kebanyakan tidur ntar matanya bisa busuk lho Pak "

" Sembarangan, itulah, masih kecil yang kamu pikirin cinta, makanya analisa kamu ngawur "

Bastian kembali memejamkan matanya, dia benar benar ngantuk, karena malam tadi kurang tidur, perut kenyang, apalagi sekarang sedang cuti, kan enak'kan bobo', ada istri yang nemani lagi.

" Biarin, buktinya, sekarang aku jadi istri bapak, we "

Amel menjulurkan lidahnya mengejek.

Bastian diam saja, kalau dilayani, ntar Amel sakit hati, lebih baik no komen.

Amel memperhatikan wajah Bastian yang sepertinya sudah terlelap.

Merasa sepi tidak ada yang diajaknya ngobrol, Amel akhirnya ikut tertidur.

...*****...

" Pak, mau kemana ? "

Terlihat Bastian memasukkan beberapa helai pakaiannya ke dalam tas pakaian setelah selesai makan siang.

" Kemas pakaian mu ! "

" Iya tapi kita mau kemana ? Kan baru satu malam disini "

Amel tidak perlu berkemas karena pakaiannya masih berada di dalam koper yang dibawanya dari rumah Om Joko.

" Kerumah kita sendirilah, disini saya bukan seperti anak orang tua saya sendiri, tapi kamu anaknya, ntar kalau saya ngapain ngapain kamu, pasti kamu teriak, biar Mama datang ? Iyakan ? "

Amel nyengir, tau aja Pak Bas.

Amel sudah sangat percaya diri, jika Bastian macem macem dia akan berteriak sekencang kencangnya, apalagi jika Bastian memaksa untuk iya iya, Amel belum mau, dia masih benci dengan Bastian.

Setiap menatap bibir tipis Bastian yang terkatub rapat, kata kata Bastian sepuluh tahun yang lalu kembali berputar di pikiran Amel.

" Pak kita tinggal disini saja dong, biar kenal dulu, akrab, baru Bapak boleh membawa aku kemanapun Bapak mau, tapi jangan dibawa hidup menderita ya Pak, aku sudah bosen "

Dih, Amel, sempat sempatnya dia merayu Pak Bas.

Bastian yang sudah berkemas, menatap Amel dengan sebelah alis naik ke atas.

" Ah masa kamu belum mengenal saya ? Berarti bukan kamu kan bocah ganjen yang menulis surat itu ? "

Kedua mata Bastian menyipit memindai sosok Amel dari ujung kepala sampai kakinya.

" Hah ? Enggak, aku anak perempuan itu, kalau bukan aku, bagaimana bisa aku menggambarkan secara jelas kejadian sepuluh tahun yang lalu "

Gagap Amel.

Bastian menyeringai.

" Ya sudah, berati kita sudah cukup kenal dan cukup akrab "

Tidak mau menunggu penolakan dari Amel lagi, Bastian mengangkat dua tas sekaligus, tas yang berisi pakaiannya dan tas milik Amel.

Dengan muka cemberut Amel ikut menuruni anak tangga.

" Bas, kalian mau kemana ? Bulan madu ? "

Tante Dina, Mamanya Bastian menatap Bastian yang memasukkan koper ke dalam bagasi mobil.

" Hari ini kami pindah ke rumah yang sudah aku beli, dari sana lebih dekat dengan kampus, aku sudah terlalu lama bersama Papa dan Mama, sekarang kan sudah ada istri yang akan mengurus aku, lebih baik rumah itu ditempati segera kan ? Dari pada dibiarkan kosong lama lama, nanti makhluk lain pula yang menghuni "

Bastian melirik sekilas ke arah Amel yang mendadak pucat mendengar kata makhluk lain.

Ternyata kau takut dengan makhluk astral itu ya, asik nih.

" Iya juga ya.

Ya sudah, baik baik kalian di sana, cepat kasih Mama cucu ya, lagi pula kau sudah tua Bas, berusahalah lebih sering dan lebih keras, untuk jamu racikan dari nenek, nanti sore di antar oleh mbak Nuri, biar makin Joss "

Bastian tersenyum kecut.

" Ma, kenapa ngomongnya ke situ terus sih ? "

" Terus Mama harus ngomong apa ? Manusia menikah kan agar bisa berkembang biak "

" Ma, aku putramu, bukan sapi yang berkembang biak "

Bastian bisa senewen jika berlama lama ada di depan ibunya, gegas Bastian masuk ke dalam mobilnya.

Amel sendiri tidak berdaya, padahal tadi dia masih memiliki harapan jika ibu mertuanya akan menahan mereka agar jangan pindah dulu, ini justru mau di beri jamu.

Semoga saja jamu sari rapet yang akan di kirimkan Mama, biar Pak Bas harus menggunakan mesin bor untuk bisa membobol gawang.

Amel cekikikan dalam hati.

" Ma, aku pengen disini dulu "

( Amel memonyong-monyongkan bibirnya di imut-imutkan, matanya di kedip-kedipkan seperti orang kelilipan, berharap air mata buayanya bisa keluar, tapi gagal )

" Tidak boleh sayang, istri harus mengikuti kemana suaminya pergi, Bastian sudah jinak, tidak akan menggigit, paling juga gigit sayang yang membuat kamu ketagihan, hihihi.

Nanti kalau Bastian sudah mulai ke kampus kembali, Mama akan sering main kesana supaya kamu tidak kesepian "

Tante Dina segera menuntun Amel memasuki mobil, karena Bastian sudah bolak balik menekan klakson.

*Habis kau malam ini Amelia Putri

...******...

...🌵🌵*🌵🌵🌵🌵🌵...

Terpopuler

Comments

Mryn

Mryn

😁😁😁

2024-05-30

0

Safitri Agus

Safitri Agus

🤣🤣🤣

2023-09-01

0

via via@84

via via@84

aku gak sadar ngakak

2023-06-22

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2. Lamaran
3 3. Aku terima bersih
4 4. Pernikahan
5 5. Kalian menjebak saya ?
6 6. Percuma
7 7. Sudah jinak.
8 8. Mencari Alasan
9 9. Membeli CD
10 10. Jadi siapa yang pantas ?
11 11. Pengen meluk tapi gengsi
12 12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13 13.Hei janda-ku
14 14. Bastian Ngambek
15 15. Keluh kesah Amel
16 16. Jangan menunggu jandamu
17 17. Tidak sabar
18 18. Jadi bahan gosip di toilet
19 19. PPKM
20 20. Jadi horang kaya
21 21. Aku sudah ready
22 22. Apa enaknya ?
23 23. Beda dengan milik Alif
24 24. Gaya pasrah
25 25. POV Bastian
26 26. Akhirnya tahu juga rasanya
27 27. Bertemu lagi
28 28. Kemarahan Bastian
29 29. Usaha Amel
30 30. Seperti seorang matador
31 31. Protesan Amel.
32 32. Kedatangan Om Joko
33 33. Abang jadi pengen
34 34. Bastian ketagihan
35 35. Turunan.
36 36. Status WA.
37 37. Mas sih oke
38 38. Kehilangan
39 39. Bastian kena amuk
40 40. Menyesali diri
41 41. Pulang
42 42. Lebih beruntung
43 43. Pertemuan yang tidak terduga.
44 44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45 45. Bertemu Wulan kembali
46 46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47 47. Bertemu ibu
48 48. Tergantung
49 49. Cara Bastian menghibur Amel
50 50. Keputusan
51 51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52 52. Ikut menyalahkan
53 53. Dua garis merah
54 54. Menyelesaikan misi
55 55. Bastian kena sawan
56 56. Latihan
57 57. Mengucapkan selamat tinggal
58 58. Permintaan pertama
59 59. Puas dari Hongkong?
60 60. Datang pada Papa!
61 61. Tidak akan ada siaran ulang.
62 62. Pesan
63 63. Nasehat yang menyakitkan
64 64. Buang saja ke laut
65 65. CCB
66 66. Ancaman santet
67 67. Banyak larangan
68 68. Merasa tua
69 69. Drama rumah tangga
70 60. Jamur salah nama
71 71. Kelas kehamilan
72 72. Ternyata
73 73. Bekerja lebih ekstra
74 74. Andai dia bisa aku miliki
75 75. Balik mengancam
76 76. Tahanan rumah
77 77. Kandang Serigala
78 78. Melimpahkan kesalahan
79 79. Amel, Kamu dimana ?
80 80. Seperti Rahwana
81 81. Firasat
82 82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83 83. Masih takut
84 84. BASTIAN YANG LEBAY
85 85. PERMINTAAN ANWAR
86 86. TANGGUNG
87 87. ENDING
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog
2
2. Lamaran
3
3. Aku terima bersih
4
4. Pernikahan
5
5. Kalian menjebak saya ?
6
6. Percuma
7
7. Sudah jinak.
8
8. Mencari Alasan
9
9. Membeli CD
10
10. Jadi siapa yang pantas ?
11
11. Pengen meluk tapi gengsi
12
12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13
13.Hei janda-ku
14
14. Bastian Ngambek
15
15. Keluh kesah Amel
16
16. Jangan menunggu jandamu
17
17. Tidak sabar
18
18. Jadi bahan gosip di toilet
19
19. PPKM
20
20. Jadi horang kaya
21
21. Aku sudah ready
22
22. Apa enaknya ?
23
23. Beda dengan milik Alif
24
24. Gaya pasrah
25
25. POV Bastian
26
26. Akhirnya tahu juga rasanya
27
27. Bertemu lagi
28
28. Kemarahan Bastian
29
29. Usaha Amel
30
30. Seperti seorang matador
31
31. Protesan Amel.
32
32. Kedatangan Om Joko
33
33. Abang jadi pengen
34
34. Bastian ketagihan
35
35. Turunan.
36
36. Status WA.
37
37. Mas sih oke
38
38. Kehilangan
39
39. Bastian kena amuk
40
40. Menyesali diri
41
41. Pulang
42
42. Lebih beruntung
43
43. Pertemuan yang tidak terduga.
44
44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45
45. Bertemu Wulan kembali
46
46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47
47. Bertemu ibu
48
48. Tergantung
49
49. Cara Bastian menghibur Amel
50
50. Keputusan
51
51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52
52. Ikut menyalahkan
53
53. Dua garis merah
54
54. Menyelesaikan misi
55
55. Bastian kena sawan
56
56. Latihan
57
57. Mengucapkan selamat tinggal
58
58. Permintaan pertama
59
59. Puas dari Hongkong?
60
60. Datang pada Papa!
61
61. Tidak akan ada siaran ulang.
62
62. Pesan
63
63. Nasehat yang menyakitkan
64
64. Buang saja ke laut
65
65. CCB
66
66. Ancaman santet
67
67. Banyak larangan
68
68. Merasa tua
69
69. Drama rumah tangga
70
60. Jamur salah nama
71
71. Kelas kehamilan
72
72. Ternyata
73
73. Bekerja lebih ekstra
74
74. Andai dia bisa aku miliki
75
75. Balik mengancam
76
76. Tahanan rumah
77
77. Kandang Serigala
78
78. Melimpahkan kesalahan
79
79. Amel, Kamu dimana ?
80
80. Seperti Rahwana
81
81. Firasat
82
82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83
83. Masih takut
84
84. BASTIAN YANG LEBAY
85
85. PERMINTAAN ANWAR
86
86. TANGGUNG
87
87. ENDING

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!